
Raka telah sampai di salah satu tempat di tangah hutan terlarang. Raka mulai berlatih pedang terlarang yg di berikan kakeknya. sebenarnya untuk menggunakan pedang terkutuk yg di wariskan kepada nya. namun jurus pedang itu terlalu berbahaya untuk di praktekkan pertama kali dengan pedang terkutuk itu di karenakan syaratnya yg harus membunuh atau minimal melukai lawan. bahkan hanya menggunakan pedang biasa namun akibat jurus itu yg memanfaatkan keinginan membunuh membuat Raka menjadi haus darah dan sulit mengendalikan gerakan tubuh nya yg terus mengikuti keinginan membunuh. walaupun begitu Raka terus mencoba menguasai keinginan membunuh tersebut agar dapat membedakan mana lawan mana kawan. sebuah kenyataan yg begitu tak di terima oleh para pengguna pedang, bahwa yg sulit dari jurus pedang ini bukan di gerakan dan menyesuaikan serangan sesuai keadaan yg di hadapi. namun yg sulit dari jurus ini adalah mengontrol dan menguasai keinginan membunuh yg merasuk ke dalam pikiran dan menutup mata. hal itu yg membuat Raka kuwalahan sehingga terkadang Raka menyerang secara membabi-buta dan tak menghiraukan kondisi tubuhnya.
setelah 5 jam melatih jurus terlarang tersebut, Raka mulai menguasai hasrat membunuh itu secara sempurna saat berlatih dengan pedang biasa. namun hal itu tidak menjamin Raka mampu mengontrol dan menguasai keinginan membunuh di saat menggunakan pedang terkutuknya yaitu pedang kematian yg menjadi syarat utama untuk mengaktifkan jurus pedang itu. karena hari telah menjadi terik sudah waktunya Raka untuk kembali. namun ia mengangkat pancingnya yg telah ia pasang saat berangkat dan hasilnya ia mendapat 3 ekor ikan dan satu ekor kucing hutan yg tak sengaja ia lihat tak berdaya di pinggir hutan. kucing itu berwarna hitam pekat dengan corak merak di kaki, telinga, dan ekornya serta ada keanehan di matanya yg tidak normal yaitu berwarna merah dan biru. Raka pun membawanya pulang untuk ia obati luka kucing itu. saat Raka menggendong kucing itu Raka merasakan ada yg mengintai dirinya sepanjang perjalanan. namun tak berapa lama perasaan itu hilang yg membuat Raka menjadi tenang.
__ADS_1
Raka membawa kucing itu ke sebuah dokter hewan. namun karena luka nya cukup parah dokter tersebut meminta pertimbangan Raka agar penyembuhan kucing tersebut di lakukan dengan batu penyembuh. namun harganya sangat mahal untuk melakukan pengobatan dengan cara itu. Raka menyetujuinya dan menyerahkan sejumlah uang yg cukup besar untuk membayarnya. beberapa detik kemudian luka kucing itu pun tertutup dan terlihat sehat tanpa adanya bekas luka. setelah sembuh kucing itu langsung melompat ke arah Raka yg membuat Raka reflek menangkapnya. kucing itu terlihat senang dan nyaman saat bersama Raka. dan di saat bersama pula ada kucing berwarna biru kehitam-hitaman yg masuk ke ruangan itu dan bermakna di kaki Raka. Raka pun bingung dan berjalan ke arah pintu mencari sosok pemilik dari kucing biru itu. namun semua orang yg ada di luar mengatakan bahwa kucing itu datang dari luar dan berjalan masuk tanpa ada yg membawanya. karena tanpa ada pemilik Raka pun berpikir untuk memelihara kedua kucing itu yg terlihat sangat akrab hingga terbest pikiran bahwa mereka adalah saudara. raka meminta dokter itu untuk memandikan kedua kucing itu dan melakukan perawatan dan pengecekan untuk mencegah adanya suatu penyakit di tubuh kedua kucing itu.
Raka pun pulang di temani kedua kucing itu tapi Raka tak menggendong kucing-kucing itu melainkan membiarkan kucing itu berjalan mengikutinya. hal itu sontak membuat para penduduk yg melihatnya semakin gemas apalagi saat kedua itu melompat dan bergelantungan di celana Raka. bahkan terkadang ada beberapa penduduk yg mengelusnya namun kucing itu terus berjalan mengikuti Raka. Raka sampai di sebuah terminal di desa pesisir untuk menaiki bus di karenakan keberadaan kedua kucing itu. Raka pun meminta kedua kucing itu duduk di pangkuannya dan kucing itu mengikuti keinginan Raka. saat ini Raka Duduk di samping seorang anak perempuan yg terlihat tertarik dengan kedua kucing itu namun karena kucing itu duduk di pangkuan Raka. anak perempuan itu ragu untuk memegangnya, Raka yg melihat meminta salah satu kucing itu duduk di pangkuan anak perempuan itu. anak itu kaget dan senang sekali dengan keberadaan kucing itu hingga ia mengelus kucing itu dengan lembut. hal itu memicu perbincangan di antara keduanya.
__ADS_1
Raka telah sampai di rumahnya sambil membawa ketiga ikan hasil tangkapannya hari ini. ia pun meletakkan kedua ikan tersebut ke lemari pendingin sedangkan seekor ikan lainnya di gunakan untuk makan kedua kucing itu yg nampak kelaparan. karena kedua kucing ini termasuk kucing liar dan hidup di hutan Raka membiarkan ikan itu mentah dan di bagi dua. kedua kucing memakan ikan itu dengan lahap dan tak bersisa. Raka pun membuat nama untuk kedua yaitu Adelino untuk kucing hitam dan Alardo untuk kucing biru.
tiba-tiba ada seseorang yg masuk ke rumahnya tanpa izin. Raka pun menengok ke arah pintu dan menemukan Aqila yg tengah kedinginan. Raka pun menghampirinya di ikuti kedua kucing itu. Aqila meminta izin untuk menginap di sini lagi karena ada tamu yg cukup istimewa datang dan menginap di rumahnya dan hal itu membuat Aqila tak nyaman sehingga memutuskan untuk menginap di rumah Raka. Raka pun mulai pusing dengan Aqila yg sering menginap sejak mengetahui keberadaan rumahnya. hal itu membuatnya semakin takut kalau Aqila akan pindah kesini. apalagi hubungan Raka dan ayah Aqila bisa di bilang cukup dekat saat kecil dahulu dan pasti ada kepercayaan ayah aqila kepadanya.
__ADS_1
Raka pun mengizinkan Aqila menginap di sini walaupun begitu Aqila pergi lagi untuk menyelesaikan urusannya. Raka pun tak memperdulikan hal itu dan berfokus untuk meneliti kemampuan dan kekuatan yg mungkin masih tersembunyi dari kedua kucing itu. Raka pun membawa kedua kucing itu ke halaman belakang mencoba memberikan kedua kucing itu kekuatan elemennya.
saat pertama kali percobaan Raka mencoba memberikan Adelino dan Alardo kekuatan elemen yg berbeda namun saling memperkuat satu sama lain yaitu kekuatan api untuk Adelino dan angin untuk Alardo. lalu Raka meminta keduanya untuk menyerang sebuah batang kayu dengan cakaran yg di perkuat oleh elemen tadi dan hasilnya sungguh luar biasa. serangan itu sangat kuat hingga menghancurkan kayu berdiameter satu meter menjadi berkeping-keping. bahkan itu belum mengeluarkan seluruh kekuatan elemen yg Raka berikan. Raka pun mulai memahami bahwa kekuatan asli Adelino dan Alardo akan bersinkronisasi dengan kekuatan yg ia serap dan mengolahnya menjadi kekuatan yg lebih besar hingga 3 kali lipat bahkan lebih dari kekuatan yg ia serap. bukan hanya kekuatannya yg meningkat fisiknya pun berubah sesuai kekuatan yg di serap dan sekarang Adelino berwujud harimau hitam dengan corak merah yg menyala-nyala yg semakin mencolok. matanya semakin terang memancarkan aura membunuh. sedangkan Alardo lebih banyak perubahan yaitu pada telinga dan ekornya yg berwarna putih serta matanya yg berubah warna dari biru gelap menjadi biru terang. tatapan matanya pun tenang dan tanpa emosi berbeda dengan Adelino yg menunjukkan emosi dan kebuasannnya. Raka yg merasakan akan adanya partner pun tersenyum bahagia, karena sudah sejak lama ia sendiri terutama di saat berburu.
__ADS_1