kontrak misterius: ikatan jiwa

kontrak misterius: ikatan jiwa
eps. 8


__ADS_3

matahari telah kembali ke tempat peraduan nya digantikan cahaya redup dari sang rembulan. terlihat sebuah rumah kayu dengan desain dan ukiran yang luar biasa indah, di dalamnya ada dua orang muda-mudi yang terlibat sedang belajar mereka berdua adalah Andi dan Aqila. keduanya terlihat sangat serius dalam belajar untuk saat ini mereka hanya membaca materi yang kemungkinan muncul di ujian besok. sebenarnya mereka telah menyiapkan beberapa soal tryout tahun lalu untuk di kerjakan. namun mereka menunggu satu orang temannya yang selalu terlambat dan pemalas. mereka sudah menunggu sejak 1/2 jam yang lalu. namun sosok yang di tunggu tidak kunjung menampakkan batang hidungnya.


Raka berlari menuju sebuah rumah dan membukanya tanpa mengetuk terlebih dahulu. baru saja ia membuka pintu tubuhnya terlihat tegang, wajahnya pun terlihat pucat dan keringat masih mengucur deras di tubuhnya. dengan perlahan ia menuju bangku yang terdapat dua orang yang menatapi dirinya. satu orang menatap nya dengan tatapan jengkel dan yang satunya lagi datar tanpa ekspresi. saat dirinya duduk tiba-tiba sebuah pukulan melayang di kepalanya.


Raka :" aduuh sakit tau."


Andi :" siapa suruh terlambat."


Raka :" kan ada urusan mendadak. jadi harus di selesaikan dulu."


Andi :" Halah alasan, pasti kau lupa dan sedang bermain kan."


Raka :" hhehehheheheheh."


Raka hanya tersenyum cengengesan saat Andi mengetahui alasan mengapa ia terlambat. lalu ia menatap Aqila sebentar dan memalingkan wajahnya kembali ke Andi


Raka :" kata nya kita berdua. kenapa Aqila ikut juga?"


Andi :" oh dia, aku mengajak nya karena ia pasti juga kesulitan untuk menyelesaikan soal tryout ini. jadi kita bisa mengerjakannya bersama dan membuatnya jadi mudah."

__ADS_1


Raka :" apa tidak ada orang lain selain dia?"


belum sempat Andi menjawab Aqila berdiri dan berjalan ke arah Raka. walau ekspresi Aqila terlihat datar namun Raka terlihat sangat ketakutan dan keringat pun mulai mengalir deras lagi. setelah berada tepat di depan Raka, Aqila berjongkok dan memukul keras perut Raka. bahkan pukulan tersebut menimbulkan suara yang cukup keras. sehingga Andi yang melihat itu pun berekspresi seakan juga merasakan hal yang di alami Raka. Raka yang mendapat pukulan tersebut hanya memegang perutnya dengan pasrah. tubuhnya mulai lemas, perutnya terasa kram dan nafasnya pun terasa berat. ia hanya duduk bersandar dengan pandangan yang kosong. ia terlihat seperti tak ada niat lagi untuk belajar. bahkan layaknya boneka yang bisa bernafas.


belajar kelompok pun kembali berlanjut. namun untuk Raka hanya berbaring di sofa bersama Aqila. akibat pukulan Aqila membuat keinginan belajar langsung hilang. Raka terlihat kesulitan untuk mencari posisi yang nyaman untuk berbaring sebab harus berbagi dengan Aqila. Raka pun tidak nyaman dengan posisi tidur yang meringkuk. ia pun melihat posisi duduk Aqila yang membuat sebuah ide muncul di kepalanya. Raka memberanikan diri menggunakan paha Aqila sebagai bantal dengan begitu tempat yang ia gunakan untuk tidur agak leluasa bagi punggungnya. Aqila hanya menatap wajah Raka sebentar dengan datar. lalu ia kembali berfokus ke bukunya lagi.


Andi dan Aqila mulai mencoba mengerjakan soal-soal yang telah di siapkan. sedangkan Raka hanya bermain hp yang ada di tangan nya. tak selang lama Andi dan Aqila mengalami kebuntuan dalam menyelesaikan soal tersebut. di saat itulah peran Raka di mulai. ia akan memberi clue atau petunjuk kepada Andi dan Aqila untuk menghapuskan kebuntuan itu. namun saat memberikan petunjuk itu posisi Raka masih berbaring dengan kepala di pangkuan Aqila dan bermain hp. bahkan memberi petunjuk tanpa menjelaskan dan hanya menunjukkan sebagian kata atau rumus yang di maksud tanpa ada niatan untuk memberitahu secara keseluruhan. hal itu di maksudkan agar Aqila dan Andi mencari rumus atau kalimat yang di maksud oleh Raka. maksud Raka melakukan itu adalah membuat Raka dan Aqila membaca materi atau rumus secara detail dan membedakan antara materi atau rumus satu dengan yang lain agar saat ujian ga tertumpuk mengingatnya.


tak terasa hari telah larut malam. jarum jam pun menunjukkan pukul 21.05 yg membuat mereka mengakhiri belajar kelompok tersebut. setelah pamit Raka pun berjalan mengikuti Aqila. Raka berniat mengantarkan Aqila ke rumah walau berbeda arah mengingat hari semakin larut. di perjalanan tak ada pembicaraan yang mereka lakukan. mereka hanya berjalan sambil tenggelam dalam pikiran masing-masing.


setengah perjalanan telah mereka lalui untuk sampai ke desa Aqila. saat ini jalan yang akan mereka lalui adalah jalan yang sepi. jalan tersebut di apit oleh perkebunan kelapa dan karet yang di dalam perkebunan itu terdapat aneka jenis hewan. bahkan terkadang terdapat harimau dan macan tutul yang melewati perkebunan itu.


suasana yang begitu remang-remang karena sinar rembulan terhalang oleh awan. membuat Raka mengeluarkan hpnya dan mengaktifkan fitur senter pada hpnya. memberi penerangan pada jalan yang mereka lalui. walaupun jalan antara desa pesisir dan kuning terlihat lebar bahkan terdapat trotoar. namun keadaan di sini sangat sepi bila matahari terbenam dan juga lampu jalanan cukup berjauhan sehingga terkadang membutuhkan penerangan ekstra.


saat di tengah perjalanan terdengar suara langkah kaki di sebrang jalan di sertai suara benda yang bergesekan dengan dedaunan kering dan semak. tak berapa lama muncul seekor harimau hitam yang bisa di bilang kecil. seukuran dengan kambing dewasa. seperti nya harimau itu mengetahui keberadaan mereka melalui sinar senter tersebut. Raka pun dengan segera menarik tangan Aqila mencoba berlari menjauhi harimau itu. sebenarnya Raka bisa dengan mudah mengalahkan nya. namun jika harus tanpa suara maka itu mustahil untuk Raka. karena setiap luka lawan yang diterima dari serangan Raka masih memberikan waktu untuk bersuara menyampaikan rasa sakit akibat serangan itu sebelum mati. kalaupun menggunakan kekuatan yang besar justru dapat membuat kerusakan yang parah dan semakin menarik perhatian hewan penghuni perkebunan itu. hingga satu pilihan yg bisa di ambil yaitu berlari menghindarinya.


Raka terus yang berlari tanpa sengaja tersandung dan terjatuh bersama dengan Aqila hingga tanpa sengaja bibir mereka bertemu. namun karena situasi yang tak memungkinkan untuk mereka termenung dan mencerna apa yang baru saja terjadi apalagi menikmatinya. pada akhirnya mereka tak menghiraukan kejadian tadi mencoba bangkit dan terus berlari menjauhi sang harimau. walaupun keadaan seakan tak memberikan Raka banyak pilihan. namun dalam keadaan tersebut Raka masih bisa berfikir. sehingga mereka berlari ke arah di mana desa kuning berada. namun karena jarak dari desa pesisir dan kuning jauh mereka membutuhkan waktu. apalagi harimau itu terkadang mampu mengejarnya yang membuat mereka harus menghindar dan agak membelok arah larinya sebentar untuk menghindari serangan serangan berikutnya datang.


situasi mulai membuat mereka terdesak. Aqila tak mampu lagi untuk mengikuti langkah kaki Raka. Raka yang menyadari itu berhenti sejenak dan memposisikan diri untuk menggendong Aqila dengan punggungnya. Aqila langsung melakukan nya tanpa banyak bicara mengingat keadaan yang begitu berbahaya. dengan menggendong Aqila Raka dapat leluasa berlari tanpa perlu menyeimbangkan atau menahan Aqila yang kesulitan mengikuti langkahnya.

__ADS_1


Raka mulai menyadari bahwa ia akan kesulitan untuk menghindari serangan sang harimau karena ia belum memperkirakan besar tubuh saat menggendong Aqila. sehingga ia takut jika serangan harimau itu mengenai Aqila. Raka pun dengan gesit nya berlari dan melompat ke dahan pohon. ia dengan lihainya melompat dari satu dahan ke dahan yang lain walaupun jaraknya cukup jauh. Aqila yang melihat itu tampak kaget sebab dalam suatu beladiri atau persilatan juga kemiliteran kemampuan bergerak di dahan pohon sangat sulit untuk di lakukan. butuh waktu yang lama bagi seseorang untuk mampu melompat dari pohon ke pohon dengan santai dan tenang. sebab ia harus memposisikan tubuh sesuai dengan keadaan ranting dan dahan pohon dalam waktu yang singkat sebelum melompat. tapi terlihat Raka sangat mahir dalam melakukannya.


Raka meminta Aqila menengok ke belakang memastikan keberadaan sang harimau hitam tersebut. namun Aqila mengatakan bahwa sang harimau tak terlihat sedikitpun. membuat Raka berhenti di suatu pohon. ia juga harus memastikan keadaan untuk melihat situasi dan kondisi di sekitar mereka. karena di alam liar ancaman tidak mungkin hanya dari satu makhluk saja. setelah memastikan aman Raka melanjutkan perjalanan. namun ia memilih untuk menuju ke jalan raya terlebih dahulu. agar memudahkan ia untuk mengamati sekeliling.


waktu terus berlalu hingga akhirnya mereka sampai di desa kuning. suasana desa terlihat begitu sunyi dan tenang. Raka pun melihat jam di hpnya yang menandakan pukul 23.20. Raka tidak menyangka berlari sambil menghindari serangan sang harimau akan memakan waktu yang begitu lama. bahkan hampir mencapai satu setengah kali waktu yang biasanya. ketika Sampai di rumah Aqila ia hendak pamit untuk pulang. namun Aqila melarang nya sebab hari sudah terlalu larut untuk pulang. besok pun ujian akan dimulai pukul 09.15 karena sudah menjadi peraturan pemerintah bahwa setiap ujian kelulusan harus dimulai di atas jam 08.30 ke atas. Raka pun pasrah dengan keputusan Aqila melihat tangannya yang mengepal erat. Raka yakin Aqila akan memukulnya lagi jika ia menolaknya.


Aqila dan Raka pun masuk ke rumah. nampak rumah sangat sepi dan remang-remang sebab waktu telah larut dan mungkin anggota keluarga telah tidur. Raka berjalan mengekor di belakang Aqila.


Raka :" apakah kita harus memberitahukan pada ayahmu kalo aku akan menginap di sini?".


Aqila :" ia sudah tahu. karena aku telah memberitahukan kepada nya engkau akan menginap disini. "


Raka :" jadi kau telah merencanakan hal ini?"


Aqila :" ga, tapi aku sadar jika kau bersikeras mengantarku. kau akan melewati jalan yang sepi tadi sendirian saat pulang. jadi aku langsung meminta izin ayahku agar kau menginap disini."


Aqila pun masuk ke sebuah kamar lengkap dengan kamar mandi di dalamnya. Raka pun bergegas mandi sebab tubuhnya terasa lengket akibat keringat saat kabur dari terkaman harimau tadi. ia melihat Aqila keluar tanpa sepatah kata pun setelah menunjukkan kamar. namun Raka tak memusingkan hal itu dan ingin segera beristirahat.


Raka telah berbaring dan memejamkan matanya. namun ia merasakan seseorang berbaring di sampingnya yang membuatnya membuka mata dan menoleh ke samping. ia melihat Aqila hanya mengenakan daster tipis selutut. terlihat Aqila hanya mengenakan celana pendek setengah paha yang berwarna kontras dengan dasternya. melihat itu Raka membalikan badan dan memaksa untuk tidur. Aqila mendekati tubuh Raka yang hanya memakai celana pendek selutut. Aqila memeluk tubuh Raka dari belakang mencoba menghilangkan rasa dingin yang menusuk tubuh nya. Raka yang merasakan Aqila menggigil membalikkan tubuhnya melihat keadaan Aqila yang ia kira sedang menangis. namun saat ia membalikkan tubuhnya ia baru sadar kalau Aqila sedang kedinginan. ia pun memeluk Aqila dengan erat. menjaganya dari hawa dingin malam yang hendak menyerang tubuhnya.

__ADS_1


__ADS_2