kontrak misterius: ikatan jiwa

kontrak misterius: ikatan jiwa
eps. 16


__ADS_3

angin berhembus pelan membelai dedaunan yg mulai berguguran terlihat seorang pemuda yg berjalan dengan santai menuju ke sekolahannya. Raka berangkat agak lebih pagi mengingat SMA PESISIR 1 merupakan sekolah elit. Raka pun tak tahu hukuman apa yg ia terima bila melakukan pelanggaran.


hari ini Raka hanya membawa beberapa buku juga senjata berupa satu pedang sepanjang 70 cm dan 2 buah pisau dan sebuah benang logam. ia membawa itu semua karena dalam pembelajaran sebagian besar jam pelajaran di gunakan untuk melatih seni beladiri di padepokan. murid-murid di sini pun sangat pandai sehingga pengurangan jam pembelajaran ilmu pengetahuan tak mengganggu murid dalam menerima ilmu pengetahuan. tetapi sebagian besar murid disini melakukan belajar di setiap waktu luang misalnya di jam istirahat dan pada saat menunggu pembelajaran pertama di mulai. karena murid di sini sangat takut bila ketinggalan pembelajaran bahkan sampai absensi kelas hampir semua murid 100% masuk sekolah secara penuh tanpa adanya ketidakhadiran.


( sekedar informasi di sini bahwa di SMA PESISIR 1 untuk menunjukkan bahwa ia murid luar atau dalam adalah pada pin yg biasanya di letakkan di kantung atau kerah baju. biasanya di dalam pin berisi nama, kelas, dan tingkat kekuatan. untuk pemakaian seragam di sekolah ini membebaskan para muridnya selama masih sopan. )

__ADS_1


Raka telah sampai di sekolahnya dan berniat untuk masuk. namun ia di hampiri Andi dan Aqila yg terlihat mengenakan pin murid dalam. Raka tak terlalu kaget dengan hal itu sebab ia tahu Andi dan Aqila merupakan murid jenius di perguruannya masing. di dalam pin mereka berdua tercantum tingkat kekuatan emas bintang 2 untuk Aqila dan emas bintang 4 untuk Andi. sebenarnya Andi dan Aqila pun kaget dengan tingkat kekuatan yg di terima Raka. namun di pikiran mereka berdua Raka sedang menutupi jati dirinya agar tak terlalu mencolok dan menjadi target pembullyan. mereka pun masuk ke daerah masing-masing menuju ke kelasnya. Raka pun duduk di bangku paling belakang bersama seorang murid laki-laki bernama Sandy. menurut Raka Sandy ini orangnya friendly dan tak memandang seseorang berdasarkan status kekuatan atau materi. walau begitu seperti nya Sandy akan agak kesulitan mengikuti pelajaran umum di sini bila ia tak belajar serius. hal ini terjadi mengingat memang cara itulah yg ampuh untuk nya belajar. jika saja ada gangguan di saat Sandy belajar maka konsentrasi dalam belajarnya akan buyar dan hancur.


tak selang lama guru pun datang mengenalkan diri sebagai wali kelas dan meminta anak-anak untuk saling berkenalan dan berkeliling sekolahan untuk menghapal segala ruangan di seluruh sekolah. Raka pun mengatakan apakah kita bisa ke daerah murid dalam dan walikelas memperbolehkannya asalkan mereka mampu melewati gerbang tersebut. hal itu menjadi tantangan sendiri untuk para murid luar yg berkeinginan untuk menjadi kuat karena melalui gerbang itu pemikiran murid akan menganggap bahwa gerbang tersebut merupakan tingkat minimal yg harus di miliki seseorang.


setelah selesai berkeliling di daerah murid luar Raka hendak menuju ke daerah murid dalam. namun Raka tepat di depan gerbang yg menghubungkan daerah murid luar dengan murid dalam. Raka melihat ke daerah murid dalam yg keadaannya begitu tak menyenangkan. daerah yg begitu banyak pandangan merendahkan, perbedaan bahkan intimidasi serta pembullyan. walaupun begitu ada beberapa para murid baru yg ingin melihat daerah para murid dalam. bahkan rela terpental dan terlempar hanya demi melihat wajah-wajah sombong itu. namun Raka harus masuk ke daerah murid dalam agar dapat membaca buku yg ada di dalam perpustakaan murid dalam. karena perpustakaan murid dalam lebih lengkap daripada perpustakaan murid luar.

__ADS_1


Raka pun memasukkan tangannya ke gerbang tersebut sambil membayangkan sedang mendorong sesuatu. hal itu Raka lakukan karena ia ingin memperhitungkan daya dorong dari gerbang itu dengan begitu ia dapat memperkirakan seberapa besar kekuatan yg akan ia gunakan. setelah selesai memperkirakan daya dorong dari gerbang itu. ia terdiam terlebih dahulu menunggu para murid luar yg ingin masuk pergi agar saat masuk daya dorong yg ia terima tidak bertambah dengan daya dorong yg di terpotong oleh murid lainnya. sehingga ia akan merasakan daya dorong tambahan yg akan mengganggunya saat berjalan. setelah murid yg gagal masuk menyerah Raka pun mulai masuk dengan santainya seakan-akan tak ada beban yg mendorongnya. hingga membuat para murid lain juga guru terkejut dengan yg Raka lakukan hingga para murid mulai mengepungnya. namun dengan mudahnya Raka dapat keluar dari kerumunan itu tanpa di sadari seorangpun bahkan para guru yg melihatnya.


Raka telah sampai di depan perpustakaan dan membuka pintu untuk masuk. ia melihat ruangan luas yg di isi berbagai rak buku yg tersusun rapi. Raka pun mencari buku yg menarik minatnya yaitu para ras selain manusia serta berbagai binatang yg mengisi hutan di kota levil. walaupun Raka pernah bertarung dengan salah satunya namun ia di buat kesusahan dan akhirnya kabur. apalagi ada rumor tentang ras lain yg ada di seluruh distrik yg telah menyerang para penduduk. meskipun begitu mereka menyerang penduduk di karenakan suatu hal yg memaksa mereka untuk melakukannya. hal yg di takutkan adalah kekuatan mereka yg tak pernah di ketahui kecuali dari sumber sejarah dan itu tak bisa di jadikan acuan kekuatan mereka sekarang karena mereka saat ini seharusnya telah berkembang pesat.


Raka sangat serius dalam membaca buku itu hingga ia tak menyadari ada 5 orang yg mengelilinginya dengan pandangan yg berbeda-beda. ada satu yg dingin, 3 orang dengan senyum yg merekah di bibir mereka dan yg satu lagi terlihat jengkel karena tak di anggap. mereka adalah Andi, Aqila dan ketiga adik Raka yaitu Aulia, Adi dan Aji. mereka mencari Raka sejak tadi karena mereka tahu hanya Raka yg melakukan sesuatu tanpa memikirkan akibatnya. Dan hal itu menyebabkan kerusuhan para siswa yg menebak siswa yg barusan masuk seolah tanpa beban. Raka baru menyadari kehadiran mereka saat merasakan hal yg familiar yaitu menjadi pusat perhatian dan ia pun menoleh ke sekitar. Raka melihat 5 pasang mata yg tertuju ke arahnya namun tak ia perdulikan dan kembali membaca buku lagi. hal itu membuat Andi semakin jengkel dan menjitak kepalanya di sertai dengan Omelan. Raka hanya diam dan menyalakan mode senyap agar berfokus pada buku yg ia baca.

__ADS_1


__ADS_2