
"Baiklah... Tuan mari silahkan" ucap Ling Mei.
Ling Mei, Chen, Zi tang dan paman penjaga menaiki tangga menuju ruangan Ling Mei.
\*\*\*
Mereka berempat berjalan memasuki ruangan Ling Mei.
"Silahkan duduk tuan muda" ucap Ling Mei mempersilahkan duduk kepada Chen dan Zi tang.
"Terimakasih nona" ucap Chen.
"Pelayan... " Ucap Ling Mei memanggil pelayan.
Terlihat seorang oelayan membuka pintu.
"Ada apa nona muda?" Tanya pelayan sembari membungkukan badannya.
"Tolong buatkan teh untuk ku dan tolong ambilkan satu guci arak kristal" ucap Ling Mei.
"Baiklah nona" ucap pelayan itu lali pergi keluar dari ruangan.
"Sebelumnya.. Perkenalkan nama ku Ling Mei. Aku pengurus paviliun Seribu Bintang ini." Ucap Ling Mei.
"Aku Chen dan dia paman Zi. Salam kenal nona Ling" ucap Chen memperkenalkan diri.
"Ada apa tuan muda Chen ingin menemuiku?" Tanya Ling Mei.
"Aku berniat ingin berbisnis dengan nona muda" ucap Chen.
"Kalau boleh tau, bisnis apa tuan muda Chen?" Tanya Ling Mei.
"Aku ingin menjual ini kepada kalian" ucap Chen.
Lalu mengeluarkan 1 butir pil kultivasi tingkat langit tahap menengah.
"Hahhhhhhh..... !!!!"
Ling Mei dan paman penjaga terkejut ketika melihat dan merasakan energi dari pil yang Chen keluarkan.
"I...i...tu pil tingkatan langit" ucap paman penjaga tergagap.
"Ya. Ini adalah pil kultivasi tingkat langit tahap menengah dan memiliki efektivitas 100 persen." Ucap Chen santai.
Chen bersikap biasa-biasa saja. Karena didalam cincin penyimpanannya masih banyak pil-pil yang memiliki tingkatan lebih dari pada itu.
Ling Mei lalu merubah wajahnya dari terkejut menjadi berwibawa lagi meskipun sedikit aneh.
"Pil kultivasi tingkat langit sudah sangat langka. Pasti akan banyak sekali orang yang menginginkannya meskipun harga jualnya sangat mahal sekali" ucap Ling Mei.
"Bagaimana..? Apakah kalian mau berbisnis denganku?" Tanya Chen.
Meskipun koin emas Chen masih menggunung didalam penyimpanannya, tapi ia tetap akan melakukan itu karena untuk menambah pengalaman dan kepercayaan terhadap orang lain.
"Baiklah.. kami setuju. Tapi dengan syarat pembagian hasilnya dibagi rata. Bagaimana?" Ucap Ling Mei.
"Terserah kalian saja" ucap Chen.
Ia lalu mengeluarkan 10 botol kecil yang di setiap botolnya berisi 5 butir pil kultivasi yang sama dengan ia keluarkan sebelumnya.
'Anak ini mempunyai pil sebanyak itu. Apa latar belakang dari pemuda ini?' batin paman penjaga yang ada di belakang Ling Mei.
"Baiklah... Aku akan urus kontrak bisnisnya. Dan ini adalah kartu VIP paviliun seribu bintang. Terimalah.." ucap Ling Mei memberikan kartu itu.
"Tuan Chen akan menjadi tamu kehormatan untuk kami, dan jika berbelanja akan mendapatkan diskon 20% dengan kartu ini" jelas Ling Mei.
Tiba-tiba pelayang yang mengambil minuman sudah datang kembali.
"Nona, ini minumannya" ucap pelayan itu.
"Silahkan tuan muda cicipi arak kristal nya" ucap Ling Mei.
"Baiklah.. terimakasih nona Ling" ucap Chen sembari tersenyum.
'Degg......'
'Kenapa jantung ku berdetak kencang saat melihat senyumannya?' tanya Ling Mei dalam hati.
'Ah... Apa yang sedang aku pikirkan.' lanjutnya.
"Nona...? Nona...?" Tanya Chen ketika melihat Ling Mei melamun.
"A... Ah iya aku juga suka padamu... Upsssss" ucap Ling Mei keceplosan.
"Apa yang nona bicarakan?" Tanya Chen.
"A..ah tidak tidak... Tidak apa-apa" ucap Ling Mei gelagapan dengan muka memerah menahan malu.
"Hahahahahah... Rupanya ada yang sedang jatuh cinta disini" ucap paman penjaga.
__ADS_1
"Apa yang paman bicarakan.? Aku tidak sedang jatuh cinta" ucap Ling Mei menahan malu.
"Hahahahahahha...." Paman penjaga hanya tertawa melihat tingkah laku nona muda nya.
"Oh ada satu hal lagi..." Ucap Chen.
"Apa itu tuan?" Tanya Ling Mei.
"Aku ingin melelang senjata pusaka dan buah abadi ini" ucap Chen sembari mengeluarkan sebuah pedang dengan gagang berbentuk naga berwarna putih dan 1 buah buahan abadi.
"Ini adalah senjata pusaka tingkat langit bernama pedang naga bumi dan ini adalah buah abadi anggur surga yang khasiatnya memurnikan elemen" lanjutnya.
"Hahhhhh......"
Mereka pun dibuat terkejut lagi dengan benda yang dikeluarkan oleh Chen.
"Tuan muda tidak henti-hentinya mengagetkan kami berdua" ucap Ling Mei.
"Ini akan jadi barang utama pelelangan kali ini." Ucap Ling Mei.
"Masalah harga kalian saja yang tentukan, aku akan ikut saja. Dan tolong jangan panggil aku tuan. Kita seumuran, panggil saja Chen." Ucap Chen.
"Baiklah.. tu. Eh Chen" ucap Ling Mei.
"Sebentar lagi pelelangan akan segera di mulai. Apakah kamu akan ikut?" Tanya Ling Mei.
"Ya.. aku akan ikut. Siapa tau mendapatkan sebuah harta" ucap Chen.
'Harta apanya? Kamu saja sudah banyak harta mau mendapatkan harta yang bagaimana lagi' gerutu Ling Mei.
"Baiklah... Paman, tolong antarkan Chen dan paman Zi keruangan VIP nomer 5.
"Baik nona.." ucap paman penjaga.
"Mari ikuti aku" lanjutnya.
Chen dan Zi tang pun keluar dari ruangan Ling Mei mengikuti paman penjaga menyisakan Ling Mei sendiri.
"Apakah aku suka kepadanya?" Ucap Ling Mei.
"Padahal aku baru bertemu dengannya kali ini saja, tapi aku sudah merasa nyaman bila didekatnya" lanjutnya.
"Sudahlah.. lebih baik aku tidak memikirkannya dahulu" ucapnya.
Iya terlihat sedang berjalan menuju ruangan bertuliskan angka 5.
Paman penjaga itu membuka pintu ruangannya
"Silahkan tuan muda.." ucap paman penjaga itu
"Jika ada yang diperlukan, panggil saja yang tua ini" lanjutnya.
"Baiklah... Terimakasih paman" ucap Chen.
"Jangan sungkan tuan muda" ucap paman penjaga itu lalu pergi meninggalkan Chen dan Zi tang.
Terlihat ruangan itu depannya ditutupi oleh kaca. Sehingga hanya bisa melihat kearah depan.
Dilantai bawah sudah banyak orang yang akan mengikuti acara pelelangan itu.
" Aku mendengar bahwa kaisar kekaisaran Xin dan Qin akan ikut memeriahkan acara pelelangan hari ini" ucap salah seorang yang ada di bawah.
"Apakah kamu tidak asal bicara?" Jawab seseorang yang ada di sampingnya.
"Aku tidak asal bicara. Tadi aku melihat rombongan kaisar Xin dan Qin sudah ada di paviliun ini" ucap orang pertama.
"Wahh... Berarti acara pelelangan kali ini akan sangat spesial dan bisa saja barang yang dilelang kali ini jauh berharga" ucap seseorang yang ada di sampingnya tadi.
Beberapa saat kemudian, terlihat seorang wanita cantik menaiki panggung yang ada di tengah ruangan itu diikuti oleh seorang wanita yang membawa kotak persegi berukuran kecil.
Ya, wanita itu akan memandu jalannya pelelangan kali ini.
Kemudian ia menyuruh wanita yang membawa kotak itu untuk menyimpan kotak itu di atas meja yang ada diatas panggung.
"Para tamu sekalian, perkenalkan aku adalah Ming Lan. Aku yang akan memandu acara pelelangan kali ini. Untuk lelang awal, kami akan melelang sebuah ginseng merah berusia 30 tahun yang dapat membantu menambah energi Qi pada tubuh" ucap Ming Lan
Pelayan yang tadi membawa kotak itu lalu membuka kotak yang ada di atas meja. Terlihat lah oleh semua orang bahwa itu adalah ginseng merah dengan aroma khas nya.
Orang-orang terlihat mulai gaduh ketika melihat ginseng itu.
"Harap tenang semuanya. Kami akan segera memulai penawarannya dan penawar terbesar berhak mendapatkan ginseng merah tersebut" ucap Ming Lan.
"Untuk penawaran pertama, kami membuka harga 600 koin emas. Setiap tawaran akan memiliki kelipatan 100 koin emas" lanjutnya.
" 700..."
"800 .."
__ADS_1
"1200.."
Orang-orang mulai berteriak menawar ginseng merah tersebut dan akhirnya telah mencapai harga 1200 koin emas.
"1200 pertama.... 1200 kedua..." Ucap Ming Lan menghitung.
"1400..." Ucap salah seorang yang ada di ruangan VIP nomer 3.
"Go tua.. aku tidak akan membiarkannya begitu saja hahahahah" ucap orang yang ada di ruangan nomer 3.
"Dasar Rou tua brengsekk... 1600" ucap seseorang di ruangan nomer 1.
Ya, mereka adalah Xin Rou Shu, kaisar kekaisaran Xin di ruangan VIP nomer 3 dan Qin Go Lang, kaisar kekaisaran Qin di ruangan VIP nomer 1.
Ruangan VIP ada 7 ruangan 1 dan 3 diisi oleh kaisar, ruangan 2 oleh Ling Mei, ruangan 4 diisi oleh bangsawan Zen, ruangan 5 diisi oleh pemimpin sekte naga surgawi, ruangan 6 diisi oleh bangsawan Ming, ruangan 7 diisi oleh bangsawan Ren.
"1800..." Suara yang ada diruangan nomer 3.
"2000..." Balas orang yang ada di ruangan nomer 1.
"Hahahah... Baiklah aku mengalah" ucap orang yang ada di nomer 3.
"Sialan kau Rou tua... Berani-beraninya mempermainkan ku" ucap orang yang ada di ruangan 1.
" Hahaha.... Aku hanya mengetes seberapa kayanya dirimu kaisar kekaisaran Qin." Balas orang yang ada diruangan nomer 3.
"Sialan kau Xin Rou Shu" ucap kaisan Qin yang terlihat sangat marah karena audah dipermainkan.
Orang-orang yang mendengar percakapan itu jadi tau bahwa ruangan nomer 1 dan 3 diisi oleh kaisar kekaisaran Xin dan Qin.
'Benar kan perkataan ku sebelumnya, bahwa kaisar Xin dan Qin akan mengikuti acara pelelangan kali ini' ucap salah seorang.
'Ya kamu memang benar" jawab orang yang ada di sampingnya.
"2000 pertama... 2000 kedua... 2000 ketiga.. selamat ginseng merah ini dimenangkan oleh ruangan nomer 1.
Pelayan menutup kotak itu lalu membanyanya menuju ruangan nomer 1.
Chen hanya menggelengkan kepalanya saja. Ia tidak menyangka bahwa kaisar Qin akan membeli ginseng merah seharga 2000 koin emas lebih tidak menyangka lagi bahwa ayahnya yaitu kaisar Xin berani mempermainkan kaisar Qin.
Benda-benda yang di lelang selanjutnya tidak ada yang bisa menarik perhatian Chen dan Zi tang.
"Benda selanjutnya adalah sebuah tulang yang sangat keras tetapi sangat ringan seperti kapas. Kami tidak tahu ini tulang apa, tapi kami yakin benda ini berharga jika ada orang yang tahu tulang ini tulang apa." Ucap Ming lan.
Seorang pelayan membawa kotak berukuran panjang sekita 1 meter lebih dan menaruhnya diatas meja lalu membukanya.
Terlihat tulang berwarna putin dengan panjang sekitar 1 meter.
Semua orang yang ada disana segera memeriksa tulang itu dengan indra spiritual nya untuk menemukan petunjuk yang mungkin bisa mereka temukan.
Sedangkan untuk Zi tang, ia mengernyitkan dahinya.
'Tulang sayap naga' gumamnya dan bisa didengar oleh Chen.
Chen akhirnya tahu bahwa tulang itu adalah tulang dari sayap naga dan bisa dioakai untuk bahan membuat senjata pusaka.
"Baiklah... Untuk penawaran pertama, kami akan membuka harga senilai 1000 koin emas. Setiap tawaran memiliki kelipatan 100." Ucap Ming lan di atas panggung.
Semua orang terdiam tidak ada yang berani melakukan penawaran. Menurut mereka, harga yang ditawarkan oleh paviliun sangat mahal untuk menda yang tidak diketahui kegunaannya.
"Apakah paman yakin jika itu adalah tulang dari sayap naga?" Tanya Chen kepada Zi tang.
"Tentu saja aku sangat yakin.. kamu lupa bahwa aku juga seekor naga" jawab Zi tang.
Terlihat wajah Ming Lan murung melihat tidak ada orang yang melakukan penawaran terhadap barang tersebut karena akan mempengaruhi komisi yang didapatkannya.
"4000... " Ucap Chen seketika mengejutkan semua orang.
"Ahhhh...." Ming Lan terlihat terkejut karena ada yang melakukan penawaran yang sangat tinggi dan melihat tidak ada lagi penawar lainnya.
"Baiklah... Benda ini dimenangkan oleh ruangan nomer 5 seharga 4000 koin emas." Ucap Ming Lan.
Pelayan segera menutup kotak itu lalu mengantarkannya keruangan Chen.
Semua orang hanya diam saja melihat ada orang yang membelinya dengan harga yang amat mahal. Mereka berfikir orang yang ada didalam ruangan nomer 5 hanyalah orang yang bodoh dan ingin menghamburkan uangnya saja.
Ketika pelayan masuk dan memberikan kotak tersebut, Chen langsung membayar 4000 koin emas dan memberikannya kepada pelayan itu.
Seandainya semua orang tau bahwa tulang itu adalah tulang sayap naga yang merupakan bahan penting untuk pembuatan senjata pusaka tingkat legenda, mungkin akan terjadi pertumpahan darah karena memperebutkannya.
Dan jika seluruh kultivator benua timur ini mengetahui bahwa tulang itu ada di tangan Chen, pasti akan mengejar dan merebutnya.
Terlihat Chen membuka dan memainkan tulang itu ditangannya.
**Untuk kalian semua .. Nikmati malam kalian dengan sebaik-baiknya.. Karena tidak tahu besok malam apakah masih bisa begini heheheh..
Terimakasih untuk kalian semua yang sudah memberikan like kepada tulisan saya yang tidak ada manfaatnya ini 🙏
Semoga kalian semua suka dengan karya saya ini.
Jangan lupa ngopi dan ngerokok 😁
See you next chapter. !!
__ADS_1
Byebye**. !!