Kultivator Dewa Pedang Ada Di Bumi

Kultivator Dewa Pedang Ada Di Bumi
24. LIN DA DAN TETUA RONG


__ADS_3

"Ahh . Aku hampir lupa" ucap Chen.


Lalu ia menghampiri para pengawal yang ia bunuh tadi dan membawanya keluar.


Ia lalu membakar jasad itu dengan elemen api murninya.



\*\*\*



Setelah Chen membakar mayat itu, iya lalu kembali masuk ke dalam.



Terlihat didalam Di Zao, Xiao Ning, Zi tang sedang membopong pria paruh baya untuk diberikan pengobatan.



"Chen, apakah kamu masih memiliki pil penyembuhan?" Tanya Di Zao.



"Tolong bantu bawa ia kekamarku saja" ucap Chen.



"Tidak usah anak muda... Uhuuukkk" ucap pria paruh baya itu sembari terbatuk mengeluarkan darah.



"Tidak apa-apa paman" ucap Chen.



"Kak, tolong bantu" lanjutnya



"Baiklah.." ucap Di Zao.



Di Zao dan pemuda yang bersama pria paruh baya itu membopong masuk ke kamar Chen.



"Perkenalkan,, saya adalah pemilik tempat ini. Nama saya Cao lin"



'pemuda ini sangat kuat, sampai aku tidak bisa melihat tingkatannya' batin Cao lin.



"Salam kenal tuan, nama saya Chen" ucap Chen.



Cao lin terlihat berumur 45 tahun dengan tingkatan bumi-1.



"Hahahah.. jangan panggil aku tuan, panggil saja paman Cao" ucap Cao lin.



"Baiklah paman Cao" ucap Chen.



"Tuan muda.. sebaiknya tua muda berhati-hati, karena walikota tidak akan melepaskan orang yang sudah menyakiti anak kesayangan nya" ucap Cao lin.



"Hahahha... Walau kaisar yang datang, aku tetap akan menghadapinya. Karena aku mempunyai prinsip, lelaki tidak akan meninggalkan masalahnya. Lagi pula ini salah dia yang seenak jidatnya" Ucap Chen sembari menangkupkan tangannya.



'Pemuda ini.... aku bisa merasakan ia pastiakan menjadi orang yang di segani dengan prinsip yang ia pegang' batin Cao lin.



"Baiklah... Yang terpenting aku sudah memperingatkan mu, tuan muda" ucap Cao lin.



"Terimakasih paman Cao.. Aku akan ke kembali kekamar dulu.." ucap Chen.



Setelah berjalan beberapa langkah kaki, ia ingat bahwa belum memberikan konpensasi untuk kerusakan yang disebabkannya.



"Ahh... Aku lupa paman Cao. Ini konpensasi untuk ganti rugi kerusakan penginapan" Ucap Chen sembari mengeluarkan kantong berukuran sedang yang isinya seratus koin emas



Cao lin yang melihat Chen mengeluarkan uang kontong dari cincin penyimpanan kaget..


Sebab hanya beberapa orang saja yang mempunyai cincin penyimpanan.


Di kekaisaran ini hanya keluarga kaisar dan ketua sekte saja yang mempunyai cincin penyimpanan.



'Apakah ia mempunyai cincin penyimpanan?' batin Cao lin.


__ADS_1


Chen yang melihat raut wajah Cao lin mengerutkan keningnya.



"Apakah ada yang salah paman Cao?" Tanya Chen.



"Tidak...tidakkk . Tidak ada masalah tuan muda" ucap Cao lin.



"Tuan muda tidak usah membayar konpensasi"lanjutnya.



"Tidak apa-apa paman Cao. Aku tidak enak hati.. Terimalah...!!" Ucap Chen.



"Hahhhhh... Baiklah !! Terimakasih tuan muda" ucap Cao lin sembari menghela nafas.



"Baiklah.. sampai jumpa kembali paman" ucap Chen sembari melangkahkan kakinya menaiki tangga.



'Sungguh anak yang baik' gumam Cao lin.



Lalu ia berbalik ke arah dimana resepsionis dan pelayan berada.



"Dengarkan... Kalian harus memberikan pelayanan yang baik kepada rombongan pemuda itu." Ucao Cao lin.



"Dan ingat, jangan membuat masalah dengannya. Bila bisa, berhubungan baiklah dengan dia" lanjutnya.



"Baik.." jawab mereka serempak.



"Baiklah... Kalian kembalilah bekerja" ucap Cao lin sembari melangkah memasuki ruangannya.



\*\*



Di kediaman wali kota.




"Seorang pemuda, ayah" jawab tuan muda Wu masih dengan memegang perutnya.



Braaakkkk ...



Walikota mengebrak meja hingga hancur berkeping-keping.



"Beraninya ia mencari masalah dengan anak ku"ucap walikota.



"Apakah kamu tahu sekarang ia dimana?" Tanya walikota.



"Ia tadi berada di penginapan daun wangi, ayah.. pasti dia sekarang masih disana.. Balaskan dendamku ini ayah" ucap tuan muda Wu.



"Baiklah.. kamu sekarang obati dulu saja luka mu.. biar masalah ini ayah yang urus" ucap walikota.



'Aku akan meminta bantuan kepada dia untuk membunuh pemuda itu' gumam walikota.



Walikota langsung berjalan menuju ruang bawah tanah untuk meminta bantuan.



Setelah sampai ia langsung mengetuk pintu yang ada di depannya.



Tokk...tokk..tokk..



"Tetua, apakah aku bisa masuk?" Ucap walikota.



"Masuk saja" jawab suara yang ada di dalam ruangan itu.

__ADS_1



Setelah walikota masuk, terlihat seorang pria paruh baya mengenakan jubah hitam dengan motif berwarna merah bergambar kalajengking.



"Ada apa kau menemuiku?" Tanya pria itu.



"Tetua Gou, aku perlu bantuan mu" ucap walikota.



"Bantuan apa? Asalkan sepadan dengan bayarannya, aku mau." Ucap pria itu.



"Membunuh seseorang. Dan untuk bayaran itu tidak masalah. Dan aku akan menyiapkan wanita penghibur untuk menemanimu"ucap walikota.



"Hahahahha... Baiklah." ucap pria itu sambil tertawa.



"Baiklah.. sekarang kita berangkat tetua" ucap walikota.



Pria paruh baya itu bernama Gou ji. Dia adalah salah satu tetua sekte aliran hitam kalajengking merah yang ada di kota tersebut.



Kembali kesisi Chen.


Ia terlihat sedang duduk di ruangan yang terlihat megah.


Ya, ia sedang berada di dunia jiwanya.


Ia sedang belajar alkemis.. Dengan pemahamannya yang cukup tinggi, ia langsung mengerti tentang alkemis.


'Hahhh... sungguh melelahkan' gumamnya.


"Untung saja kekuatan jiwa ku sudah tinggi. Jika tidak, mungkin aku tidak akan bisa memahami ilmu alkemis ini" ucap Chen.


"Yoshhh.... sekarang saatnya kembali" ucap Chen.


ia lalu membuka portal untuk kembali.


ketika portal sudah terbuka, ia mulai masuk kedalam portal tersebut.


ketika sudah sampai di kamarnya, ia melihat pria paruh baya itu masih belum terbangun dari pingsannya dan pemuda yang sedang tertidur di samping pria paruh baya itu.


Saat Chen melangkahkan kakinya, pemuda itu terbangun dari tidurnya.


Chen yang melihat pemuda itu terbangun langsung menghampirinya.


"Ahh.. Sudah bangun rupanya" ucao Chen dengan ramah.


"Terimakasih tuan muda, sudah mengijinkan tempatnya dipakai oleh kami" ucap pemuda itu.


"Tidak usah sungkan.. Oh iya jangan panggil aku tuan muda, panggil saja Chen" ucap Chen.


"Baiklah... Nama saya Lin da dan ini tetua Rong. Kami berasal dari sekte rajawali emas yang ada di kekaisaran Xin" ucap pemuda itu memperkenalkan diri.


'Sekte rajawali emas? bukankah mei'er juga disana? apakah mereka sedang mengerjakan misi dari sekte?' batin Chen.


"Baiklah Lin.. Salam kenal" ucap Chen.


Lin lalu melihat kearah tetua Rong yang sedang terbaring lemas. Ia terlihat sangat sedih.


"Sudah.. kamu tidak usah bersedih.. untuk urusan kesembuhan, serahkan saja padaku." ucap Chen.


"Kamu tunggulah disini, aku akan kebawah untuk memesan makanan dulu. Aku sangat lapar sekali" ucao Chen.


"Apakah kamu juga lapar?" tanya Chen.


"Heheheheh... Aku juga lapar" ucap Lin sembari menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.


"Baiklah.. kamu bersihkan dulu tubuhmu. Karena hari sudah siang. Setelah itu ikut makan bersamaku" ucap Chen.


"Terimakasih Chen.." ucap Lin.


(To Be Continue)




**Akhinya ada waktu juga buat nulis wkwkwkw



Setelah sekian lama 😂😂



Terimakasih yang sudah memberikan like nya untuk tulisan saya ini 🙏



Semoga kalian semua selalu sehat 🙏



Jangan lupa ngopi dan rokoknya ya !!



See you gaesss**... !!!

__ADS_1


__ADS_2