
"Baiklah.. kamu bersihkan dulu tubuhmu. Karena hari sudah siang. Setelah itu ikut makan bersamaku" ucap Chen.
"Terimakasih Chen.." ucap Lin.
\*\*\*
Lin da bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya.
Sementara Chen terlihat sedang mendudukan tetua Rong.
'Aku akan memeriksanya terlebih dahulu' gumam Chen.
Chen lalu duduk di belakang tetua Rong.
Ia lalu memegang punggung dan menyalurkan indra spiritualnya untuk memeriksa kondisi tubuh tetua Rong.
'Energi Qi nya berantakan dan terlihat beberapa tupang rusuk yang patah' gumam Chen.
"Baiklah... Saatnya menjadi tabib" ucap Chen lalu ia memasukan pil penyembuhan yang ada di dalam cincin penyimpanannya.
Chen lalu kembali ke posisi semula untuk membantu penyerapan energi dari pil tersebut.
Setelah beberapa menit kemudian, Lin da keluar dari kamar mandi lalu ia melihat apa yang dilakukan Xin Chen.
Ia melihat kondisi tetua Rong yang sebelumnya pucat pasi sekarang telah kembali normal.
"Yoshh.... Akhirnya selesai" ucap Chen.
Terlihat keringat mengucur dari dahi Chen menandakan bahwa ia terlihat kelelahan.
Uhuuuukkkk....
Tetua Rong terlihat mengeluarkan cairan darah berwarna hitam.
"Tetuaaa..." Ucap Lin da sembari berlari kearah Chen dan tetua Rong.
Chen lalu turun dan membiarkan tubuh tetua Rong yang sedang dalam meditasi untuk pemulihan.
"Ia sudah tidak apa-apa. Itu adalah kotoran dan racun yang mengendap didalam tubuhnya" ucap Chen ketika melihat wajah Lin da yang khawatir.
"Racun..?" Tanya Lin da.
"Ya, itu adalah sisa kotoran dan racun yang ada didalam pil yang selalu di konsumsi ketika ia berkultivasi. Sebab efektifitas dari pil yang selalu di konsumsi nya tidak lebih dari 80%" jawab Chen.
"Baiklah.. apakah kamu akan ikut bersama ku turun kebawah atau menunggu tetua disini?" Lanjutnya.
"Aku akan menunggu tetua dulu saja disini. Nanti setelah tetua terbangun, aku dan tetua akan menyusul kebawah" jawab Lin da.
"Terimakasih sudah mau menolong kami, saudara Chen" lanjutnya sembari membungkuk.
"Tidak usah sungkan. Sesama manusia harus saling tolong menolong, terlebih lagi adik ku juga murid perguruan rajawali emas" ucap Chen.
"Adik saudara Chen? Siapa namanya?" Tanya Lin da.
"Ya adik ku. Yu mei Er" jawab Chen santai.
"Pu...pu...putri Yu mei Er?" Tanya Lin da gagap.
"Ya, Yu mei Er. Putri kekaisaran Xin" jawab Chen.
"A... Apakah nama saudara Chen, Xin Chen pangeran baru itu?" Tanya Lin da tergagap sembari berkeringat.
Chen hanya tersenyum menanggapi pertanyaan itu.
__ADS_1
"Baiklah.. aku akan kebawah. Jika tetua sudah bangun, cepatlah kamu dan tetua turun ke bawah." Ucap Chen sembari berjalan melangkah ke arah pintu.
"Baik pangeran.. terimakasih" ucap Lin da membungkuk hormat.
Chen lalu berjalan turun ke lantai satu tempat makan.
Ketika ia sampai di lantai satu, ia melihat Di Zao, Zi tang, Xiao Ning dan Xiao Yu sedang duduk sembari mengobrol dan bercanda.
Chen menghampiri mereka dengan senyuman ciri khas nya.
"Apakah kalian melupakan aku?" Tanya Chen ketika sudah sampai di tempat mereka berkumpul.
"Kak Chennnn..." Teriak Xiao Yu lalu melompat ke pangkuan Chen.
"Haishhh... Kamu ini sudah besar masih mau minta di gendong saja" ucap Chen sembari mencubit hidung Xiao Yu.
"Awwww.... Sakit tau" ucao Xiao Yu sembari cemberut.
"Hahahahhahaha......"
Di Zao, Zi tang, Xiao Ning dan Chen tertawa melihat tingkah lucu Xiao Yu yang menggemaskan.
"Apakah kalian mentertawakan ku?" Tanya Xiao Yu cemberut.
"Sudah-sudah... Adik Chen cepat duduk. Kita makan bersama" ucap Di Zao menghentikan mereka yang sedang tertawa.
"Emmmm..." Jawab Chen lalu duduk di bangku kosong yang ada di hadapan Xiao Ning.
" Apa yang akan kalian lakukan hari ini disini?" Tanya Chen.
"Mungkin aku akan berlatih saja di kamar" jawab Di Zao.
"Bagaimana dengan mu paman?" Tanya Chen kepada Zi tang.
"Mungkin aku akan berkeliling melihat-lihat" ucap Zi tang.
"Kalau begitu, paman ikut bersamaku" ucap Chen.
"Baiklah... Tidak masalah." Ucap Zi tang.
Setelah beberapa menit mereka makan, terlihat tetua Rong dan Lin da sedang menunggu ke arah mereka.
"Hormat hamba kepada pangeran" ucap tetua Rong dan Lin da serempak sembari menangkupkan tangannya.
"Sudah tidak usah sungkan begitu tetua" ucap Chen.
"Mari silahkan duduk dan makan bersama" lanjutnya.
"Baik pangeran. Terimakasih" ucap tetua Rong.
Mereka berdua akhirnya duduk dan makan bersama.
Setelah mereka semua menghabiskan makanannya mereka pun akhirnya bersantai dan mengobrol bersama.
"Apakah keadaan tetua sudah membaik?" tanya Chen.
"Sudah pangeran, berkat bantuan pangeran" ucap tetua Rong.
Tetua Rong sudah mengetahui bahwa yang menolong dia adalah rombongan pangeran kekaisaran Xin sebab Lin da menceritakannya ketika tetua Ring selesai bermeditasi.
__ADS_1
"Syukurlah kalau sudah membaik."ucap Chen.
"Apa yang kalian lakukan setelah ini?" tanya Di Zao
"Mungkin kami akan kembali ke sekte." jawab tetua Rong.
"Baiklah kalau begitu. Hati-hati saat di perjalanan tetua" ucap Chen.
"Dan tolong rahasiakan keberadaan kami, tetua" lanjutnya.
"Baiklah pangeran. Terimakasih" ucap tetua Rong.
"Paman Zi, mari kita berkeliling" ucap Chen.
"Emmmm..." jawab Zi tang.
Mereka berdua pun berjalan keluar dari penginapan.
Mereka berjalan menyusuri keramaian penduduk yang sedang bertransaksi di pasar.
"Ayo dipilih... dipilih.. dipilih..."
"Di obral... di obral... di obral"
suara para pedangang yang menjajakan jualannya.
Chen hanya berjalan lurus diikuti Zi tang di belakangnya.
Tetapi beberapa saat, langkah Chen terhenti.
Ia melihat seorang anak kecil berusia 10 tahun bertubuh dekil sedang menjajakan permen.
Chen merasa salut ketika melihatnya. Kebanyakan, mereka masih bermain dan merasakan hangatnya belaian kasih sayang kedua orang tuanya. Sedangkan anak kecil dihadapannya sudah mau berjuang untuk hidupnya.
Chen lalu berjalan menghampiri anak kecil itu.
"Kak, beli permennya kak?" ucap anak kecil itu.
"Berapa hargannya adik kecil?" tanya Chen.
"Murah kok kak.. 1 permen hanya 1 keping perunggu." ucap anak kecil itu.
"Baiklah.. Aku akan beli 10 permen" ucap Chen.
"Apakah kakak tidak berbohong?" ucap anak kecil itu.
"Untuk apa aku berbohong" ucap Chen.
"Terimakasih kak.. Tunggu sebentar, aku akan membungkusnya." ucap anak kecil itu terlihat senang karena ada yang mau membeli permennya.
'Chen, anak itu memiliki 3 unsur elemen. Sangat jarang dan langka didunia ini ada orang yang memiliki 3 unsur elemen.' ucap Zi tang melalui telepati kepada Chen.
"Apaaaaaaaa....?? " teriak Chen kencang karena kaget mendengar ucapan Zi tang.
Terlihat orang yang ada di sekitar Chen langsung menengok ke arahnya.
"Heheheheh.... Maaf" ucap Chen meminta maaf kepada orang-orang.
"Apakah benar, paman Zi?" tanya Chen.
"Ya, aku tidak mungkin salah. Coba saja cek sendiri" jawab Zi tang.
"Baiklah.. aku percaya" ucap Chen.
__ADS_1
(To Be Continue)