
ada sebuah distrik di sebelah tenggara benua utama yang bernama distrik 3 atau distrik tenggara. di sana terdapat sebuah kota yang berada di tengah belantara hutan. kota itu bernama levil yang berada di sebelah selatan distrik 3 itu. kota ini memiliki tempat yang strategis dan memiliki perbatasan yang paling berbahaya dari kota lainnya. kota ini di kelilingi oleh dua bukit yang begitu terjal, curam dan gelap serta aura yang begitu menekan tubuh. di setiap kawasan bukit terdapat makhluk hidup yang berbahaya dan buas. para penghuni hutan itu tidak segan-segan untuk membunuh dan memangsa setiap makhluk lain yang mendekati mereka. sehingga jika terjadi penyerangan ke kota maka hanya bisa empat lewat jalur utama yaitu dari desa pesisir dan krims sebelah tenggara, desa Baru di sebelah timur laut, desa Kuning di timur dan desa slymp di sebelah barat kota. untuk letak perbukitan itu ada di sebelah barat daya dan Utara kota. setiap pesisir perbukitan di batasi oleh sebuah pepohonan yang sebagian besar pohon jati yang lebarnya sekitar 500 m. kawasan jati tersebut adalah kawasan yang jadi pembatas antara hutan terlarang dan daerah penduduk atau persawahan serta menjadi kawasan yang tak di huni para makhluk buas kecuali hanya lewat. hal itu disebabkan kawasan itu memiliki energi alam yang tipis. sehingga jika para makhluk kuno memaksa melewati batasan itu mereka akan kehilangan tenaga dan mati saat berjalan kembali ke hutan. kecuali untuk para makhluk yang di beri anugrah yang memiliki sistem tenaga dalam tingkat tinggi. sehingga mereka bisa menyerap energi alam yang tipis dengan mudah.
hari begitu terik yang membuat kulit seakan terbakar oleh panasnya sinar matahari. terlihat seorang pemuda berumur 14 tahun sedang duduk di bawah pohon rindang di tepi sungai. ia sedang menikmati tidur siangnya dengan sangat nyenyak. bahkan suasana di sekitar nya yang begitu mencekam dan menusuk dada tak mengganggu tidurnya. di samping kirinya terdapat 5 ekor ikan emas dan 2 ekor rusa kecil yang telah mati dan di ikat pada sebuah ranting pohon. sedangkan di sebelah kanannya terdapat dua buah pedang bermata satu dengan panjang mata pedang sekitar 68 cm, pisau serbaguna, dan busur beserta anak panahnya. terlihat ia telah selesai melakukan perburuan di hutan itu. di sekitarnya terdapat para binatang buas dan ilahi yg mengamati dan mengawasi pemuda itu tanpa ada yang berani mengusiknya. karena para makhluk itu memiliki kecerdasan dan ingatan yg kuat. tentu mereka ingat kejadian 2 tahun yang lalu saat pemuda itu melawan penguasa hutan itu. pemuda itu dapat membuat kerepotan sang penguasa dan kabur meninggalkan sang penguasa itu. perlu di ingat bahwa jarang makhluk hidup bisa bertahan dari serangan sang penguasa. bahkan penguasa lainnya sebab penguasa hutan ini adalah seekor naga yang merupakan puncak terkuat dari penghuni di hutan ini.
tak lama sang pemuda itu terbangun dari tidurnya dan mulai merenggang otot-otot di tubuhnya. setelah beberapa menit melakukan perenggangan ia mengambil hasil buruan dan senjatanya. ia berjalan bergegas menuju pasar untuk menjual 2 rusa hasil buruannya. ia menuju toko yang biasa ia datangi untuk menyetor hasil buruan nya.
penjual :" wah seperti biasa, kau selalu membawa buruan yg sesuai dgn keinginanku Raka."
Raka :" hehehheheheheh bapak bisa saja. oh ya pak Andi di mana?"
penjual :" oh nak Andi sedang di rumah. katanya akan kerja kelompok di rumah."
Raka :" waduh mati aku. kalau begitu saya undur diri pak. saya sudah telat."
penjual :" oh ya nak, terimakasih atas bantuannya."
Raka :" sama-sama pak."
Raka pun bergegas ke rumah Andi untuk belajar kelompok. ia tak menghiraukan kondisi tubuh dan pakaiannya yang bau keringat. ia berlari secepat yang ia bisa untuk bisa sampai ke rumah Andi. saat di tengah jalan ia menabrak seseorang hingga orang itu terpental ke belakang dan ia menindih orang tersebut. ia menatap orang tersebut yang ternyata seorang perempuan. saat angin menerpa rambut perempuan itu Raka sadar bahwa yang ia tabrak adalah Aqila syahira, teman sekelasnya yang terkenal dengan kecerdasannya dan kemahirannya dalam bermain voli serta sosok yang akan terlihat cuek, judes dan dingin di hadapan beberapa orang terutama Raka itu sendiri. Raka juga tak mengetahui kesalahan apa yang membuat Aqila begitu dingin padanya.
Raka :" maaf aku sedang terburu-buru dan tak bisa menghindari dirimu yang mendadak muncul. "
Raka perlahan berdiri dan mengulurkan tangannya untuk membantu Aqila berdiri.
" Untung sepi. jadi setidaknya aq ga terlalu malu karena bertabrakan." batin Raka
__ADS_1
Aqila :" ya ga pa pa. "
aqila berkata dengan dinginnya ia mulai duduk dan memunguti buku yang tergeletak di sekitarnya dan merapikannya
Raka :" sini aku bantu. oh ya mengapa kamu membawa buku sebanyak ini? mau kerja kelompok?"
Aqila :" ya "
ia berkata tanpa melirik apalagi menatap Raka.
Raka :" dimana?"
Aqila :" rumah andi. "
pertanyaan Raka hanya Aqila Jawab dengan anggukan kepala. Raka yang sudah melihat sikap Aqila padanya mulai terbiasa. walaupun terkadang ia masih penasaran dengan apa yang membuat Aqila bertingkah seperti itu di hadapannya. setelah selesai mengumpulkan dan merapikan buku-buku tersebut mereka mulai berjalan ke rumah Andi dengan beriringan. karena sepanjang perjalanan hanya ada kesunyian, Raka mulai mencoba mencari topik pembicaraan untuk mencairkan suasana. namun hal itu sia-sia sebab sikap Aqila yang begitu dingin. sehingga responnya terlalu sedikit.
setelah setengah jam Raka berjalan dengan kesunyian tubuhnya mulai gelisah dan tak nyaman. niat iseng mulai terukir di pikiran nya. Raka meraih tangan kanan Aqila dan menggenggam erat telapak tangan nya seperti sepasang kekasih. namun sikap Aqila yg acuh dan tak keberatan mulai membuat Raka ngelunjak. Raka mulai mendekat dan melepas pegangan tangannya. ia tiba-tiba menggendong Aqila seperti seorang pengantin. Aqila kaget dengan perlakuan Raka yang mulai nekat. tangan Aqila mulai memukul dada dan sesekali menampar pipi Raka. namun Raka seperti tak merasakan kesakitan dan terus menggendong Aqila.
10 menit Aqila memberontak tetapi tak membuahkan hasil. ia mulai sadar bahwa apa yang ia lakukan hanya sia-sia. ia pun mulai diam dan pasrah dengan apa yang dilakukan Raka. tanpa sadar Aqila mulai menikmati gendongan Raka dan memejamkan matanya. akhirnya Aqila tertidur di gendongan dengan kepala yg bersandar di bahu Raka. Raka yang melihat Aqila tertidur di gendongan nya terlihat tersenyum penuh arti. bagaimanapun ini pertama kalinya Raka melihat wajah Aqila dengan begitu dekat.
Raka dan Aqila telah sampai di rumah Andi. namun Aqila masih dalam kondisi tertidur. ia memanfaatkan keadaan itu dengan baik. saat pintu terbuka terlihat sosok Andi yg kaget melihat mereka berdua terutama kondisi Aqila yg tertidur di gendongan Raka.
Andi :" eh apa yang terjadi?"
Raka :" tadi aku menabraknya saat berlari menuju ke sini. sepertinya kakinya terluka dan nyeri saat berjalan. sehingga ia aku gendong seperti ini."
__ADS_1
Raka berakting dengan hebatnya di hadapan Andi. seperti pemain sinetron yang telah lama berakting.
Andi :" Raka keringat lu bau sekali. namun anehnya bagaimana bisa Aqila bisa tidur di gendongan mu dengan pulas. aq aja yang berada satu meter di depanmu merasakan mual."
Raka :" mungkin ia terlalu acuh dengan bau keringatku karena rasa sakit di tubuhnya."
Andi :" ya sudah baringkan Aqila di sofa terus kau mandi. aku tau pasti kamu habis berburu dan lupa akan kerja kelompok ini."
Andi menghela napas melihat tingkah sahabatnya itu yg pelupa dan selalu berakibat terjadi masalah setelah nya.
Andi :" seperti biasa Raka. kau selalu saja membuat masalah di manapun kau berada."
Raka hanya bisa tersenyum cengengesan mendengar pernyataan Andi. lalu mereka mulai masuk ke dalam rumah yang tengah ramai dengan anggota kelompok yang lain. Aqila di letakkan di sofa tempat yang seharusnya Raka duduki saat kerja kelompok berlangsung. Al hasil Raka duduk di lantai di samping Aqila yang tengah tertidur. mereka tak berniat untuk membangunkan Aqila begitu melihat Aqila tidur dengan nyenyak.
setengah jam berlalu 5 orang yang bekerja kelompok mulai istirahat. ada yang pergi menonton tv, bermain hp, membaca dan mencari udara segar di teras. sedangkan Raka terlihat tersenyum jahil sambil melihat ke arah Aqila. ia ingin melampiaskan kekesalan akibat sikap Aqila yang dingin padanya. ia mengambil bolpoin di meja dan hendak mencoret wajah Aqila. namun Andi tiba-tiba datang dan menegurnya
Andi :" jangan begitu Raka, dia itu cewek kalo kamu coretin mukanya ia pasti malu banget apalagi waktu pulang. tinta itu sulit hilang kau tahu itu kan?"
Raka :" yah ketahuan deh. hehhehehehhe ya mau gimana gua kesal sih sama sikapnya yg dingin ke gua."
Andi :" ya ga gitu juga kali Ka. kalo ia cowok udah kubiarkan. tapi dia kan cewek pasti malu banget lah."
Raka :" iya iya pahlawan."
kerja kelompok kembali di mulai kembali. namun Raka menjadi tidak konsen dalam kerja kelompok karena tangan Aqila yg mulai bergerak-gerak di kepalanya bahkan di wajahnya. lama-lama Raka kehilangan kesabaran karena nya. lalu ia menggigit tangan Aqila yang sedang menutupi wajahnya. spontan Aqila terbangun seraya meninju belakang kepala Raka. kepala Raka terdorong hingga terbentur meja karena pukulan tersebut. ke empat orang lainnya yg melihat itu hanya tertawa dengan kencang. sedangkan Aqila terlihat sangat marah dari ekspresi nya dan Raka terlihat kesakitan sambil mengelus belakang kepalanya. setelah beberapa menit mereka kembali ke tujuan awal mereka melupakan kejadian lucu yang baru saja terjadi.
__ADS_1