
Baiklah kak.. mari ikuti aku" jawab Feng.
Setelah berjalan cukup lama akhirnya Chen dan Feng memasuki wilayah kumuh. Wilayah itu tidak terurus, terlihat dari kondisi keadaan sekitarnya.
Yan Chen melihat didepannya terdapat sebuah rumah tua yang bertuliskan panti asuhan.
\*\*\*
"Itu tempat tinggal Feng dan adik-adik Feng kak" ucap Feng sambil tersenyum.
Di depan panti asuhan terlihat seorang wanita paruh baya berumur sekitar 40 tahun dengan kondisi badan yang kurus dan terlihat sedang khawatir.
Ketika ia melihat Feng bersama pemuda yang tidak ia kenal sedang berjalan menuju ke arahnya ia menjadi lebih khawatir. Ia pun berlari menghampiri mereka.
"Darimana saja kamu Feng? sudah sore begini baru pulang"ucap wanita tersebut.
"Oh maaf tuan muda jika Feng membuat masalah" meminta maaf sambil berlutut dihadapan Yan Chen.
" Eh..ehh .. ti..tidak bibi. Feng tidak membuat masalah kok, jadi bangunlah ! bibi jangan berlutut seperti itu" ucap Yan Chen tidak enak.
"Huuffhh.... !! Baguslah kalau begitu. Tapi ada gerangan apa tuan datang ketempat ini?" Tanya wanita itu.
"Tadi saya bertemu dengan Feng di pasar dan memintanya untuk melihat-lihat tempat tinggal Feng. Ternyata tempat tinggal Feng panti asuhan ini"Ucap Chen menjelaskan.
"Kalau begitu silahkan masuk tuan" mempersilahkan Chen untuk masuk.
Ketika Chen sudah masuk, yang ia lihat pertama kali ialah Feng sedang memotong roti kecil-kecil lalu dibagikan kepada yang lainnya.
Terlihat ada sekitar 3 orang yang terlihat berumur 8 tahun, 4 orang berumur 6 tahun dan 2 orang bayi yang sedang tertidur di dekat mereka.
Seketika Chen merasa miris melihat keadaan anak-anak yang sedang memakan roti itu.
"Mereka adalah anak-anak yang dibuang oleh orang tuanya sedari kecil, lalu saya merawatnya di panti asuhan ini. Mari silahkan duduk tuan" ucapnya meminta Chen untuk duduk di kursi yang sudah tidak bagus lagi.
"Sebentar, saya akan mengambilkan dulu minum"lanjut nya lalu pergi mengambil minum ke dapur.
Setelah beberapa saat..
"Silahkan diminum tuan" ucapnya.
" Terimakasih bi. Tidak usah repot-repot" jawab Chen sambil tersenyum.
"Tidak apa-apa tuan" jawabnya.
"Jangan panggil saya tuan. Nama saya Yan Chen. Panggil saja Chen bi" Chen memperkenalkan diri.
"Baiklah nak Chen. Nama bibi Shi lue" jawab bi Shi.
"Apakah tidak ada bantuan dari kekaisaran untuk panti asuhan ini bibi?" Tanya Chen.
"3 tahun yang lalu masih ada bantuan dari kekaisaran, tapi sekarang sudah tidak ada nak Chen" ucapnya sambil tertunduk menahan air matanya.
"Hmmm... Jadi begitu ya !!" Ucap Chen.
Lalu Chen mengeluarkan 1 kantong berukuran sedang yang isinya ratusan koin emas.
__ADS_1
"Bibi, terima kantong ini. Bibi bisa memakainya untuk keperluan makan dan yang lainnya" ucap Chen sambil memberikan kontong tersebut.
"Apa ini nak Chen?" Tanya bibi Shi.
"Itu adalah koin emas untuk keperluan Feng dan adik-adiknya bi" jawab Chen.
Ketika Shi lue melihat isi dari kantong tersebut, matanya melotot tidak percaya..
"I..i..ini terlalu banyak nak Chen" ucap Shi lue gagap.
"Tidak apa-apa bi. Itu belum seberapa mengingat perjuangan bibi mengurus mereka selama ini" jawab Chen sambil tersenyum.
Ya, itu tidak seberapa melihat perjuangan Shi lue mengurus mereka selama ini.
Shi lue dulu bekerja sebagai serabutan, tapi ketika sudah menginjak kepala 4, ia sudah tidak bekerja lagi.
Jadi panti asuhan ini sekarang bergantung pada pemberian orang lain.
"Terimakasih... Terimakasih nak Chen !" Berlutut dan menangis dihadapan Chen.
"Sama-sama bi. Tidak usah berlutut dihadapan ku.. Bangunlah... !! lebih baik sekarang bibi belanja dan memasak makanan untuk mereka" ucap Chen.
"Biar aku yang menjaga mereka. Bibi percaya saja padaku" lanjutnya.
"Baiklah bibi akan belanja, dan bibi titip mereka padamu" jawab Shi lue mengusap airmatanya dan melihat ke arah anak-anak yang sedang bermain dengan riang.
Yan Chen hanya mengangguk sambil tersenyum lalu melihat ke arah anak-anak.
Hati Chen terlihat sedih ketika melihat mereka bermain dengan riang tanpa memperdulikan kehidupannya.
Di istana kekaisaran
Terlihat seorang pemuda yang akan memasuki ruangan bersama seorang laki-laki memakai zirah berwarna merah dengan pedang terselip di pinggang kirinya.
Ya, mereka adalah pangeran Xin Di Rou dan jendral Zen long yang akan menemui kaisar di ruang aula pertemuan.
Ketika mereka membuka pintu aula, terlihat kaisar dan para mentri yang sedang mendiskusikan sesuatu dan terlihat kaisar memijat kening kepalanya.
"Hormat yang mulia ayahanda/kaisar" ucap pangeran dan jendral bersamaan sambil berlutut.
"Bangunlah kalian !" Ucap sang kaisar.
"Bagaimana perjalanan mu nak? Apakah ada hambatan?" Tanya kaisar.
"Tidak ada kendala ayahanda. Semuanya baik-baik saja. Tetapi sebelum sampai di sini, kami di hadang oleh bandit kelompok kelelawar merah ayahanda" ucap sang pangeran.
"Apaaaaa....?? " Kaisar dan para mentri yang ada disitu dibuat terkejut dengan pernyataan pangeran itu.
"Benar yang mulia. Kami sempat dihadang dan bertempur dan akhirnya hamba dan prajurit dikalahkan dengan mudah karena kalah jumlah"ucap jendral menjelaskan.
"Lanjutkan penjelasannya jendral" ucap kaisar.
" Ketika hamba dan prajurit terluka parah saat itu ada pemuda yang datang entah dari mana yang menolong hamba dan membunuh semua anak buah pemimpin kelelawar hitam itu yang mulia kaisar. Bahkan pemimpin kelelawar hitam pun bertekuk lutut dihadapan aura pemuda itu"lanjut si jendral.
"Apakah kamu tau berada di tingkatan apa pemuda itu, jendral?" Tanya sang kaisar.
"Tidak kaisar .. hamba tidak dapat melihat kultivasinya bahkan hamba tidak dapat merasakan hawa keberadaannya" jawab sang jendral.
"Lalu kemana perginya pemuda tersebut?"kaisar menanyakan keberadaan pemuda tersebut.
"Kita melakukan perjalanan bersama ayahanda. Tetapi setelah memasuki pintu gerbang, Chen langsung pamit untuk mencari tempat istirahat. Mungkin dia sekarang sedang berada di penginapan, ayahanda" jawab pangeran.
"Jadi nama pemuda itu Chen?"tanya kaisar
"Iya ayah.. dia bernama Chen" jawab pangeran.
"Baik lahh. !! Jendral, cari dan undang dia besok untuk bertemu denganku" titah kaisar kepada jendral.
"Siapp !! Laksanakan yang mulia" ucap sang jendral.
"Baiklah.. pertemuan ini cukup sampai disini dulu. Silahkan kembali ke tempat kalian masing-masing" kaisar membubarkan pertemuan tersebut.
"Baik. Terimakasih yang mulia kaisar. Kami mohon pamit" ucap para mentri lalu membubarkan diri.
Kembali ke Yan Chen
__ADS_1
Setelah menunggu selama 1 jam akhirnya Shi lue pulang dengan membawa bahan makanan yang cukup banyak.
Terlihat juga didalam, anak-anak panti sedang berkumpul mendengarkan cerita dari Yan Chen.
"Bibi pulang !!" Ucap Shi lue.
Yan Chen tersenyum melihatnya dan menyuruh Feng lang untuk membantu membawakan belanjaan Shi lue.
"Sini bi, biar feng bantu" ucap feng.
"Baiklah,, terimakasih feng"
Shi lue dan feng membawa bahan makannya kedapur dan langsung memasaknya.
Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya makanan pun sudah disiapkan..
"Anak-anak cepat kemari.. kita makan dulu" teriak Shi lue memanggil anak-anak.
"Horeee.... Akhirnya kita makan !!" Teriak salah satu anak itu.
"Horeeeeee......." Teriak anak-anak yang lain dengan gembira.
Merekapun berjalan menuju arah ruang makan dan terlihat di meja makan sudah tersedia nasi beserta lauk pauk nya yang terlihat sederhana bagi kita tetapi istimewa bagi mereka.
Merekapun akhirnya makan dengan lahap. Bagaimana tidak lahap? Dari pagi sampai sore, perut mereka hanya di isi dengan sepotong roti kecil. Itupun tidak cukup untuk mengganjal perut mereka yang sedang kelaparan.
Shi lue tersenyum dan meneteskan airmata nya ketika melihat anak-anak yang sedang makan dengan lahapnya.
Chen yang melihat Shi lue meneteskan airmatanya segera menghampiri Shi lue.
"Bibi Shi tenang saja. Mereka kedepannya tidak akan merasakan kelaparan lagi" ucap Chen.
"Terimakasih nak Chen.. Terimakasih banyak !!" Ucap Shi lue terharu mendengar ucapan Chen, karena masih ada orang yang peduli terhadap mereka.
"Baiklah bi. Kalau begitu saya mohon pamit undur diri, karena hari sudah mau malam" ucap Chen.
"Apakah nak Chen tidak bermalam disini saja?" Tanya Shi lue.
"Terimakasih bi.. itu tidak perlu"jawab Chen.
"Saya pamit undur diri" ucap Chen sambil memberi hormat
"Baiklah kalau begitu.. sekali lagi terimakasih dan hati-hati nak Chen" ucap Shi lue sambil mengantarkan Chen ke depan pintu.
"Sampai bertemu kembali" ucap Chen.
Beberapa saat akhirnya Chen sudah tidak terlihat lagi.
'hahhh... Pemuda yang sangat baik dan sopan' batin Shi lue sambil masuk dan menutup pintu panti.
( To Be Continue)
MOHON MAAF APABILA ADA SALAH KATA MOHON DI MAKLUM YA HEHEHH !!
'Aku masih pemula' bisik author😁
Jangan lupa like dan sarannya !!
See you gaessss !!
__ADS_1