kontrak misterius: ikatan jiwa

kontrak misterius: ikatan jiwa
eps. 17


__ADS_3

pagi telah menyambut di sertai matahari yg menyapa para penghuni bumi yg telah berlalu lalang mengerjakan kesibukan masing-masing. di sebuah sekolahan terjadi kehebohan yg menjadi pembicaraan para murid dan guru serta karyawan. itulah para murid SMA PESISIR 1 yg melihat seorang murid luar dengan tenang dan tanpa beban masuk ke dalam daerah murid dalam. walau begitu mereka tak pernah tahu siapa dan seberapa kuat murid tersebut. hal itu menimbulkan rasa penasaran para murid dan guru. namun hal tersebut berlaku bagi beberapa murid karena mereka tak terlalu memusingkannya dan memfokuskan diri pada latihan menjadi kuat.


raka duduk di bangku kelas dan sedang menikmati waktunya yg kosong hari ini di karenakan pak guru yg mengajar sedang mengadakan rapat. Raka pun tak tahu rapat apa yg di adakan pada saat awal masuk sekolah. namun hal itu menjadi pemicu hal yg tak ingin dia dengarkan mengisi gendang telinga nya. gosip dan berita tentangnya kemarin menjadi hal yg menarik bagi mereka. walaupun begitu Raka mencoba tetap tenang dan menyalakan mode silent agar tak terganggu suara-suara itu. Raka membuka buku tentang berbagai senjata-senjata baik tingkat biasa hingga misterius bahkan terkutuk. hal itu di lakukan agar dapat membedakan mana senjata biasa dengan senjata yg mempunyai pikiran. walaupun ia juga mempunyai senjata terkutuk namun karena senjatanya itu terlalu berbahaya dan kuat. sehingga ketika di sandingkan senjata yg sama2 memiliki pikiran dan roh membuat senjata lainnya terlihat seperti senjata biasa. hal itu juga yg menyebabkan senjata itu tak bisa Raka pakai secara sembarangan walaupun ia sudah di akui pedang itu sebagai tuannya.


tanpa terasa hari sudah menjadi terik namun para guru belum juga ada yg mengajar. Raka mulai berpikir apakah rapat para guru belum selesai. namun Raka mulai acuh akan pikiran itu dan berjalan keluar kelas. Raka berkeliling seperti yg ia lakukan kemarin dan memakai jaket yg sama walaupun dengan pakaian yg berbeda. Raka kembali berjalan ke arah gerbang menuju daerah murid dalam. setelah masuk Raka melihat sebuah kerusuhan dan adu mulut antar siswa, dari suaranya Raka sangat mengenalinya dan sadar orang itu adalah Andi. raka pun mendekat dan melihat Andi dan Aqila tengah beradu mulut dengan kelompok lain yg beranggotakan 7 orang murid laki-laki dan perempuan. setelah Raka mengamati dan mendengarkan beberapa saat mereka beradu mulut, Raka tau penyebabnya yg memang kelompok itu sepertinya arogan. hal itu terlihat dari sikap, cara bicara dan ekspresi nya yg terlihat begitu merendahkan orang yg di depannya. Raka pun mengenali kelompok itu yg di pimpin salah satu anak orang kaya yg berpengaruh di desa pesisir.


Raka semakin mendekat dan melihat mereka hendak memukul. namun dengan mudah di hentikan oleh Raka.


" santai bro, ga perlu dengan kekerasan. "


ucap Raka berusaha menenangkan kelompok yg hendak menyerang Andi dan Aqila sambil menahan serangan lawan.


" oh jadi kamu salah satu temannya. padahal kau hanya murid luar namun berani menghalangiku. apa kau tak pernah bercermin? "

__ADS_1


alpa pun menjawab perkataan Raka dengan nada yg merendahkan sambil menarik tangannya yg ia gunakan untuk menyerang tadi. mereka tertawa melihat Raka dan semakin memandang rendah Aqila dan Andi.


" apakah kalau aku murid luar harus diam layaknya mereka. sekedar memberitahu mereka yg melihat keburukan namun mereka diam. mereka tak pantas di sebut orang hebat walaupun memiliki kekuatan yg paling tinggi. mereka hanya pantas di sebut sampah karena kekuatan mereka pun ga berguna. "


Raka membalas perkataan mereka dengan sebuah ejekan pula. namun bukan hanya mereka ber tujuh yg Raka ejek. namun semua murid dalam yg hanya melihat tanpa ada yg membela hanya karena takut akan keluarga ke tujuh murid tersebut sangat berpengaruh.


" wah wah wah. sekarang dengan berani malah mengejek seluruh murid dalam. apakah kau ga takut mati? "


Will pun semakin memanas-manasi Raka agar menjadi sasaran seluruh murid dalam dan mempengaruhi pemikiran murid lain bahwa Raka hanya membual. namun Raka yg selalu menghadapi hal-hal yg berbahaya pun hanya meremehkan kematian dan menjawab perkataan Will


" apakah kamu tak sadar mereka semua ingin membunuh mu? "


Freddy mengatakan hal itu sambil menunjuk ke sekitar yg memang benar mereka menatap Raka dengan kebencian, merendahkan dan ada yg berkeinginan membunuh.

__ADS_1


Raka pun tak takut akan hal itu dan semakin menantang mereka.


" kalau memang ingin membunuhku silahkan. kau pikir aku takut? tak pernah sama sekali. bahkan jika seluruh anggota di sekolahan ini ingin membunuhku aku tidak takut. karena aku pernah melawan makhluk yg lebih hebat, kuat, cepat dan keinginan membunuh yg tinggi melebihi kalian semua. bahkan para guru pun tak ingin menghadapinya. "


" jangan sok kuat dan berkata sombong seperti itu. kau itu lemah jadi sadar diri dan meminta maaflah. pasti kami dan mereka akan memaafkan mu. "


ucap Will yg membayangkan Raka meminta maaf pada mereka. hal itu justru membuat Raka semakin menghina mereka.dengan mengatakan


" untuk apa aku meminta maaf pada sampah seperti kalian dan mereka? "


tiba-tiba freddy menyerang Raka namun Raka tak terkena serangan tersebut dan menghilang entah kemana. namun tanpa ada yg menyadari Raka telah berada di belakang 7 orang tersebut dengan tangan yg memegang gagang pedang di punggung nya. " tehnik pedang : tarian kematian " bisik Raka dengan kepala yg menunduk memandangi lantai. tak selang lama mereka bertujuh seperti terdorong oleh serangan yg menimpa salah satu organ tubuh mereka dan terluka goresan yg cukup dalam. hal itu berlanjut terus dan semakin cepat hingga darah mulai membasahi area tersebut. teriakan dan raungan kesakitan mulai menggema ke seluruh sekolahan hingga beberapa guru pun meninggalkan rapat dan melihat keadaan. namun saat guru melihat ke arah para murid yg berkumpul, ia terkejut bukan main karena hal yg di lihatnya seperti sebuah pembunuhan. guru tersebut memberitahu para guru lain untuk menyiapkan peralatan medis. hal itu menjadi tanda tanya bagi para guru yg sedang rapat dan akhirnya menunda rapat sementara untuk melihat apa yg terjadi. para guru yg baru keluar pun ikut terkejut dengan pemandangan di sekitarnya. lalu bergegas mengambil peralatan medis sesegera mungkin.


Raka pun duduk dihadapan ke tujuh orang tersebut dengan senyum di bibirnya. murid-murid di sekitarnya pun mulai ketakutan dengan Raka. Raka pun mengatakan berniat memotong salah satu tangan mereka bertujuh masing-masing. namun karena para guru akan bertindak maka Raka pun mengurungkan niatnya dan berjalan ke arah Andi dan Aqila. Aqila dan Andi yg melihat itu terlihat terkejut namun tak sampai trauma. walaupun hal itu adalah pengalaman pertamanya melihat serangan tersebut. namun mereka berdua sudah mengira-ngira kekuatan Raka, hanya saja yg membuat mereka bingung adalah apa yg di lakukan Raka. sehingga Aqila pun bertanya tentang apa yg di lakukan Raka. namun Raka menjawab bahwa ia hanya menebas mereka dengan sisi tumpul pedangnya sambil menunjukkan pedang yg ia gunakan tersebut yg terlihat darah mengotori hanya pada bagian yg tumpul saja.

__ADS_1


guru mulai melakukan pertolongan pada ke tujuh murid tersebut dan membawanya ke tempat perawatan di sekolah tersebut. para guru pun menatap Raka sebentar dan meninggalkannya. Raka pun berjalan menuju ke perpustakaan mencari buku untuk di baca, Aqila dan Andi juga mengikuti apa yg dilakukan Raka. namun Raka merasakan ada yg mengintainya dengan keinginan membunuh yg membuatnya izin ke toilet pada Aqila dan Andi. Raka menyadari yg mengintainya hanya seorang saja dan memutuskan pergi ke toilet untuk buang air kecil. namun setelah melakukan itu Raka tak kembali ke perpustakaan justru berjalan ke belakang asrama yg sangat sepi. namun tiba-tiba Raka menghilang yg membuat pengintai tersebut kaget dan menampakkan dirinya. setelah beberapa saat mengamati Raka tahu bahwa yg mengintai tersebut adalah bodyguard salah satu dari 7 murid tadi. sehingga dengan cepat Raka menyerangnya dan membuat pengintai itu mengalami luka yg cukup parah. keadaan pengintai tersebut lebih parah dari ke tujuh murid tersebut di karenakan pengintai itu juga mengalami patah tulang dan tulang retak hingga pengintai itu hanya berdiam menahan rasa sakit itu. Raka pun menyeret pengintai tersebut yg bukan murid di sini. Raka menyeret pengintai tersebut di hadapan murid lain yg membuatnya semakin di takuti oleh para murid yg melihatnya. Raka membawa pengintai itu ke tempat ke tujuh orang itu di rawat. setelah sampai Raka melemparnya ke hadapan ke tujuh murid itu yg secara kebetulan ada beberapa guru yg masih ada di sana. raka mulai kembali ke pintu dan hendak pergi. namun sebelum saat memegang gagang pintu Raka berkata kepada ketujuh orang tersebut.


" jangan meremehkan apapun itu sebelum kau merasakan kemampuan dan kekuatannya sendiri. karena hal itu dapat membunuhmu dengan alasan sepele. kau beruntung hari ini karena aku tak membunuhmu. mungkin jika kau melakukannya di luar sekolah akan ku pastikan kematian dan jenasah mu takkan pernah di temukan oleh seorang pun "


__ADS_2