
matahari telah terbenam digantikan oleh cahaya redup sang rembulan. di bawah sebuah lampu seorang pemuda tengah belajar dengan serius nya tak seperti biasanya yang hanya bermain, menonton tv dan tidur jika malam telah tiba. entah apa yang terjadi padanya hingga ia menjadi seorang yang rajin belajar. ia adalah Raka seorang murid SMP di salah satu sekolah di desa Pesisir ini. ia terbilang seorang murid yang cerdas dan berprestasi. namun ia juga termasuk murid yang nakal. bahkan catatan absensi di buku memperlihatkan ia sering tidak masuk sekolah tanpa izin. Raka juga terkenal sebagai murid yang setiap pagi akan terkena hukuman karena terlambat masuk sekolah. walaupun begitu ia termasuk murid yang ramah, usil, dan di sukai oleh hampir seluruh anggota sekolah. hanya beberapa orang yang tak menyukainya karena mereka iri pada Raka yang selalu mendapat perhatian dari murid dan guru serta karyawan bahkan para penjual di kantin sekolah.
udara semakin dingin sebab hari semakin larut. Raka yang sedang belajar mulai melakukan perenggangan otot dan menutup bukunya bertanda ia telah selesai belajar. ia berjalan menuju dapur untuk mencari makanan untuk mengganjal perut nya. setelah sampai di dapur ia hanya menemukan satu bungkus mie instan dan beberapa sayuran di dalam kulkas. lalu ia mengambil mie instan dan sayuran tersebut untuk di masak. setelah nya Raka berjalan ke depan tv dan menyalakannya. ia menghabiskan mie instan nya sambil menonton. setelah selesai makan ia mematikan tv dan menaruh mangkuk bekas makannya tadi di tempat cuci piring. ia berjalan ke arah kamarnya dan membaringkan tubuhnya di kasur. namun baru beberapa saat ia memejamkan mata hp nya berdering bertanda ada panggilan telepon. ia melihat ke layar hp dan menemukan nama adek Aulia tertulis besar di layar. ia segera ia mengangkat telepon tersebut.
Raka :" halo dek, ada apa menelpon ku?"
Aulia :" halo kak, aku ingin bertanya kapan kakak akan bermain ke sini lagi?. adek kangen sama kakak."
dengan suara manja Aulia menyampaikan rasa kangennya berharap Raka dengan segera bisa main ke rumahnya.
Raka :" besok hari Sabtu kakak ke sana setelah ujian. "
Aulia :" memang kakak kapan ujiannya?"
Raka :" masih seminggu lagi."
Aulia :" masih lama dong kak. aku udah kangen banget nih. udah 2 bulan kakak ga main ke sini lagi."
Raka :" ya mau gimana lagi dek. kalo aku ke sana besok atau sekarang akan mengganggu waktu belajar dan kerjaku serta akan memakan waktu yang lama untuk berangkat sekolah."
Aulia :" ya udah terserah kakak deh."
Aulia terlihat marah dan ngambek saat menutup panggilan tersebut. Raka pun merasa bersalah dan mengirim SMS berisi permintaan maaf. namun ia tak menerima balasan SMS yang menunjukkan bahwa Aulia masih ngambek. sebenarnya Raka juga sangat merindukan adek-adeknya tersebut. tetapi jika ia memaksakan diri untuk menemui adeknya di desa Baru. ia akan kesulitan untuk berangkat karena jauhnya jarak dan kebiasaan nya yang selalu sungkan jika meminjam atau di pinjami kendaraan atau sesuatu.
__ADS_1
jarum jam menunjukan pukul 20.30 yang menurut Raka itu masih terlalu sore untuk tidur. ia kemudian berjalan-jalan ke mall desa pesisir. ia hendak membeli sebuah jaket dan beberapa celana jeans dan baju. sebab sebagian besar celana dan bajunya ia tinggal di desa Baru tepatnya di rumah adik-adiknya. karena jarak yg terlalu jauh dari sekolah menyebabkan ia harus pindah ke desa krims. ia mulai mencari mencari toko yg menjual pakaian. setelah menemukan nya ia segera mencari pakaian yang menurutnya cocok untuk ia gunakan. beberapa menit ia mencari ia telah membawa 5 baju dan 7 celana jeans serta sebuah jaket. namun saat hendak menuju kasir ia melihat sebuah jaket yang bagus dengan warna hitam dengan corak warna merah, biru, kuning dan emas. ia mulai tertarik dengan jaket tersebut. ia melihat ke arah struk harga yang menunjukkan 200 koin emas. mungkin harga itu memang terlalu mahal untuk ukuran sebuah jaket. harga tersebut itu memiliki harga yang sama dengan seekor kambing etawa.( bila dirupiahkan sekitar 3.000.000). namun ia membawa uang sekitar 1000 yang ia taruh dalam rekening khusus untuk belanja. semua barang yang ia beli itu seharga 845 koin emas. setelah ia membayar tersebut ia segera keluar dari mall tersebut.
setelah keluar dari mall Raka berniat pergi ke toko langganannya untuk membeli sayuran dan bahan masak lainnya serta se kardus mie instan. namun saat di tengah jalan ia melihat Andi dan Aqila berjalan bersama. Raka sebenarnya ingin menjauh dari mereka bukan karena hubungan mereka berdua cuma ia masih ingat bagaimana Aqila memukulnya tadi siang dan lagi Raka yakin mereka berdua sedang atau telah mencetak hasil kerja kelompok mereka. saat berakting seakan tidak melihat mereka dan terus berjalan, ia mendengar Andi memanggil namanya. Raka pun berpura-pura tidak mendengarnya. namun saat Raka mengira bahwa mereka tidak mengejar, ia merasakan tepukan di bahu sekaligus jitakan tepat di kepalanya. Raka hanya berteriak kecil dan menggosok pelan kepalanya yang di jitak. ia melihat wajah Andi yg terlihat kesal serta Aqila yang menatapnya dingin.
Raka :" aduhh."
Andi :" makanya kalo di panggil jangan pura-pura tuli."
Raka :" emang kau manggil gua? kok aku ga denger? makanya kalo manggil yg kenceng."
Andi :" udah kenceng kali kamu aja yang pura-pura tuli. orang-orang di sekitar aja langsung melirik ke arahku kok. tapi kamu terlihat berjalan dengan tegang seolah-olah takut ketahuan."
Raka :" emang ada apa manggil-manggil? aku ada kepentingan nih."
Raka :" maksudmu kau mau mencetak kerja kelompok kita?"
Andi :" nah pinter, dan aku ingin kau ikut kita mencetak tugas ini."
Andi menunjukkan beberapa lembar kertas yg berisi hasil kerja kelompok nya tadi siang.
Raka :" tapi aku ada keperluan nih."
Andi :" Halah paling juga beli bahan masakan dan mie instan nanti kita bantu. ya kan Aqila?"
__ADS_1
Aqila :" ya "
Raka :" kau ga lihat wajah Aqila itu terlihat terpaksa. dan lagi kalo dia tahu rumahku, kalo aku berbuat kesalahan padanya ia akan mencari ku sampe ke rumah."
Andi :" itu urusanmu bukan urusanku. dan urusanku membawamu untuk ikut mencetak hasil kerja kelompok ini."
Andi menarik tangan Raka dengan paksa. sedangkan Raka hanya mengikut dengan terpaksa dan pasrah. kini mereka menuju ke tempat warnet untuk mencetak tugas mereka agar terlihat rapi. saat berada di sana mereka baru menyadari bahwa ruang komputernya terlalu sempit untuk bertiga. setelah beberapa menit berfikir mereka memesan 2 komputer karena Raka hanya sebagai cadangan untuk menggantikan mereka. namun ternyata komputer hanya tersisa satu. sedangkan komputer di sebelahnya ternyata rusak. karena harus berdesak-desakan Raka berinisiatif untuk mencari solusi.
Raka :" sepertinya lebih baik aku pulang saja. karena ruang nya terlalu sempit untuk bertiga. dan komputer yg kosong hanya tersisa satu."
Andi :" ehhhh enak aja udah sampe di sini mau pulang gitu aja ninggalin temennya."
Raka :" terus gimana, masak aku harus nungguin bareng penjaga warnet nya."
Andi :" karena yang nulis aku dan Aqila. gimana kalo kamu duduk di dalam sana sambil memangku Aqila dan aku akan duduk di sini. kan aku juga bisa memegang keyboard."
Andi menunjuk sisi dalam ruang komputer yg ada di sampingnya. Andi mengatakan hal tersebut karena tempat warnet ini tanpa kursi. sehingga pelanggan akan duduk di lantai yang beralaskan karpet.
Raka :" ga ga ga. mending kamu aja yang memangku Aqila dan aku yang membacakan apa yang akan kalian tulis.
Andi :" kalo aku yang memangku Aqila mana bisa aku konsentrasi saat menulis. "
setelah sekian lama berdebat Andi dan Raka Aqila mulai bertindak. ia langsung menyeret Raka masuk dan memberi isyarat pada Raka untuk duduk. melihat gelagat Raka yang hendak protes, Aqila dengan cepat memukul perutnya dan menekan bahunya ke bawah saat tubuhnya menunduk akibat rasa sakit di perut nya. Raka pun terduduk dengan tangan yang masih memegang perutnya dan menahan rasa sakit tersebut. Aqila pun duduk di pangkuan Raka tanpa malu seakan-akan Raka hanyalah sebuah bangku. Andi pun duduk di sebelah Raka dan Aqila dengan senyum kemenangan.
__ADS_1