kontrak misterius: ikatan jiwa

kontrak misterius: ikatan jiwa
eps. 25


__ADS_3

langit telah berwarna jingga menunjukkan keindahannya di kala sore hari. memukau jutaan berbagai makhluk yg menatapnya dengan kekaguman luar biasa. Raka yg memiliki waktu luang memilih mencari tempat untuknya menyendiri. setelah berkeliling cukup lama Raka sampai di sebuah pohon besar dekat dengan perbatasan kota Matchishiti yg menghadap ke arah pegunungan kegelapan. Raka mulai menikmati ketenangan dengan memejamkan mata sambil merasakan hembusan malam yg pelan namun sangat nyaman dirasakan.

__ADS_1


tiba-tiba terdengar suara yg menyebut nama Raka yg membuat mau tidak mau Raka harus menoleh ke arah sumber suara. walaupun Raka tau siapa yg menyerukan namanya. ia adalah Andi dan Aqila yg sedang mencoba menaiki pohon tempat Raka duduk. namun baru beberapa meter Andi dan Aqila memanjat pohon itu terdengar suara yg meneriaki nama Andi dengan cukup keras.mereka adalah keluarganya yg ikut pergi ke kota Matchishiti untuk melihat Andi bertanding. karena hal itu Andi mengurungkan niatnya untuk memanjat pohon itu dan kembali untuk menemui keluarganya. lalu Andi dan keluarganya pergi meninggalkan Raka dan Aqila setelah berpamitan.

__ADS_1


tak selang lama Aqila pun sampai di dahan yg sama dengan Raka. tanpa basa-basi Aqila langsung duduk di pangkuan Raka. Raka pun hanya memeluk Aqila dengan erat sambil menopangkan dagunya di pundak Aqila. namun mereka tetap diam tanpa ada pembicaraan sedikitpun. hingga Raka mulai mempererat pelukannya membuat Aqila heran. namun tak selang lama Raka mencium Aqila yg sukses membuat semakin heran dan kaget untuk sementara. hingga tanpa sadar tangan kanannya hendak memukul dagunya namun dengan cepat Raka menahan tangan Aqila. walaupun Aqila memberontak hal itu tak berarti bagi Raka di sebabkan posisi mereka ada di atas dahan pohon yg cukup tinggi dan tanpa cabang sehingga Aqila tak bisa memberontak dengan keras takut mereka jatuh karena kehilangan keseimbangan. lama kelamaan Aqila mulai sadar bahwa apa yg ia lakukan tiada gunanya dan takkan menghentikan tindakan Raka. Akhirnya ia pun mulai pasrah dan ikut membalas ciuman Raka hingga ciuman itu mulai menjadi intens.

__ADS_1


tanpa sadar Raka udah membaca buku-buku yg ia pinjam dari perpustakaan hingga selesai dan waktu menunjukkan pukul 22:58 yg berarti sudah 2 jam ia membaca semua buku tersebut. ia pun menyimpan buku-buku tersebut di tas dimensinya. lalu merebahkan diri di kasurnya sambil memikirkan lagi berbagai informasi tentang para peserta di pertandingan ini. hal itu untuk memastikan berbagai kemungkinan kekuatan yg di sembunyikan para peserta untuk babak yg selanjutnya. mengingat ini masih babak diskualifikasi yg harusnya para peserta tidak akan membuka kartu as mereka di awal pertandingan.

__ADS_1


selang 15 menit berfikir Raka akhirnya beranjak dari tempat tidurnya dan pergi ke tempat latihan mengingat hari sudah larut malam seharusnya sudah tidak ada seorang yg berlatih di sana. namun justru ketika Raka udah di depan pintu latihan ia masih melihat semua peserta kelas satu dan juga ketiga adiknya yg masih latihan. akhirnya mau tak mau Raka harus tetap masuk ke sana walaupun niat latihannya sudah hilang sepenuhnya. seperti yg Raka duga sebelumnya bahwa kalau ada orang yg latihan maka saat ia ikut latihan bersama mereka maka Raka bukan sosok yg latihan namun lebih seperti yg mengajar mereka. hal ini di mulai dari Aqila yg serangannya yg terlalu sia-sia dan tidak efisien yg membuat staminanya terkuras habis. Raka memberinya saran untuk melakukan serangan-serangan kecil dahulu ke lawan sambil menghindari serangan lawan. hal itu cukup untuk mengurangi kecepatan dan reflek musuh saat menyerang dan bertahan. sedangkan untuk Andi seperti biasa ia terlalu memaksakan tubuhnya untuk mengikuti jurus yg ia pelajari sehingga terlihat jelas gerakannya kaku yg terkadang menyebabkan beban berlebihan pada salah satu bagian tubuhnya. Raka menyarankan Andi untuk melakukan gerakan melenturkan tubuh agar tubuhnya dapat seirama dengan serangan ataupun bertahan sehingga tak membebani anggota tubuh nya. untuk ketiga adiknya sudah cukup mengerti dasar-dasar ilmu bela diri sehingga Raka hanya mengingatkan untuk mengawasi situasi dan keadaan sekitar.

__ADS_1


__ADS_2