
"Chennnnn.... !!!!" teriaknya dan akan berlari tapi di tahan oleh Zi tang.
"Jangan pergi kesana, kamu hanya akan mengganggu konsentrasinya"ucap Zi tang.
\*\*\*
'Satu lagi... Ya, satu lagi.. Aku harus bisa menahannya'gumam Chen.
"Apakah hanya segitu petir sialannnn..?"teriak Chen.
Langit semakin hitam, suara petir semakin besar.
Terlihat petir dengan warna keemasan akan menyambar ke arah Chen.
"Apaaaa..? Siapa yang memancing kemarahan surga?" Teriak semua orang yang menyaksikan fenomena tersebut.
"Dua petir sebelumnya menyambar ke satu titik, yaitu hutan kematian. Ada apa di dalam hutan kematian?"
Semua orang nampak kebingungan akan kejadian itu, sebab menyambar ke satu titik, yaitu hutan kematian.
Mereka tidak tahu bahwa di hutan kematian itu ada Yan Chen yang akan menerobos alam imortal.
Kembali ke Yan Chen...
"Kesini kau petir sialan...!!!!" Teriak Chen.
'Booooommmmmmm' suara ledakan terdengan ketika petir menyambar tubuh Yan Chen.
Batu yang Yan Chen duduki hancur menahan tekanan dari petir surga itu.
Debu menutupi penglihatan mereka ketika ingin melihat Yan Chen.
"Chen'er..!!" Teriak Di Zao dan Zi tang yang terlihat khawatir.
Sedangkan Xiao Ning dan Xiao Yu, mereka duduk terkulai sembari menangis melihat ke arah Yan Chen berada.
Ketika debu mulai menipis, terlihat Yan Chen terbaring lemah dengan darah disekujur tubuhnya.
Mereka semua berlari kearah Yan Chen ketika melihat keadaannya yang menghawatirkan.
"Aku tidak apa-apa"ucap Chen dengan mata sayu ketika melihat mereka berlari menghampirinya.
Lalu seketika Chen tidak sadarkan diri.
Zi tang langsung menggendong Chen masuk kedalam rumah dan membaringkannya di atas kasur.
Setelah beberapa saat Chen membuka matanya.
"Ukhhhh.... Dimana ini?"ucap Chen.
Ketika melihat sekeliling nya Chen menghela nafas.
"Hahhhhhh.... Ternyata sudah dikamar" ucapnya.
Chen lalu mencoba berdiri dengan niat untuk membersihkan diri.
Chen berjalan ke arah kamar mandi.
Skip mandi~
Chen mengeluarkan pakaian favoritnya dari dalam cincin penyimpanannya.
Tubuh Chen terlihat lebih berotot dan semakin tinggi. Terlihat rambutnya menjadi semakin panjang dengan wajah seputih giok menambah ketampanannya.
Chen berjalan keluar kamarnya mencari yang lainnya.
Ketika sampai di depan rumah, Chen melihat Xiao Yu sedang duduk.
__ADS_1
Saat Chen ingin menghampirinya, ia mendengar Xiao Yu sedang menangis.
"Ayah.. Ibu.. Yu merindukan kalian.. hikssss !!"ucap Xiao Yu.
Lalu Chen menghampirinya dan duduk disamping Xiao Yu sembari mengelus rambutnya.
"Apakah Yu'er rindu dengan orang tua Yu'er?" Tanya Chen.
"Ahh... Kak Chen?"ucap Xiau Yu kaget karena tiba-tiba Chen menghampirinya.
Chen hanya tersenyum menanggapi nya.
"Iya Yu'er rindu sekali kepada orang tua Yu'er kak Chen.. hiksss...hiksss !!"jawa Xiao Yu sambil menangis.
"Baiklah kalau begitu besok kak Chen akan mengantarmu pulang. Jadi jangan menangis lagi, oke?" Ucap Chen.
"Apakah kak Chen tidak berbohong?"tanya Xiao Yu sambil mengusap airmatanya.
"Ya, kak Chen tidak berbohong"ucap Chen.
"Yeyyyyy...."teriak Xiao Yu kegirangan sambil memeluk Yan Chen.
'Haissss... Anak ini'gumam Chen.
Umur Xiao Yu sudah menginjak usia 11 tahun karena sudah 10 bulan berada dihutan kematian ini dan 2 bulan perjalanan.
Disisi Di Zao dan Xiao Ning.
Mereka terlihat sedang berlatih dibawah bimbingan Zi tang.
Di Zao memiliki tingkatan alam langit-1 dan Xiao Ning memiliki tingkatan alam bumi-5 karena tekad dan usaha mereka serta pelatihan keras yang diberikan Zi tang kepada mereka.
Juga tingkatan tulang mereka sudah berada pada tingkatan Phoenix tingkat perak di bawah Xiao Yu yang sudah memiliki tingkatan tulang Phoenix tingkat berlian karena sering memakan buah apel kristal dan memiliki elemen murni dengan penguasaan sempurna.
Setelah sore mereka kembali masuk ke dalam rumah dan membersihkan diri.
Terlihat diruang tengan sudah ada Zi tang dan Yan Chen yang sedang berbincang sambil meminum teh.
"Apakah kamu sudah berada di tingkatan imortal?" Tanya Zi tang.
"Sudah paman" jawab Chen.
"Apakah kamu sudah membuka alam jiwa mu?"tanyanya lagi.
"Hahh... Alam jiwa? Apa itu alam jiwa paman?" Tanya Chen heran.
"Haisssss....Bocah, apakah kamu tidak tau alam jiwa?"tanya Zi tang.
"Heheheh.... Tidak paman"jawab Chen sembari menggaruk bagian belakang kepala yang tidak gatal.
"Hahhhh.... Alam jiwa ada alam yang berada di dalam jiwa mu dan hanya untuk orang dengan tingkatan alam imortal saja yang memilikinya"jawab Zi tang.
"Oh...."
Chen hanya ber'oh' ria saja.
Chen sudah tahu tapi pura-pura tidak tahu saja. Karena penjelasan alam jiwa dan bagaimana cara membukanya ada di dalam buku dewa semeste pemberian kakek gurunya.
Dan didalam cincin pemberian gurunya banyak sekali kitab-kitab tingkat tinggi yang menggunung.
Chen berniat ketika setelah selesai urusannya, Chen ingin membuat sektenya sendiri.
Mereka berdua bercanda tawa diruangan tengah hingga larut malam.
Satu hari kemudian..
Terlihat Xiao Ning dan Xiao Yu sedang bersiap-siap.
__ADS_1
Tokk..tokk..tokkk.
"Apakah kalian sudah siap?" Tanya orang yang mengetuk pintu.
"Tunggu sebentar..!!" Jawab Xiao Ning.
"Baiklah.. aku tunggu di luar" ucap orang yang mengetuk pintu.
"Iya Chen" jawab Xiao Ning.
Ya, orang yang mengetuk pintu ialah Yan Chen.
Setelah mereka tiba di luar .
"Baiklah saatnya berangkat"ucap Chen.
"Yaaaa....!!" Ucap mereka serempak.
Terlihat Zi tang berubah wujud ke bentuk naganya.
"Apakah paman guru akan ikut mengantar kita?" Tanya Xiao Ning.
"Hahahahah.... Tentu saja aku akan ikut, dan aku akan bersenang-senang disana"jawab Zi tang.
"Dan aku akan membunuh semua orang yang mengusik keluarga muridku" lanjutnya yang terlihat kemarahan di matanya.
'Terimakasih Chen' gumam Xiao Ning sembari melihat kearah Chen.
Chen hanya tersenyum melihat Xiao Ning yang melihat ke arahnya.
Ya, Yan Chen menceritakan masalah Xiao Ning kepada Zi tang ketika malam. Dan Zi tang pun berniat membantunya.
Karena Zi tang sudah bosan tinggal di hutan kematian dan ingin melihat dunia luar lagi.
"Baiklah... saatnya berangkat.!!" ucao Zi tang dengan suara beratnya.
"Yossshhhh...." teriak mereka serempak.
Mereka lalu melompat menuju punggung Zi tang.
Yan Chen yang menggendong Xiao Yu melompat ke atas kepala Zi tang dan mendudukan Xiao Yu di pangkuannya.
Xiao Ning yang melihat itu tersenyum karena kedekatan Yan Chen dengan adiknya..
"ekhemmm... Nampaknya ada yang sedang jatuh cinta disini.." ucap Di Zao meledek.
"A..ahh .. mana ada aku jatuh cinta" ucap Xiao Ning gelagapan..
"Hahahahahahha...." Di Zao tertawa melihat Xiao Ning gelagapan.
"Aku akan mendukungmu dan jangan kecewakan adik ku.. hahaha" lanjutnya.
"emmmm..." jawab Xiao Ning dengan muka memerah.
Zi tang terlihat mengepalkan sayap lebarnya lalu terbang perlahan ke atas...
Tetapi ketika sudah berada diatas.....
(To Be Continue)
...**SEKIAN DULU BACOTAN DARI AUTHOR😂...
...MAAF BARU BISA UPDATE 🙏...
...BARU SELESAI NUGAS😁...
...TERIMAKASIH YANG SELALU MENDUKUNG AUTHOR🙏...
...DAN TERIMAKASIH KARENA SUDAH RELA MEMBERIKAN LIKE UNTUK NOVEL INI😎...
...TERIMAKASIH BANYAK UNTUK KALIAN🙏...
...SAMPAI BERTEMU DI NEXT CHAPTER ...
...SEE YOU GAESSSS**... !!!!...
__ADS_1