Kultivator Dewa Pedang Ada Di Bumi

Kultivator Dewa Pedang Ada Di Bumi
11. PENYERANGAN


__ADS_3

"Baiklah.. sekarang saatnya beraksi.. bunuh pangeran itu" ucap pemimpin kelompok tersebut.


"Baiklah.. demi kekaisaran Mo" jawab yang lainnya..



\*\*\*



Disisi Yan Chen



Ia melihat ada pergerakan mencurigakan dari sekelompok orang hanya tersenyum sinis.


Dia tau bahwa sekelompok orang tersebut memiliki niatan jahat terhadapnya.



Lalu setelah itu terdengar teriakan dari bawah podium.



"SERAAAAANGGGGGG !!!" teriak kelompok bertopeng serempak.



"Hiiiiiaaaatttttt !!!"



Semua orang berteriak dan berhamburan karena takut.



Dilain sisi, kaisar serta yang lainnya yang berada ditempat duduk diatas podium kaget karena ada yang menyusup dan melakukan penyerangan.



Bahkan jendral long yang berada tidak jauh dari podium pun tidak sempat bereaksi sebab ilmu meringankan tubuh kelompok bertopeng tersebut sangat tinggi.



Chen yang akan diserang hanya berdiam diri di tempat dan tersenyum.



"Chen... Awassss !!!!" Teriak Di Zao.



Chen yang mendengar teriakan dari Di Zao tersenyum.



Mereka semua mendapatkan penekanan dari aura yang dikeluarkan oleh pemimpin kelompok bertopeng tersebut.



Kelompok bertopeng itu memiliki tingkat kultivasi rata-rata alam bumi-7. Hanya pemimpinnya yang berada di tingkatan alam langit -2, jadi mereka hanyalah semut dihadapan Chen.



Kembali ke Yan Chen



'Kemarilah semut-semut nakal' batin Chen.



Terlihat sekitar 8 orang maju menyerang Yan Chen.



Ketika 8 orang yang menyerang Yan Chen semakin dekat, Chen mengumpulkan energi Qi nya sekitar 50% didalam mulut dan langsung menyerang mereka dengan jurus raungan naga.



"JURUS RAUNGAN NAGA" Ucap Yan Chen.



'Rooaaaaaaaarrrrrrrrr'



Terdengar raungan naga keseluruh penjuru alun-alun ibukota kekaisaran.



Mereka yang menjadi sasaran langsung bertekuk lutut dan darah yang mengalir dari lubang telinga mereka karena terkena jurus dari Yan Chen.



"Ahhh.... " Teriak mereka kesakitan sambil memegang telinga mereka karena terkena jurus yang Yan Chen keluarkan.



Pemimpin kelompok mereka yang melihat bahwa anak buahnya dikalahkan dengan mudah oleh seorang bocah terlihat sangat marah.



Mereka semua yang ada disana terkejut tidak percaya ketika Yan Chen mengeluarkan jurus tingkat tinggi itu.


Karena jurus tersebut termasuk jurus tingkat dewa.



Ketua sekte rajawali emas merasa pernah melihat jurus yang dikeluarkan oleh Yan Chen.



Beberapa saat setelah mengingat-ingat.



'Ahhh jurus itu'batinnya kaget setelah mengingat jurus itu.


__ADS_1


Kembali ke Yan Chen.



"Heeeehhh sekumpulan semut yang ingin membunuh naga" ucapnya dingin.


lalu Yan Chen menggunakan perubahan elemennya dan membuat sebuah pedang dari energinya.



"Sampaikan salamku pada raja Yama" ucap Chen lalu membunuh kedelapan orang itu hingga kepala mereka terlepas dari tempatnya.



Pemimpin kelompok bertopeng tersebut semakin marah ketika rekan-rekannya mati terbunuh dengan kepala terlepas.



"Akkhhhhh.....!!! Sialan kau bocah" ucap pemimpin tersebut marah.



"Datanglah padaku bapak semut" ledek Yan Chen.



Pemimpin tersebut mengeluarkan aura kultivasinya dengan niat untuk menekan Yan Chen.


Tapi Yan Chen hanya tersenyum merasakannya



"Hahahah ... Auramu hanya membuatku geli, bapak semut" ledeknya lagi.



"Ahhh... Akan ku bunuh kau bocah. !!!" Teriaknya lagi sambil mengeluarkan pedang dari sarungnya.



"Hooo.. ternyata pendekar pedang ya. !!"ucap Yan Chen.



"Baiklah.. akan aku ladeni kamu depan pedang juga"lanjutnya.



Terlihat Yan Chen mengeluarkan pedang dari cincin penyimpanannya.



Disisi ketua sekte rajawali emas~



Seketika raut wajah ketua sekte rajawali emas terkejut sampai dirinya terjungkal kebelakang hingga menyebabkan pertanyaan dari orang sekitar nya.



"Apa yang membuatmu kaget sampai terjungkal seperti itu?"tanya ketua sekte lotus merah.




"Apakah itu benar ketua?" Tanya kaisar yang mendengar bahwa pedang yang di pegang oleh Yan Chen adalah pedang pusaka dewa pedang.



"Ya, tidak salah lagi.. Itu adalah pusaka Dewa Pedang kaisar" jawab ketua sekte rajawali emas



'Setelah sekian lama, akhirnya ia memiliki penerus juga' batinnya senang.



\*



Kembali ke sisi Yan Chen.



" Terima ini bocah sialannnn..!!! " Ucap sang pemimpin bertopeng.



"Juruss pedang pembelah lautan... Hiaaaaaatttttt ....!! " Lanjurnya sembari berlari kearah Yan Chen.



Yan Che hanya tersenyum melihat jurus itu melesat kearahnya.



Dannn


Booooommmmmm .... Ledakan terdengar ketika jurus tersebut nengenai tubuh Chen..



Terlihat debu menutupi setengah podium.



"CHEN'ER..........!!" Teriak kaisar dan permaisuri ketika jurus tersebut mengenai Chen.



"Hahahaha... Mati kau bocah tengik !! "Ucap pemimpin bertopeng.



Setelah debu perlahan menghilang. Di tengah podium terlihat seorang pemuda masih berdiri.



Ya, Yan Chen masih berdiri dengan kokoh tanpa bergeser sedikitpun, hanya saja jubahnya terlihat sedikit sobek.

__ADS_1



'Huuuuufffttt... Untung saja aku mengeluarkan jurus pelindung dewa naga. Kalau tidak, bisa-bisa aku dikirim terbang oleh jurus rendahan itu'gerutu Chen.



Kaisar dan semua yang ada ada diatas podium serta penduduk yang melihat pertarungan tersebut tidak menyangka bahwa Chen dapat menahan jurus tingkat tinggi (menurut mereka) tanpa terluka bahkan tidak membuat pemuda tersebut bergeser sedikitpun.



"Kamu sudah merobek jubah kesayangan ku. Maka terimalah ini" ucap Chen.



'Tebasan pedang sunyi'ucapnya dalam batin.



Tebasan pedang sunyi adalah salah satu teknik berpedang dalam kitab dewa semesta pemberian gurunya (Yao Zhi).


Teknik itu mengandalkan kecepatan penggunanya hingga menyebabkan tidak terdengar suara ketika mengeluarkan pedang dari sarungnya dengan teknik tersebut.



Kembali ke pertempuran~



Masih dalam keadaan terkejut, pemimpin tersebut melihat bahwa tangan kanan nya telah terlepas dari tempatnya.


Ketika ia melihat ke arah tangannya, yang ia lihat hanyalah semburan darah yang mengalir akibat terpotong tangan kanan nya..



"Akhhhhh..... Sialan kau bocah" teriak kesakitannya sambil menutupi semburan darah yang sangat keras oleh tangan kirinya dan mencoba menutupi tebasan tersebut dengan Qi yang tersisa.



"Kamu dan kelompok mu sudah berbuat onak di ibu kota kekaisaran ini dan mengacaukan acara perkenalan ku lalu merobek jubah ku"ucap Yan Chen sambil berjalan mendekat kearah pemimpin kelompok bertopeng.



"Tolong ampuni hamba tuan.. hamba hanya orang suruhan untuk membunuh kaisar XinRou Shu "ucap pemimpin kelompok bertopeng.



Setelah tiba di hadapan pemimpin bertopeng itu, Yan Chen bertanya.



"Siapa yang menyuruh mu untuk membunuh ayahku?"tanya Chen berteriak marah.



Yu mei Er yang melihat kejadian itu merasa bersalah karena sudah bersifat dingin terhadap orang yang menyayangi dan melindungi ayahnya.



"Pangeran.. pangeran kekaisaran Mo tuan" jawabnya.



Yan Chen langsung memukul dan mengubah orang itu menjadi potongan-potongan kecil yang berhamburan.



Yu mei Er merasa bersalah. Sebab kekacauan yang membuat sedikit banyaknya penduduk mati karena disebabkan olehnya yang menolak lamaran dari pangeran kekaisaran Mo.



"Maafkan aku ayah" ucapnya bersedih.



"Sudahlah putriku ... Yang lalu biarlah berlalu" ucap kaisar sambil memeluk putrinya.



Yu mei Er menangis dalam pelukan sang kaisar.



lalu semua orang membubarkan diri pergi dari alun-alun ibukota tersebut.



\*



Di alun-alun kota, terlihat jendral beserta komandan dan prajurit kekaisaran sedang bergotong-royong membereskan kerusakan-kerusakan yang disebabkan oleh kelompok bayaran tersebut.



Tidak lupa kaisar memberikan santunan kepada keluarga penduduk yang menjadi korban.


Di aula istana, kaisar beserta pangeran, Yan chen, para mentri, kepala keluarga bangsawan, dan ketua sekte rajawali emas dan lotus merah sedang mengadakan pertemuan.


(To Be Continue)




'HAHHHH.....BEGITU SULITNYA MIKIR BUAT BIKIN ADEGAN PERTARUNGAN YANG PAS..'Ucap autor dalam hatiπŸ˜‚πŸ˜‚



SEGITU DULU YA CERITANYA..



NANTI KITA SAMBUNG LAGI DI NEXT CHAPTER..



TERIMAKASIH !!



'Eittsss... jangan lupa like dan sarannya ya' bisik author

__ADS_1



See you gaessss !!


__ADS_2