
"Mari silahkan duduk nak Ning" ucap Zi tang.
"Terimakasih paman Zi"ucap Xiao Ning lalu duduk.
\*\*\*
Mereka pun akhirnya makan bersama dengan khidmat tanpa ada sepatah kata yang keluar dari mulut mereka.
Setelah selesai makan, Chen menyuruh Di Zao dan Xiao Ning memulai berlatihnya.
Mereka memulainya dengan berlatih fisik dan dengan di awasi oleh Zi tang.
"Yoshhhh... Saatnya aku berlatih" ucap Chen.
Ia mulai berlari menggunakan ilmu meringankan tubuhnya.
Ia mencari hewan buas atau siluman untuk dijadikan latihannya.
Sebab Chen kurang berpengalaman dalam bertarung. Jadi ia ingin mengasah kemampuan bertarungnya.
Setelah berkeliling, ia melihat sekelompok serigala api.
Terlihat ada sekitar 6 serigala api didepan Yan Chen.
"Yoshhh... Buruan pertama"ucap chen lalu turun kehadapan serigala api tersebut.
Tidak lupa ia menekan tingkat kultivasinya sampai tahap alam bumi-1.
"Oiiii... Serigala jelek.!!"ucap Chen meledek sekumpulan serigala itu.
Seakan mengerti ucapan Chen, kelompok serigala itu menggeram.
"Ggggrrrrrrehhh"
"Kemari kalian semua"ucap Chen.
"Aaaaauuuuuuuuuu"lolongan pemimpin serigala itu.
5 serigala api menyerang Chen dengan brutal.
Chen hanya mengelak saja.
Ketika cakar dari salah satu serigala itu akan menyentuh dada Chen, Chen reflek langsung bergerak mundur.
'Hahh.. ternyata mereka kuat sekali"batin Chen.
"Baiklah... Kita akhiri saja.."ucap Chen lalu mengeluarkan perubahan unsurnya yaitu unsur air.
Chen berpikir bahwa api akan kalah oleh air, jadi Chen mengeluarkan perubahan unsurnya.
"Terima ini serigala brengsek..."teriak Chen.
"Ombak penghancur karang" Chen mengeluarkan salah satu jurus yang ada pada kitab dewa semesta.
Seketika muncul ombak dengan ketinggian 3 meter meluncur ke arah serigala api yang menyerang Chen.
"Hehehe... Hanya tinggal kamu sendiri" ucap Chen sembari menyeringai.
"Ggggrrrrrrrhhhh" serigala api itu menggeram.
"Aaaaaauuuuuuu" lolongan serigala itu lalu berlari kearah Chen.
Chen hanya tersenyum tanpa bergerak sedikitpun.
Lalu ia mengeluarkan pedang dari dalam cincin penyimpanan nya.
"Tebasan pedang sunyi" ucap Chen.
Lalu terlihat serigala yang maju menyerang Chen terbelah menjadi 2 bagian dengan potongan yang rapih.
__ADS_1
Chen pun mengambil inti hewan tersebut untuk diberikan kepada Di Zao dan Xiao Ning.
Saat akan hampir malam, Chen akhirnya memutuskan untuk kembali. Sebab takut Di Zao khawatir karena ia belum pulang.
Disisi Di Zao..
"hahhh...? apakah tidak bisa dikurangi paman?" ucap Di Zao.
"Tidak bisa.. 100 keliling ya 100 keling.. Kalau kamu tidak mau, maka kembalilah ke rumahmu"ucap Zi tang.
"lihat Xiao Ning.. Ia tidak mengeluh dan mempermasalahkannya.. apakah kamu tidak malu pada Xiao Ning?" lanjutnya.
"Baiklah paman.."ucap Di Zao lalu berlari mengelilingi padang rumput.
Ketika hari sudah semakin sore, Di Zao dan Xiao Ning baru selesai dengan latihannya.
lalu Zi tang menghampiri mereka.
"Baiklah.. untuk hari ini kalian beristirahat dulu dan pulihkan energi kalian. 1 minggu kedepan, latihan kalian hanya berlari mengelilingi padang rumput ini dan perharinya akan ditambah 50 keliling.
(Maksudnya gini.. perhari ditambah 50keliling itu ketika hari ini 100, besok jadi 150 gituu)
"Beristirahat lah dan makan ini" ucap Zi tang sembari menyerahkan 4 buah apel kristal untuk meningkatkan kualitas tulang mereka.
tingkatan tulang Di Zao dan Xiao Ning hanya pada tingkatan tulang gajah tahap perak.
"i..i..ini buah abadi?" ucap Di Zao dan Xiao Ning serempak sembari menerima buah-buahan itu dengan tangan bergetar.
"Ya, Ini buah abadi apel kristal" jawab Zi tang.
"Makanlah dan serap energi nya"lanjutnya.
"Ba..baik guru"ucap mereka berdua.
Ketika ia sampai di rumah, ia melihat Xiao Yu yang sedang memperhatikan Di Zao dan Xiao Ning yang sedang bermeditasi dan menyerap buah apel kristal di pinggir danau.
"Apa yang sedang kamu perhatikan adik manis?" tanya Chen ketika sudah di samping Xiao Yu.
"Aku ingin ikut belatih kak"jawab Xiao Yu cadel.
"Apakah kamu ingin seperti kakak-kakak disana?" tanya Chen.
"Ya aku ingin cepelti meleka kak"jawab Xiao Yu.
"Hahahaha.... jika Yu'er ingin seperti mereka, maka Yu'er harus mencium kakak dlu"jawab Chen sembari menyodorkan pipinya.
"Mmmmuuuachhh..."
Xiao Yu mencium pipi sebelah kiri Yan Chen.
"Hahahahah... ini makanlah. Tapi sedikit-sedikit ya"ucap Chen memberikan buah apel kristal setengahnya.
"Baik kak"jawab Xiao Yu yang terlihat senang.
Menurut Yan Chen, Xiao Yu adalah seorang jenius.
Karena ia sudah memiliki tulang tingkatan Phoenix tingkat emas.
Tinggal menunggu waktu saja dan dengan latihan yang khusus, Xiao Yu akan menjelma menjadi gadis kuat.
\*\*
8 bulan kemudian
Xin Di Zao sudah berada di tingkatan alam langit -6
Xiao Ning sudah berada di tingkatan alam langit -4 dan Xiao Yu sudah berada di tingkatan alam bumi -2 karna ia adalah jenius dan dilatih oleh sang dewa naga Zi tang.
__ADS_1
Disisi Yan Chen..
Ia sedang duduk dibatu yang ada di tengah danau sembari berkultivasi karena akan mencapai tingkatan Imortal.
Langit terlihat menghitam dan petir menyambar ke segala arah.
Di suatu tempat terlihat seorang kakek tua bangun dari meditasi nya..
'Semoga ia membawa kebaikan bukan keburukan didunia ini'batin si kakek tua itu.
Di kekaisaran Xin, petinggi-petinggi kekaisaran sedang berkumpul di aula istana.
"Siapa yang menyebabkan turunnya petir surgawi ini?" tanya kaisar.
"Kami tidak tau kaisar"jawab mereka serempak.
"Haissssshhh .... Semoga saja tidak terjadi apa-apa pada kekaisaran ini" ucap kaisar.
Disemua kekaisaran terlihat sedang membicarakan fenomena tersebut.
Sekte-sekte aliran putih sampai hitam pun mereka mempertanyakan fenomena aneh tersebut..
Kembali ke Yan Chen.
Terlihat ia sedang mempersiapkan jiwa dan raganya karena akan menerima penyucian dari petir surgawi.
"Chen'er.. hati-hati" teriak Di Zao yang sedang cemas.
terlihat juga disana ada Xiao Ning, Xiao Yu dan Zi tang.
ketika petir surgawi akan menyambar turun, Zi tang memasang perisai dewa naga nya untung melindungi mereka yang sedang melihat Yan Chen.
"Datang lah padaku petir sialannnnn..!!!!" ucap Chen.
terlihat petir berwarna putih keemasan turun menyambar Yan Chen.
'Duaaaaarrrrrr' petir menyambar tubuh Yan Chen.
"Akkkkhhhhhhhhh"rintihan Chen.
Terlihat baju dan rambut Chen sudah berantakan karena sambaran petir itu.
"2 lagi... Aku harus bisa menahannya jika ingin menjadi kuat" ucap Chen.
kali ini terlihat petir berwarna merah turun dari langit.
"Kemari kau petir sialannnn...." teriak Chen.
'Duuuuuuaaaaarrrrrr'
suara petir menyambar tubuh Chen.
Kondisi Chen semakin parah. Terlihat disudut bibirnya mengeluarkan darah.
Xiao ning yang melihat keadaan Chen menjadi khawatir.
"Chennnnn.... !!!!" teriaknya dan akan berlari tapi di tahan oleh Zi tang.
"Jangan pergi kesana, kamu hanya akan mengganghu konsentrasinya"ucap Zi tang.
(To Be Continue)
...**MOHON MAAF APABILA HARI INI UP NYA HANYA 1 CHAPTER 🙏...
SAYA SEDANG DILUAR JADI HANYA BISA UP 1 CHAPTER
...MOHON DI MAAFKAN DAN DI MAKLUMI🙏...
__ADS_1
...SEE YOU GAESSSS**... !!!...