kontrak misterius: ikatan jiwa

kontrak misterius: ikatan jiwa
eps. 13


__ADS_3

pagi telah menyapa dunia dengan sinarnya yg begitu terang dan menyilaukan mata. sudah 3 hari sejak Raka merasakan penyakit tahunannya. sekarang Raka sudah mulai beraktivitas seperti biasa. walaupun begitu Raka masih belum pulih sepenuhnya karena kasus tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. dimana tahun ini bisa di katakan sangat parah rasa sakitnya. andai saja tak ada Aqila yg membantunya mungkin Raka akan terus-menerus merasakan sakit. Raka bersyukur dan berterima kasih pada Aqila yg menemaninya selama sakit. bahkan tak pulang demi menjaga dan merawat nya. namun karena hal itu juga sekarang tak dapat menahan nafsunya saat melihat Aqila yg masih tidur di sampingnya. Aqila yg masih tertidur dengan pulas dan hanya memakai baju t-shirt dan celana pendek tanpa memakai dalaman karena tak memiliki dalaman ganti. hingga tanpa sadar Raka memegang dada Aqila lalu meremasnya lembut dan membuat suara ******* yg begitu merdu dari bibir Aqila. Raka pun mulai menindih tubuh Aqila dengan tangan yg masih memegang dada Aqila. namun tak berapa lama Aqila membuka matanya dan belum menyadari apa yg dilakukan Raka. saat Raka meremas lagi barulah Aqila sadar posisi dan keadaannya sekarang. namun yg di lakukan Aqila malah di luar perkiraan Raka. dimana ia justru mengalungkan tangannya di leher Raka dan memciumnya sambil menikmati remasan di dadanya.


sudah setengah jam momen panas terjadi terlihat Raka mulai menguasai nafsu dan kendali tubuhnya. ia pun mencium leher Aqila dan meninggalkan jejak merah disana untuk membuktikan bahwa Aqila hanya miliknya. tak selang lama suasana canggung pun terjadi. mereka berdua hanya berdiam dan larut dalam pikiran mereka masing-masing. hingga Raka yg mulai tak tahan pun pergi untuk mandi. setelah Raka selesai mandi di ikuti Aqila yg juga mandi di sana. untungnya dalaman dan baju Aqila telah kering jadi bisa ia gunakan hari ini. di sisi lain Raka menelpon Andi untuk menanyakan soal sekolah dimana ia dan Aqila tidak dapat masuk pada hari Selasa kemarin. namun Andi mengatakan bahwa di sekolah hanya ada pengumuman tentang jadwal pembagian ijazah 2 Minggu lagi dan hari perpisahan yg akan di adakan 1 bulan mendatang. karena urusan telah selesai Raka pun hendak menutup teleponnya namun sebelum itu Andi meminta Raka untuk berkunjung ke tempat latihannya. raka pun menyanggupinya dan menutup telepon. di saat yg sama Aqila telah selesai mandi dan mengganti baju serta mendengar percakapan Raka soal berkunjung ke tempat latihan Andi. Aqila memutuskan untuk ikut berkunjung disana. namun Raka menolaknya karena Aqila harus pulang karena sudah tiga hari ia menginap di rumah Raka. Aqila tetap bersikeras untuk ikut bersama. Raka pun meminta Aqila menelpon keluarganya dan memberi tahu bahwa ia akan berkunjung ke tempat latihan Andi.


Raka dan Aqila telah sampai di tempat latihan Andi. ini adalah tempat latihan pribadi milik keluarga dan saudara Andi. meski terkadang terdapat orang luar yg ikut latihan disini. namun itu hanya setelah mendapatkan izin dari kakek Andi dan para keluarga yg menggunakannya. jika ada tempat kosong maka mereka akan di perbolehkan untuk menggunakannya. kali ini niat Andi mengundang Raka adalah untuk ikut dalam beladiri mengingat Raka tak pernah belajar ilmu beladiri di pandangan Andi.


hal pertama yg di lihat Raka dan Aqila adalah pelatihan para muda-mudi yg sedang belajar gerakan beladiri dan melatihnya sesuai dengan kondisi tubuh serta melancarkan gerakan serangan dan bertahan agar menjadi satu gerakan kesatuan tanpa ada putus gerakan yg mengakibatkan celah di serang lawan. Aqila terlihat berjalan ke arah lapangan dan mengikuti pelatihan berbeda dengan Raka yg hanya duduk di salah satu bangku istirahat. Raka hanya mengamati gerakan-gerakan yg di lakukan para pemuda itu dan mempelajarinya dalam otak. hal itulah kelebihan Raka yaitu mempelajari dari apa yg di amati dan mempraktekkan hal tersebut di dalam pikirannya yg secara otomatis menyesuaikan kondisi tubuhnya. bahkan Raka mampu melakukannya dengan lebih baik dari apa yg dilihat jika memang yg ia lihat kurang sempurna. namun efek samping dari hal itu adalah tubuhnya akan berkeringat walaupun tidak parah dan hanya dapat di sadari dengan ketelitian.


Andi yg sedang berlatih melihat Raka yg duduk santai terlihat jengkel. karena hal itu berbeda dengan Aqila yg terlihat antusias dan ikut berbaur dengan pemuda lainnya. Andi pun mendekati Raka yg tetap menatap pemuda-pemuda di hadapannya.


andi bertanya " sedang apa lu duduk-duduk di sini? "


" seperti yg ada di pikiranmu. gua sedang menonton mereka. " jawab Raka


mendengar jawaban Raka Andi pun emosi " mengapa lu tak ikut berlatih bersama mereka. gua meminta lu datang ke sini supaya lu ikut berlatih, bukan santai-santai begini. "


dengan santainya Raka menjawab " ohhhhh begitu ya. kirain lu meminta gua untuk menonton lu yg sedang berlatih. melihat lu berkeringat dan perutmu yg kotak-kotak itu. makanya gua bawa Aqila biar ia terpesona dengan diri lu yg gagah itu. "


mulai jengkel Andi dengan Raka " anj*ng lu. di ajak baik malah ngeledek "


semakin semangat Raka memanas-manasi Andi " bukan ngeledek tapi itu kenyataannya kan "


andi pun mulai membela diri dan berkata" mana ada begitu, gua pengen lu berlatih beladiri. mana gua tahu lu sedang bareng Aqila. "


raka yg mulai cuek menjawab " yaaaaaa terserah deh. pokoknya gua mau duduk-duduk di sini aja. lu lanjutkan latihan lu biar makin terlihat gagah. "


tiba-tiba datang ayah Andi ke arah Andi dan Raka yg tengah bercakap-cakap.


" ada apa ini ribut-ribut? " tanya pak Dika


Andi pun menjawab " ini nih si Raka di ajak ikut berlatih ga mau. "


pak Dika pun bertanya pada Raka " memang kenapa nak Raka ga ikut berlatih? "

__ADS_1


" begini pak.hmmmmmm sebenarnya saya males " jawab Raka


pak Dika pun menasehati Raka " kenapa males. belajar itu menyenangkan kok. bagaimana kalo nak Raka ikut berlatih bersama Aqila di sana? "


" tapi pak saya sedang dalam masa pemulihan setelah sakit " Raka mulai beralasan agar ga ikut latihan


pak Dika membujuk Raka agar mengikuti latihan " cobalah sebisanya dan jangan terlalu memaksa. supaya tak cidera "


" kalo begitu ya sudah deh. saya akan ikut berlatih sebisa saya " Raka pun pasrah dan mulai mengikuti latihan


" nah gitu dong. nah Andi sekalian kamu ikut bareng nak Raka. kan kamu yg mengajaknya ke sini. jadi kamu harus menemaninya di sini " ujar pak Dika


" baik pak " jawab Andi


Raka dan Andi pun meninggalkan pak Dika menuju ke arah Aqila yg tengah serius dalam melatih gerakan. setelah sampai mereka pun berlatih gerakan silat itu. berbeda dengan Aqila dan Andi yg terlihat sangat serius, Raka terlihat seperti bermain-main dalam gerakannya. sehingga mulai membuat gusar pemuda-pemuda di sekitarnya. bahkan pak Dika yg melihat itu hanya menggeleng-gelengkan kepala. namun tiba-tiba Raka menatap serius ke arah 2 orang bocah yg terlihat ikut berlatih disana. kedua bocah itu terlihat sedang melatih keseimbangan dalam berkuda-kuda. namun kedua bocah itu selalu jatuh saat sedang menahan serangan yg merupakan pelatih mereka. pelatih tersebut menggunakan serangan kaki yg terarah pada kaki anak-anak tersebut untuk menilai kekuatan pertahanan saat kuda-kuda. Raka pun mulai mengamati dengan lebih detail lagi dan mulai melihat kejanggalan. dimana anak yg pertama yg sedang ia amati ini terlihat bermasalah pada kaki kanannya. hal itu dapat Raka analisa saat anak itu menahan serangan pelatihnya dimana setiap menahan selalu kaki kanannya yg terlihat tak mampu menjaga keseimbangan dan di lihat ekspresi anak tersebut yg terlihat kesakitan serta kain celananya yg terlihat menempel di kaki anak tersebut. hal itu membuat Raka yakin bahwa anak itu tengah terluka di bagian kaki kanannya. setelah mengetahui permasalahan anak yg pertama Raka pun beralih pada anak kedua yg terlihat tak mampu menahan serangan tersebut. namun setelah Raka meneliti lebih lanjut Raka baru menyadari dari ekspresi dan tatapan anak itu serta setiap tubuh anak itu bahwa sepertinya anak itu mampu melihat serangan pelatihnya dan sedang menahan reflek untuk menghindar karena di perintahkan untuk menahan serangan, ia hanya berusaha memperkuat kuda-kuda nya. walaupun pada akhirnya itu sia-sia sebab massa tubuh dan kekuatan pertahanannya yg berbanding jauh sehingga anak itu tak mampu menahannya. Raka pun mulai berfikir apakah anak tersebut memiliki kelebihan dalam menghindar dan memprediksi serta melihat serangan lawan karena dari yg di lihat Raka pergerakan otot dan mata anak tersebut begitu terhubung.


Raka tanpa memberi info langsung beranjak dari tempat menuju ke arah bocah itu di ikuti Andi dan Aqila yg curiga dengan sikap Raka. saat di hadapan bocah itu Raka berbalik melihat ke arah pelatih sebentar karena Raka merasa tengah di perhatikan oleh pelatih itu. setelahnya Raka pun melihat ke arah kedua bocah itu secara bergantian. ia pun bertanya pada pelatih itu.


Raka berkata " apakah saya boleh meminta istirahat pada kedua anak ini?. karena ada yg ingin saya bicarakan dengan mereka "


" tidak ada maksud khusus. hanya merasa tertarik aja. " jawab Raka


" silahkan kalo begitu " dengan mudahnya pelatih mempersilahkan Raka


karena pelatih itu bersikap ramah dan memperbolehkannya bersama kedua anak itu dan terlihat pelatih itu tak merasa keberatan. Raka terlihat tersenyum dan menunjukkan respect pada pelatih itu


" ada apa Raka? apa kau mengenal mereka? " tanya andi


" ga kenal sih tapi ada yg menarik " ujar Raka


" apanya yg menarik? jangan-jangan sifat usilmu kambuh lagi? " terlihat Aqila curiga dengan sikap Raka yg mendekati kedua anak yg ia tidak kenal.


" mana ada tapi ada yg menarik untuk di lihat " Raka pun membantah dan membela diri karena merasa di curigai

__ADS_1


Raka pun melihat ke arah bocah pertama yg terlihat terganggu pada bagian kaki kanannya. ia pun meminta izin pada anak tersebut untuk mengangkat celana bagian kanannya. karena di izinkan Raka pun mengangkatnya dan terlihat luka yg cukup panjang sekitar 7 cm dengan lebar 3 cm. karena lukanya miring di kakinya dan seperti luka bentur dengan keras.karena rasa penasaran yg tinggi Raka pun tanpa sadar menyentuhnya yg membuat anak itu berteriak kesakitan. sang pelatih pun kaget melihat luka itu dan meminta maaf pada anak itu serta meminta anak itu untuk beristirahat. pelatih pun pergi untuk mengambil P3K untuk mengobati luka itu. sambil menunggu pelatih datang Raka pun bertanya pada anak itu.


" kenapa kakimu bisa begitu? " tanya Raka


" karena jatuh pas lari kemarin " balas Aldi


" ga mungkin luka itu dikarenakan jatuh saat lari. mengingat kau masih anak-anak sehingga larimu masih pelan. kalaupun teman ku ini lari sekencang mungkin dan terjatuh ia tak mungkin memiliki luka seperti ini " sanggah Raka


Raka terlihat curiga pada anak tersebut tentang luka ini. Dan di saat itu juga pelatih datang dan mengobati luka anak itu dengan P3K.


" beneran ini karena jatuh " masih mencoba untuk meyakinkan


" tak perlu berbohong nak. " Raka mulai meminta Aldi untuk jujur


" ia tak bohong nak. karena luka itu ada kemungkinan dikarenakan terjatuh apalagi tersandung " pelatih pun membela Aldi


" ia berbohong pak. mana mungkin anak seumuran dia dapat retak tulang hanya karena jatuh saat berlari. walaupun ia tersandung besi saat berlari tak mungkin sampai retak tulangnya. " Raka pun memberi alasan


" darimana kau tau kalo kakinya retak? " tanya pelatih


Raka " itu terlihat saat ia sedang menahan tendangan bapak. aku tahu bapak memelankan tendangan mengingat ia anak kecil. namun dari gerakan kakinya terlihat ia tak menahan sekuat tenaga dan kelihatan ketakutan sehingga yg ia lakukan hanya menahan sambil mengikuti arah serangan bapak agar tak merasakan rasa sakit yg parah. bahkan dari jatuhnya seperti nya ia kehilangan keseimbangan dan menilai dari raut wajahnya yg seakan merasakan rasa sakit yg teramat sangat. "


" mungkin itu hanya imajinasi saja " kata Andi yg mulai ikut menimpali


" aku benar-benar memperhatikan mereka berdua sejak tadi saat ikut berlatih. walaupun bukan sejak awal. menilai dari lukanya sepertinya ia terjatuh dengan sangat kencang. nak apakah kau mencoba berlari dari pohon ke pohon lalu terjatuh? " ujar raka


" bagaimana kakak bisa tahu? " tanya Aldi


" karena hanya saat itu saja seorang anak kecil mampu berlari cepat dan mengingat tulangmu sampai retak. kau terjatuh karena dahan yg kau pijaki ternyata rabuh. lalu kau panik dan tak dapat bereaksi dengan apa yg di bawah sehingga kakimu membentur dahan pohon. oh ya karena aku pun pernah mengalami hal tersebut waktu kecil " jelas raka


" kakak benar. karena padahal saat itu aku udah berlari sejauh 50 meter namun salah memijaki dahan rapuh. lalu aku terjatuh dari ketinggian sekita 3-4 meteran dan kakiku terbentur ranting serta memaksa kakiku untuk mendarat. " Aldi pun mulai jujur


" ku akui nak kau itu hebat nak. tapi sebelum berlari di atas pohon, belajarlah dulu melompat dari satu dahan ke dahan lain, tapi yg paling pertama untuk belajar berlari di atas pohon. berlatihlah di darat lalu lihat ke arah dahan pohon. bedakan antara dahan yg rapuh dengan dahan yg kuat. " ujar Raka menasehati Aldi

__ADS_1


setelah selesai masalah itu Raka pun berlanjut melihat ke anak yg selanjutnya bernama Irfan. tak seperti sebelumnya Raka langsung meminta anak tersebut untuk menghindari serangannya dan menyuruhnya untuk berhati-hati karena serangannya hanya pada awal yg menyerang kaki setelahnya adalah serangan acak. Raka berkata pada anak itu kalo semua serangannya adalah tendangan. lalu Raka menendang ke arah kiri pada bagian kaki anak itu. karena di hindari serangan berlanjut dengan tumit kaki. namun juga berhasil di hindari oleh anak tersebut. sang pelatih pun kaget dengan pertarungan itu bahkan menarik orang-orang di sekitar untuk menonton mereka. tiba-tiba anak tersebut menyerang setelah menghindari tendangan tumit Raka. anak tersebut menunduk sebentar dan menggeser ke kanan untuk bersiap-siap menyerang Raka sehingga posisi anak itu berada di belakang Raka. anak tersebut melompat dan hendak memukul wajah Raka. namun anak tersebut tak berhasil meninju Raka dan mendarat dengan raut heran. setelah melihat sekeliling yg ternyata Raka sudah posisi membungkuk di belakangnya sambil berkata " masih terlalu dini untukmu memukul ku nak "


hal itu membuat semua yg menonton terkejut. sebab dalam pandangan mereka terlihat Raka berkedip sebentar dan setelahnya ia sudah berada di belakang anak tersebut bahkan sebelum anak itu mendarat ke tanah. namun berbeda dengan Aqila yg telah berfikir bahwa Raka memang jauh lebih kuat bahkan dari dirinya. sebab Aqila yg sudah di sebut jenius di padepokannya tak mampu berlari di atas pepohonan dengan santai bahkan Aqila seperti tak berlari dari pohon ke pohon melainkan melompat dari pohon ke pohon. berbeda dengan Raka yg sangat jelas ia berlari dari dahan ke dahan seperti seorang yg lari di atas tanah.


__ADS_2