kontrak misterius: ikatan jiwa

kontrak misterius: ikatan jiwa
eps. 12


__ADS_3

tak terasa 4 hari telah berlalu. hari ini Raka bersiap-siap untuk menghadapi penyakit tahunannya yg terjadi seminggu setelah ulang tahunnya. penyakit ini menyebabkan dirinya menjadi lemah bahkan sangat parah. ia tak akan mampu menggerakkan rahang, tangan, leher, pinggang dan anggota gerak lainnya. kecuali organ dalam dan otot leher untuk menelan serta matanya yg dapat melakukan fungsinya dengan normal. walaupun begitu ia tak pernah merasakan sakit saat hal itu terjadi. ia hanya merasakan efek lemas dan lesu saja. biasanya ia akan membeli infus sebanyak dua buah untuk sehari menghadapi penyakitnya dan satu lagi untuk masa pemulihannya. walau terkadang penyakitnya bisa terjadi antara 2 sampai 3 hari. namun kebanyakan hanya terjadi sehari masa kritis dan 2 hari masa pemulihan. walaupun begitu untuk kasus tahun ini seperti nya akan berlangsung lama. melihat dari gejala yg di alami Raka. di mana hari ini tubuhnya pun ikut melemah bahkan untuk bergerak 10 meter keringat sudah membasahi bajunya.


Raka pun memutuskan untuk langsung segera tidur. mengingat tubuhnya yg terlalu lemah untuk beraktivitas. tidak seperti tahun-tahun sebelumnya ketika penyakit ini terjadi. Raka akan tidur sampai badannya bisa di gerakkan layaknya hibernasi namun memiliki jangka waktu yg pendek. karena ia akan tidur dalam waktu yg agak lama. Raka telah menutup semua jendela dan pintu kamarnya sedangkan pintu rumah dan yg lainnya di biarkan terbuka. Raka tak menutup pintu rumah karena di desa krims tak pernah terjadi pencurian, perampokan, atau tindak pidana lainnya. walaupun hampir 100% warganya adalah mantan narapidana kelas kakap. ia hanya menutup pintu kamar dan menguncinya agar tak seorang pun yg tahu akan keadaan nya ketika sakit.

__ADS_1


saat pukul 20.00 ada suara yg Raka kenali memanggil namanya di tengah hujan deras. di sertai pula ketukan di pintu kamar nya. namun Raka tak bisa berbuat apa-apa kecuali meliriknya saja. suara itu berasal dari Aqila yg menyelamatkan diri dari derasnya hujan dan terpaksa harus ke rumah Raka. karena ia terlalu sungkan untuk menginap di rumah Andi karena ada keluarganya. sedangkan untuk pergi ke penginapan keluarganya sendiri, Aqila akan terlambat mengingat tak ada kendaraan umum yg akan berjalan ke arah penginapan itu dan pilihan yg tersisa hanya rumah Raka yg kebetulan ada bis yg hendak berangkat searah dengan desa krims.


Aqila terus memanggil nama Raka namun tak ada jawaban. ia ingin masuk tapi pintunya terkunci. Aqila berfikir bahwa Raka sedang berada di kondisi yg kurang bagus. sebab Raka jarang melakukan penutupan diri kecuali di saat tertentu. Aqila pun meminta Raka untuk membuka pintu namun hasilnya nihil. karena terlalu lama ia menunggu maka ia menggunakan kekuatan es nya untuk membuat kunci palsu dan membuka pintunya.

__ADS_1


Aqila memasukkan sesuap nasi ke mulutnya sendiri lalu mengunyahnya. setelah di rasa cukup ia meletakkan piring nasi dan membungkuk dan mencoba mendekatkan wajahnya dengan wajah Raka. lalu ia menempelkan bibir nya dengan bibir Raka yg terbuka. lalu ia mendorong makanan yg ia kunyah tadi dengan lidahnya menuju ke mulut Raka. Aqila melakukan hal tersebut berulang kali hingga makanan yg di piring itu habis. setelah memberikan minum Raka yg di lakukan juga dari mulut ke mulut. Aqila berjalan keluar untuk mencuci piring dan gelas tersebut. setelah selesai ia berjalan kembali ke kamar dan tidur di sana sambil memeluk Raka dengan erat.


baru beberapa menit berlalu, lebih tepatnya sekitar 23 menit setelah menutup mata. tubuh Raka bergetar hebat wajahnya sangat pucat, putih matanya berubah menghitam dan kornea matanya berubah menjadi merah. terlihat pula ekspresi wajah Raka yg merasakan kesakitan yg amat parah. saat aqila memeriksa detak jantung Raka, Aqila tahu detak jantung Raka berdetak sangat tidak normal. bahkan bisa di katakan sangat berbahaya. bahkan seakan piston motor yg melaju cepat. itu membuat Aqila sangat khawatir dengan keadaan Raka. namun ia tak tahu harus berbuat apa sebab Raka tak mengizinkannya untuk menelpon dokter yg memeriksa keadaannya.

__ADS_1


dua jam pun berlalu dan terlihat tubuh Raka mulai normal kembali di dekapan Aqila. terlihat pula Aqila yg matanya terlihat sembab dan pipinya yg basah oleh air mata. Aqila menangis karena takut dan khawatir serta panik dengan keadaan Raka yg terlihat sangat parah. itu di karenakan baru pertama kali ia melihat penyakit yg seperti itu yg mungkin tim medis akan menggolongkannya dalam kategori penyakit kronis. Aqila yg mengetahui Raka sudah memulai membaik mulai lega dan merenggangkan pelukannya. ia membelai pipi Raka dengan lembut sambil menatap wajahnya. sedangkan Raka hanya diam dengan tatapan kosong sebab ia masih merasakan rasa sakit yg kemungkinan akan berlangsung lama. Aqila mendekatkan wajahnya ke Raka hingga bibir mereka bertemu. ciuman itu berlangsung cukup lama bahkan tangan Aqila sampai mencengkeram kuat bahu Raka yg menunjukkan kan seberapa intens ciuman itu. namun Raka hanya menikmati permainan dari Aqila sebab ia tak mungkin bisa membalasnya. walaupun begitu Raka jelas merasakan ketenangan dalam dirinya dan rasa sakit yg ia rasakan pun mulai berkurang sedikit demi sedikit. ia begitu terbuai dengan dengan ciuman itu hingga tangannya terangkat dengan sendirinya mencoba memeluk Aqila yg menindihnya. setelah sekian lama berciuman mereka pun mengakhiri nya dan mulai tidur kembali.


__ADS_2