
'Jendral, tunggu aku'
gumam Chen sembari berjalan ke arah jendral dengan memegang pedangnya yang sudah berlumuran darah dan tidak lupa ia mengeluarkan aura dewa naganya untuk menekan para prajurit kekaisaran Mo.
\*\*\*
~Disisi kaisar~
Kaisar yang melihat prajurit kekaisaran musuh berantak segera memicingkan matanya dan melihat sosok pemuda yang ia rindukan selama ini sedang mengobrak-abrik pasukan musuh.
'Chen'er, terimakasih' kaisar bergumam.
Lalu tiba-tiba disampingnya muncul Di Zao dan ketiga orang lainnya, yaitu Xiao Ning, Xiao Yu dan Zi tang yang sudah berubah wujud menjadi manusia mengagetkan kaisar dan Yu mei Er.
"Ayah...!! "Ucap Di Zao.
"Salam Yang mulia kaisar" ucap tiga orang lainnya yang ada di belakang Di Zao.
Kaisar yang melihat Di Zao datang dengan orang yang tidak ia kenal terlihat mengkerutkan keningnya.
Di Zao yang mengerti segera memperkenalkan mereka bertiga.
"Ahh... Iya ayah !! Perkenalkan, ini Xiao Ning. Adik kecil ini Xiao Yu dan ini Guru Zi tang"
"Salam semuanya, maaf tidak bisa menjamu kalian" ucap kaisar.
"Tidak usah sungkan begitu kaisar"ucap Zi tang.
"Sepertinya kita memiliki tontonan menarik disini, yang mulia" lanjutnya.
"Hahahaha... "Kaisar hanya tertawa menanggapinya.
'Apakah guru Zao'er memiliki tingkatan yang tinggi, sehingga diriku hanya melihat kegelapan saja' gumam kaisar yang mencoba melihat tingkatan dari Zi tang.
"Hahahaha... Jangan sembarangan memeriksa tingkatan orang yang mulia kaisar" ucap Zi tang.
"Tidak akan ada orang yang bisa mengetahui tingkatan ku selain bocah nakal yang ada di sana"lanjutnya sembari menunjuk Yan Chen.
"Prajurit, kalian lihat kedepan sana" teriak kaisar.
Para prajurit kekaisaran Xin melihat ke arah depan melihat seorang pemuda yang membunuh komandan kekaisaran dengan mudah bergidik ngeri.
"Dia adalah pangeran kekaisaran Xin, Xin Chen. Dengan bantuannya, kita akan memenangkan pertempuran ini" lanjutnya.
(Btw, nama Chen jadi Xin Chen karena udah jadi pangeran kekaisaran, oke?)
"Pasukan semangattttt...!!!" Teriak Di Zao.
Prajurit yang mendengar teriakan dari putra mahkota kekaisaran Xin menjadi begitu bersemangat.
Moral dan tekad mereka semua menjadi meningkat ketika Di Zao memimpin pasukan.
"Guru.." ucap Xiao Ning.
"Emmmmm" Zi tang hanya mengangguk.
"Maaf tuan putri, bisakah aku menitipkan adik ku padamu?" Ucap Xiao Ning.
"Tidak masalah" jawab mei Er.
Xiao Ning langsung berlari menggunakan ilmu meringankan tubuhnya.
"Haisssshhh... Anak-anak nakal ini tidak sabaran sekali" ucap Zi tang lalu menghilang.
__ADS_1
Kaisar begitu kaget ketika melihat Zi tang menghilang dari sampingnya dan muncul di samping Di Zao.
~Kembali ke Yan Chen~
Jendral yang melihat Yan Chen berjalan kearahnya dengan santai tersenyum.
'Akhirnya kamu datang nak' gumam jendral long
Terlihat jendral long akan terjatuh lalu Chen berlari untuk menangkapnya.
"Paman long, bertahanlah" ucap Chen ketika berhasil menangkap Jendral long yang akan terjatuh.
Lalu Yan Chen mengeluarkan pil penyembuhan tingkat legenda atas dari dalam cincin penyimpanannya dan memiliki efektivitas 100% lalu memberikannya kepada jendral long.
Seketika luka dalam dan luar jendral long terlihat membaik dan tenaga dalamnya juga seketika pulih kembali.
"Terimakasih pangeran" ucap jendral long sembari menangkupkan tangannya.
"Hahahaha.. tidak usah sungkan paman" ucap Chen tertawa.
"Mari kita menangkan pertempuran ini, jendral" lanjutnya.
Lalu seketika Chen mendengar teriakan dari arah pasukan kekaisaran Xin.
"Woiiii bocah nakal.... Apakah kamu tidak akan mengajak gurumu untuk bersenang-senang?" Teriak Zi tang.
"Hahahahah.... Maaf kan aku guru"jawab Chen.
'Guru? Apakah dia gurunya pangeran Chen?' gumam jendral ketika mendengar Chen memanggilnya dengan sebutan guru.
Lalu seketika Zi tang menghilang dari tempatnya dan muncul di samping Chen mengejutkan jendral long.
"Hahhh.... Terserah kamu saja. !! Yang penting aku bisa meregangkan otot-otot ku yang sudah sangat pegal ini" jawab Zi tang.
"Baiklah .. sekarang..!!" Ucap Chen.
Lalu Zi tang terbang melayang di udara. Setelah sampai di udara, ia langsung mengeluarkan elemen api abdinya.
Di Zao yang melihat itu seketika menjadi bersemangat.
"Pasukan.... Serangggggg..."
Teriak Di Zao sangat keras dan langsung di respon oleh seluruh prajurit kekaisaran Xin.
'Huuuuuuaaaaaaaa'
'Maaaaaajjjjjjuuuuuuuuu'
Teriak semua prajurit kekaisaran Xin.
Bang!
Bang!
Pasukan musuh langsung kalang kabut melihat serangan itu.
Jendral musuh beserta komandannya terlihat kebingungan, dari depan pasukan musih terus menekan sedangkan dari tengah ke belakang pasukan mereka dibantai oleh Chen dari bawah dan Di Zao dari atas.
Chen layaknya dewa kematian yang terus membunuh pasukan musuh.
~Disisi kaisar kekaisaran Mo~
__ADS_1
Kaisar Mo kaget ketika melihat pasukannya di gempur habis-habisan dari atas dan bawah.
Ia tidak menyangka, kekaisaran Xin uang dianggapnya lemah ternyata memiliki seseorang dengan tingkatan imortal.
Dia belum tahu saja bahwa Zi tang yang terlihat terbang itu tingkatannya sudah berada jauh diatas imortal.
Ketika ia melihat kearah Chen, lalu memerintahkan jendral untuk membunuh Chen.
"Jendral segera bunuh bocah itu"teriak sang kaisar kekaisaran Mo.
"Baik laksanakan yang mulia"jawab jendral kekaisaran Mo.
Jendral terus memberikan komandonya kepada pasukan kekaisaran Mo. Ia tidak menyangka bahwa kemenangan yang sudah ada di depan mata, dihancurkan oleh kedatangan seorang pemuda.
"Arrrggghhhh.... Bocah!! Akan ku bunuh kau" teriak jendral kekaisaran Mo marah.
Ia berlari tanpa takut menuju ke arah Chen.
Namun belum sampai ia dihadapan Chen, sang jendral sudah hangus terbakar oleh api.
"Akkhhhh...!!! Guruuuuuu.. kenapa kamu merusak dan mengambil bagianku?" teriak Chen ke arah Zi tang
"Upssss.... Maafkan gurumu mu ini bocah..... hahahahah!! Ucap Zi tang tanpa dosa.
Jendral long yang melihat tingkah guru dan murid ini hanya menggelengkan kepalanya saja.
Chen langsung mengeluarkan jurus raungan dewa naganya dan Zi tang pun tidak mau kalah dan langsung mengeluarkan jurus yang sama tapi dengan energi yang lebih besar dari pada Chen.
'Roaaaarrrrrrrrr'
'Roaaaaaaaaaaarrrrrrrr'
Suara raungan tersebut terdengar ke segala penjuru pasukan kekaisaran Mo dan mereka yang mendengarnya langsung mengeluarkan darah dari dalam telinganya lalu tumbang karena energi yang keluar dari jurus itu.
Ya, Chen Dan Zi tang hanya memisatkan jurus itu kepada pasukan musuh, sehingga pasukan kekaisaran Xin tidak terluka sama sekali.
Kaisar kekaisaran Xin yang melihat pasukan musuh perlahan tumbang pun tersenyum.
Di Zao menghampiri Chen yang sedang mengamuk..
"Apakah kamu tidak akan menyisakannya untuk kakak mu ini?"tanya Di Zao ketika sudah ada disamping Chen.
"Haishhhhh... Selalu saja ada orang yang mengganggu kesenangan ku" jawab Chen.
"Aku akan menunggu saja bersama ayahanda."ucap Chen lemas.
"Jangan kecewakan aku" lanjutnya sembari menepuk pundak Di Zao.
"Yossshhhhh.... Saatnya giliranku !!!" ucap Di Zao semangat.
"Jurus elemen kayu dan api: hujan pedang."
Seketika diatas langit terlihat ribuan pedang yang terbuat dari kayu dan begitu tajam mengarah kearah pasukan musuh.
"Seraaaannngggg.!!!" Teriaknya.
Lalu pedang itu pun meluncur cepat kearah pasukan musuh yang berada dibawahnya.
Pedang tersebut berhasil menembus zirah pasukan musuh dengan mudah karena dialiri dengan elemen api yang dapat melelehkan baja sekalipun.
(To Be Continue)
**Segitu dulu ya cerita nya..
Entar di lanjut lagi. Oke?
See you next chapter...😁😁**
__ADS_1