Kultivator Dewa Pedang Ada Di Bumi

Kultivator Dewa Pedang Ada Di Bumi
20. MENDAPAT JULUKAN


__ADS_3

Pedang tersebut berhasil menembus zirah pasukan musuh dengan mudah karena dialiri dengan elemen api yang dapat melelehkan baja sekalipun.



\*\*\*



"Seraaaaaanggggggg...!!"



Teriakan prajurit kekaisaran Xin menggema menyebabkan pasukan musuh yang tersisa patah semangat.



Bang!



Bang!



Terlihat Xin meluncur ke atas.



"Pasukan kekaisaran Xin, kita buktikan kepada mereka yang menganggap kita lemah bahwa mereka lah sebenarnya lemah"



Teriak Xin chen diatas langit.



"Kaisar Mo bodoh... Kau sudah mengganggu naga yang sedang tertidur.. Maka terimalah akibatnya!!"



Terlihat kaisar Mo tersenyum kecut mendengarnya.



Ia terlihat menyesal melakukan serangan kepada kekaisaran Xin.



"Akkkhhhhhhhh........... Akan ku bunuh kamu"



Teriak putra mahkota kekaisaran Mo.



Ia langsung memacu kudanya ke medan perang.



"Tidak.... Jangannnnn.........put.."



Belum selesai menyelesaikan ucapannya, tubuh putra mahkota sudah terbelah menjadi dua,



"Rakuuu..." Ucap kaisar yang terlihat lemas melihat tubuh putranya terbelah seperti tahu.



"Hehh.. lemah sekali" ucap Di Zao.



Ya, Di Zao yang melihat putra mahkota kekaisaran Mo maju menyerang langsung mengeluarkan jurus pedang api nya dan berhasil memotong menjadi dua bagian tubuhnya.



Kaisar kekaisaran Mo tidak menyangka bahwa pasukan yang sebelumnya berjumlah 10 ribu, sekarang tinggal menyisakan 2.500 saja.



Sedangkan di sisi kekaisaran Xin mereka hanya kehilangan 2 ribu prajurit dari 7000 prajurit.



'Lebih baik aku mundur, dari pada mati' gumam kaisar.



"Jendral, suruh mundur pasukan yang tersisa" teriak kaisar Mo.



"Semuanya... Mundur"ucap jendral



"Mundurrr...."



"Mundurrr"



Teriak prajurit sembari mundur



"Woaaaaahhhhhh...."



"Kita menanggggggggg"



"Hoooreeee... Kita menang..!!!!"



Prajurit kekaisaran Xin tampak begitu gembira.


Perang yang sebelumnya akan mengalami kekalahan dibalikan akibat kemunculan pangeran Xin dan yang lainnya.



"Hidupp pangerannnn..."



"Hidupp putra mahkota"



"Hidup kekaisaran Xin"


__ADS_1


Teriak semua prajurit gembira.



Kaisar yang mendengar teriakan itu tersenyum gembira



'Terimakasih anak-anak ku' gumam kaisar.



Putri mei Er yang melihat kaisar tersenyum pun bahagia.



'Terimakasih kak Chen, kak Zao' gumamnya melihat kearah kakak-kakak nya di depan.



"Ambil apa yang bisa kalian ambil dan tolong kebumikan saudara kita yang gugur" ucap Chen lalu terbang kearah kaisar.



Di Zao, Xiao Ning dan Zi tang pun sama. Mereka kembali ke tempat kaisar.



"Terimakasih semuanya" ucap kaisar sembari memberi hormat.



"Hahahaha... Tidak usah sungkan yang mulia. Jangan kan kekaisaran, dewa menyentuh keluarga muridku.. akan ku hancurkan" ucap Zi tang.



"Sekali lagi terimakasih senior" ucap kaisar.



"Sudahlah ayahanda.. mari kita kembali ke ibukota" ucap Di Zao.



Sementara itu di ibukota dan di kota-kota kekaisaran sudah tersebar kemenangan kekaisaran Xin.


Di tiap-tiap kedai, rumah makan serta pasar, mereka semua terlihat gembira dengan berita tersebut.


Tidak lupa mereka membicarakan kehebatan pangeran baru kekaisaran Xin yang dapat merubah jalannya pertempuran dan sosok pria paruh baya misterius yang ikut membantu kekaisaran Xin.


"Apakah kamu sudah tahu bahwa pangeran Chen membantai musuh bagai dewa pedang?" Ucap salah seorang pengunjung di kedai.


"Ya, yang aku dengar ia bagai dewa pedang. Dengan pedang ditangannya, ia akan menumpas musuh. Tapi siapa sosok pria paruh baya misterius itu?" Ucap satunya lagi.


"Aku pun tidak tahu, tapi ada kemungkinan ia adalah pelindung kekaisaran. Karena dengan auranya saja, prajurit kekaisaran Mo tidak berkutik." Ucap pemuda pertama.


"Darimana kamu tahu soal itu?" Ucap pemuda kedua.


"Aku diberitahu oleh saudaraku, karena ia prajurit yang ikut bertempur" jawab pemuda kedua.


Sedangkan disudur ruangan kedai, terlihat seorang pria memakai tudung kepala sedang meminum araknya dan tersenyum mendengar percakapan beberapa pemuda itu.


'Hahaha... Ternyata muridku sungguh terkenal dan lagi ia akan aman pula bila bersama si naga tua Zi tang itu' ucapnya dalam hati.


Ya, ia adalah Yao Zhi guru Xin Chen.



Sementara itu rombongan kaisar akan memasuki gerbang ibukota.



Terlihat di sepanjang jalan menuju ibukota, ramai penduduk yang sedang berdiri dipinggiran jalan seakan menyambut rombongan kaisar.




Mereka bersorak gembira..



Ketika rombongan Chen memasuki gerbang, terlihat banyak sekali wanita yang meneriaki namanya.



"Woaaahhhh.... pangeran tampanku"



Teriak beberapa wanita yang menyambut kedatangan mereka.



Chen hanya tersenyum menanggapinya.



Terlihat raut wajah Xiao Ning muram ketika Chen menanggapi teriakan tersebut.



Di Zao yang melihat perubahan wajah Xiao Ning langsung melihat ke arah Chen.



'Haissshhhh.... masalah kultivasi, dia di atas ku. Tapi masah wanita, dia jauh dibawah ku.' ucap Di Zao dalam hati.



"Hidup kekaisaran Xin"



"Jaya kekaisaran Xin"



"Hidup Dewa Pedang Chen"



Chen yang mendengar ia dijuluki sebagai dewa pedang hanya tersenyum kecut.


Bagaimana pun juga ia masih jauh dibawah gurunya.



Julukan Chen si Dewa Pedang pun menyebar luas keseluruh penjuru benua timur.



Rombongan prajurit pun memasuki kawasan istana kekaisaran.



Mereka menuju tempat masing-masing untuk beristirahat, karena seharian berperang.



Chen, Di Zao langsung masuk kedalam kamar mereka masing-masing.

__ADS_1



Xiao Ning dan Zi tang juga memasuki kamar tamu yang sudah di siapkan.



("Loh thorr.... kemana Xiao Yu?"tanya pembaca.


"Xiao Yu satu kamar sama Xiao Ning" jawab author)



\*



Chen yang ada sedang ada di dalam kamar sedang berusaha untuk membuka dunia jiwanya.



Karena jika sudah ada dunia jiwa, maka tidak akan sulit untuk membawa berapa orang dalam perjalanannya nanti.



Chen bermeditasi memfokuskan pikirannya untuk membuka pintu dunia jiwanya.



Bang!!



Setelah sedikit usaha, akhirnya Chen bisa membuka dunia jiwanya.



Chen melihat bahwa dunia jiwanya seperti sebuah pulau yang luas.



Ia berniat membangun istana didalam dunia jiwanya dan ingin membuat hutan seperti hutan kematian untuk latihan ia dan yang lainnya.



"Haishhhh.... besok saja lah. Lebih baik sekarang aku ingin istirahat dulu"



Ucap Chen lalu tertidur dengan lelap.



Ketika matahari sudah tenggelam, Chen terlihat baru bangun dari tidurnya.



"Hoaaammmmm.... Sungguh nyenyak sekali"



Ia pun beranjak untuk dan membersihkan diri.



Didalam kamar mandi ia mengguyur badannya sembari bernyanyi.



(Kalian pasti sudah tau Chen nyanyi apaan kan? Yapsss betulll)



"***Jangankan diriku..... Semut pun kan mati... Bila terlalu.... Dingin begini***...."



(Skip mandi)



Ketika selesai mandi, Chen langsung turun ke bawah karena sekarang waktunya makan malam.



Ia terlihat mengenakan pakaian kebanggaannya dengan rambut panjang diikat.



Terlihat di ruang makan sudah ada kaisar, permaisuri, Di Zao dan Yu mei Er.



Chen pun terlihat mengkerutkan keningnya sembari berjalan mendekat.



"Kemana paman guru, Xiao Ning dan Xiao Yu?"


tanya Chen ketika sudah sampai.



"Kami Di belakangmu kak Chen" ucap Xiao Yu.



"Hahhhh..... Sejak kapan Yu'er yang manis ini ada di belakang kakak Chen?" ucap Chen sembari mengangkat Xiao Yu kepangkuannya.



Mereka yang melihat kedekatan Chen dengan Xiao Yu hanya tersenyum melihatnya.



"Istri ku, mungkin kita akan segera mendapatkan cucu dari salah satu anak kita ini" ucap kaisar.



"Kita harus cepat menikahkannya, suamiku" ucap permaisuri.



"Hahahahahahahahah"



Seketika semua orang tertawa mendengar candaan kaisar dan permaisurinya.



( To Be Continue)



***Halo gaesssss.... !!!


Akhirnya nyampe 20 chapter.


Saya tidak menyangka bisa nyampe di 20 chapter ini.


Terimakasih untuk kalian karena sudah mendukung saya sebagai author sampai saat iniπŸ™πŸ™

__ADS_1


Jangan lupa like, coment, dan vote nya ya !


See you gaess*** !!!


__ADS_2