
Di aula istana, kaisar beserta pangeran, Yan chen, para mentri, kepala keluarga bangsawan, dan ketua sekte rajawali emas dan lotus merah sedang mengadakan pertemuan.
\*\*\*
"Apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya kaisar.
"Sebaiknya kita memperketat wilayah perbatasan yang mulia kaisar" jawab menteri pertahanan.
"Iya yang mulia. Kita harus memperketat wilayah perbatasan dengan kekaisaran Mo"timpal yang lainnya.
"Baiklah... Untuk sekarang kita hanya bisa memperketat penjagaan wilayah perbatasan"ucap kaisar.
"Jendral.. kirim pasukan untuk memperketat penjagaan"lanjutnya.
"Siap.. laksanakan yang mulia"jawab jendral long memberi hormat.
"Baiklah,, pertemuan kali ini dicukupkan sampai disini dulu. Silahkan kembali ke tempat masing-masing" ucap kaisar.
"Baiklah.. kami mohon undur diri yang mulia"ucap mereka serempak sambil membungkuk memberi hormat.
Setelah mereka semua pergi dari ruangan aula yang hanya menyisakan kaisar Xin Rou saja.
'haishh.. sungguh lelahnya menjadi kaisar'batin kaisar sambil berjalan keluar ruangan.
(kembali ke Yan Chen)
\*
Setelah berada di kamar, Yan Chen merebahkan dirinya.
'hahhhh... lelahnya hari ini' ucap Chen.
Yan Chen pun tertidur pulas dan bermimpi.
"Dimana aku ini?. Bukahkan aku tadi sedang dikamar"ucap Chen kaget karena dirinya berada di ruangan yang seluruhnya berwarna putih.
"Hahahahahhh.... Sudah lama aku menunggumu disini wahai anakku !!"
Yan Chen yang mendengar suara tersebut kaget kerena tidak melihat adanya orang, hanya mendengar suaranya saja.
"Siapa kamu? tunjukan dirimu"ucap Chen bergetar ketakutan.
Tiba-tiba dihadapan Yan Chen muncul sesosok manusia tampan dengan jubah putih dan memegang tongkat dan penuh dengan wibawa.
"Tenanglah anak ku"ucap sosok misterius tersebut.
"Apa maksud dari katamu bahwa aku anak mu itu? lalu dimana aku sekarang?" jawab Chen kaget karena mendengar ucapan sosok yang ada dihadapannya itu.
"Ya kau memang anak ku, nak.. Dan kamu sekarang berada diruang kekosongan"jawab sosok misterus tersebut.
"Apa tujuanmu membawaku kesini? dan apakah benar bahwa kamu adalah orang tua ku?"tanya Chen.
"Aku hanya ingin memperingatkan mu bahwa tidak akan lama lagi akan ada iblis yang akan membuat kehancuran bagi dunia ini bangkit wahai anak ku.." ucap sosok misterius itu.
__ADS_1
'Iblis yang akan membawa kehancuran'batin Chen
"Ya iblis yang dulu pernah memporak-porandakan seluruh dunia ini akan dibangkitkan lagi oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab"lanjut sosok misterius itu.
"Hahh..? apakah kamu bisa membaca pikiranku?" tanya Chen.
"Hahahah.... tentu anakku..!!"jawab sosok itu sambil tertawa.
Yan Chen kaget bahwa sosok misterius itu bisa membaca pikirannya.
"Baiklah.. waktuku sudah tidak banyak lagi wahai anak ku.. Berlatihlan dengan giat dan mencapai puncak kultivasi alam fana ini. Karena hanya kamu satu-satunya harapan dunia ini wahai anak ku"ucap sosok itu.
"Hahh.. baiklah aku akan berusaha"jawab Chen.
"Aku akan memberikan sedikit kekuatan ku padamu, dan jika waktunya sudah tiba, kamu akan tau siapa jati dirimu sebenarnya" ucap sosok misterius itu sambil menempelkan jari telunjuknya kepada kening Chen.
Tiba-tiba terlihat cahaya putis memasuki kening Chen dan .
"Akkkkhhhhhhhhhhh .. !!!!!" teriak Chen menahan rasa sakit yang masuk kedalam keningnya.
"Tahan lah wahai anakku"ucap nya.
Setelah beberapa menit menahan rasa sakit itu, akhirnya perlahan-lahan menghilang.
"Baiklah anakku.. Gunakanlah apa yang aku berikan padamu sebaik mungkin dan jadilah anak yang bisa membanggakan kedua orang tua barumu itu" ucap sosok misterius itu.
"Aku akan menggunakan nya demi kebaikan. Terimakasih..! "ucap Chen menangkupkan tangannya.
"Baiklah.. Sampai bertemu lagi wahai anakku"ucap sosok misterius itu sambil memegang pundak Chen.
Chen pun tersadar dari mimpinya itu, lalu ia melihat sekelilingnya ternyata ada kaisar, permaisuri, Di Zao dan Yu mei Er.
"hahhh... apa yang terjadi padaku? lalu mengapa kalian semua ada didalam kamarku?" tanya Chen bingung.
"Tadi kami semua sempat mendengarmu berteriak sangat keras lalu kami kesini dan ketika sampai disini, kami melihat tubuhmu sedang diselimuti cahaya putih" ucap Di Zao menjelaskan.
"hahhh... ternyata seperti itu"ucap Chen lemas.
"Apa yang terjadi padamu Chen?" tanya permaisuri.
"Tadi aku bermimpi didatangi oleh sosok misterius yang mengaku sebagai ayah ku, dan sosok misterius itu memberikan kekuatannya padaku. Aku pun berteriak menahan rasa sakit ketika ia memberikan kekuatannya padaku, ibunda" jawab Chen tanpa ada kebohongan, hanya tentang masalah kebangkitan yang tidak Chen katakan.
"Maaf mengganggu kalian semua"lanjutnya sambil tertunduk.
"Sudah tidak apa-apa Chen'er."jawab permaisuri.
"Baiklah Chen'er.. Bersihkan dirimu lalu setelah itu kita makan bersama"ucap kaisar.
"Baiklah ayahanda."jawab Chen tersenyum manis.
"Baiklah.. kami tunggu kamu diruang makan"jawab kaisar lalu pergi meninggalkan Chen.
Tapi Yu mei Er tidak ikut pergi bersama kaisar dan lainnya. Ia masih berdiri sambil menundukan kepalanya.
__ADS_1
"Mengapa kamu masih di sini tuan putri? apakah kamu mau ikut mandi bersamaku?" ucap Chen sambil menggoda Yu mei Er
"I...i .itu.. aku hanya ingin meminta maaf karena sifatku sebelumnya" ucap mei Er gelagapan.
Ya, dia ingin meminta maaf karena sebelumnya ia sudah dingin terhadap orang yang perduli kepada keluarganya, yang sudah rela berjuang melindungi keluarganya karena masalah yang ditimbulkan oleh ia sebelumnnya.
"hahahaha... sudahlah.. aku tidak mempermasalahkannya" jawab Chen sembari tertawa
"Apakah benar demikian?"tanya mei Er memastikan
"Ya sudah tentu adikku yang cantik tuan putri" jawab Chen menggoda.
"Kakakkkkk... !!!" ucap mei lalu memeluk Yan Chen.
"Sudah-sudah.. jangan seperti anak kecil. Kamu itu sudah besar"ucap Chen sambil mengelus rambut mei Er.
"Baiklah kalau begitu.. Aku keluar dulu.."ucap mei sembari melangkahkan kakinya keluar kamar Chen.
"Aku tunggu di ruang makan kak Chen" lanjutnya lagi.
'Haissssh anak ini'batin Chen.
Chen pun beranjak dari tempat tidurnya pergi kekamar mandi untuk membersihkan badannya.
(kalian pasti tau lah nyanyian apa yang Chen nyanyikan dikamar mandi.. heheheheh😁)
\*\*
Setelah selesai mandi, Chen lalu mengenakan pakaian favoritnya yang ia keluarkan didalam cincin penyimpanannya.
Chen pun berjalan menuju ruang makan...
Ketika sampai di ruang makan Chen melihat bahwa bukan hanya keluarga kaisar saja yang ada, tetapi ada ketua sekte rajawali emas dan juga ketua sekte lotus merah yang duduk di bangku meja makan.
"Maaf ...kalian menunggu ku terlalu lama" ucao Chen sambil tersenyum.
"Sudah-sudah.. mari duduk Chen'er" ucap permaisuri tersenyum melihat tingkah anaknya yang satu ini.
Ya, memang Yan Chen bukan anak kandungnya melainkan anak angkatnya. Tetapi permaisuri sangat menyayanginya dan tidak membeda-bedakan ketiganya.
~Skip makan~
"Ayah, ibunda dan kak Zao ada sesuatu yang harus aku bicarakan kepada kalian" ucap Chen mengawali pembicaraan mereka.
Diruang makan hanya tersisa kaisar, permaisuri, dan Di Zao karena yang lain sudah lebih dulu meninggalkan ruangan itu.
"Apa yang ingin kamu bicarakan Chen'er?" tanya kaisar.
"Aku ingin meminta ijin untuk melakukan latihan diluar, ayahanda."ucap Chen.
(To Be Continue)
HAPPY READING GAESSSSS !!!!
__ADS_1
See you next chapter..
Byebye ..