
Sungguh anak muda tampan dan baik hati' gumam si kakek ketika melihat Di Zao berjalan pergi.
Di Zao berjalan menemui yang lainnya yang sedang menunggu dia.
\*\*\*
"Bagaimana kak Zao?" Tanya Chen.
"Kita tinggal lurus lalu belok kekanan. Di sebelah kiri ada penginapan"jawab Di Zao.
"Baiklah.. mari kita kesana"ucap Chen.
"Emmmmm...." Jawab mereka serempak.
Ketika sudah ada di tempat tujuan, mereka melihat bangunan berlantai 3.
"Mari kita masuk" ucap Chen.
Mereka berjalan ke arah pintu untuk masuk ke dalam.
Ketika mereka masuk ternyata lantai 1 adalah tempat makan.
Terlihat banyak sekali orang yang sedang makan atau pun minum.
Orang-orang itu melihat ke arah rombongan Chen dengan tatapan penuh selidik.
Karena mereka baru melihat rombongan Chen itu.
Chen dan rombongannya pun berjalan menuju resepsionis.
"Selamat datang tuan dan nyonya di penginapan Daun Wangi" ucap resepsionis ramah.
Ya, resepsionis itu terlihat hati-hati, karena ia tidak ingin membuat kesan yang buruk terhadap pelanggannya.
Penginapan daun wangi ini adalah salah satu penginapan terbaik yang ada di kota daun persik ini.
Penginapan ini juga menyediakan makanan dari daging hewan buas tingkat rendah sampai tingkat tinggi.
Jadi banyak sekali pengunjung yang datang ke tempat ini.
"Perkenalkan nama saya Lin Sha. Ada yang bisa saya bantu?" Tanya resepsionis
"Kami ingin menginap selama 2 hari kedepan. Apakah masih ada 3 kamar kosong?" Ucap Chen.
"Masih ada tuan. Tapi itu kamar VIP. Apakah tuan akan menyewanya?" Ucap Lin Sha.
"Baiklah. Kami akan menyewanya" ucap Chen.
"Harganya 1 hari 2 koin untuk 1 kamar. Jadi tuan membayar 12 koin emas untuk 2 hari" ucap Lin Sha.
Terlihat Chen merogoh saku jubahnya agar orang lain tidak melihat bahwa ia sedang mengeluarkan uangnya yang ada didalam cincin ruang nya.
"Ini uang pembayaran nya"ucap Chen sembari menyerahkan koin emas.
"I..ini lebih 1 koin emas tuan" ucap Lin Sha.
Lin Sha gugup karena orang yang ada didepannya tidak segan-segan ubtuk mengeluarkan koin emas. Berarti rombongan Chen berasal dari latar belakang yang tidak biasa.
"Ambil saja lebihnya untukmu"ucap Chen.
"Ba...baik tuan. Terimakasih.. !" Ucap Lin Sha senang.
Dia senang karena mendapat uang tambahan 1 koin emas setara dengan ia bekerja selama 1 bulan.
"Ini tuan kunci kamarnya. Kamarnya di lantai 3. Mari saya antar" ucap Lin Sha.
"Baiklah.. Kalian duluan saja ke kamar. Aku ingin bersantai dulu disini" ucap Chen.
"Baiklah..."
Ucap mereka serempak lalu mengikuti sang resepsionis untuk mengantarkan mereka menuju kamar mereka masing-masing dan Chen memegang 1 kunci kamar.
Chen ingin sedikit bersantai di tempat makan itu. Ia ingin makan dan minum terlebih dahulu sebelum pergi kekamarnya.
Ia memutuskan untuk duduk di pojok ruangan dekat jendela.
"Ada yang bisa saya bantu, tuan?" Ucap pelayan yang tiba-tiba mendekati Chen.
"Aku ingin memesan makanan dan minuman terbaik yang ada disini" ucap Chen
"Baiklah.. tunggu sebentar tuan" ucap pelayan itu pergi.
Ketika Chen sedang bersantai sembari menunggu makanan dan minumannya datang, ia mendengar obrolan dari salah satu meja yang ada di depannya.
"Rumah pelelangan Seribu Bintang besok akan membuka kembali lelangnya dan katanya akan ada barang yang sangat di incar oleh seluruh orang yang akan mengikuti acara lelang itu." Ucap pemuda 1.
"Barang apa memang yang akan di lelang itu?" Tanya pemuda 2.
"Banyak sekali barang berharga. Tetapi barang utamanya adalah kitab dan senjata pusaka tingkat bumi." Ucap pemuda 1.
"Woaww.. pantas akan menjadi rebutan semua orang"ucap pemuda 2.
__ADS_1
Chen yang mendengarnya terlihat sangat tertarik untuk menghadiri acara pelelangan besok siang.
'Aku akan mengikuti acara lelang itu. siapa tau aku dapat barang bagus' gumam Chen.
Tidak lama kemudian akhirnya makan dan minuman yang Chen pesan tiba.
"Selamat menikmati tuan" ucap pelayan itu.
"Jika ada yang lain silahkan panggil saja saya tuan" lanjutnya.
"Baiklah.. terimakasih" ucap Chen.
"Saya mohon pamit tuan" ucap pelayan lalu pergi.
Chen menyantap makanan yang ada didepannya dengan perlahan-lahan karena ingin menikmati suasana.
Tetapi baru saja Chen menghabiskan setengah dari makanannya tiba-tiba dari arah pintu masuk terdengar teriakan.
"Kalian semua.... Pergi tinggalkan tempat ini !! Karena tuan muda walikota akan melakukan pertemuan" teriak seorang yang terlihat seperti pengawal.
Semua orang seketika berhamburan karena melihat rombongan putra walikota yang dikenal sebagai laki-laki bejat dan tidak segan-segan untuk membunuh wanita itu ketika menolak untuk memuaskan hawa nafsunya.
Semua orang keluar berhamburan kecuali 2 meja dan salahsatunya meja Chen.
Pengawal tuan muda walikota itu terlihat marah ketika masih ada yang berdiam diri di tempat itu.
Ia melihat ke arah meja di depan yang diisi oleh pria paruh baya dan anak muda dengan pedang dipinggangnya dan tudung di kepalanya.
"Heii kalian...!!! Apakah kalian tidak dengar jika tuan muda Wu akan mengadakan pertemuan disini?" Teriak pengawal itu.
"Disini tempatnya begitu luas, kenapa kita harus keluar dari sini?" Ucap pria paruh baya.
Chen yang mendengar jawaban itu hanya tersenyum.
'Aku ingin melihat apa yang mereka bisa lakukan terhadap pengawal-pengawal itu dengan tingkat kultivasi kalian' batin Chen sembari melihat mereka.
Pengawal tuan muda itu rata-rata berada di tingkatan bumi-5 dan mereka berjumlah 5orang.
Sedangkan pria paruh baya itu hanya di tingkatan bumi-6 dan pemuda di sampingnya berada di tingkatan bumi-1.
"Hahahahahah..... Kalian sungguh berani sekali" teriak tuan muda Wu.
"Hanya berada di tingakatan bumi-6 sudah berani melawanku"lanjutnya.
"Habisi mereka berdua" perintah tuan muda Wu..
Hiiaaaaatttttt..... !!!
5 orang pengawal itu langsung maju menyerang pria paruh baya itu dengan senjata ditangan mereka.
"Bagaimana ini tetua?" Tanya pemuda itu terlihat cemas.
"Berlindunglah di belakangku. Aku akan mencoba menahannya"ucap pria paruh baya itu.
Tring....
Triing .
Krakk...
Terdengar bunyi suara retakan pedang pria paruh baya itu karena hanya senjata \*3 dan tidak mampu menahan 5 senjata \*3 para pengawal yang menyerangnya.
Boooommmmmmmbbb....
Pria paruh baya itu dikirim terbang oleh tendangan salah satu pengawal itu ke tembok yang ada dibelakang nya.
Ia terlihat memuntahkan seteguk darah dari mulutnya dan memegang dadanya.
"Hahahahahha.... Hanya segitukah kekuatan yang kamu banggakan?" Ledek pengawal itu.
"Matilah kamu tua bangka..!!" Ucap salah satu pengawal.
Terlihat pria paruh baya itu hanya meringis dan pasrah akan keadaanya.
Ketika pengawal itu mengayunkan senjatanya terdengar suara gerutu dari salah satu meja.
"Haishhh... Kalian ini mengganggu waktu makan ku saja" ucap Chen.
"Apakah kamu ingin mati juga sialan?" Teriak tuan muda Wu.
"Haish.... Apakah kamu ini sang pencipta yang mengatur kematian seseorang?" Ledek Chen sembari meminum minumannya.
"Sialan kau.... !!!" Teriak tuan muda Wu dengan muka merah menahan amarahnya.
"Seseorang yang tidak memiliki tingkatan kultivasi ingin menjadi pahlawan" lanjutnya.
__ADS_1
"Aku akan menghitung sampai tiga. Jika kalian tidak pergi dihadapanku, kalian tidak akan bisa menghirup udara besok" ucap Chen santai.
"Hahahahahhaha.... Apakah kamu mengancam kami, bocah?" Ucap tuan muda Wu.
"Satu .."
"Hahahaha... Terus hitung saja. Aku tidak takut" ucap pengawal.
"Dua..."
"Ada bocah yang sedang belajar menghitung disini...hahahah" ucap salah satu pengawal.
"Tiga..."
Terlihat Chen sudah menghilang dari tempat duduknya.
Gdebug....
Bhugg....
Buuuggg...
Bbuug .
Bugg..
Terlihat 5 kepala jatuh kelantai itu.
Pelayan, resepsionis, pria paruh baya dan pemuda itu begitu tercengang ketika melihat kepala 5 orang pengawal yang copot dari tempatnya dalam waktu yang cepat.
"Apaaa...?" Teriak tuan muda Wu kaget ketika melihat 5 kepala pengawalnya jatuh terlepas kelantai.
"Aku sudah memberi kalian kesempatan untuk pergi dari sini. Tapi kalian tidak mengindahkan perkataanku." Ucap Chen yang duduk disalah satu meja sembari minum.
"Ka...ka..kau iblis ." Ucap tuan muda Wu dengan keadaan yang bergetar.
"Kemana sifat sombong mu yang tadi?" Ledek Chen.
"Mati kau brengsek...!!" Teriak tuan muda Wu sembari berlari mengacungkan senjatanya kearah Chen.
Tuan muda Wu memiliki tingkatan Bumi-7 yang sedikit lagi akan menerobos ke tingkatan langit.
"Awasssss anak muda....!!" Teriak pria paruh baya itu.
Chen hanya tersenyum menyeringai dan berdiam diri ditempat.
Ketika sampai didekat Chen, tuan muda Wu menusukan pedangnya yang dialiri energi Qi dalam jumlah besar.
Booommmmmm....
Terdengar bunyi ledakan ketika pedang itu sampai di tubuh Chen.
Tapi anehnya bukan Chen yang dikirm terbang, melainkan tuan muda Wu yang dikirim terbang karena pukulan Chen yang mengenai perutnya.
Semua orang yang melihatnya tidak percaya bahwa pemuda yang mereka khawatirkan ternyata pemuda yang sangat kuat.
Tuan muda Wu terlihat mengeluarkan banyak darah dari mulutnya.
Terlihat dari arah tangga Di Zao, Xiao Ning dan Zi tang turun karena mendengar suara ledakan keras.
Ketika mereka sampai di bawah, mereka melihat Chen yang sudah selesai bertarung dengan salah satu pemuda.
"Ada apa Chen? Apakah kamu membuat masalah?" Tanya Di Zao.
"Ahh.. tidak kak.. hanya memberikan sedikit pelajaran untuk tuan muda sombong itu" jawab Chen sambil menunjuk ke arah tuan muda Wu.
Terlihat tuan muda Wu berdiri dan berjalan keluar dari tempat itu.
"Awasss kau... Ayahku akan membalas perbuatanmu ini ." Ucap tuan muda Wu sembari pergi.
Chen yang mendengar ancamannya hanya tersenyum.
"Ahh . Aku hampir lupa" ucap Chen.
Lalu ia menghampiri para pengawal yang ia bunuh tadi dan membawanya keluar.
Ia lalu membakar jasad itu dengan elemen api murninya.
(To Be Continue)
**MOHON MAAF UNTUK SEMUANYA KARENA SAYA BARU BISA UP LAGI🙏
TIGA HARI KEBELAKANG GAK TAU KENAPA MOOD SAYA JELEK😁
MOHON MAAF SEKALI LAGI🙏
TERIMAKASIH ATAS DUKUNGAN KALIAN SEMUANYA🤗
SAMPAI BERTEMU DI CHAPTER SELANJUTNYA..
See you gaesss**...!!!
__ADS_1