
pagi telah menyapa dunia dengan suasana yang begitu tenang, tentram, dan nyaman. namun Raka terbangun dari tidurnya dengan tergesa-gesa. ia dengan terburu-buru menuju ke arah kamar mandi hendak melakukan ritual pagi. setelah selesai mandi dan mengganti pakaian, Raka masuk ke kamarnya dan membangunkan Aqila yang masih tertidur lelap. Raka menggoyangkan tubuh Aqila yang membuat Aqila mulai membuka matanya karena tindakan itu. ia pun segera bangun dan pergi menuju kamar mandi. sedangkan Raka berjalan ke arah dapur untuk memasak makanan untuk sarapan mereka berdua. disaat masakan Raka siap, Aqila pun telah selesai mandi. mereka pun makan dengan tanpa berbincang sedikitpun.
matahari telah menampakkan dirinya secara utuh. cahayanya menerpa dua orang berlawan jenis tengah berjalan beriringan. mereka tak lain adalah Raka dan Aqila. saat ini mereka sedang menuju rumah Aqila. Raka ikut menemaninya karena ia tak enak hati untuk membiarkan Aqila pulang sendirian.
perjalanan mereka terasa sunyi karena tidak ada pembicaraan di antara keduanya. mereka berdua hanya menikmati suasana tenang ini dengan begitu mendalam. hingga tanpa sadar mereka telah sampai di rumah Aqila. Raka pun terpukau dengan rumah Aqila yg begitu besar dan mewah. namun sikap Aqila sehari-hari seakan diri nya berasal dari kalangan menengah ke bawah. saat Raka hendak pamit, Aqila dengan cepat menahan tangan kanan Raka dan menariknya menuju ke dalam rumah.
Aqila mengetuk pintu menunjukkan kesopanan saat memasuki rumah. tak berapa lama pintu terbuka menampakkan sosok yang sangat di kenal oleh Raka.
Raka :" Pak Dan. "
Raka begitu terkejut dengan sosok yang ia lihat. sosok yang di panggilnya Pak Dan itu adalah sosok anak dari teman kakeknya. namun keterkejutan bukan hanya dari Raka. Pak Dan juga sama terkejutnya dengan sosok Raka yg ada di depannya.
Pak Dan :" nak Raka, Aqila. apa hubungan kalian? sepertinya kalian terlihat akrab."
Raka :" kami hanya sebatas teman sekelas. hubungan kami tidak seakr-!!??"
mulut Raka langsung di sumpal oleh Aqila membuat Raka tak bisa melanjutkan perkataannya. Raka mulai melepas tangan Aqila yang menutupi mulutnya.
Aqila :" kami teman sekelas dan sekelompok dalam tugas."
Pak Dan :" ohhhh lalu mengapa kalian berdua datang ke rumah bersama-sama. bukannya tugas kalian telah selesai. hmmmmm atau rumahmu lah tempat anakku menginap?"
Raka yang mendengar kata terakhir dari Pak Dan langsung gugup. ia tak bisa berkata-kata lagi. apalagi tatapan Pak Dan yg terlihat mengintimidasi. pikirannya terlalu kacau untuk membuat alasan. tiba-tiba Aqila membuka mulutnya.
Aqila :" benar ayah. aku menginap di rumah Raka. memang ada masalah jika aku menginap di rumahnya?"
__ADS_1
Pak Dan :" ohhh. ga, sama sekali ga ada masalah. hanya saja aku agak kaget dengan kebetulan yang terjadi di depanku ini. kalau begitu masuklah aku mau pergi keluar."
Aqila dan Raka :" kalau begitu sampai jumpa lagi."
Pak Dan pun meninggalkan mereka berdua yang masuk ke dalam rumah. di dalam rumah hanya ada mereka berdua karena seluruh anggota keluarga Aqila tengah keluar rumah. sedangkan para pembantu berada di rumah para pelayan yang ada di belakang rumah. Aqila menulis pesan kepada seseorang dengan hp nya. tak berapa lama muncul para pembantu yang membawa beberapa hidangan. Raka hanya bisa duduk dengan pasrah karena jika ia menolak pasti Aqila akan memukulinya. walaupun tubuh Raka kuat entah mengapa di hadapan Aqila tubuhnya seperti kulit siput yg mudah terluka.
Raka berjalan pulang untuk mengambil perlengkapan berburunya. seperti biasa sebelum pergi berburu, ia akan mencari cacing untuk memancing. ia terbiasa untuk memasang pancing sebelum berburu. setidaknya ia bisa menambah penghasilan. walaupun ia juga memiliki penghasilan dari usahanya bersama adik-adiknya.
Raka mulai memasuki daerah hutan terlarang. memang benar keadaan di hutan terlarang seperti apa yang di rumorkan. suasana yang begitu mencekam, tekanan yang begitu luar biasa, dan para makhluk yang kuat. namun ada beberapa tempat yang sedikit lebih aman dan seperti hutan pada umumnya. tempat-tempat itu adalah tempat yang jarang di jangkau oleh para makhluk yg kuat. tempat para hewan dan tumbuhan normal tumbuh subur tanpa ada aura yang begitu mencekam. tempat itulah yang menjadi lahan berburu untuk Raka. tetapi letak tempat itu begitu masuk ke dalam hutan. jika kita tersesat di sana maka kita akan segera mendapatkan serangan dari penghuni hutan tersebut. terlebih lagi saat malam hari karena para makhluk itu semakin agresif dan ganas bila matahari telah terbenam.
Raka berjalan menuju tempat ia memasang pancing dengan membawa satu rusa, 2 ayam hutan dan seekor kelinci. setelah sampai Raka mulai mengecek satu persatu alat pancingnya. biasanya Raka akan memasang pancingnya sebanyak 10 buah. namun ikan yang berhasil ia tangkap maksimal hanya 6 sampai 7 ekor saja dengan ukuran maksimal sebesar lengannya. setelah di cek ternyata ia hanya mendapatkan 3 ekor ikan saja. ia pun membawa hasil buruannya ke toko milik bapaknya Andi.
Raka sampai di depan toko milik bapaknya Andi. ia melihat ke dalam toko dan menemukan Andi juga berada di sana. ia pun masuk dan menyapanya.
Raka :" sedang apa Ndi?"
Andi terlihat menghitung dan mencatat daging yang tergeletak di meja. ia harus mencatat stok daging supaya ia dapat memperkirakan jumlah maksimal hewan yang harus ia beli untuk di jual besok.
Raka :" ohhhh. ini hasil buruanku satu rusa, dua ayam hutan dan seekor kelinci."
Andi :" taruh di meja sana."
Andi menunjuk sebuah pintu di samping meja kasir. Raka langsung berjalan menuju pintu yang di tunjuk Andi dan membukanya. setelah ia memastikan meja tersebut yg di maksud ia meletakkan hasil buruannya dan kembali menemui Andi.
Raka :" mengapa hasil buruanku tidak di letakkan disini?" terlihat wajah Raka kebingungan.
__ADS_1
Andi :" hah? seharusnya kau sadar bahwa hasil buruanmu jarang di jual. hasil buruanmu itu sebagian besar akan di masak oleh keluarga ku sendiri dan para karyawan toko. ini uangnya terimakasih."
Raka :" ohhhh seperti itu. Sama-sama. aku pulang dulu ya udah hampir jam dua nih."
Andi :" ya kalau begitu sampai jumpa."
Raka :" sampai jumpa."
Raka pun pulang sambil membawa 3 ikan di tangannya. ia berjalan dengan santai karena tidak ada keperluan yang penting seharian ini. karena jarak yang cukup jauh membuat ia sampai di rumah pukul 15. 21 sore. saat memasuki rumah ia mendengar suara tv yang menyala. Raka pun membuka pintunya dan melihat seorang perempuan tengah makan mie instan sambil menonton tv dan perempuan itu adalah Aulia.
Raka :" kapan kau kemari dek?"
Aulia :" sekitar jam satu siang tadi"
Raka :" ohhhh kamu jalan kaki atau ngojek. kok aku tidak lihat kendaraanmu?"
Aulia :" aku ke sini bawa sepeda. itu sepedanya."
Aulia menunjuk ke dinding yg memisahkan antara gudang dan ruang tv.
Raka :" ohhh besok kamu masuk sekolah ga?"
Aulia :" besok libur karena kakak kelas ada study tour."
Raka :" ohhhhh. kalau begitu aku mandi dulu ya"
__ADS_1
Raka pun memasukkan ikan tersebut ke dalam plastik dan meletakkannya di kulkas. ia berjalan menuju kamar mandi memulai ritual mandinya. setelah selesai Raka mengganti pakaiannya dan mulai bermain game beberapa jam. lalu ia memasak untuk makan malam dan menonton tv. setelah jarum jam menunjukan pukul 20.30 Raka mematikan tv dan meminta Aulia untuk tidur di kamar. tetapi Aulia minta tidur bareng bersamanya. karena tidak bisa menolak ia menuruti keinginan adeknya tersebut. ia bahkan memeluk Aulia sambil mencium keningnya memberi kehangatan dan rasa nyaman hingga mereka berdua tertidur.