
matahari telah terbenam, kegelapan telah menyelimuti dunia. namun ada suatu daerah yang begitu terang di ujung barat desa dan dipenuhi asap hitam. semua orang mulai berhamburan keluar rumah tanpa tentu arah. mereka semua mencoba mencari suatu tempat yang aman dari musibah dan huru hara yang tengah terjadi. terdapat kelompok berpakaian hitam dan merah menggunakan baju perang dan senjata mengejar para penduduk yang berlarian, kelompok tersebut tanpa ragu membunuh para penduduk yang mencoba lari menjauhi mereka. namun kelompok tersebut di hadang oleh para prajurit desa yang mencoba melindungi para penduduk dari serangan yang mematikan. para prajurit terus melawan sambil memperhatikan keadaan sekitar. para prajurit mencari para penduduk yang tersisa sambil mencoba menahan serangan lawan. namun karena keadaan yang tak mendukung dan jumlah musuh yang terlalu banyak, membuat para prajurit mulai kewalahan untuk menahan serangan. satu persatu prajurit mulai berjatuhan yang membuat kelompok tersebut semakin beringas dan semangat. setelah semua prajurit dan penjaga telah dihabisi, mereka sudah tidak menemukan para penduduk desa. mereka akhirnya mundur membawa beberapa penduduk yang tertangkap sebelum nya.
ada sebuah rumah yang di dalamnya terdengar suara tangisan yang begitu pilu. mungkin jika orang mendengarnya, mereka akan ikut bersedih karena tangisnya. di dalam rumah tercium bau anyir yang begitu kuat. barang dan perabot rumah hancur berantakan dan cairan merah kental membasahi lantai dan dinding rumah serta di ruang tamu terdapat seorang anak yang berumur 8 tahun sedang berlutut dengan kedua tangan di ikat dengan rantai pada dua tiang yang bersebelahan. ia menangis tersedu-sedu menatap empat orang yg tergeletak di lantai dengan bersimbah darah. sorot matanya meredup, tubuhnya bergetar hebat, dan matanya tak henti-hentinya meneteskan air mata.
suara langkah kaki terdengar mendekat, membuat anak tersebut semakin menegang. ia hanya melihat orang-orang tersebut dengan tatapan benci, marah dan tekat membunuh yg begitu kuat. namun ia tak bisa berbuat apa-apa, tubuhnya sudah terlalu lemah untuk digerakkan. saat orang-orang tersebut berada tepat di depannya, seorang pria paruh baya duduk sambil memegang dagunya dan mengangkat wajahnya. terlihat senyum bahagia tersungging di bibir pria itu.
pria : " hahahhahahaha lihat wajah anak ini begitu marah, frustasi, putus asa, benci, takut dan tak berdaya."
5 orang pengawal di belakang pria itu mulai ikut tertawa bersama bos nya.
__ADS_1
anak :" mengapa kau melakukan ini? mengapa kau menghancurkan hidupku? apa salah ku hingga kau berbuat begini.?"
anak itu berbicara dengan suara yang begitu lirih dan serak akibat ia menangis terlalu lama.
pria :" aku melakukan ini demi kekuasaan dan kekuatan serta kekayaan. karena dengan begini mereka takut padaku ku dan kelompokku dan aku bisa membuat kelompok ku ini semakin besar."
anak :" mengapa harus di sini? masih ada wilayah yang begitu luas dan besar serta kaya dari wilayah ini."
anak :" haruskah dengan cara kudeta untuk menguasai suatu wilayah?"
__ADS_1
pria :" itu harus agar semua orang tahu kekuatan kelompokku dan betapa menakutkan nya kami ini dan lagi ada satu hal lagi yang perlu kau tahu bahwa kami tak hanya mencari kekuasaan tetapi juga kesenangan. kau mengerti kan maksudku nak?"
anak :" kauuuuuuu!!!!!!"
tiba-tiba sebuah api berputar mengelilingi anak itu membentuk lingkaran api yg berkobar. rantai yg mengikat tangannya langsung meleleh karena panasnya api. hal itu membuat pria yang di depannya dan para pengawal kaget lalu melangkah mundur, dengan segera pria itu memerintah pengawalnya untuk menyerang anak itu. mereka pun menyerang anak itu dengan serangan air yang kuat. saat air itu mengenai api yg mengelilingi anak itu. tercipta kabut air yang mengaburkan pandangan. kabut itu membuat 6 orang tersebut dalam posisi siaga. mereka mulai waspada akan serangan yang akan datang. namun tak ada serangan yang muncul sampai kabut menghilang. di depan mereka masih berdiri seorang anak yg tubuhnya di kelilingi api. ketika anak itu mengangkat wajahnya betapa kagetnya 6 orang tersebut. mereka menyadari perubahan ekspresi dan warna mata serta kondisi tubuh sang anak.
setelah beberapa saat anak itu terdiam, mulai terlihat asap hitam keluar dari anak tersebut. asap tersebut mulai mempengaruhi segala benda yang ada di sekitar nya. hingga api yang mengitari anak tersebut mulai berubah warna menjadi merah kehitam-hitaman. hal itu sontak membuat 6 orang itu kaget. terlebih lagi mereka juga merasakan tekanan yang luar biasa, bukan hanya tekanan udara tetapi juga tekanan mental serta tekanan gravitasi yang membuat mereka langsung tersungkur ke lantai. ke enam pria itu merasakan ketakutan yang luar biasa. tubuh mereka bergetar hebat sebab selama hidup mereka tak pernah merasakan aura tekanan yang begitu menakutkan ini. mereka mulai putus asa dan pasrah akan apa yang terjadi selanjutnya sambil menahan rasa sakit yang luar biasa karena aura yang dikeluarkan terasa menusuk dada mereka.
anak itu menggerakkan kedua tangan nya dengan jarinya yang seakan-akan sedang berusaha menggenggam benda yang lebih besar dari telapak tangan nya. lalu api mulai muncul memanjang dan membentuk pedang di kedua tangannya dengan ukiran yang begitu indah dan berkilauan. saat anak itu mengayunkan kedua pedangnya. seketika itu pula apa yang ada di depannya hancur seperti terbelah pedang yang sangat besar. apapun yang di depannya hancur, terbakar dan menyisakan abu yang beterbangan ke angkasa.
__ADS_1
suara dentuman terdengar begitu kuat dari barat desa yang membuat kelompok berpakaian hitam merah itu kaget dan berjalan menuju sumber suara. betapa kagetnya mereka melihat seorang bocah berdiri di pangkal suatu serangan sedangkan ujung yang lain tak terlihat apapun kecuali kehancuran yang begitu besar. tiba-tiba bocah itu menoleh dan betapa kagetnya mereka dengan keadaan disekitar yang terasa begitu berat dan menusuk-nusuk tubuh. terlihat pula para tawanan yang terkapar di tanah tak sadarkan diri. anggota kelompok itu mencoba untuk bangkit tetapi tidak bisa. dan tak berselang lama mata mereka menggelap di ikuti api yang berkobar di tubuhnya. dalam hitungan detik tubuh mereka sudah hangus dan hanya menyisakan abu saja.
sang anak mendadak jatuh ke lantai api yang mengelilingi nya mulai padam dan suasana pun menjadi sunyi. anak itu mulai menangis lagi, tetes air mata tak bisa ia bendung lagi. ia menangis begitu kerasnya hingga pohon dan tanah bergetar, burung-burung mulai berkicau menggetarkan jiwa, serigala melolong menceritakan puisi duka, awan mendung membawa luka dan beberapa binatang meringkuk dan tersungkur seakan tak berdaya. dunia yg gelap di terangi cahaya api yg menyayat hati. duka kembali menyelimuti dunia ini, kematian tak dapat dihindari, kesedihan terasa menusuk raga dan setiap pandangan menunjukkan suatu kehancuran. namun hati harus tetap bertahan dengan keadaan yg begitu kelam, mencoba menerima keadaan yg telah terlewatkan, mencoba bangkit menuju masa depan, merangkai suatu tujuan, membangun sendi-sendi kehidupan, mencari solusi dari setiap masalah, menjalin hubungan menuju persatuan, dan mengingat kejadian ini untuk pembelajaran bahwa tak selamanya manusia menerima dan bahagia akan apa yang telah orang lain miliki.