Kultivator Dewa Pedang Ada Di Bumi

Kultivator Dewa Pedang Ada Di Bumi
09. KEKACAUAN DI AULA ISTANA


__ADS_3

Hoaaaaammmm !! Sudah pagi ternyata. Lebih baik aku mandi dulu saja" ucap Yan Chen.



\*\*\*



Dikamar mandi, terlihat seorang pemuda tanpa busana sedang mengguyur badannya dengan air dingin.



"Jangankan diriiiiiiii ku....... Semutpun kan matiiii..


Bila terlaaaaaaluuu... Dingiiiiinnn beginiii.


Syalala...lala... "Nyanyi Chen di kamar๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚



(Skip mandi)



Setelah selesai mandi, ia memakai pakaian warna biru satu set dengan celananya dan dengan jubah warna putih dan tidak lupa tudung kepala warna putih juga pedang yang terselip di pinggang kirinya.



Yan Chen keluar dari kamarnya lalu turun menuju lantai satu.


Ketika ia turun, semua orang yang tadinya berisik menjadi diam seketika melihat kedatangan Yan Chen. Ada yang kagum ada juga yang terlihat ketakutan karena kejadian kemarin malam.



"Selamat pagi tuan !! Apakah tuan akan langsung makan?" Sapa resepsionis.



"Selamat pagi kembali nona !!


Tidak, terimakasih. Nanti saja" ucap Chen sembari melangkahkan kakinya ke arah pintu untuk keluar.



Ketika sedang berkeliling di pasar, ia melihat jendral long bersama 5 prajurit lainnya sedang menaiki kuda.



Terlihat dari wajahnya, jendral long sedang mencari sesuatu, dan ketika ia melihat ke arah Yan Chen, ia pun tersenyum dan menghampirinya.



" Selamat pagi nak Chen" sambil turun dari kudanya.



"Pagi kembali jendral" jawab Chen dengan hormat.



"Akhirnya kami menemukanmu disini setelah sekian lama mencarimu hahaha"ucap jendral



Orang-orang di sekitar mereka berbisik-bisik.


Yang jadi pertanyaan mereka adalah siapa pemuda itu? Bisa membuat jendral terkuat dan disegani dikekaisaran ini hormat padanya. Itu pikir mereka.



"Ada apa jendral sampai-sampai mencariku?" Tanya Chen.



"Kaisar mengundang mu untuk bertemu dengannya. Aku ditugaskan untuk mencari dan membawa mu" jawab jendral long.



"Hahhh !! Baiklah kalau begitu. Aku akan menemuinya sekarang" ucap Chen



"Baiklah.... Ayo !!" Ucap jendral.



Tidak ada obrolan penting antara Chen dan juga jendral Long ketika diperjalan.



Ketika sampai di dalam istana kekaisaran, jendral long mengantarkan Chen ke ruang aula pertemuan.


Karena hari sudah siang, di aula pertemuan sedang diadakan pertemuan.



Ketika jendral dan Chen memasuki aula, terlihat kaisar, permaisuri, pangeran dan para menteri serta ketua sekte lotus merah, rajawali emas dan kepala keluarga bangsawan yang ada di dikekaisaran Xin ini.



"Hormat kepada yang mulia kaisar beserta keluarga"ucap jendral sambil berlutut.



Melihat tingkah kelakuan Yan Chen yang tidak berlutut dan hanya menangkupkan tangannya membuat para mentri dan yang lainnya marah.



"Woii.... Bocah !!! Kenapa kamu tidak berlutut dihadapan kaisar dan keluarganya?" Ucap kepala bangsawan Chu.



"Apakah kamu tidak menghargai kaisar.. bocah !!" Teriak kepala keluarga bangsawan Di.



Chen hanya tersenyum menanggapi teriakan 2 kepala bangsawan itu.


__ADS_1


"Apakah kamu tidak diajarkan sopan santun oleh kedua orang tuamu bocah?" Tanya bangsawan itu kembali.



Seketika muka Chen menjadi dingin setelah mendengar omongan tersebut. Itu adalah omongan sensitif untuk Chen.



"Hahahaha... Apakah kamu marah bocah?. Mungkin ucapanku benar bahwa orang tua mu tidak mendidik mu, sehingga tidak diajarkan sopan santun ketika bertemu dengan kaisar" ucap bangsawan Di.



"Apakah disini yang jadi kaisarnya adalah kalian? Mengapa kalian berani berteriak-teriak seperti itu di hadapan kaisar? Apakah itu yang di sebut sopan santun?" Ucan Chen sambil memasang wajah dingin.



"Akkkkhhhh .... Tau apa kau bocah tentang sopan santun?" Ucap bangsawan Chu.



"Bocah biasa sepertimu tidak pantas ada dihadapan kami semua" ucap bangsawan Di.



"Hahaha.... jadi benar ya disini kalian yang jadi kaisarnya" ucap Chen sambil tertawa meledek.



Pangeran dan Jendral long hanya tersenyum kecut melihat Chen seperti itu. Bagaimana pun juga mereka sudah tau sedikit banyak tentang pemuda yang ada di hadapan mereka itu.



Kaisar hanya diam saja. Ia ingin melihat apa yang pemuda dihadapan nya lakukan untuk melawan 2 bangsawan yang hendak berhianat itu .



Ya, bangsawan Di dan Chu akan melakukan pemberontakan dan dibantu oleh kekaisaran Mo.



"Bocah yang tidak memiliki kultivasi begitu lancang terhadap ku yang seorang bangsawan dan mempunyai tingkatan alam bumi -2." Ucap bangsawan Chu.



Ya, memang benar. Di ruangan ini yang memiliki tingkatan tertinggi hanya jendral long di tingkatan alam bumi -5, itu pun tidak dihitung dengan Chen.



"Akan ku berikan pelajaran kau, supaya mempunyai sopan santun ... Hhiiiiaaaatttt !!!!" Teriak bangsawan Di melesat ke arah Chen.



Chen hanya tersenyum melihat bangsawan Di yang maju melesat ke arahnya dan berkata.



"Hanya seekor semut yang ingin melawan naga" ucap Chen pelan tapi masih bisa didengar oleh jendral.



"Jendral mundur sedikit" kata Chen




Chen yang melihat bangsawan Di semakin mendekat hanya tersenyum dan mengibaskan tangannya ke arah bangsawan Di.



Seketika itu pula bangsawan Di langsung terdorong mundur lalu menabrak tembok yang ada di belakang tempat duduknya.



'Uuuhhhuukkkk' ia langsung mengeluarkan seteguk darah dari dalam mulutnya.



"Akkhhhhhhh ...... !!! Terima ini !!" Ucap bangsawan Chu.



Boooommmm.... Ledakan keras. Bangasawan Chu tersebut terlempar terbang.


"Ah..." Ucapnya mengeluarkan darah sambil memegang dada.



"Bangsawan seperti kalian belum pantas untuk menyentuhku" ucap Chen dingin.



Mata semua orang terbelalak. Bagaimana mungkin dua pendekar tingkat alam bumi dengan mudah di kirim terbang.



Kedua bangsawan itu pun terkejut. Jika bukan tingkat kultivasi mereka yang lumayan tinggi, mungkin mereka akan mati oleh serangan tersebut.



"Yang mulia kaisar.. bolehkah hamba tahu siapa 2 orang ini?"tanya Chen.



"Mereka adalah bangsawan Di dan bangsawan Chu" jawab kaisar dengan tenang.



"Baiklah.. Aku tidak akan membunuh mereka, tapi aku akan..." Mendekat ke arah 2 bangsawan itu sambil tersenyum sinis.



"Aku akan menghancurkan dantian mereka" lanjut Chen.



Bhuuuukkk... Bbhhhuukkk.. Chen memukul perut mereka dan menghancurkan dantiannya.


__ADS_1


"Ahhhh....." Teriak mereka bersamaan.



Mereka akhirnya menyesal setelah melakukan perbuatan yang salah.



Mereka pun dibawa menuju ke tempat masing-masing untuk dilakukan pemulihan.



(Kembali ke sisi Yan Chen)



"Aku merasakan niatan buruk dari mereka terhadap kekaisaran ini" ucap Chen kepada mereka semua yang ada di aula pertemuan.



"Maaf yang mulia.. hamba tidak bermaksud untuk membuat kekacauan di tempat ini" ucap Chen menangkupkan tangannya.



"Sudah.. sudah.. tidak apa-apa." Ucap kaisar.



"Di Zao, antarkan dia ketempat istirahat" perintah kaisar kepada anaknya Xin Di Zao.



"Ayo Chen aku antarkan kamu ketempat istirahat"ucap Di Zao



"Baiklah.. terimakasih yang mulia"



Chen dan Di Zao pun pergi meninggalkan aula pertemuan.


Menyisakan kaisar, permaisuri, jendral, para menteri dan 2 kepala keluarga bangsawan lagi.



"Siapa anak muda itu yang mulia?"tanya salah seorang menteri.



" Dia adalah pemuda yang diceritakan oleh jendral dan putra ku. Dan ingat.. !!! Jangan mencari masalah dengannya. Bila tidak,, maka kekaisaran ini akan hancur" ucap kaisar menjeda kata-kata nya.



"Baiklah pertemuan ini cukup sampai disini dulu" ucap kaisar lalu membubarkan pertemuannya.



\*



Disisi Yan Chen



Ia sedang berjalan menuju tempat peristirahatan yang telah disiapkan oleh kaisar.



Lalu ia masuk kedalam kamar tidur tersebut.



"Baiklah Chen, ini kamar tempat untuk beristirahat mu" ucap Di Zao.



"Terimakasih pangeran"jawab nya.



Lalu pangeran pergi meninggalkan Yan Chen.



'haaaahhhh.... Sudah lama aku tidak berlatih dan menaikan tingkat kultivasiku' batin Che.



"Baiklah besok aku akan pergi mencari tempat yang cocok untuk menaikan tingkat kultivasiku" ucap Chen.



Setelah sore hari tiba, pintu kamar Yan Chen di ketuk oleh seorang pelayan.



'tok..tok..tok !'



Yan Chen pun bangun dari istirahatnya lalu membuka pintu.


Terlihat seorang pelayan berdiri didepan pintu.



( To Be Continue)



MOHON MAAF APABILA ADA SALAH KATA MOHON DI MAKLUM YA HEHEHH !!


'Aku masih pemula' bisik author๐Ÿ˜


Jangan lupa like dan sarannya !!


See you next chapter gaessss !!

__ADS_1


__ADS_2