Kultivator Dewa Pedang Ada Di Bumi

Kultivator Dewa Pedang Ada Di Bumi
08. LOTUS EMAS


__ADS_3

Sampai bertemu kembali" ucap Chen.


Beberapa saat akhirnya Chen sudah tidak terlihat lagi.


'hahhh... Pemuda yang sangat baik dan sopan' batin Shi lue sambil masuk dan menutup pintu panti.



\*\*\*



Yan Chen berkeliling untuk mencari penginapan.


Yan Chen bertanya kepada orang yang ia temui menanyakan dimana letak penyewaan penginapan.



"Permisi paman .. Kalau boleh tau, apakah di sekitar sini ada penginapan yang buka?" Chen bertanya.



"Oh.. dari sini lurus 100 meter, lalu ada belokan ke kiri. Disitulah letak penginapannya anak muda" jawab orang tersebut.



"baiklah.. terimakasih paman" ucap Chen sambil memberikan 1 koin emas untuk orang itu.



Mata uang di dunia ini ada 4, yaitu:



perunggu


perak


emas, dan


diamond



100 perunggu sama dengan 1 perak.


100 perak sama dengan 1 emas.


100 emas sama dengan 1 diamond


begitupun kebalikannya😁



'sungguh pemuda yang baik hati' batin orang itu.



Yan Chen terus berjalan mengikuti petunjuk arah dari orang yang tadi ia tanya dan akhirnya Yan Chen melihat bangunan tingkat 4.



Di papan tulisan itu tertulis "Penginapan dan Restoran lotus Emas"



lotus emas adalah sekte aliran putih yang ada di kekaisaran Xin ini. Mereka mengembangkan bisnis mulai dari penjualan kebutuhan pendekar, penginapan maupun restoran.



Yan Chen pun melangkahkan kakinya masuk ke penginapan.



ketika ia berjalan ke arah resepsionis, Yan Chen menjadi pusat perhatian. Sebab ia memakai pakaian masih dengan jubah dan tudung kepala dan mereka merasa pertama kali baru melihatnya, jadi tidak heran Yan Chen jadi pusat perhatian.



" Halo.. Apakah masih ada penginapan kosong, nona?" tanya Chen.



"A..ada tuan.... be..berapa hari tu..tuan akan menginap?"jawab resepsionis gugup.



"Saya akan menginap 3 hari saja. Berapa biaya yang harus aku bayar? bersama dengan makannya." ucap Chen.



"Hanya 3 koin emas dan 60 perak tu..tuan. Dan kami akan menyiapkan makan 1hari dua kali tuan" jawab resepsionis.



"Baiklah itu 4 koin emas. Sisanya ambil saja untukmu dan tolong siapkan aku makanan terbaik untukku sekarang" ucap Chen.

__ADS_1



"te..terimakasih tuan. Silahkan duduk di kursi dan meja yang masih kosong" ucap resepsionis.



"Baiklah aku akan menunggu di meja sana" ucap Chen sambil menunjuk ke arah meja yang ada di sudut ruangan dekat jendela.



"Baiklah tu..tuan. silahkan tunggu sebentar" ucap resepsionis.



Yan Chen pun pergi menuju meja yang ia tunjuk barusan dan langsung duduk dimeja nya.



terlihat keadaan sekitar sangat penuh dengan pengunjung. Ada yang bercanda, ada yang minum-minum, ada yang fokus makan dan ada yang sedang asik menggoda sang pelayan.



Tapi yang jadi pusat perhatian Yan Chen adalah di salah satu meja ada yang sedang membicarakan masalah kekaisaran.



"Aku tadi mendengar pembicaraan prajurit, bahwa tadi ada utusan dari kekaisaran Mo untuk melamar putri kekaisaran ini"ucap pemuda 1



"Apakah benar demikian?" tanya pemuda 2



"Iya benar demikian. Tapi sang putri menolaknya mentah-mentah."ucap sang pemuda 1



"haishhh itu akan menyebabkan perang antar kekaisaran"ucap pemuda 2 memelas.



"Ya, karena mereka pasti merasa terhina dengan penolakan tersebut. Jadi kita bersiap-siap saja" jawab pemuda 1



Yan Chen tau bahwa putri yang sedang mereka bicarakan adalah putri Yu mei Er adik dari pangeran Xin Di Zao.



'Yah itu hanya masalah percintaan. Kenapa juga harus berperang' pikir Yan Chen sambil menunggu makanan dan minumannya datang.




"Maaf menunggu lama tuan, dan selamat menikmati makanan kami" ucap pelayan sambil tersenyum.



Ketika Chen membuka tudung kepalanya, alangkah terkejutnya sang pelayang melihat manusia yang sangat tampan. sang pelayang membelalakan matanya dan menutup mulut dengan tangannya sendiri, karena tidak percaya melihat manusia didepannya setampan itu.



"ekkkkhheeemmm" Chen hanya berdehem.



ketika sang pelayang tersadar akibat deheman Yan Chen, akhirnya sang pelayan pamit undur diri.



"Ma...ma..maaf tuan.. Saya pamit undur diri" ucap sang pelayan.



Yan Chen hanya menganggukan kepalanya saja dan ketika ia akan memasukan makanan kedalam mulutnya, terdengar suara gaduh dan keributan dari arah depan Yan Chen.



Terlihat orang yang membawa kapak sedang memaksa seorang pelayan untuk memuaskan hawa birahi mereka.



"Tidak.. Saya tidak akan ikut bersama kalian" ucap pelayan dengan sedikit berontak.



"Hahaha.. pokoknya malam ini kamu harus ikut bersama kami gadis manis"ucap pemimpin kelompok itu sambil memegang sang pelayan.



"Ha..ha..ha..ha. kita akan berpesta malam ini bos !" ucap salah seorang diantara mereka.


__ADS_1


"Tidak saya tidak akan ikut dengan kalian para bajingan"ucap pelayan.



plakkkk !!



pemimpin kelompok tersebut menampar sang pelayan dengan keras hingga menjatuhkan sang pelayan itu.



si pelayang terjatuh dan meringis kesakitan memegang pipinya dan terlihat di sudut bibinya mengeluarkan sedikit darah.



Ya bagaimana pun si pelayan adalah orang biasa sedangkan yang menamparnya mempunyai tingkatan prajurit -2.



Di sudut ruangan meja Yan Chen, ia hanya melihatnya saja sambil memakan makanan yang ia pesan.



Semua pengunjung diam, tidak ada yang mau membantu si pelayan. Dan tidak ingin mati konyol pikir semua pengunjung, tapi tidak dengan salah satu pemuda.



Yan Chen yang melihat pemuda itu berjalan ke arah tempat keributan tersenyum.



"hohohooo.. ternyata ada pahlawan kemalaman ya hahahaha" tawa sang pemimpin dan kelompoknya.



Pemimpin kelompok tersebut langsung maju menerjang si pemuda dan melayangkan pukulannya ke dada si pemuda dengan telak.



Si pemuda terlempar menabrak meja yang ada di belakangnya.


Ketika si pemimpin kelompok itu akan mengayunkan kapaknya ke arah pemuda tiba-tiba merasakan bahwa kepalanya tertusuk sesuatu.



"kalian yang disana sangat berisik sekali. Mengganggu waktu makanku saja"ucapnya ketus sambil memainkan satu sumpit di tangannya.



Ya, dia adalah Yan Chen. Orang yang melemparkan sumpitnya ke arah pemimpin kelompok itu dan menusuk kepalanya.



Seketika semua orang diam membisu dan hanya bergidik ngeri melihat bagaimana pembunuhan yang dilakukan Chen didepan mereka.



"Bawa dia keluar dari sini secepatnya. Kalau tidak........... Kalian juga akan mati seperti pemimpin kalian !!" ucap Chen dingin kepada kelompok itu.



'haahhhh ... mengganggu saja. Sebaiknya aku ke kamar saja, membersihkan diri lalu tidur' gerutu Chen sambil berjalan meninggalkan semua orang yang terlihat masih bengong di lantai satu untuk naik ke lantai 3.


Karena lantai 1 dan 2 itu restoran, lantai 3 dan 4 ialah penginapan.



(skip malam)


\*



Setelah sinar matahari masuk dan menyinari wajah Yan Chen, akhirnya Chen bangun dan duduk dipinghiran kasur yang sangat empuk itu sambil mengucek-ngucek matanya supaya tidak mengantuk kembali.



"Hoaaaaammmm !! Sudah pagi ternyata. Lebih baik aku mandi dulu saja.



(To Be Continue)



SAYA SEBAGAI AUTHOR MENGUCAPKAN BANYAK-BANYAK TERIMAKASIH KEPADA KALIAN YANG SELALU MENDUKUNG AUTHOR.🙏


SAYA sebagai author hanya ingin mengucapkan ...


SELAMAT BERBUKA PUASA UNTUK YANG MENJALANKAN IBADAH PUASA🙏😂


MOHON MAAF APABILA ADA SALAH KATA MOHON DI MAKLUM YA HEHEHH !!


'Aku masih pemula' bisik author😁

__ADS_1


Jangan lupa like dan sarannya !!


See you gaessss !!


__ADS_2