
tanpa terasa sudah sudah 2 hari berlalu. Raka pun memutuskan untuk kembali ke desa krims untuk mengantisipasi hal yang terjadi seminggu setelah ulang tahunnya. ia akan jatuh sakit parah hingga tubuhnya terlihat sangat pucat. sebelum pulang ke desa krims Raka meminta semua adiknya untuk berkumpul di kamarnya. setelah mereka berkumpul Raka meminta Fery untuk mengambil sebuah kotak di atas almari nya. setelah menerima kotak tersebut, Raka membuka kotak tersebut yg isinya 8 pasang jam tangan yg ia beli di desa pesisir. lalu ia mengambil sepasang jam tangan dari delapan pasang jam tangan yg merupakan sepasang jam tangan yg menjadi pusat pengawasan dari 7 pasang jam lainnya. ia mengambil sepasang jam tersebut untuk ia pakai untuk memudahkan nya untuk mengawasi dan membantu jika terjadi masalah.
Raka :" ini adalah jam tangan dengan beberapa fitur seperti teleportasi, keadaan pengguna dan lain sebagainya. untuk mengetahui semua fiturnya kalian semua bisa memakai dan mengeceknya sendiri. tapi tekan finger print terlebih dahulu agar tak bisa di pakai orang lain kecuali dengan izin kalian. ambil dan pakailah dan jangan gunakan jam tangan dengan warna yg sama. ini jam tangan couple jadi yg satu untuk pasangan kalian kelak. jadi untuk sementara aku simpan dahulu "
mereka pun mengambil jam tangan sesuai dengan apa yg mereka sukai. setelah mereka melihat fitur-fitur di dalamnya mereka terlihat bahagia dan bangga dengan jam tersebut. Raka pun mengatakan akan pulang ke desa krims dan menyiapkan beberapa pakaian untuk di bawa ke Desa krims. sehingga ia tak perlu membeli lagi dan menghemat pengeluaran. mungkin untuk 3 hari mendatang ia akan membeli komputer dan laptop untuk dirinya mengingat ia ingin membeli peralatan game virtual reality.
setelah berkemas Raka kemudian berpamitan pada adik-adiknya untuk pulang. ia pun berpesan pada Fery untuk menjaga adiknya yg lain. tak lama pun ia berjalan keluar dari rumah menuju ke terminal. setelah sampai ia pun langsung naik ke dalam bis karena tepat di saat Raka sampai di terminal terdapat bis yg akan berjalan ke arah desa pesisir.
tak terasa Raka telah sampai di rumahnya. ia segera berbenah baju yg ia bawa dan mempersiapkan diri untuk berburu lagi. sebelum itu ia telah mengirimkan pesan pada Andi untuk memberitahu bahwa ia hari ini akan berburu. ia pun berangkat dengan peralatan biasa. saat di tengah jalan ia melihat Aqila yg tengah berlatih. namun ia pura-pura tak melihat nya agar tak terkena masalah. sebenarnya Raka pun sadar kalau Aqila melihat dirinya dan menilai dari ekspresi nya, Raka mengerti bahwa Aqila sudah tau kemana ia akan pergi.
setelah sampai di hutan Raka menyiapkan jebakan dan memasang pancing seperti biasa untuk membuat perburuan nya menjadi efektif tanpa membuang-buang waktu dengan melakukan beberapa hal secara terpisah. untuk berburu ia hanya mengandalkan anak panahnya yg memiliki keakuratan dalam membidik hewan buruan 100%. hal itu terjadi karena ia memiliki kecepatan yg sangat tinggi. sehingga ketika ia memfokuskan pandangannya, maka suasana sekitarnya akan terlihat lambat di matanya. walaupun begitu Raka tetap hanya berburu maksimal 5 ekor buruan tak termasuk ikan . hal itu di maksudkan agar tak terlalu tereksploitasi dan menyebabkan hilangnya hewan buruan di sini.
hari ini Raka mendapatkan 2 ekor rusa dan 1 kelinci serta 5 ekor ikan. ia berniat menjual rusanya saja dan menyimpan kelinci dan ikan untuk dirinya sendiri. Raka berjalan dengan santai sambil membawa 2 rusa di punggungnya. namun ia melihat seorang bapak yg sedang duduk di becaknya dengan ekspresi yg sedih. Raka pun menghampiri dan menyapanya.
Raka :" selamat sore pak "
bapak :" selamat sore nak. ada apa memanggil saya? "
Raka :" hanya sekedar menyapa dan menanyakan kondisi bapak yg terlihat sangat sedih "
bapak :" sebenarnya saya sedang butuh uang namun saya sepi penumpang. sedangkan uangnya akan di gunakan besok pagi untuk keperluan sekolah anak saya "
Raka :" memang keluarga bapak ada berapa "
bapak :" saya memiliki seorang istri dan tiga anak. satu perempuan berumur 12 tahun dan 2 anak laki-laki berumur 7 dan 3 tahun "
Raka :" apakah istri bapak juga membantu kerja "
bapak :" istri bapak juga berkerja namun hanya pembantu panggilan. sehingga tak memiliki pekerjaan tetap. di bantu pula anak sulung saya yg bekerja menjual jajan keliling. namun semua itu hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja."
Raka :" apakah bapak ingin beralih profesi. "
__ADS_1
bapak :" memangnya mau beralih profesi menjadi apa dengan ijazah saya yg hanya lulusan SMP dan lagi saya tak memiliki keahlian khusus."
Raka :" sebagai tukang kebun dan penjaga rumah serta pembantu untuk istri bapak "
bapak :" saya mau nak tapi ini bukan tipuan kan?. kalo memang benar apakah saya bisa meminta gaji lebih awal lalu di potong pada akhir bulan? "
Raka :" boleh. dan ini alamatnya. tenang saja pak saya sungguhan kok."
bapak :" tapi nak ini kan desa Baru nak dan saya tinggal di sini. jadi perjalanan saya untuk bekerja akan lama. "
Raka :" bapak akan tinggal di sana sekalian bersama keluarga bapak. namun lebih baik bapak musyawarah kan dulu dengan keluarga bapak. terutama anak perempuan bapak. jika bapak menyetujui nya akan menambah jarak yg ia tempuh untuk sekolah. "
bapak :" ya nak nanti saya pikirkan. tapi apakah ini sungguhan nak. saya takut ketika di sana nanti malah di usir dan di anggap pembohong. "
lalu Raka mengeluarkan sebuah kartu yg selalu ia gunakan untuk merekrut karyawan dan memberikan nya pada bapak tersebut.
Raka :" cukup berikan ini pada yg menanyakan anda dan katakan bahwa Raka yg meminta serta siapa nama bapak. "
bapak :" nama saya Sadi dan istri saya Shinta. "
pak Sadi :" keluarga ku tidak punya sama sekali. "
Raka :" memang berapa uang yg bapak perlukan untuk membayar biaya sekolah anak bapak. "
pak Sadi :" kira-kira 245 koin emas. "
Raka pun berpikir dan menghitung hasil buruannya. karena biasanya ayahnya Andi membeli rusanya seharga 118 koin emas. jadi jika ia hanya menjual rusa akan kurang. namun terkadang ayahnya Andi juga menolak kelinci karena jarang peminatnya. karena takut kurang uangnya. Raka menelpon Andi untuk menanyakan tentang kelinci.
Raka :" halo ndi "
Andi :" ya ada apa ka?, kok tumben nelpon. "
__ADS_1
Raka :" aku ingin bertanya, apakah ayahmu menerima kelinci. soalnya jarang-jarang ayahmu menerimanya. "
Andi :" tunggu sebentar. aku tanyakan dulu "
Raka pun menunggu Andi menanyakan kelinci pada ayahnya.
Andi :" katanya ga bisa, cuma ia bilang butuh ikan. "
Raka pun memoto ikannya dan mengirimkannya ke Andi
Raka :" kalo segini kira-kira harganya berapa an? "
Andi pun menanyakan lagi pada ayahnya.
Andi :" akan di beli 5 koin emas per ekor. "
Raka :" ok kalo begitu. oh ya lu ada di mana ndi? "
Andi :" ada di toko seperti biasa. "
Raka :" kalo gitu. hasil buruan ku akan di bawa bapak tukang becak ke sana. tolong duitnya berikan kepada bapak tersebut. oh ya sekalian nanya besok lu sekolah ga? "
Andi :" ga soal nya yg di anjurkan untuk masuk Selasa depan. "
Raka :" ok kalo gitu. gua tutup dulu ya bye. "
Andi :" bye. "
Raka :" ya udah pak, ini bawa aja 2 rusa dan 5 ekor ikan saya jual ke toko Andi. terus uangnya bapak pake untuk biaya sekolah anak bapak. "
pak Sadi :" terimakasih nak "
__ADS_1
Raka :" ya pak sama-sama. kalo gitu saya pamit pulang dulu ya pak. sampai jumpa. "
pak Sadi :" ya nak sampai jumpa. "