kontrak misterius: ikatan jiwa

kontrak misterius: ikatan jiwa
eps. 6


__ADS_3

hari telah berganti merubah suasana gelap menuju suasana yang cerah dan segar. Raka bangun tidur dan segera mandi dan memakai seragamnya. setelah selesai bersiap-siap, Raka membangunkan Aulia yang masih tertidur. Raka mengatakan pada Aulia untuk pulang sebab Raka yakin bila Aulia tetap berada di rumahnya. Aulia pasti akan mengikuti nya untuk berburu setelah pulang sekolah nantinya.


Raka bersekolah di SMP Pesisir 4 yang berakreditasi B. walaupun terakreditasi B SMP Pesisir 4 ini memiliki fasilitas yang lengkap. kecuali lapangan basket dan arena beladiri. biaya sekolah pun terbilang murah sekitar setengah dari sekolah akreditasi A. hal ini lah yang menyebabkan murid disini begitu banyak bahkan hanya memiliki selisih jumlah murid belasan saja dengan sekolah SMP terakreditasi A lainnya. bisa di bilang SMP Pesisir 4 ini adalah SMP terakreditasi B terfavorit para murid di desa pesisir dan sekitarnya.


hari ini Raka hanya belajar tentang mata pelajaran ujian yaitu bahasa, matematika, fisika, biologi, dan kimia. sebenarnya Raka adalah seorang yang jenius tetapi ia selalu menutupi nya dengan baik. ia takut teman-teman nya patah semangat jika mereka tahu bahwa ia bisa mendapatkan prestasi dengan mudahnya tanpa harus memaksakan diri. oleh sebab itu Raka selalu bertingkah nakal dan buruk saat sekolah agar setidaknya nilai tingkah laku itu mempengaruhi nilai raport. sehingga nilai raport agak mengimbangi dengan nilai temannya.


Raka hanya menoleh ke kanan dan kiri saat pelajaran berlangsung. ia bosan sebab ia telah menguasai pelajaran yg tengah di bahas itu. walau Raka tahu bahwa nilainya kemungkinan kecil mendapat nilai sempurna. tetapi ia sadar bahwa nilainya cukup baik dari teman-teman lainnya. di kelas ia duduk dengan Andi di tengah suatu barisan bangku. lebih tepatnya bangku nomer tiga dari depan dan paling kiri dekat dengan meja guru. seperti biasa jika Raka bosan maka ia akan menjadi gelisah. Raka pun mulai menjaili siapapun yang ada disekitar nya. tidak peduli perempuan atau laki-laki selama itu bisa mengurangi kegelisahan nya maka Raka tak segan-segan untuk menjahilinya.


terdengar teriakan nama Raka terucap di ruangan kelas. semua murid di dalam kelas tersebut menoleh ke arah seorang murid. sedangkan pemuda tersebut hanya menoleh ke arah guru yang memanggilnya.

__ADS_1


Raka :" ada apa pak memanggil saya?"


wajah dan ekspresi Raka tidak menunjukkan rasa bersalah sedikitpun. ia dengan polosnya bertanya seakan tidak melakukan hal yg salah.


Pak guru :" kamu ini sudah terlihat jelas sedang mengusili dan mengganggu teman di sekitarmu. masih tak mau mengakui kesalahan."


Raka :" suasana terlalu tegang. jadi saya berinisiatif untuk mencairkan suasana tersebut."


Raka hanya menurut dengan perintah gurunya tanpa membantah. ia berjalan keluar dengan membawa sebuah topi lalu berdiri di samping pintu kelas. ia menutup sebagian wajahnya dengan topi itu dan mulai tidur. sedangkan guru tersebut meneruskan penjelasannya dan murid lainnya pun mendengarkan penjelasan sang guru. terlihat wajah para murid mulai menunjukkan ekspresi kesulitan untuk memahami penjelasan yang guru. sedangkan sang guru dengan sabar dan tenang menjelaskan dengan pelan.

__ADS_1


Pelajaran pun telah selesai setelah 2 jam berlalu. para murid mulai bergegas keluar untuk mengistirahatkan otak mereka. sedangkan sang guru teringat dengan Raka yang berdiri di samping pintu. setelah guru itu merapikan buku yang ia bawa, ia berjalan ke arah Raka sambil meminta Raka untuk mengikuti nya menuju ruang BK. namun guru tersebut curiga dengan Raka yang tak merespon perkataannya. ia membuka topi Raka dan kaget mengetahui Raka tertidur dengan posisi berdiri. guru itu pun menggeleng-gelengkan kepalanya dan menepuk pundak Raka.


Raka merasakan sebuah tepukan di pundak nya mulai terganggu tidurnya dan terbangun. ia melihat ekspresi guru yang ada di depannya yang terlihat keheranan. Raka hanya menunjukkan senyum cengengesan dengan santai. Raka yang mendengar perintah guru itu hanya menurutinya saja. ia berjalan di belakang sang guru sambil menerka apa yang terjadi selanjutnya. setelah masuk ke ruang BK Raka di beri pertanyaan dan peringatan.


ia pun berjalan ke kantin karena waktu istirahat masih sekitar lima belas menit lagi. ia memanfaatkan waktu itu untuk mengisi perutnya. ia berjalan ia tak sengaja bertemu mata dengan Aqila. sebuah pertanyaan muncul dalam pikiran Raka" mengapa ia bertemu pandang dengan wajah yang datar seperti itu?". hal itu terjadi hanya dalam 5 detik saja karena Raka tidak merespon lebih akan hal itu. Raka berada di kantin hingga jam istirahat selesai. sebelum ke kelas ia memutuskan pergi ke toilet sebentar. di belakang kamar mandi Raka seorang wanita menyatakan cinta pada seseorang. Raka tak menghiraukan itu dan melanjutkan kegiatannya. namun mendengar lawan bicara sang perempuan bicara. Raka sadar bahwa lelaki itu adalah Andi. wajah Raka yang berbinar langsung berubah suram mendengar Andi menolak pernyataan cinta dari sang wanita . Andi beralasan bahwa ia tak mencintai perempuan itu dan takut melukai hatinya memaksakan hubungan itu. menurut Raka apa yang dilakukan Andi sangat benar. karena Raka terbiasa melihat sikap Andi yang begitu dingin dan datar pada orang yg asing. tanpa sadar Raka di mendengarkan drama itu selama 15 menit. entah mengapa sesuatu yg berhubungan dengan orang-orang disekitarnya membuat Raka tertarik.


Raka menunggu Andi menyelesaikan urusannya dan berjalan menuju kelas bersama. ia melakukan itu dengan agar ia tak akan terlalu terkena masalah bila terlambat bersama Andi. dan benar apa yg dipikirkan nya, ia diperbolehkan masuk dengan mudah nya tanpa hukuman yang tertuju untuknya. Raka mengikuti pelajaran hingga bel pulang berbunyi.


Raka telah selesai mandi dan bersiap untuk berangkat berburu. namun kali ini ia tak membawa alat memancing sebab ikan kemarin baru terpakai seekor saja. ia berjalan menuju tempat biasanya untuk berburu. ia juga mengawasi keadaan sekitarnya agar buruan dan dirinya tak menjadi mangsa para makhluk penghuni di sini. sebenarnya Raka tak terlalu membutuhkan senjata untuk berburu. ia mampu berburu dengan kekuatan tenaga dalam yang ia pelajari. namun ia takut jika luka dari tenaga dalam yang ia pakai terlalu lemah bisa membuat buruannya kabur dan terlalu kuat akan menghancurkan hewan buruannya itu. tetapi yang membuatnya ketakutan untuk menggunakan tenaga dalam di hutan ini adalah munculnya para penghuni yang menjadi penguasa hutan atau penguasa ras. itu akan merepotkan untuk di hadapi terlebih bila para makhluk itu bekerja sama.

__ADS_1


tak terasa matahari hendak terbenam. Raka mulai berjalan menuju rumahnya. sedangkan buruannya sambil berjalan menuju rumah. kebetulan tempat yang di gunakan untuk Raka berburu hanya memiliki jalur yang melewati toko dan rumah Andi sehingga ia akan mampir jika ingin menjualnya. setelah beberapa saat berjalan Raka telah berada di toko Andi dan menyetorkan hasil buruannya. saat upah telah masuk ke kantong Raka langsung pamit untuk pulang sebab matahari telah terbenam.


sesampainya di rumah ia mendapati Aulia sudah ada di rumahnya menonton tv. Raka hanya menggeleng kepala melihat Aulia yang nekat pergi ke rumahnya padahal jaraknya sangat jauh. Raka berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. setelah mengganti pakaian Raka ikut menonton tv. baru saja Raka duduk Aulia mendekatkan tubuhnya dan menyandarkan kepalanya ke bahu Raka. Raka pun memakluminya dan membelai lembut rambut Aulia. Aulia sudah lama tak mendapatkan belaian dari kakaknya terlihat bahagia. senyumnya terukir indah di wajahnya yang membuat siapapun termasuk Raka sendiri jatuh hati padanya.


__ADS_2