
di hari Minggu ini Raka sedang menuju ke rumah Andi sekalian memberikan hasil buruannya dan juga ingin berkunjung. ia berniat untuk berdiskusi tentang adaptasi yg akan ia dan Andi harus lakukan untuk menyamakan antara mereka dengan murid-murid di sana. mengingat di SMA PESISIR 1 berisi para murid terbaik dan berbakat entah itu dalam ilmu pengetahuan maupun persilatan. namun hal itu sulit di bahas mengingat informasi tentang SMA PESISIR 1 hanya bersifat umum. bahkan para murid pun mencoba menutup-nutupi cara pengajaran dan hal khusus tentang sekolahan. karena di khawatirkan di manfaatkan beberapa kelompok untuk menyusup dan menggali informasi yg mereka inginkan secara mendalam.
Raka telah sampai di rumah Andi, ia pun mengetuk pintu dan mengucapkan salam. karena terlalu lama ia menunggu Raka menelpon Andi untuk membukakan pintu. tak selang lama pintu terbuka dan terlihat sosok Andi yg menyambut Raka. Andi pun menunjukkan jalan untuk Raka menaruh hasil buruannya dan mengantar ke samping rumah untuk melakukan pembicaraan santai sambil melihat para pemuda yg sedang berlatih.
Raka dan Andi berjalan menuju tempat peristirahatan para pemuda yg berlatih. mereka berhenti tepat di hadapan seorang cewek yg tak lain adalah Aqila.
Raka :" Aqila sedang apa kau disini? "
Aqila :" hmmm? "
Andi :" ia juga ingin membahas tentang SMA PESISIR 1. agar memudahkannya dalam menerima semua pelajaran mengingat sekolah itu merupakan sekolah elit di kota kita. "
Raka :" ohhh ternyata ia juga masuk ke SMA PESISIR 1. btw kalian menerima serum itu ga? "
Andi :" ya gua harus menerimanya sih. mengingat jika tak memakainya bisa memiliki perbedaan kekuatan yg cukup jauh. "
Aqila :" sama "
Raka :" ohhhh begitu. emang sejauh apa sih perbedaannya? "
Andi :" kalo ga salah menurut informasi sih sekitar satu setengah kali sih. itu baru awal dan belum di latih. "
Raka :" oh bagaimana para peneliti bisa menciptakan alat seperti itu?. ehhhhhh namun mengingat efek sampingnya yg cukup besar juga agak seimbang lah. "
Andi :" benar. soalnya gua juga merasakan efek sampingnya. kalo gua sih keringat yg mengalir deras dan otot yg kesemutan bila memaksa tubuh di saat capek baru di ikuti efek kecapekan normal. berbeda sebelum memakai serum tersebut yg hanya memiliki efek kecapekan normal seperti otot yg tak merespon pikiran karena terlalu capek. "
__ADS_1
Raka :" kalo lu gimana La? "
Aqila :" kalo gua sih efek sampingnya pada mata kanan. dimana bila gua terlalu banyak menggunakan mana atau bahkan menghabiskan mana dalam suatu pertempuran mata gua akan sangat sakit dan akan buta untuk beberapa menit sampai tubuh gua serasa normal. efek lainnya adalah jantung gua yg berdebar kencang. jadi kalo mana gua habis atau terlalu besar menggunakan mana paling tidak gua harus beristirahat selama 10 menit untuk menghilangkan efek samping itu baru bisa menggunakan mana lagi. "
Raka :" oh begitu ya. sepertinya cuma gua yg ga memakainya "
Andi :" gila ya lu ga memakai serum itu. apa kau ga takut menjadi korban bully? "
Raka :" ga tuh. sepertinya jarang orang yg memiliki kecepatan yg tinggi. sebagian besar murid disana ber Job penyihir dan assassin yg jarang para murid yg meningkatkan fisik. mereka hanya meningkatkan kekuatan tenaga dalam saja. "
Andi :" ya terserahlah. btw katanya adek lu ada di SMA PESISIR 1 juga? "
Raka :" benar. dan mereka bertiga adalah kakak kelas kita "
Andi :" nah itu yg membuat gua bingung. gua harus manggil dek atau kak ya? "
Andi :" tapi di cerita adek lu. dia kan hebat dan termasuk murid jenius di sana. "
Raka :" lah emang kenapa? menghormati tak harus memanggilnya tuan, nona, atau kak. karena hal itu hanya penghormatan untuk kasta. kita hanya menghormati seseorang dengan cara bicara saja. tak selalu dengan sopan cukup sesuaikan dengan sifat lawan bicara dan umur. misalkan kita berbicara dengan seorang yg pendiam maka kita berbicara dengannya jika dalam hal yg penting saja. jika kita berbicara dengan yg friendly maka lihat dulu apakah ada kata-kata yg tak ia suka misalnya bicara jorok, vulgar atau mengumpat. "
setelah berbincang-bincang cukup lama, Aqila dan Andi memutuskan untuk ikut berlatih tanding. tetapi Aqila bukan memilih Andi sebagai lawan tandingnya. Aqila memilih lawan tanding yg se gender dengannya agar tak ada perasaan tak tega dalam pertandingan. sedangkan Raka menonton dari tempat istirahat dan Andi menonton bersama dengan pemada lainnya yg membentuk lingkaran. sebenarnya Andi sedikit jengkel karena 2 kali melihat Raka yg terlihat tak tertarik untuk ikut dalam latihan beladiri. namun ia juga menyadari bahwa Raka sebenarnya sangat kuat. mengingat pada latihan sebelum yg mampu bergerak tanpa bisa di ikuti oleh mata. namun tetap saja bagi Andi, Raka terlihat terlalu meremehkan orang lain. namun itulah Raka yg sebenarnya, yg melakukan apa yg membuat nya tertarik.
waktu berlalu tanpa terasa matahari hampir terbenam. Raka pun berpamitan untuk pulang diikuti pula oleh Aqila. mereka pun berjalan beriringan tanpa ada sebuah percakapan apapun. namun saat di pertigaan yg seharusnya mereka berpisah, Aqila malah tetap mengikuti Raka menuju rumah. hal itu pun membuat tanda tanya besar buat raka. Raka pun berhenti dan bertanya pada Aqila.
Raka :" La mengapa lu ngikutin gua? "
__ADS_1
Aqila :" emang ga boleh? "
Raka :" ya boleh sih. tapi kan rumah kita beda arah. "
Aqila :" siapa yg bilang gua mau pulang? "
Raka :" lha terus lu mau kemana? "
Aqila :" ke rumah lu "
Raka :" stop. mau ngapain ke rumah gua? "
Aqila :" tidur "
Raka :" eh buset di kira rumah gua penginapan kali ya main tidur-tidur aja "
Aqila :" emang gua perduli "
Raka :" udah sana pulang. dah malam di cariin ortu lu nanti. "
Aqila :" ga akan "
Raka :" bagaimana bisa? "
Aqila :" karena gua dah memberitahu kalo gua nginep di rumah lu. "
__ADS_1
Raka :" serah dah. susah emang debat Ama orang keras kepala. "
mereka pun melanjutkan perjalanan dengan mulut Raka yg komat-kamit karena jengkel. namun tak ia ucapkan dengan jelas karena tahu akan akibatnya. setelah sampai rumah Raka pun langsung mandi dan di ikuti Aqila setelahnya. Aqila menonton tv sedangkan Raka sibuk bermain hpnya. namun Raka tiba-tiba pindah ke suatu ruangan kecil. Aqila pun penasaran dan mengikutinya. terlihat Raka yg tengah bermain game di komputer nya dengan memakai topeng kucing berwarna biru gelap. Aqila pun melihat topeng kucing berwarna biru cerah dan memakainya. ia berjalan menuju Raka yg tengah bermain dan memeluknya. ia menopang kan dagunya ke bahu sambil mengalungkan tangannya di leher Raka. namun Aqila tak tahu bahwa Raka sedang live streaming dan baru menyadarinya saat ia melihat layar komputer yg berisi berbagai komentar. Aqila melihat beberapa komentar yg menanyakan tentang siapa dirinya. namun Raka hanya diam dan tak membalasnya. Raka tetap sibuk dengan gamenya walaupun ia juga membaca komentar tentang itu. Aqila pun menutup kamera dengan salah satu tangannya. sedangkan tangan yg lainnya membuka topeng yg ia dan Raka pakai lalu mereka pun berciuman dengan intensnya. para penonton pun tahu apa yg di lakukan oleh Raka karena sedikit terdengar suara ciuman dan karakter Raka di game yg tidak bergerak. setelah selesai berciuman mereka pun menutup kembali topengnya dan Aqila melepaskan tangannya dari kamera. sekarang posisi Aqila berubah dari yg memeluk di belakang menjadi duduk di pangkuan Raka. Aqila bersandar di dada Raka dengan tangan kanan yg membelai rambut Raka. hal itu menjadi perbincangan hangat di komentar terutama penonton yg ingin tahu siapa Aqila itu. namun Raka tak menjelaskan siapa Aqila secara panjang lebar dan hanya mengatakan " seperti yg ada di pikiran kalian "