Kultivator Dewa Pedang Ada Di Bumi

Kultivator Dewa Pedang Ada Di Bumi
10. PANGERAN BARU


__ADS_3

'tok..tok..tok !'


Yan Chen pun bangun dari istirahatnya lalu membuka pintu.


Terlihat seorang pelayan berdiri didepan pintu.



\*\*\*



"Maaf tuan muda. Tuan muda ditunggu oleh kaisar di ruang makan" ucap pelayan.



"Baiklah.. tunggu sebentar. Saya akan siap-siap terlebih dahulu" ucap Yan Chen.



Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya Chen berjalan menuju ruang makan diantar oleh sang pelayan.



Di meja makan hanya ada kaisar, permaisuri dan Di Zao. Sedangkan Yu mei Er saat ini sedang ada di sekte karena ia murid salah satu tetua sekte disana.



"Hormat kepada kaisar serta keluarga" ucap Chen menangkupkan tangannya.



"Hahahah... Tidak usah sungkan begitu nak Chen" ucap kaisar.



"Silahkan duduk nak Chen.. Kita makan dulu bersama" ucap permaisuri.



"Terimakasih permaisuri" ucap Chen lalu duduk.



Merekapun akhirnya makan dengan khidmat tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.



"Ohiya nak Chen.. Kemana tujuanmu sebetulnya?" Tanya permaisuri



"Hamba hanya mengikuti kata hati saja permaisuri"jawab Chen.



"Lantas dimanakah kedua orang tua mu?"lanjut permaisuri.



"Orang tua ku.. orang tua ku terbunuh saat terjadi penyerangan di desaku bersama dengan warga desa yang lainnya. Yang selamat hanya aku sendiri, karena ketika melihat orang tuaku dibunuh aku pun berlari sekuat tenaga tanpa arah dan tujuan" jawab Chen terlihat mengepalkan tangannya dan menahan airmatanya.



Kaisar, permaisuri, dan Di Zao yang mendengar cerita itu ikut merasakan kesedihan yang mendalam.


Mereka saling tatap dan mengangguk bersama.



Permaisuri mendekat ke arah Chen, lalu memeluknya.



"Maaf sudah membuatmu mengingat kembali masa kelam mu nak" ucap permaisuri.



"Hiksss ... Tidak apa-apa permaisuri" ucap Chen sambil mengusap air matanya.



Ya, sekuat apapun Chen, dia masihlah anak kecil yang membutuhkan kasih sayang orang tuanya.



"Chen.. apakah kamu mau menjadi adik ku?" Ucap Di Zao yang membuat permaisuri tersenyum ke arak Chen.



"Saya tidak pantas menjadi adik pangeran. Saya hanya anak rakyat kecil pangeran"ucap Chen.



Sikap seperti itulah yang membuat kaisar dan permaisuri ingin mengangkat Chen sebagai anaknya. Sikap selalu rendah hati dan sopan.



"Kamu sangat pantas menjadi anak kami Chen" ucap kaisar.



"Ayolah... !! Apakah kamu tidak mau menjadi adikku yang tampan ini?" Ucap Di Zao bercanda dengan wajah memelas.



"Baiklah saya mau" ucap Chen sambil menunduk pasrah.



"Yoshhh..!!! Mulai sekarang panggi aku kak Zao" ucap Di Zao senang karena memiliki adik laki-laki meskipun bukan adik kandung.



"Mulai sekarang jangan panggil kami kaisar dan permaisuri" ucap kaisar



"Panggil kami ayahanda dan ibunda" lanjutnya.



"Terimakasih ka.. ayahanda, ibunda"ucapnya sambil bersujud dihadapan kaisar dan permaisuri.



Ia bersyukur memiliki keluarga yang baik seperti ini dan ia juga bertekad akan menjaga keluarga barunya ini dengan segenap kemampuan yang ia miliki.



"Sudah.. sudah nak. Tidak usah seperti itu"ucap permaisuri.



"Lebih baik sekarang kamu kembali beristirahat terlebih dahulu untuk acara besok yaitu mengumumkan dan memperkenalkan dirimu kepada penduduk ibukota kekaisaran"lanjutnya.



"Baiklah.. terimakasih ibunda. Chen mohon pamit" jawab Chen.



\*



Setelah Chen kembali ke kamarnya, ia memutuskan untuk bermeditasi untuk menambah energi Qi nya.


Ia pun duduk bersila dipinggir kasurnya.



Ia memfokuskan pikirannya lalu menggunakan ilmu pernafasan dewa naganya untuk menyerap dan mengisi energinya dan ia juga memakai ilmu pelindung dewa naganya supaya tidak terjadi hal yang tak terduga.


__ADS_1


Ketika ia sedang fokus, ia merasakan dirinya akan naik tingkat ke alam kaisar -6 dan..



Booooommmm...


Terdengar ledakan terendam didalam tubuh Yan Chen yang menandakan bahwa ia telah naik tingkatan.



Ia pun melanjutkan meditasinya untuk menguatkan pondasinya.



(Skip malam)



Tak terasa matahari sudah mulai menampakan diri dan menyinari wajah Chen yang sedang bermeditasi.



Chen pun bangun dan melakukan peregangan badan karena semalaman ia hanya duduk bermeditasi.



Setelah selesai melakukan peregangan, Chen berjalan menuju ke arah kamar mandi untuk membersihkan dirinya.



Seperti biasa di dalam kamar mandi Chen bernyanyi..



"JANGANKAN DIRIKU.... SEMUTPUN KAN MATI... BILA TERLALUUUU.... DINGIN BEGINI... SYALALALALA ..SYALALALA"๐Ÿ˜๐Ÿ˜



(Skip mandi)



Setelah selesai mandi, Chen pun mengeluarkan pakaian kebanggaan nya dari dalam cincin pemberian gurunya lalu ia memakainya.



Baju berwarna biru satu set dengan cenalanya serta jubah putih dibelakangnya terdapat lambang naga menjadikan pakaian itu sebagai pakaian favorit Chen.



Tidak lupa ia mengikat rambut panjangnya yang berwarna hitam keperakan dan masih dengan bola mata berwarna putih dengan warna biru ditengahnya menambah ketampanan Yan Chen, serta menambah unsur kedamaian ketika orang melihatnya.



Tiba-tiba terdengar seorang pelayan yang mengetuk pintu



~tok..tok..tok~



"Tuan muda.. anda ditunggu oleh kaisar di ruangan makan" kata pelayan.



"Iya tunggu sebentar . . Saya akan kesana" ucap Chen.



"Hamba mohon pamit tuan muda" ucap pelayan lalu pergi.



Lalu Yan Chen keluar dari kamarnya pergi menuju ruang makan.



Sesampainya di ruang makan, terlihat sudah ada kaisar, permaisuri dan juga Di Zao.




"Maaf menunggu terlalu lama ayahanda, ibunda dan kak Zao" ucap Chen



Mereka bertiga tersenyum ketika mendengar Chen berbicara seperti itu.



"Tidak apa-apa nak. Belum terlalu lama juga" ucap permaisuri tersenyum.



"Baiklah.. Saatnya makan" ucap Di Zhao



Merekapun makan bersama tanpa sepatah kata yang keluar dari mulut mereka.



(Skip makan)



"Ohiya Chen'er.. ditingkatan apa sekarang kultivasimu?" Tanya kaisar.



"Sekarang tingkatan ku sudah berada di alam kaisar -6 ayahanda... Heheheh !!" Balas Yan Chen sambil menggaruk belakang kepala yang tidak gatal.



"Apaaaaa.....??" Kaget mereka bertiga serempak mendengar pernyataan dari Yan Chen.



'anak yang usianya baru menginjak 17 tahun sudah berada di tingkatan alam kaisar-6. Dia tidak pantas disebut jenius, melainkan monster kultivasi' batin mereka bertiga.



Ya, di kekaisaran Xin. Anak usia 17 yang dianggap jenius berada di tingkatan pengumpulan Qi-5, itupun murid sekte.



Sedangkan Yan Chen yang bukan murid sekte sudah mencapai tingkatan alam kaisar-6.


Mungkin ketika mereka yang dianggap jenius mendengarnya, mereka akan langsung mati bunuh diri wkwkwkw.



Itu disebabkan karena Yan Chen memiliki dantian suci dan mencakup semua elemen. Dan berkat bimbingan dari Yao Zhi si dewa pedang dan Zi tang sang dewa naga ya jadi seperti ini lah.



"Chen baru tadi malam naik tingkat.. heheheh"jawab Chen sambil tertawa.



"Beruntungnya kami memilikimu Chen'er" ucap kaisar



"Hahahahah .... Ternyata adik ku sangat kuat.. !! Aku jadi iri" ucap Di Zao.



"Hehehe.. kakak juga bisa menjadi kuat seperti ku suatu saat asal rajin berlatih saja" ucap Yan Chen



"Hahahah.. ternyata adik ku pintar menyeramahi" ucap Di Zao sambil bercanda.

__ADS_1



Seketika ruangan makan yang tadinya sepi berubah menjadi ruangan yang penuh dengan tawa canda karena kehadiran Yan Chen.



Para pelayan pun merasa heran ketika mendengar tawa canda itu. Sebab mereka belum pernah mendengar keluarga kaisar bercanda tawa seperti itu selama ini.



"Baiklah.. karena hari sudah siang. Saatnya kita berangkat menuju alun-alun kota"ucap kaisar.



"Baik ayahanda" ucap Chen dan Di Zao.



Merekapun berangkat menuju alun-alun kota menggunakan kereta kuda kekaisaran dan dikawal oleh beberapa prajurit yang di pimpin jendral long.



Setelah sampai di alun-alun kota, disana sudah terlihat banyak penduduk kekaisaran sudah berkumpul untuk melihat pangeran baru mereka. Terlihat juga di kursi-kursi podium sudah diduduki oleh para mentri dan bangsawan serta ketua sekte di kekaisaran Xin.



Terlihat kaisar dan keluarganya menduduki kursi khusus dan terlihat juga seorang wanita cantik dengan kulit putih mulus bagai bidadari.


Ya, siapa lagi kalau bukan putri kekaisaran Yu mei Er.



"Salam ayahanda dan ibunda" ucapnya.



"Hahaha.. ternyata adik kakak tambah cantik" ucap Di Zao mengoda.



"Kakakkkkkk. !!! " Jawab Yu mei Er malu.



"Ohiya.. perkenalkan dia kakak mu yang baru" lanjut Di Zao.



"Haloo.. perkenalkan nama ku Yan Chen"ucap Chen memperkenalkan diri.



"Hallo... Nama ku Yu mei Er" jawab mei Er dingin.



Kaisar dan permaisuri yang melihat tingkah putrinya tersebut hanya tersenyum.


Itu terlihat biasa, sebab Yu mei Er belum terlalu mengenal Yan Che dan Yan Chen pun tidak terlalu mempermasalahkannya.



Dooooonnggg....



Terdengar bunyi gong dipukul untuk menandakan dimulainya acara.


Terlihat semua orang penasaran siapa yang menjadi pangeran baru mereka.



"Baiklah... Acara perkenalan pangeran segera dimulai"ucap jendral long sebagai oembawa acara.



Wwwuuuuhhhhhhh !!!


Terdengar riuh suara dari para penduduk ibukota kekaisaran yang hadir.



"Dipersilahkan kepada kaisar untuk memberikan sambutan" ucap sang jendral.



"Baiklah.. para hadirin sekalian,acara ini kami buat untuk memperkenalkan pangeran baru kekaisaran Xin kepada kalian semua. Maka sambutlah pangeran baru kalian" ucap kaisar sambil berdiri dari kursinya lalu duduk kembali.



Terlihat Yan Chen berjalan ke atas podium sembari tersenyum.



Terdengar suara bisik-bisik penduduk dari bawah.



'apakah dia pangeran baru kita?" Ucap salah satu penduduk.



"Dia tidak memiliki tingkat kultivasi, dia tidak pantas menjadi pangeran"jawab yang lainnya.



Yan Chen hanya tersenyum mendengarkan bisik-bisik dari mereka.



"Halo semuanya... Perkenalkan nama saya Yan Chen. Semoga kalian menerimaku menjadi pangeran kekaisaran Xin ini"ucapnya sembari tersenyum sambil menangkupkan tangannya.



"Dasarrr pangerann lemahhhh. Kamu tidak pantas menjadi pangeran.. !!!"


Teriak salah seorang penduduk.



"Ya, kamu tidak pantas menjadi seorang pangeran" teriak penduduk yang lain.



Banyak penduduk kekaisaran yang mencela Yan Chen karena mereka tidak bisa melihat tingkatan kultivasinya.



Chen sendiri hanya tersenyum mendengarnya.



Terlihat dari arah kerumunan penduduk tersebut, beberapa orang senunjukan gelagat yang tidak biasa.



"Baiklah.. sekarang saatnya beraksi.. bunuh pangeran itu" ucap pemimpin kelompok tersebut.



"Baiklah.. demi kekaisaran Mo" jawab yang lainnya sambil memakaikan topeng pada wajahnya.



(To Be Continue)



MOHON MAAF APABILA ALURNYA SEDIKIT MEMBOSANKAN๐Ÿ™


MOHON MAAF JUGA APABILA ADA SALAH KATA MOHON DI MAKLUM YA HEHEHH !!๐Ÿ˜


'Aku masih pemula' bisik author๐Ÿ˜


Jangan lupa like dan sarannya !!

__ADS_1


jangan lupa sahur !!


See you next chapter gaessss !!


__ADS_2