kontrak misterius: ikatan jiwa

kontrak misterius: ikatan jiwa
eps. 7


__ADS_3

seminggu telah berlalu, Raka telah memasuki ujian kelulusan di salah satu ruangan. ia terlihat santai yang berbanding terbalik dengan teman-teman nya yang terlihat serius. Sangat terlihat jika Raka sangat mudah atau meremehkan soal ujian tersebut. bahkan ia terkadang mengganggu dan menjahili teman yang ada di sekitarnya hingga beberapa kali ia di tegur pengawasan ujian. namun ia tetap melakukan nya di saat pengawas itu lengah. baru berjalan satu jam Raka telah menyelesaikan semua soal ujian itu. sedangkan teman-teman nya terlihat sangat kesulitan bahkan untuk murid yang selalu mendapatkan ranking satu yang berada satu ruangan dengannya.


Raka yang mulai bosan pun melamun dan bergumam tidak jelas. itu membuat temannya yang berada di depan dan belakang nya sedikit terganggu. walaupun begitu mereka tak berani menegur nya. sebab jika Raka di tegur seseorang saat bertingkah usil atau bergumam maka ia akan semakin menjadi yang bukan menggangu lagi namun lebih ke arah bertingkah gila kecuali oleh guru.


ujian hari pertama telah selesai, Raka keluar ruangan tanpa beban berbeda dengan teman-teman nya yang terlihat pucat, panik dan cemas. Raka pun berjalan mencari Andi dan mengajaknya pulang bareng. mereka mulai berdiskusi tentang ujian esok hari dan beberapa aktivitas hari ini. Raka pun memberitahu pada Andi bahwa hari ini Raka tidak berburu. sedangkan Andi pun memakluminya bukan ia sadar tengah ujian. namun ia yakin Raka hendak melakukan entah itu membeli, berjalan-jalan, atau memeriksa keadaan toko yang ia awasi. Andi tahu bahwa Raka adalah seorang yang jenius. oleh sebab itu nanti malam ia akan mengajak Raka belajar kelompok dan Raka ternyata mengiyakan permintaan Andi tersebut.


kelas Raka yang berperingkat sepuluh ke atas sebagian besar akan melakukan kerja kelompok. perlu di ingat peringkat satu sampai 5 itu Safira, Ardan, Aqila, Andi dan arka. sedangkan Raka mendapat peringkat 7. biasanya di saat tugas Safira, Ardan, dan arka membentuk kelompok belajar untuk memudahkan pengerjaan. untuk kelompok Safira hanya berisi 3 orang itu saja atau mereka yang mendapat persetujuan dari Safira dan yang lainnya. berbeda dengan kelompok Aqila dan Andi yang memberi tempat pada siapapun selama tidak mengganggu. Raka biasanya akan ikut kelompok tersebut sebagai pencair suasana yang tegang dan terlalu serius. bukan berarti Raka hanya numpang nyontek. justru Raka lah yang menyelesaikan sebagian besar dari tugas yang di berikan. namun ia menutupinya dan bertingkah seolah-olah hanya membantu teman kelompoknya itu memahami dan menyelesaikan tugas itu. sebagai contoh jika teman kelompok nya itu mengalami kebuntuan dalam penyelesaian. ia akan memberi clue atau petunjuk agar temannya mampu melanjutkan penyelesaian nya itu. sedangkan jika ia tahu bahwa cara yang di pakai temannya salah. ia akan berpura-pura membaca lalu ia mencari cara yang benar dan menunjukkan nya.


Raka dan Andi berada di tengah perjalanan ke rumah. mereka telah menghabiskan waktu sekitar 10 menit dan baru menempuh 1/3 jarak dari rumah Andi yang merupakan jarak terdekat dari sekolahan. sedangkan rumah Andi dan Raka membutuhkan waktu 30 menit. tiba-tiba Andi berbelok ke suatu rumah yang Raka tahu itu adalah rumah kakeknya Andi dari pihak ayah. Raka yang tidak memiliki hubungan dan kepentingan di sana memutuskan untuk berpamitan pada Andi dan melanjutkan perjalanan ke rumah. namun tak selang lama ia melihat sebuah toko baru yang menjual perhiasan dan aksesoris tangan. lalu ia melihat sebuah tempat berisi 8 pasang jam tangan yang bermotif beda tetapi memiliki jenis yang sama. ia sangat tertarik akan hal itu. apalagi deskripsi dan berbagai macam fungsi dari jam tersebut. mulai dari teleportasi ke tempat yang pernah di lewati dan pengguna 8 jam lainnya, teknologi hologram, ketahanan jam yg tinggi, menganalisa keadaan pengguna baik mental maupun fisik, mendeteksi lokasi dan identifikasi para kriminal dan orang yang berbahaya di sekitar pengguna secara real time dan perekaman yang dilakukan 24 dan menyimpan nya dalam bentuk file teks, audio maupun video yang tidak bisa di hapus kecuali pengguna jam sendiri, serta teknologi finger print. sebenarnya jam tangan yang Raka lihat itu sudah umum digunakan di kota. namun fitur yang diberikan hanya analisa kondisi fisik maupun mental pengguna, finger print, dan hologram.


Raka yg tertarik dengan jam itu berjalan menuju ke pelayan dan menanyakannya.


Raka :" mbak saya ingin bertanya, apakah 8 jam ini saling berhubungan satu sama lain?"


pelayan :" adek pandai sekali menganalisa. benar jam ini saling berkaitan satu sama lain. sehingga tak ada yang mau membelinya karena harganya yg mahal."

__ADS_1


Raka :" memang harganya berapa mbak?"


pelayan yang mendengar pertanyaan Raka hanya terheran-heran dengan sikapnya. jarang sekali seorang siswa yang menanyakan ketertarikan tanpa raut wajah yang berbinar seakan itu bukan keinginan tetapi sebuah kebutuhan. walaupun begitu sang pelayan tetap melakukan tugasnya dengan profesional tanpa memandang status dan kedudukan. tapi dalam hati sang pelayan ada sedikit keraguan pada Raka.


pelayan :" untuk sepasang ya sekitar 825 koin emas. jadi untuk totalnya 6.600 koin emas."


Raka :" apakah tidak bisa di diskon jadi 6.000 koin emas saja."


pelayan :" kalau untuk itu ikuti saya untuk menemui pemimpin di toko cabang ini."


pelayan pun berjalan menuju sebuah ruangan yang di ikuti oleh Raka. sebenarnya sang pelayan takut dihukum jika ia tak melayani raka. namun jika ia membawa Raka ke sang pemilik ia juga takut ia dianggap tidak bisa menganalisa kemampuan pelanggan. akhirnya dengan ketakutan yang menyelimuti hatinya pelayan tersebut membawa Raka menemui sang pimpinan. setelah sampai Raka melihat sesosok pria tua sekitar umur 60-70 tahun sedang melihat suatu tabel penjualan.


kakek aji :" hmmmm menarik, untuk seorang pelajar SMP kau terlalu kecil untuk membeli itu."


Raka :" memang ada larangan anak kecil untuk membeli jam yang kamu jual itu?."

__ADS_1


kakek aji :" ya memang tidak ada sih. tapi akan kau gunakan untuk apa jam itu."


Raka :" bukan hal yg berbahaya. hanya saja jika aku bisa mengawasinya dari jauh dan itu cukup membuatku tenang."


kakek aji :" menarik sekali. usiamu memang muda tapi kedewasaan sangat tinggi. baiklah harganya 6.600 koin emas."


Raka :" tapi aku meminta diskon sehingga harganya menjadi 6.000 koin emas."


kakek aji :" apa alasanmu meminta diskon sebesar 600 koin emas."


Raka :" hanya untuk memudahkan saja dalam menghitung dan membawa. setidaknya jika berkurang 600 koin emas tabunganku masih genap dalam ribuan tanpa ada bilangan ratusan."


Raka mengatakan hal tersebut dengan tangannya yang memegang salah satu jam tadi secara terbalik. hal itu menunjukkan salah satu kelemahan jam tersebut yaitu pada bagian penutup mesinnya yang tidak permanen dan dapat di bongkar. sehingga ada kemungkinan hancurnya mesin akibat ledakan atau serangan dari sisi dalam jam. walaupun begitu karena fitur yang sangat baik dan banyak serta sertifikasi dari pemerintahan. maka itu bukan hal buruk jika mengesampingkan kekurangan jam itu. karena jarang bahkan hanya satu jam ini yang memiliki jaringan yang tersambung dengan situs pemerintahan apalagi daftar kriminal berbahaya.


kakek aji :" baiklah. aku akan memberikannya. kapan kau akan membayarnya."

__ADS_1


Raka :" sekarang."


Raka mengeluarkan dompet berisi 2 kartu debit. kemudian ia menyerahkan kartu yang berwarna hitam. perlu diketahui bahwa kartu debit dan kredit terdiri dari 7 warna yaitu merah dengan max 1000 koin emas, biru dengan 3 000 koin emas, putih 7.000 , kuning 10.000, emas 15.000, silver 25.000, dan hitam 25.000 ke atas. sedangkan yang di miliki Raka itu biru dan hitam. itu membuat sang kakek aji kaget apalagi saat tertera nama Raka Arsya. karena nama Arsya adalah salah satu pemilik saham di sebuah perusahaan di bidang kuliner, peralatan rumah tangga dan beberapa peralatan elektronik. Raka yang mengerti apa yang dipikirkan oleh kakek aji hanya memintanya untuk menutup mulutnya. sedangkan kakek Aji yang mendengarkan permintaan Raka tubuhnya langsung tegang. kakek aji tahu apa yang terjadi pada mereka yang mengetahui sosok Arsya tersebut dan hendak mempublikasikan nya. mereka akan mendapatkan seperti sebuah penyerangan oleh seseorang hingga membuatnya cacat permanen dan harus operasi pencangkokan anggota tubuh untuk mengembalikannya. tetapi kasus itu tidak pernah terbongkar dan masih menjadi misteri. bahkan pernah seseorang mencoba merekamnya. ternyata bukti yang mereka harapkan tidak berhasil. video itu hanya berisi anggota tubuh seseorang yang tiba-tiba terpotong begitu saja. tanpa ada seorang pun yang terlihat menyerang. sehingga semua orang takut apapun yang berhubungan dengan Arsya dalam hal kriminal.


__ADS_2