
"Apakah benar, paman Zi?" tanya Chen.
"Ya, aku tidak mungkin salah. Coba saja cek sendiri" jawab Zi tang.
"Baiklah.. aku percaya" ucap Chen.
\*\*\*
"Kak, ini permennya" ucap anak kecil itu.
"Baiklah... Ini uangnya" ucap Chen.
Chen memberikan 1keping koin emas.
"Kak.. ini terlalu banyak.." ucap anak kecil itu.
"Tidak apa-apa. Ambillah.." ucap Chen.
"Te...terimakasih kak. Berkat kakak, aku bisa membawa ibuku berobat... Hiksss...hiksss.."
Anak kecil penjual permen itu menangis tersedu-sedu.
"Apakah aku bisa melihat kondisi ibumu?" Tanya Chen.
"A...apakah kakak seorang tabib?" Tanya anak kecil itu.
"Bisa di bilang seperti itu" jawab Chen.
"Baiklah.. mari ikuti aku kak" ucap anak kecil itu sembari mengusap air matanya.
"Baiklah... Ayo paman Zi" ucap Chen.
Mereka bertiga pun berjalan melewati wilayah pasar menuju rumah anak kecil itu.
"Siapa nama mu adik kecil?" Tanya Chen
"Nama ku Liong da, kak" ucap anak kecil itu.
"Kalau kakak?" Tanya nya.
"Aku Chen dan ini paman Zi" jawab Chen.
Beberapa menit mereka berjalan, didepan mereka terlihat rumah sederhana.
"Maaf kak, rumahnya jelek" ucap Liong da.
"Tidak apa-apa" ucap Chen.
"Baiklah kak.. mari masuk" ucap Liong da.
Mereka pun berjalan memasuki rumah Liong da.
"Beginilah kak keadaan rumah ku" ucap Liong da.
"Sudah.. Tidak apa-apa. Itu tidak jadi masalah untuk kami" ucap Chen.
Rumah Liong da terlihat miris. Atap yang bolong dengan dinding kayu yang lapuk dan isinya juga hanya ada 2 kursi dan meja.
(Kalian bisa membayangkannya sendiri)
"Disana kamar tidur ibu ku. Mari kak" ucap Liong da.
Mereka berjalan menuju kamar ibunya Liong da.
Liong da membuka tirai penutup yang menjadi penghalang kamarnya karena tidak memakai pintu.
Ketika mereka masuk, Chen dan Zi tang melihat seorang seorang perempuan berusia kira-kira 40 tahun terbaring lemas beralaskan kasur lantai yang lapuk.
"Beginilah keadaan ibuku semenjak 1 tahun." Ucap Liong da terlihat sedih ketika melihat kondisi ibunya.
__ADS_1
"Kamu tenang saja. Aku akan berusaha sebisa mungkin untuk menyembuhkan ibu mu." Ucap Chen.
"Baiklah... Aku akan memeriksanya terlebih dahulu" lanjutnya.
Chen memegang tangan ibunya Liong da lalu mengedarkan indra spiritualnya.
'Racunnya sudah menjalar keseluruh tubuh' gumam Chen.
Chen lalu melepaskan tangannya.
"Bagaimana kak Chen kondisi ibuku?" Tanya Liong da.
"Tidak apa-apa. Kamu tenang saja" ucap Chen berbohong karena tidak ingin membuat liong da semakin sedih.
"Paman Zi tolong bantu salurkan energi mu" lanjutnya.
Chen mengeluarkan pil penyembuhan tingkat atasnya yang tersimpan didalam cincin penyimpanannya lalu Chen mendudukkan tubuh perempuan itu.
Ia lalu memasukan pil itu kedalam mulut ibunya Liong da.
Zi tang lalu duduk dibelakang nya dan menyentuk punggung ibunya Liong da untuk menyalurkan energi membantu proses penyerapan pil.
Terlihat raut wajah perempuan itu mengernyit menahan rasa sakit.
"Apakah ibu ku akan baik-baik saja, kak?" Tanya Liong da sedikit khawatir.
"Ibumu akan baik-baik saja" jawab Chen.
Setelah beberapa saat, ibunya Liong da memuntahkan cairan hitam kental yang banyak.
Oeeeekkkkkk..... Uwooooo....... !!!
"Ibuuuu...." Teriak Liong da ketika melihat ibunya memuntahkan banyak cairan hitam.
"Hikssss.....hiksssss... Tapi aku khawatir kak" ucap Liong da sembari menangis.
"Tidak apa-apa.. ibumu akan baik-baik saja setelah itu. Percayalah..." Ucap Chen meyakinkan.
"Sudah... Jangan menangis lagi" lanjutnya.
"Baiklah kak.." ucap Liong da.
Terlihat Zi tang menyudahi kegiatannya dan membaringkan kembali tubuh ibunya Liong da.
"Bagaimana paman Zi..?" Tanya Chen.
"Dia akan sadar setelah beberapa saat dan racunnya juga sudah keluar. Jadi tenang saja" ucap Zi.
"Baiklah... Biarkan ibumu beristirahat. Kita tunggu diluar saja" ucap Chen.
"Baik kak.." ucap Liong da.
Mereka bertiga pun akhirnya keluar dari kamar menuju ruangan tengah.
Matahari terlihat sedikit lagi akan berada diatas kepala.
"Kemana ayah mu Liong'er?" Tanya Chen ketika ia tidak melihat ayah Liong da sama sekali.
"Ayah ku meninggalkan kami 2 tahun yang lalu" jawab Liong da sembari mengepalkan tangannya dan terlihat matanya memancarkan kemarahan yang mendalam.
"Ayahku menikah lagi dengan perempuan lain dan mengambil semua harta simpanan ibu" lanjutnya.
"Dasar ayah yang berengsek.." ucap Chen.
"Liong'er... Apakah ada tamu?"
__ADS_1
Terlihat seorang perempuan yang membuka tirai kamar.
"Ah... Ibu? Apakah sudah tidak apa-apa?" Ucap Liong da sembari berlari kearah ibunya.
"Iya ibu sudah baikan, nak" jawab ibunya Liong da.
"Ah iya bu.. perkenalkan ini kak Chen dan yang ini paman Zi" ucap Liong da memperkenalkan Chen dan Zi tang.
"Salam bibi.." ucao Chen berdiri lalu menangkupkan tangannya.
Zi tang tidak berbicara. Ia hanya menangkupkan tangannya.
"Bu... Mereka yang mengobati luka ibu. Mereka sangat baik sekali bu" ucap Liong da.
"Terimakasih sudah mau mengobati perempuan ini" ucap Ibunya Liong da.
"Ohiya perkenalkan nama saya Yuan lin" lanjutnya.
"Salam kenal bibi Yuan" ucap Chen.
"Baiklah.. Liong'er tolong ambilkan minum untuk tamu kita ini" ucap Yuan lin.
"Baik bu... Tunggu sebentar" jawab liong da lalu pergi ke dapur untuk mengambil minum.
'Paman Zi, aku ingin mereka berdua tinggal bersama ku di dunia batin ku dan sekalian bisa melatih Liong da disana' ucap Chen melalui telepati.
'Apakah kamu yakin?'tanya Zi tang melalui telepati.
'Ya, aku sangat yakin. Aku mohon paman membantu melatihnya' lanjut Chen.
'Baiklah jika itu keputusan mu. Aku setuju saja' balas Zi tang.
"Bibi, apakah bibi tau kondisi yang di alami oleh Liong da?" Tanya Chen kepada Yuan lin.
"Maksud tuan?" Tanya Yuan lin kepada Chen.
"Begini... Kondisi tubuh Liong da memiliki 3 unsur elemen. Kondisi seperti itu sangat jarang dan langka didunia ini." Jelas Chen.
"Apakah benar demikian, tuan?" Tanya Yuan lin.
"Ya, dan jika orang lain tau kondisi Liong da, maka Liong da akan jadi rebutan. Itu sangat berbahaya untuk kalian berdua. Terlebih orang dari aliran hitam akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya" ucap Chen.
"Jadi apa yang harus aku lakukan sekarang, tuan?" Tanya Yuan lin.
"Aku ingin kalian berdua ikut tinggal bersamaku. Semua kebutuhan kalian serahkan saja kepada ku. Dan Liong da juga akan dilatih oleh paman Zi nantinya. Tentu saja kalian akan aman bersama kami. Bagaimana, apakah kalian mau ikut?" Tawar Chen.
"Bibi sih terserah Liong da saja.." ucap Yuan lin.
Liong da telihat membawa nampan yang diatasnya gelas berisi air keluar dari dapur menuju ruang tengah.
"Ini kak Chen, paman Zi airnya" ucap Liong da sembari meletakan gelas dimeja.
"Silahkan diminum airnya" ucap Yuan.
"Maaf . Kami tidak punya apa-apa untuk dihidangkan" lanjutnya.
"Terimakasih... Tidak apa-apa bi, tidak usah repot-repot" ucap Chen.
"Liong'er, apakah kamu mau ikut dan tinggal bersama tuan Chen?" ucap Yuan lin.
"Aku...."
"**AKU** **LANJUTIN NANTI YA CERITANYA :)" Ucap Author
See you gaesss......!!!!
__ADS_1
Byebye**....!!!