kontrak misterius: ikatan jiwa

kontrak misterius: ikatan jiwa
eps. 22


__ADS_3

di sebuah hutan terlarang di kota levil terlihat Raka yang tengah berburu dengan mengendap-endap dan bergerak dengan perlahan mendekati mangsa. setelah memastikan mangsa dalam jangkauan serangan nya, ia pun langsung melepaskan anak panahnya yang tepat mengenai titik vital mangsanya. hal itu membuat mangsanya langsung terkapar tanpa bisa kabur. Raka pun mendekati dan mengikat mangsanya lalu ia bawa ke tempat ia biasa beristirahat sebelum pulang ke rumah.


Raka terlihat telah terlelap di sebuah kursi dipan dengan ukuran 1.5 m x 2.5 m. namun instingnya mengatakan bahwa ia sedang di awasi hingga membuatnya mempertajam Indera perasa nya untuk mengawasi keadaan sekitar dengan mata terpejam. setelah sekian lama Raka masih saja merasa di awasi namun musuh tak memperlihatkan gerakan sedikitpun ataupun penyerangan. hal itu membuat Raka yang tak sabar membuka mata dan mulai melihat keadaan sekitar memastikan tempat musuh mengawasinya. karena lawan tak menunjukkan pergerakan sama sekali dan hanya mengawasi saja. Raka mulai berinisiatif untuk melakukan pergerakan dan mencoba meringkus lawan yang mengawasinya dengan rencana yang matang. hal itu dengan menghilang dari pandangan lawan dengan memanfaatkan keadaan hutan dan ia pun sangat hafal dengan setiap keadaan di hutan ini.

__ADS_1


lawan pun berhasil Raka ringkus namun sayangnya lawan tak mau membuka mulut sama sekali. lawan terlihat tak peduli dan sudah sangat siap untuk mati. Raka yg melihat itu pun tersadar bahwa lawannya hendak melakukan jurus terlarang untuk meledakkan dirinya sehingga setidaknya ia pikir itu juga akan membunuh Raka. posisinya pun sangat tidak di untungkan dan mungkin mustahil untuk melakukan perlawanan. Raka pun mengambil tas kecil lawan lalu kabur melepaskan kunciannya pada lawan sebab situasi terlalu berbahaya untuk berdiam di sana. tak sampai 4 detik tubuh lawan meledak hingga Raka pun terkena efek ledakan tersebut dan terhempas sejauh 10 dari posisi terakhirnya sebelum terkena ledakan. itu membuatnya mendapatkan luka ringan di tangan dan kepalanya yang merupakan bagian yang pertama mendarat saat terlempar hingga terdapat benjolan kecil di keningnya.


Raka kembali ke tempat istirahat nya tadi dan membuka tas lawan. tas itu berisi pisau kecil, obat penyembuh dan dua buah kertas yang menunjukan target pembunuhan. kertas itu menunjukkan fotonya namun dengan nama yang berbeda di sertai nominal hadiah serta tanggal lahirnya sedangkan yang satunya hanya berisi nama aqila tanpa foto dengan tanggal lahir yang sama dengan Aqila syahira dan nominal hadiah dua kali lipat hadiah dari dirinya. hal itu membuat terkejut Raka karena ia tak tak tahu alasan mengapa ia menjadi target pembunuhan bahkan nominal untuk kepalanya sangatlah besar dan juga itu berhubungan dengan Aqila yang menjadi tanda tanya yg besar bagi nya.

__ADS_1


Raka mulai berfikir untuk mewaspadai keadaan sekitar di mana pun ia berada. hal itu di dasari oleh harga kepalanya yg begitu besar bahkan sangat besar. namun ia juga tak menceritakan tentang kejadian ini kepada siapapun termasuk Aqila sendiri agar tak membuat ia dan keluarganya cemas. hal itu membuat Raka berfokus tuk memperbesar kekuatannya demi melindungi diri dan orang lain karena dengan harga kepalanya yg besar itu, tak mungkin orang yg ingin membunuhnya memiliki kekuatan kecil.


Raka yg telah sampai di sana melihat bangunan kediaman kakeknya yg telah lapuk termakan usia. Raka pun mulai masuk. ke dalam mencari perpustakaan di sana yg berisi berbagai macam buku. setelah menemukan nya Raka mengambil beberapa buku yg belum ia baca di masa lalu di mana buku-buku itu berisi tentang berbagai jenis aliran dalam persilatan di seluruh dunia yg ternyata itu adalah aliran persilatan utama. sedangkan untuk sekarang aliran itu telah memiliki banyak cabang di beda-beda kan sehingga menimbulkan pertentangan di dalam persilatan itu sendiri.

__ADS_1


Raka pun telah sampai di rumah dengan membawa beberapa buku dari kediaman kakeknya dan mulai mempelajarinya. raka mampu memahami satu buku dalam waktu kurang lebih satu jam. karena kemampuan pemahaman Raka yg sangat luar biasa. namun untuk hari ini Raka hanya mampu memahami 2 buku dan tak mau memaksakan diri. Raka pun bermain sebentar untuk mengisi waktu luangnya sebelum tidur dan menelpon Andi untuk menanyakan suatu buku di perpustakaan murid dalam.


hari semakin larut namun Raka masih belum bisa tidur karena memikirkan apa yg akan ia lakukan kedepannya. ia terus berpikir apa alasan namanya dan Aqila berada dalam target pembunuhan itu. bahkan harga nya sangat fantastis yg bahkan bisa mencukupi 3 generasi tanpa bekerja. semakin lama Raka memikirkan itu semakin bingung dan penasaran pula akan jawabannya. hingga akhirnya Raka memutuskan untuk pergi ke apotek dan membeli obat tidur.

__ADS_1


__ADS_2