Kultivator Dewa Pedang Ada Di Bumi

Kultivator Dewa Pedang Ada Di Bumi
18. PERTEMPURAN I


__ADS_3

"Aku akan mendukungmu dan jangan kecewakan adik ku.. hahaha" lanjutnya.


"emmmm..." jawab Xiao Ning dengan muka memerah.


Zi tang terlihat mengepalkan sayap lebarnya lalu terbang perlahan ke atas...



\*\*\*



Tapi ketika sudah berada di atas, Di Zao mendapat pesan dari ayahnya bahwa kekaisaran Xin akan berperang dengan kekaisaran Mo.



"Ada apa dengan mu Di Zao?"tanya Xiao Ning yang melihat wajah Di Zao terlihat cemas.



"Kekaisaran Xin akan berperang dengan kekaisaran Mo"ucap Di Zao.



"Lalu apa hubungannya dengan mu?"tanya Xiao Ning.



"Nama ku sebenarnya Xin Di Zao. Aku sebenarnya putra mahkota dari kekaisaran Xin dan Yan Chen adalah adik ku"jawab Di Zao.



"Apaaaa...?" Ucap Xiao Ning terkejut karena tidak tahu akan identitas dua pemuda yang sudah hidup bersamanya selama kurang lebih setahun ini.



"Lalu apa yang akan kamu lakukan sekarang? Apakah Chen sudah tahu masalah ini?" Tanya Xiao Yu.



Terlihat Chen terbang menghampiri mereka berdua sembari menggendong Xiao Yu.



Ya, hanya yang sudah mencapai tingkatan imortal yang bisa terbang.



"Tenanglah kak, aku juga mendapat pesan dari ayahanda" ucap Chen ketika sudah sampai didepan mereka.



"Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang?"tanya Di Zao.



"Apakah tidak apa-apa jika perjalanan ini ditunda dulu?"ucap Chen bertanya kepada Xiao Yu.



"Ya, tidak ada masalah untuk ku."ucap Xiao Ning.



"Kalau begitu, kita ke perbatasan paman Zi" teriak Chen.



"Baiklah.... Aku akan meregangkan otot-otot ku terlebih dahulu... Hahahahah" ucap Zi tang lalu meluncur ke arah perbatasan kekaisaran Xin dan Mo.



\*\*



Di perbatasan kekaisaran Xin..~~



"Yang mulia kaisar, musuh berjarak 1 km dari sini"ucap pengintai kekaisaran Xin.



"Baiklah..." Ucap kaisar lalu berdiri dari kursinya.



"Jendral long, siagakan semua pasukan"lanjutnya.



"Baik yang mulia" ucap jendral long.



Mereka melihat sekitar 10 ribu pasukan musuh berjajar rapih sedang berjalan kearahnya.



"Jendral, siapkan pasukan berkuda elit kita untuk menerobos masuk ke tengah"ucap kaisar.



"Ayah.... Maafkan aku karena menyebabkan perang ini" Ucap Yu mei Er terlihat khawatir karena melihat banyaknya musuh.



"Tenanglah mei'er" ucap kaisar menenangkan putrinya itu.



"Prajurit-prajurit ku.... Terimakasih untuk kalian yang siap membela tanah air ini.. Terimakasih sudah mau mengorbankan nyawa kalian untuk kekaisaran lemah ini.."ucap kaisar dihadapan seluruh prajuritnya.



"Bersama kita hancurkan kekaisaran biadab itu"lanjutnya.



'Woooooaaahhhhhhh'



Gemuruh seluruh prajurit ketika mendengar kaisar.



Kekaisaran Mo terus bergerak perlahan hingga jarak mereka semakin dekat dan dekat.



"Seraaaaaannggggg.... !!!!!"



Teriak kaisar Mo memberikan perintah.



"Wooooaaaahhhhhh"



Teriak seluruh prajurit kekaisaran Xin ketika melihat seluruh prajurit Mo maju menyerang.



Bang..!!



Bang..!!



Bentrokan prajurit kekaisaran langsung pecah. Setiap prajurit mengeluarkan kemampuan terbaik mereka.



Ketika beberapa saat kemudian terlihat prajurit kekaisaran Xin tertekan karena perbedaan jumlah.



"Bertahannn....!!!" Teriak jendral long ketika melihat keadaan prajurit nya terdesak.



"Hahahaha... Para prajurit bodoh kekaisaran Xin memang payah" teriak kaisar Mo.



Kaisar Mo melihat dari atas kuda bahwa formasi prajurit kekaisan Xin sudah mulai hancur.


__ADS_1


"Pasukan berkuda, habisi mereka" ucapnya memberi perintah.



Pasukan berkuda kekaisaran Mo maju menyerang prajurit kekaisaran Xin.



Disisi kekaisaran Xin



Kaisar yang melihat bahwa pasukannya sudah mulai terdesak .



'Mereka sangat kuat'gumamnya.



Kaisar lalu melihat pasukan berkuda musuh mulai bergerak maju menyerang terlihat panik.



"Gawattt....!! Jendral serang pasukan berkuda musuh, cepattt !!! Ucapnya berteriak.



Pasukan jendral yang menjaga barisan belakang langsung maju kedepan menahan serangan pasukan berkuda musuh.



Suasana medan pertempuran terlihat sangat kacau, dimana terlihat banyak sekali korban dari kedua belah pihak yang kebanyakan dari kekaisaran Xin karena kalah kuat dan kalah jumlah.



"Jendral, segera suruh para komandan mengatur formasi ulang. Jika kita kalah disini maka dapat dipastikan keluarga kita, kerabat kita akan mati" ucap kaisar kepada jendral long.



"Para komandan... Atur ulang formasi. Kita akan berjuang sampai mati" ucap jendral long.



'Berjuanggggg' teriak seluruh pasukan kekaisaran Xin.



'Ya berjuang sampai titik darah penghabisan' sahut prajurit yang lain.



"Majuuuuu" teriak jendral long sembari berlari kearah pasukan musuh.



Kaisar Mo hanya tersenyum melihat para prajurit kekaisaran Xin berteriak.



'Dasar prajurit-prajurit bodoh'gumamnya.



Sayangnya, keberanian mereka hanya sebatas keberanian. Nampak terlihat banyak korban berjatuhan dari pihak kekaisaran Xin.



Tubuh Jendral long sudah mulai berlumuran darah karena terkena sabetan senjata prajurit kekaisaran Mo yang mengepungnya.



Terlihat jendral kekaisaran Mo tertawa.



"Hahahah... Aku akui kamu memiliki kemampuan yang lebih baik dari pada yang lain"ucap jendral kekaisaran Mo sembari berjalan mendekat kearah jendral long.



Ketika sudah berada dekat dengan jendral long, ia langsung mengeluarkan pedang dari sarungnya.



"Aku ingin menjajal kekuatan mu"ucap jendral itu ketika sudah berada di hadapan jendral long.



Jendral long hanya diam menatap dengan dingin kearah orang itu.




"Hahahah... Aku jendral Kim"ucap jendral itu.



"Ijinkan aku menjajal kekuatan mu"lanjutnya.



Prajurit yang ada di sekitar mereka sedikit mundur menjauh memberikan ruang untuk para jendral itu.



\*\*



Di atas langit ibukota kekaisaran Xin, Chen merasakan firasat buruk.



"Paman, bergerak lebih cepat" ucap Chen.



"Ada apa Chen?" Tanya Di Zao.



"Aku merasakan firasat buruk terhada kekaisaran Xin"jawab Chen.



Seketika muka Di Zao terlihat sangat cemas sekali.



'Semoga ayah baik-baik saja' gumamnya.



\*



Jendral long langsung mengeluarkan auranya.



"Hahaha... Apakah aura mu hanya segini saja?" Tanya jendral kekaisaran Mo ketika merasakan aura jendral long.



"Baiklah... Akan aku mulai" ucap jendral itu.



Seketika pertempuran para jendral membuat prajurit yang sedang bertarung memilih berhenti dan melihat pertarungan kedua jendral kekaisaran itu.



Bang!



Bang!



Mereka mengeluarkan berbagai jurus hingga membuat tanah disekitar mereka berlubang.



Setelah bertukar puluhan jurus, jendral long bergerak mundur karena terlihat sudah kehabisan energi.



"Hahahha... Apakah hanya segitu saja kekuatan mu jendral?" Ucap jendral kekaisaran Mo meledek sembari tertawa.



'Apakah ini akhir hidupku?' gumam jendral long.

__ADS_1



Disisi Yan Chen.



Yan Chen bersama yang lainnya terlihat cemas diatas tubuh Zi tang karena ia melihat dari kejauhan, didepannya sudah terjadi pertempuran yang dahsyat.



Yan Chen meyuruh Zi tang untuk berhenti karena Yan Chen ingin mencari keberadaan kaisar dan adiknya yang ikut ke pertempuran.



Yan Chen ingin memastikan kaisar dan adiknya dulu sebelum turun ke medan perang.



Chen menggunakan salah satu teknik penglihatan dari kitab dewa semestanya untuk melihat dengan jelas.



Ketika ia melihat kaisar dan adiknya berada dipaling belakang, Chen terlihat mulai tenang.



'Haaahh.. syukurlah kalian baik-baik saja' gumam Chen tapi bisa didengar oleh Di Zao dan Xiao Ning.



"Siapa yang baik-baik saja, Chen?" Tanya Di Zao.



"Ayahanda dan mei'er baik-baik saja" jawab Chen.



"Haaaahhhh... Syukurlah mereka baik-baik saja" ucap Di Zao menghela nafasnya.



Ia khawatir akan keadaan kaisar dan adiknya. Bagaimanapun juga adiknya masih berumur sekitar 15 tahun dan sudah ikut ke medan perang.



Lalu Chen terlihat memfokuskan penglihatannya lagi karena ia tidak melihat keberadaan jendral long.



Hingga akhirnya ia melihat salah satu sosok yang dilihatnya sangat berani dan berada di tengah-tengah pasukan musuh walaupun baju zirah warna emasnya sudah di penuhi warna merah, entah itu darahnya atau darah lawannya.



Melihat jendral long yang lemah dan terlihat akan mati dan dikerubuni oleh pasukan musuk, seketika tubuh Chen menegang.



Bagaimana pun, orang pertama yang bertemu dengan Chen ketika keluar dari hutan kematian adalah jendral long dan Yan Chen sudah menganggapnya sebagai keluarga.



Yan Chen langsung terbang meluncur dengan kecepatan maksimalnya. Dalam hitungan detik, ia sudah sampai di depan pasukan musuh.



"Mati kalian semua..."



Teriakan kemarahan Yan Chen mengguncang pasukan musuh.



Jendral dan pasukan musuh yang mendengar teriakan tersebut langsung melihat ke arah depan.



Terlihat didepan mereka sesosok pemuda yang sedang terbang kearah mereka.



Jendral long yang tidak mengetahui bahwa Yan Chen memasuki pertempuran hanya bisa pasrah melihat pasukan musuh mengepungnya.



'Semuanya, semoga kedepannya kita bisa bertemu kembali dikehidupan selanjutnya' gumam sang jendral.



Kaisar yang melihat jendral long dikepung prajurit musuh, ia benar-benar merasa bersalah.



"Sialan....." Teriak kaisar.



Pasukannya benar-benar hilang arah karena terus ditekan oleh puluhan ribu prajurit kekaisaran Mo.



Yan Chen terbang melesat kearah barisan tengah musuh karena ingin menyelamatkan jendral long.



"Huaaaaaaaaa..."



"Mati kalian semuaaaaa...."



Teriak Yan Chen sembari memotong prajurit musuh yang ada didekatnya seperti tahu dengan pedang pusakanya.



Ketika Yan Chen sampai didekat jendral long, komandan kekaisaran Mo menghalangi jalannya dengan muka penuh amarah.



"Minggirrr..."



Teriak Yan Chen.



" Sialannnn..... Keparat !!.. Siapa kau? Berani membunuh prajurit kekaisaran mo" teriak sang komandan prajurit kekaisaran Mo marah.



"Akan ku bunu.."



Belum selesai komandan itu berbicara, Yan Chen sudah memenggal kepalanya.



"Berisik.." ucap Chen.



Pemandangan tersebut membuat mental prajurit kekaisaran Mo turun, karena bagaimana bisa komandan mereka yang berada tingkatan alam langit terbunuh dalam sekejap.



Tanpa sadar prajurit kekaisaran Mo bergerak mundur dan membukakan jalan untuk Chen karena takut.



'Jendral, tunggu aku'



gumam Chen sembari berjalan ke arah jendral dengan memegang pedangnya yang sudah berlumuran darah dan tidak lupa ia mengeluarkan aura dewa naganya untuk menekan para prajurit kekaisaran Mo.



(To Be Continue)



**Selamat siang para pemuda !!!


Banyak-banyak istighfar kau anak muda wkwkwkw


Jika otak sudah miring, imajinasi pun lancar jaya😂😂


Terimakasih untuk kalian semua 😊😊


See you next chapter pemuda**.......

__ADS_1


__ADS_2