kontrak misterius: ikatan jiwa

kontrak misterius: ikatan jiwa
eps. 10


__ADS_3

hari telah berlalu, waktu terus berputar menciptakan hari yg baru. tanpa terasa sudah seminggu sejak waktu ujian dilaksanakan. hari ini Raka hendak mengunjungi adik-adiknya di desa Baru. ia telah berjanji untuk mengunjungi mereka 2 Minggu lalu. ia berangkat dengan memakai jaket mahalnya di padukan dengan celana jeans hitam, kaos putih dan baju berwarna biru kotak-kotak. ia juga membawa tas ransel di punggung nya yg berisi barang yg ia beli seminggu yg lalu. Raka menuju ke rumah adik-adiknya dengan menaiki bis. karena satu bis hanya mempunyai 2 tujuan desa. sehingga perjalanannya harus memakai 3 bis untuk sampai ke desa Baru.


sepanjang perjalanan Raka hanya menikmati suasana yg tenang dan melihat pemandangan. melihat para penduduk yg berlalu lalang menjalankan kegiatan masing-masing. namun saat memasuki jalan antara desa pesisir dan kuning, Raka terlihat fokus sekali dalam melihat sekitar. ia memperhatikan secara detail walau di mata orang lain seperti orang yg bosan. ia merasa keanehan mengingat ketika siang suasana begitu normal di daerah tersebut, berbeda sekali pada saat malam hari yg begitu berbahaya dengan adanya beberapa hewan buas dan liar yg siap menerkam siapapun yg lewat.


setelah 2 jam perjalanan akhirnya ia sampai di terminal desa kuning. ia kemudian berjalan menuju rumah adik-adiknya. perjalanan dari terminal ke rumah adiknya memerlukan waktu setengah jam an. sebenarnya ia memiliki sepeda dan memungkinkan ia sampai lebih cepat. namun mengingat cuaca tadi malam yg hujan, jalanan akan penuh dengan kubangan dan lumpur sehingga bisa dipastikan pakaiannya akan kotor.


sesampainya di depan rumah ia di sambut oleh ke 7 adiknya yg berada di depan rumah. seperti biasanya kedua adik perempuan nya pasti akan memeluknya. sebenarnya ia sudah menasehati kedua adiknya untuk tak melakukan itu. namun mereka mengacuhkannya dan terus melakukan hal tersebut. akhirnya ia pasrah dan berharap setelah mereka menikah kebiasaan itu dapat hilang dengan sendirinya. setelah beberapa saat berpelukan, Raka dan ke 7 adiknya masuk ke dalam rumah dan dapat di lihat oleh Raka sebuah ruangan yg begitu penuh dengan dekorasi pesta. memang Raka dan adiknya akan mengadakan pesta kecil-kecilan untuk ulang tahunnya. namun Raka tak menyangka bahwa dekorasi yg di buat sangat meriah. adik-adiknya tak membuat suatu kejutan karena sifat Raka yg tak menyukainya. seperti 2 tahun lalu saat ia mendapatkan kejutan ulang tahun dari adik-adiknya. ia tak senang dan memilih menginap di suatu kos kecil di desa pesisir dan tak menjawab semua panggilan serta tak membalas pesan dari adik-adiknya selama seminggu.


setelah Raka menyimpan barang yg ia bawa ke kamar, ia berjalan menuju dapur yg terlihat sangat ramai oleh pemuda dan pemudi yg berumur di bawah 20 tahun yg ikut membantu memasak. hal itu membuat Raka penasaran dan bertanya


" kenapa ramai sekali?, udah kaya pasar aja " tanya Raka sambil melihat sekeliling rumah yg begitu ramai


" ohhh mereka tetangga kita. mereka melihat kita bawa barang belanjaan banyak kemarin dan mereka sadar bahwa kita mengadakan pesta. jadi mereka ingin ikut dalam pesta. " jawab Aulia


" ohhhhhhh seperti itu. berarti kalian menambah bahan memasak bukan? " tanya Raka


" iya karena yg datang sekitar dua belas orang. jadi semua sejumlah tiga kali lipat dari yg di rencanakan " ucap Shafira membalas pertanyaan Raka

__ADS_1


" ohhh seperti nya ada satu masalah lagi? " tanya Raka


" masalah apa itu kak " tanya fery


" kalau terlalu rame begini ruang tamu akan terlalu sesak dengan semua meja dan kursi serta almari yg ada di sana" ucap Raka


" kakak benar. kita harus memindahkan semua almari dan beberapa meja serta kursi " ucap Fery membenarkan pendapat Raka


" pindahkan saja ke dapur sini untuk beberapa kursi dan meja agar bisa di gunakan untuk memasak dan meletakkan makanan dan minuman yg sudah siap. untuk almari nya di taruh di dekat meja makan saja kecuali almari untuk tv yg akan digunakan menonton film. karena kita tidak mengadakan pesta musik yg dapat mengganggu tetangga. apalagi ada yg sedang sakit dan untuk menonton pake karpet aja sebagai tempat duduknya. agar mudah dibersihkan nya daripada dengan kursi, meja, ataupun sofa. " kata Raka


" laksanakan " ucap semua orang di sana kecuali Raka


setelah makanan sudah siap. para cowok pun telah selesai menata tempat untuk menonton film. suasana semakin meriah saat film telah di putar. dari yg genre horor, percintaan hingga pertarungan dan pertempuran menjadi film yg di tonton. di saat film di putar di sertai canda dan tawa dari para pemuda tersebut.


matahari telah sampai di atas kepala dan telah bergeser ke arah barat sedikit yg menunjukkan betapa teriknya siang ini. pesta pun telah selesai dan segala perabotan dan peralatan telah di bersihkan kecuali karpet yg masih di rendam dahulu. Raka pun pergi ke kamarnya untuk beristirahat. sedangkan beberapa adiknya kembali ke aktivitas mereka masing-masing. baru beberapa detik Raka menutup mata terdengar suara pintu yg terbuka. ia membuka mata dan melihat siapa yg masuk ke kamarnya. terlihat dua cewek yg tak lain Aulia dan Safira yg langsung ikut merebahkan diri di kedua sisinya sambil memeluk tubuhnya. Raka yg mengerti dan memahami sifat kedua adik perempuan nya itu hanya menghela napas dan memperingatkan mereka untuk tak meletakkan tangannya di dadanya. agar tak mengganggu tidurnya.


Raka terbangun dari tidurnya dan melihat jam yg menunjukkan pukul 15.15 sore. ia pun beranjak dari tempat tidur dengan pelan agar tak membangunkan kedua adiknya. ia menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. lalu ia berjalan ke halaman belakang yg kebetulan di sana ada kucing kesayangan nya yg bernama white. ia pun memanggilnya hingga membuat white berlari ke arahnya dan bermanja di pangkuannya. Raka pun mengangkat tubuh white dan menciumi pipinya lalu meletakkannya kembali di pangkuannya. Raka mengelus-elus bulu white dengan lembut yg membuat white semakin manja. di tengah asik-asiknya Raka mengelus white. tiba-tiba ada sepasang tangan yg memindahkan white ke lantai dan suara yg mengusir white. Raka pun melihat Aulia yg langsung duduk dan menopang kan dagunya ke bahunya di sertai pelukan erat.

__ADS_1


" bukan hanya white yg ingin di elus-elus. aku juga mau " ucap Aulia dengan manjanya


" dek dek sama kucing aja iri " balas Raka dengan senyuman di bibirnya


" biarin " ucap Aulia dengan wajah cemberut nya


Raka pun mengelus rambut Aulia dengan lembut sambil ia menikmati hangatnya pelukan adiknya itu. setelah beberapa menit Raka mengelus rambut Aulia. tampak Aulia mengangkat kepala dan menatap wajahnya dengan seksama. Raka yg melihat itu hanya menunjukkan ekspresi bertanya. hingga ia terkaget dengan apa yg di lakukan adiknya itu. Aulia mencium bibirnya dengan tangan yg melingkar erat di lehernya. Raka hanya diam tak berbuat apa-apa. dirinya terlalu terkejut dengan sikap yg baru saja adiknya perlihatkan.


setelah satu menit berciuman Aulia pun melepas ciumannya dan menyembunyikan wajahnya di dada Raka. Raka yg melihat itu hanya tersenyum dan membelai rambutnya.


" kenapa kau melakukan itu dek?. kau tau kan kalo aku ini kakakmu. " kata Raka yg kaget dengan apa yg di lakukan adeknya


" aku hanya memberikan cintaku pada seseorang yg telah menyelamatkan ku dari kerasnya kehidupan ini " Aulia berkilah


" aku mohon dek jangan di ulangi lagi. aku takut itu akan merubah sikapmu di masa depan " ucap Raka menasehati adiknya


" aku kan berusaha " balas Aulia

__ADS_1


__ADS_2