Kultivator Dewa Pedang Ada Di Bumi

Kultivator Dewa Pedang Ada Di Bumi
05. PERJALANAN PERTAMA


__ADS_3

***


"Keluarkan semua kekuatan yang kamu miliki bocah !!" teriak Zi tang.


"Terimalah ini... !!!! Jurus Dewa Naga Mengoyak Semesta" teriak Yan Chen.


Zi tang tersenyum dan hanya berdiam diri di tempatnya.


Ketika jurus Yan Chen hanya tinggal beberapa senti dari tubuh Zi tang, ia hanya mengelak dengan santainya dan alhasil jurus tersebut meluncur ke arah air terjun yang ada di belakang Zi tang dan


Boooooommmmmm !!!


Tebing air tersebut luluh-lantah terkena jurus mengerikan yang di keluarkan Yan Chen.


Setelah bertukar beberapa jurus akhirnya Yan Chen terlihat kelelahan.


"haahhh... haaaahhh..!!" Yan Chen terlihat lemas karena ia memasukan 70% energinya kedalam jurus itu.


"Dengan tingkatan mu yang sekarang, kamu tidak akan bisa mengalahkan ku bocah" Ucap Zi tang.


"Teruslah berlatih lebih giat lagi. Dan sekarang waktunya kamu berkelana untuk menambah wawasan dan pengalaman" lanjut Zi tang.


"Yah mungkin besok aku akan memulai perjalanan ku"ucap Yan Chen.


" Baiklah.. Beristirahatlah dan pulihkan energi. Dan ingat !! Belajarlah ilmu alkemis yang ada didalam kitab pemberian guru mu. Itu akan berguna suatu saat nanti" Zi tang mengingatkan Yan Chen untuk berlatih ilmu alkemis sebab alkemis didunia ini sangat dibutuhkan kan di hargai keberadaannya.


"Baik dewa naga. Terimakasih sudah mengingatkan" ucap Yan Chen sambil mencoba duduk bermeditasi untuk memulihkan energinya.


*


Keesokan harinya Yan Chen sedang bersiap-siap untuk melakukan perjalanan pertamanya.


Selama 11 tahun Yan Chen tidak melihat dunia luar sebab berlatih di hutan kematian bagian inti, akhirnya Yan Chen sebentar lagi akan melihat perubahan dunia.


" Bocah ! sudah saatnya kamu berkenala. Ingat berjalanlah di jalan kebaikan dan tumpaslah kejahatan. Bantulah orang yang sekiranya membutuhkan pertolongan, jangan sombong dengan yang kamu miliki sekarang dan tetaplah rendah hati" ucap Zi tang menasehati.


"Baik. aku akan selalu mengingat kata-kata mu dewa naga. Terimakasih" balas Yan Chen.


"Segeralah berangkat"


"Baik dewa naga. Sampai jumpa kembali !!" ucap Yan Chen sambil melangkahkan kaki dan melambaikan tangannya.


'Haisssh anak ini. Semoga kamu baik-baik saja bocah' batin dewa naga.


Sementara itu Yan Chen sedang berjalan mengikuti kata hatinya karena ia tidak mempunya arah dan tujuan.


"la...lalala...lalala...lalalala...lalala... Tik..tik..tik.. bunyi padi diatas genting....


Wanginya turun.... tidak terkira....

__ADS_1


Cobalah teman.... coba bayangkan...


Semua manusia... makan semua... hooooooo"


Yan Chen berjalan sambil bernyanyi dengan tangan berada di belakang kepalanya.


Tidak ada yang menghalangi perjalanannya sebab Yan Chen mengeluarkan sedikit aura dewa naga dan itu membuat tidak ada yang berani mendekatinya.


Ketika sudah berada di bagian luar hutan kematian, Yan Chen mendengar suara orang yang sedang melakukan pertempuran.


'Siapa yang sedang berkelahi? lebih baik aku pergi melihatnya' bantin Yan Chen


Yan Chen mengikuti suara pertempuran tersebut dan akhirnya Yan Chen melihat 5 orang dengan memakai


baju zirah lengkap 1 berwarna merah dan 4 berwarna perak dengan pedang dan tombak di tangannya sedang kelawalahan melawan 10 orang berbadan kekar dan berwajah sangar.


Ya, meraka adalah pasukan pengawal kekaisaran Xin sedang mengawal perjalanan pulang sang pangeran dan terlihat ada bendera kekaisaran Xin di atas kereta yang sedang di kawal prajurit tersebut.


"Cepat bawa pangeran dan tinggalkan tempat ini" teriak salah satu orang yang memakai zirah berwarna merah.


"Ta..tapi jendral...!!!" jawab salah satu prajurit.


"Cepat...!! ini perintah" bentak sang jendral.


"Hahaha...! tidak akan ku biarkan kalian keluar hidup-hidup di tempat ini" ucap sang pemimpin kelompok berwajah sangar.


Mereka adalah kelompok bandit kelelawar hitam. Semua anggota kelompok tersebut memiliki ciri tato kelelawar di tangan kirinya .


(Kembali ke pertempuran)


"Serahkan pangeran mu itu kepadaku atau kalian akan merasakan siksaan yang tidak bisa kalian bayangkan" ancam pemimpin kelompok kelelawar hitam.


"Cihhh...!! lebih baik aku mati dari pada mengikuti keinginan mu brengsekkk !!!" jawab jendral.


"Terima ini.. hiiiiaaaattt" sang jendral maju melakukan serangan.


"Hahaha.... orang yang akan mati hanya akan sia-sia melakukan penyerangan" ucap pemimpin kelompok kelelawar.


"Kalian cepat habisi dan bunuh jendral tidak berguna itu" titah nya kepada yang lain.


Tapi alangkah sial nasib mereka. ketika akan maju menyerang sang jendral, tiba-tiba mereka merasakan kepala mereka sudah terlepas dari tempatnya.


Jendral beserta prajurit yang lain nya yang melihat kepala terlepas dari tempatnya terkejut akan kejadian itu. Bukan tanpa sebab, orang-orang yang terbunuh itu memiliki tingkatan alam bumi -5 dan mereka mati hanya sekali serang.


Sedangkan disisi pemimpin kelelawar hitam bersikap waspada dan terlihat marah atas kejadian itu.


'Siapa yang melakukanya' batin pemimpin kelelawar hitam dengan memasang sikap waspada.


Siapa yang membunuh mereka?

__ADS_1


( Ya siapa lagi kalau bukan jagoan kita Yan Chen) jawab author😁


"Sialannnnnn.. keluar kau pengecuttt !!! beraninya bersembunyi" teriak sang pemimpin marah.


'wuuuuuussssshhhh !!


Yan Chen tiba-tiba muncul disamping sang jendral.


Sang jendral terkejut bukan main sebab tidak merasakan hawa keberadaannya.


(Sebelumnya)


Yan Chen yang sedang memperhatikan pertempuran tersebut sambil berdiam diri di salah satu pohon tidak jauh dari tempat pertempuran dan menghilangkan hawa keberadaannya.


Yan Chen yang melihat jendral itu terdesak meskipun sang jendral memiliki tingkatan alam bumi -6 tetapi ketika sudah terluka parah dan satu lawan sembilan tetap akan kalah


Akhirnya Yan Chen membantunya dengan mengeluarkan 30% energi qi untuk membunuh 9 orang yang akan menyerang sang jendral.


Dan alhasil 9 orang itu copot palanya wkwkwkw😁


(Kembali ke pertempuran)


"Apakah paman tidak apa-apa?" tanya Yan Chen.


"Tidak apa-apa. Terimakasih" jawab jendral sambil memegang dadanya dan darah yang mengalir di sudut bibirnya


'Tidak apa-apa matamu.. Luka mu parah' batin Yan Chen ketika melihat keadaan sang jendral.


"Oiii bocah... beraninya kamu membunuh anak buahku" ucap pemimpin kelompok kelelawar hitam sambil menahan kemarahannya.


"Jangan panggil aku bocah paman... namaku Yan Chen. Dan kenapa kalau aku berani membunuh semut- semut itu paman?" jawab Yan Chen sambil meledek pemimpin itu.


" Aaaaahhhhhkkkk !! Dasar bocah bau kecur. Terima ini !!" ucap pemimpin itu sambil berlari ke arah Yan Chen.


Pemimpin itu memiliki tingkatan alam bumi -7, jadi tidak akan masalah untuk Yan Chen yang memiliki tingkatan jauh diatasnya.


"Jurus Kapak Penghancur Gunung" teriak pemimpin itu.


Ketika jarak Yan Chen 1 meter dengan pemimpin itu, Yan Chen mengeluarkan 10% aura dewa naga nya yang seketika membuat sang pemimpin yang berlari menyerang Yan Chen jatuh berlutut menahan aura yang dikeluarkan Yan Chen.


' Sial... bocah ini sangat kuat. Bahkan auranya saja mampu menekanku yang berada di alam bumi -7 sampai begini' gerutu sang pemimpin kelelawar hitam.


(To Be Continue)


MOHON MAAF APABILA ALURNYA SEDIKIT MEMBOSANKAN.


DAN MOHON MAAF BILA ADA SALAH KATA MOHON DI MAKLUM YA HEHEHH !!


'Aku masih pemula' bisik author😁

__ADS_1


Jangan lupa kritik dan sarannya !!


See you gaessss !!


__ADS_2