
"Apa yang ingin kamu bicarakan Chen'er?" tanya kaisar.
"Aku ingin meminta ijin untuk melakukan latihan diluar, ayahanda."ucap Chen.
\*\*\*
"Aku ingin menjadi kuat secepatnya ayahanda"ucap Chen.
"Apakah kamu ingin meninggalkan ibunda, nak?" Ucap permaisuri.
"Tidak ibunda.. Aku hanya pergi sebentar dan akan kembali lagi kesini" jawab Chen.
"Hahhh... Baiklah kami mengijijkanmu.. Jikaoun tidak diijinkan, kamu tetap akan pergi juga kan?" Ucap kaisar.
"Hehehe... Iya ayahanda" jawab Chen sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.
"Kalau begitu.. aku ikut adik Chen" ucap Di Zao.
"Baiklah.. kita siap-siap.. besok kita berangkat kak" ucap Chen.
"Yoshhhh.... !!!" Jawab Di Zao.
Chen lalu kembali kekamarnya untuk istirahat karena besok ia akan berlatih.
Ia tidak melakukan persiapan, sebab semua yang ia perlukan ada didalam cincin pernyimpanan nya.
Setelah pagi tiba, Chen bersiap lalu pergi kekamar Di Zao.
'tokk..tokk.tokk'
"Kak, apakah sudah siap" tanya Chen.
"Iya tunggu sebentar"jawab Di Zao.
Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya Di Zao keliar dari kamarnya dengan membawa buntelan kain besar.
Chen yang melihat itu hanya menghela nafasnya.
"Apakah kak Zao mau pindahan?" Tanya Chen.
"Hehehe.. ini semua perbekalan ku" jawabnya sambil tertawa.
"Hahhh... Yasudahlah sini biar aku bantu menyimpannya" ucap Chen lalu memasukan nya kedalam cincin penyimpanannya.
"Baiklah kak. Sekarang kitu temui ayahanda dan ibunda untuk pamit" ucap chen.
"Yoshh... !!!" Jawab Di Zao.
Merekapun berjalan menemui kaisar dan permaisuri.
Kaisar dan permaisuri terlihat sedang mengobrol sembari santai di ruangan tahta.
Chen dan Di Zao pun menghampirinya lalu berlutut dihadapan kaisar dan permaisuri.
"Salam ayahanda kaisar dan ibunda permaisuri"ucap Chen dan Di Zao serempak.
"Bangun lah putra-putraku" ucap kaisar.
"Ayahanda dan ibunda, kami pamit sekarang"ucap Chen.
"Hahhhh.... Baiklah.. restu ayahanda dan ibunda menyertai kalian" ucap kaisar.
"Terikasih ayahanda, ibunda" ucap mereka serempak.
"Cepatlah kembali anak-anak ku" ucap permaisuri.
"Mohon terima ini ayahanda"ucap Chen lalu mengeluarkan kotak kecil.
"Apa ini Chen'er?" Tanya kaisar.
"Buka saja ayahanda" ucap Chen sambil tersenyum.
Kaisar lalu membuka kotak itu dan ketika telah terbuka, ia begitu kaget melihat isi dari kotak itu yang ternyata buah-buahan abadi yang sangat langka didunia ini.
"Apakah kamu tidak salah memberikan buah-buahan abadi ini Chen'er?" Tanya kaisar.
"Tidak ayahanda.. Aku ingin ayahanda menjadi lebih kuat lagi"jawab Chen.
__ADS_1
"Haishhh.. baiklah terimakasih Chen'er" ucap kaisar.
Ia tidak menyangka akan memiliki buah-buahan abadi yang banyak dicari oleh para kultivator.
Terlebih lagi ia dapatkan dari pemberian anaknya.
"Kami berangkat sekarang" ucap Chen.
"Yasudah berhati-hatilah kalian"ucap kaisar.
Yan Chen dan Di Zao pun berjalan keluar dari ruangan tahta.
"Hahh... Anak-anak kita sekarang sudah besar" ucap permaisuri ketika melihat mereka pergi keluar.
"Yah.. semoga mereka baik-baik saja dan pulang secepatnya"jawab kaisar.
\*\*
"Kemana kita akan pergi sekarang adik Chen"tanya Di Zao setelah diluar istana.
"Hutan kematian" jawab Chen singkat.
"Apakah kita akan berlatih disana?"tanya Di Zao lagi.
"Tidak.. kita akan menemui seseorang" jawab Chen.
"Hahhh... Baiklah aku ikut saja apa mau mu"jawab Di Zao.
Merekapun berjalan melewati pasar.
Semua orang yang melihatnya menundukan kepalanya karena mereka tau bahwa 2 pemuda yang sedang berjalan itu adalah pangeran kekaisaran meskipun pakaian mereka terlihat biasa saja dan memakai tudung kepala.
Tiba-tiba dari arah depan terlihat iring-iringan kereta kuda sedang berjalan.
"Minggir kalian semua . Beri jalan untuk tuan muda bangsawan Chu"teriak pemimpin pengawal itu.
Seketika semua orang memberikan jalan kecuali 2 pemuda yang memakai tudung.
"Hey bocah..!! Apakah kamu tidak melihat bahwa tuan muda Chu akan lewat"teriak pemimpin pengawal itu.
Yan Chen dan Di Zao hanya diam berdiri dan tidak menanggapi perkataan itu.
Ketika Di Zao akan membuka tudung kepala nya, tiba-tiba di hentikan oleh Yan Chen.
"Jangan kak, lebih baik kita biarkan saja dulu mereka"ucap Chen.
"Hahh.. baiklah.." jawab Di Zao.
Lalu mereka berdua pun menyingkir dari jalanan.
"Hahhahahaha... Bagusss !! Kalian ternyata masih sayang kepada nyawa kalian" ucap pemimpin pengawal tersebut sembari tertawa.
Chen dan Di Zao hanya tersenyum melihat tingkah pemimpin rombongan itu.
Setelah rombongan itu melewati mereka, mereka pun akhirnya melanjutkan perjalanan dan masuk kedalam gang sempit.
"Kita akan kemana adik Chen?" Tanya Di Zao.
"Kita akan berkunjung dulu ke suatu tempat"jawab Chen.
Xin Di Zao hanya mengikuti Chen.
Ketika mereka telah memasuki gang sempit terlihat didepan sana terdapat rumah yang terlihat hampir rubuh dan lingkungan yang kumuh.
"Itulah tempatnya Kak Zao"ucap Chen sambil menunjuk rumah yang ada dihadapannya.
"Rumah siapa ini adik Chen?" Tanya Di Zao.
"Kakak akan tau nanti"ucap Chen sambil berjalan kearah rumah itu.
Terlihat didepan rumah itu berdiri seorang anak berusia 10 tahun.
Ketika ia melihat ada 2 orang yang memakai tudung kepala mengernyitkan dahinya.
'Panti asuhan'batin Di Zao ketika melihat tulisan besar yang ada di depan rumah itu.
__ADS_1
"Feng'er...." Teriak Chen memanggil anak itu dan membuka tudung kepalanya.
Ya, anak itu Feng long. Anak kecil yang pertama kali bertemu dengan Chen di oasar sebelumnya.
"Kak Chen...." Teriak anak tersebut sambil berlari menuju ke arah Chen.
"Hahahhhhh... Ternyata kamu masih mengingatku adik kecil" tawa chen sembari membuka tangannya dan berjongkok.
"Kak Chen, kemana saja kakak selama ini?" Tanya Feng sambil memeluk Chen.
"Hahahahh... Kakak sedang ada urusan akhir-akhir ini. Jadi baru sekarang bisa mengunjungi mu." Jawab Chen.
"Ohiya.. kakak ini?" Tanya Feng sambil melihat oemuda yang masih memakai tudung kepalanya.
"Perkenalkan nama kakak Xin Di Zao" ucap Di Zao sambil membuka tudung kepalanya.
"Pa...pa.. pangeran" ucap Feng gagap.
"Hahahhh tidak usah begitu adik kecil"ucap Di Zao tertawa sambil mengelus rambut Feng long.
"Apakah kamu tidak akan menyuruh kami untuk masuk kedalam Feng'er?" Tanya Chen.
"Hehehhh... Mari silahkan masuk kak" ucap Feng sambil tersenyum.
Ketika mereka masuk kedalam, terlihat anak-anak sedang bermain di ruangan tengah.
Ketika mereka melihat Chen, mereka berhamburan menghampiri Chen dan langsung memeluknya.
"Kak Chen...!!!" Yeriak mereka semua.
"Apakah ada yang datang Feng'er?" Tanya bibi Shi yang sedang mencuci piring di dapur.
"Iya bi. . Kakak Yan Chen kembali" ucap Feng senang.
'Yan Chen..' pikir Bibi Shi
"Ahhh..." Ucap bibi Shi lalu berlari keruang tengah ketika sudah mengingat nama Yan Chen.
"Nak Chen?" Tanya bibi Shi.
"Salam bibi" ucap Chen menangkupkan tangannya lalu diikuti Di Zao.
"Mari silahkan duduk"kata bibi Shi mempersilahkan Chen dan Di Zao duduk.
"Terimakasih bi.." ucap Cen lali duduk dikursi yang ada.
"Siapa pemuda yang bersamamu ini nak Chen?" Tanya bibi Shi kepada Chen.
"Ahh.. perkenalkan nama saya Xin Di Zao bi.." ucap Di Zao memperkenalkan diri.
"Pa..pa..pangeran ? Maaf sebelumnya tidak mengetahuinya" ucap bibi shi menangkupkan tangannya.
"Tidak apa-apa bi, jangan terlalu sungkan" ucap Di Zao.
"Bagaimana keadaanya anak-anak sekarang bi"tanya Chen mencairkan suasana yang terlihat canggung itu.
"Ahhh... Berkat bantuan yang di berikan nak Chen kebutuhan anak-anak bisa terpenuhi" jawab bibi Shi dengan airmata yang mengalir membasahi pipinya.
"Sudah bi sudah... Jangan menangis begitu"ucap Chen tidak tega melihat bibi Shi menangis.
"Terimakasih nak Chen terimakasih" ucap bibi Shi.
"Kak, aku mengajakmu kesini karena ingin menunjukan bahwa didalam ibukota yang sangat besar dan indah ini masih ada wilayah yang tidak terjamah oleh pemerintahan."ucap Chen kepada Di Zao.
"Kakak sebagai penerus tahta kekaisaran harus bisa mengurus penduduk yang ada diwilayah pinggiran ini. Karena bagaimanapun mereka juga termasuk penduduk wilayah ibukota ini.
"Baik Chen... Aku berjanji akan mengurusnya dan aku mewakili kekaisaran meminta maaf karena belum bisa bersikap adil terhadap seluruh rakyat kekaisaran ini" ucap Di Zao menangkupkan tangannya.
(To Be Continue)
**Terimakasih kepada kalian yang sudah membaca dan memberikan like karya saya yang abstrak ini🙏
Saya sebagai author mengucapkan banyak terimakasih karena saya tidak menyangka karya saya ini ada yang membacanya.
Semoga kalian semua sehat selalu. Aamiin🙏
Semoga kuota dan waktu kalian tergantikan menjadi berkali-kali lipat.
Selamat membaca dan Selamat sahurrrr. !!
__ADS_1
See you next chapter gaesss**... !!!