
Xiao Yu memutuskan untuk beristirahat di kamar lantai dua, karena di istana itu terdapat sekitar 10 kamar, di bawah 5 dan di lantai dua 5.
Jadi mereka bebas memilih kamar untuk tidurnya.
\*\*\*
Keesokan harinya..
Chen dan Xiao Yu sudah terbangun dari tidurnya karena takut jika orang lain melihat dia dan Xiao Yu tidak ada di kamarnya.
Setelah membersihkan diri di dunia jiwa, mereka memutuskan untuk kembali ke kamarnya.
"Mari kita kembali adik manis" ucap Chen.
"Ya kak.." jawab Xiao Yu sembari merentangkan tangannya tanda ingin di gendong.
"Baiklah... Heuuuupppp. Manja sekali adik manis kakak ini" ucap Chen sambil mencubit pipi Xiao Yu.
"Awwww.... Cakit kak Chen" ucap Xiao sambil mengelus pipinya lalu memanyunkan bibir nya.
"Hahahhaah.... Maafkan kak Chen adik manis.. Habisnya kamu sangat menggemaskan" ucap Chen.
"Baiklah.. Mari kita kembali" lanjut Chen.
"Emmmm...." Ucap Xiao Yu.
Chen pun membuka portal lalu memasukinya bersama Xiao Yu yang ada dipangkuannya.
Seketika mereka telah berada di dalam kamar di dunia nyata.
"Mari kita turun kebawah adik manis" ucap Chen.
"Ayo kak.." jawab Xiao Yu.
Mereka pun keluar dari kamarnya lalu turun ke lantai satu.
Ya, kamar mereka terletak di lantai 2 istana.
Saat mereka tiba di lantai 1, tiba-tiba diruang tengah sudah ada kaisar, permaisuri, Di Zao, mei Er, Zi tang dan Xiao Ning.
"Kak Chen lihat... Telnyata semua olang sudah belkumpul."ucap Xiao Yu
"Hahahah.... Ada apa ya pagi-pagi sudah berkumpul begini?" Tanya Chen.
"Gak tau.." ucap Xiao Yu.
Mereka yang melihat Chen dan Xiao Yu hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"Baiklah ayahanda.. karena Chen sudah datang, kalau begitu kami berangkat sekarang" ucap Di Zao.
"Apakah kalian tidak akan makan terlebih dahulu?" Tanya permaisuri.
"Tidak ayahanda.. Nanti saja di perjalanan" ucap Di Zao.
"Hahhhh.... Baiklah.. !! Kalian harus berhati-hati" ucap kaisar menghela nafasnya.
"Tenang saja ayahanda.. Selama ada monster disisi kami, kami akan baik-baik saja" ucap Di Zao sambil melirik Chen.
"Kakak harus pulang secepatnya ya" ucap mei Er.
"Emmmmm.... Kakak pasti akan pulang secepatnya setelah urusan selesai" ucap Di Zao.
"Jaga ayahanda dan ibunda ya." Lanjutnya.
__ADS_1
"Baiklah saatnya berangkat.." ucap Chen.
Merekapun berjalan keluar dari istana menuju halaman depan.
Zi tang langsung berubah ke wujud naganya.
Meskipun kaisar dan permaisuri sudah tahu bahwa Zi tang adalah seekor naga, tapi tetap saja kaget ketika melihatnya.
Di Zao dan Xiao Ning melompat ke punggung Zi tang di susul Chen dan Xiao Yu yang melompat ke kepala Zi tang.
"Baiklah semuanya.. jaga diri kalian" ucap Di Zao.
"Berhati-hatilah kalian" ucap kaisar sembari melambaikan tangannya.
Zi tang pun terbang meluncur keatas dengan kecepatan tinggi.
Tidak lupa, mereka yang menaiki Zi tang membuat pelindung pada diri mereka supaya tidak terbawa oleh angin karena kecepatan terbang Zi tang.
"Haahhhh... Semoga mereka baik-baik saja" ucap kaisar.
"Ya, semoga mereka baik-baik saja" jawab permaisuri.
Setelah beberapa menit, Zi tang oun sudah tidak terlihat lagi oleh mata kaisar, permaisuri dan mei Er.
Disisi Chen~
"Paman Zi, berapa lama perjalan menuju benua barat?" Tanya Chen kepada Zi tang.
"Mungkin dengan kecepatan ku yang sekarang akan memakan waktu selama 2 minggu." Jawab Zi tang.
"Hahhhh... Kita tidak usah terburu-buru paman Zi" ucap Chen.
"Jika ada kota atau desa, kita istirahat dulu saja paman Zi." Ucap Chen.
"Ya, baiklah" jawab Zi.
Setelah satu hari dibawa terbang oleh Zi tang, akhirnya mereka melihat sebuah gerbang kota yang lumayan cukup besar dan ramai.
"Chen, di depan ada sebuah kota. Apakah kita akan singgah disana?" Tanya Zi tang.
"Ya, kita akan singgah terlebih dahulu dan berhenti saja disini" ucap Chen.
"Baiklah.. mari kita turun ke bawah" ucap Zi tang.
Ya, jika mereka berhenti di depan gerbang akan membuat kehebohan karena keberadaan Zi tang. Jadi mereka memutuskan untuk turun sedikit lebih jauh dari gerbang kota tersebut.
"Kak Zao, Ning'er kita akan beristirahat dulu di kota yang ada di depan. Sembari mengisi ulang perbekalan kita. Tidak apa-apa kan?" Ucap Chen.
"Ya tidak apa-apa Chen" jawab Di Zao.
Setelah Zi tang berubah menjadi manusia, mereka segera berjalan ke arah tempat antrian untuk memasuki kota tersebut.
Terlihat beberapa prajurit penjaga sedang mengecek barang-barang yang olang lain bawa untuk masuk ke dalam. Ada juga beberapa prajurit yang sedang berjaga di atas benteng kota.
"Wahh.. antriannya sungguh panjang sekali" ucap Chen.
"Ya.. kita tunggu saja" ucap Di Zao.
Terlihat di atas gerbang bertuliskan kota daun persik. Kota yang termasuk kedalam wilayah perbatasan antara kekaisaran Xin dan Qin tapi masuk kedalam wilayah kekaisaran Qin.
Kota yang ramai karena kota itu masuk kedalam jalur perdagangan.
__ADS_1
Jadi tidak heran banyak gerbong kereta yang terlihat disana karena para pedagang.
Setelah beberapa saat, akhirnya giliran mereka masuk.
"Tunjukan identitas kalian.." ucap prajurit penjaga 1.
Di Zao lalu mengeluarkan lencana kekaisaran Xin.
Salah satu komandan yang ada di atas benteng melihat bahwa Di Zao mengeluarkan lencana kekaisaran langsung turun dan menemuinya.
"Apakah anda keluarga kaisar kekaisaran Xin?" Ucap komandan ketika tiba di hadapan Di Zao.
"Ya, aku putra mahkota Xin Di Zao dan mereka adalah rombonganku" ucap Di Zao.
"Maafkan hamba telah memperlambat perjalanan kalian" ucap komandan sembari membungkukan badannya.
Semua orang yang sedang mengantri meresa heran. Ketika komandan membungkukan badannya? Apakah rombongan itu rombongan penting?
Pikir semua orang yang melihat kejadian itu.
"Tidak usah dipikirkan" jawab Di Zao.
"Baiklah terimakasih pangeran... Silahkan masuk" ucap komandan dengan hormat.
"Terimakasih komandan" ucap Di Zao.
Mereka pun masuk ke kota tersebut.
Keadaan kota daun persik terlihat ramai.
Mereka memutuskan untuk mencari penginapan untuk beristirahat selama 2 hari
Ya, mereka akan beristirahat selama 2 hari di kota daun persik ini.
Mereka berjalan untuk mencari penginapan tapi tidak menemukannya.
Akhirnya mereka memutuskan untuk bertanya kepada orang-orang.
"Maaf kek, apakah kakek tau dimana letak penginapan terdekat?" Tanya Di Zao kepada seorang pedagang tua.
"Ah.. anak muda tinggal lurus saja, lalu belok ke kanan. Nah di sebelah kiri itu penginapan" ucap si kakek.
"Baiklah... Terimakasih kek"ucap Di Zao sembari memberikan 2 koin emas.
"E....eh anak muda i...ini tidak usah anak muda" ucap kakek menolak pemberian Di Zao.
"Tidak apa-apa kek. Itu untuk kakek" ucap Di Zao.
"Yasudah kakek terima.. terimakasih anak muda" ucap kakek berterimakasih.
Bagaimana pun juga dengan koin emas itu bisa membiayai hidupnya selama sebulan.
"Sama-sama kek" ucap Di Zao sembari melangkahkan kakinya menemui yang lain.
'Sungguh anak muda tampan dan baik hati' gumam si kakek ketika melihat Di Zao berjalan pergi.
Di Zao berjalan menemui yang lainnya yanh sedang menunggu dia.
(To Be Continue)
**SEGITU DULU YA TULISAN HARI INI..
MAAF BARU BISA UPDATE CHAPTER 🙏🙏
LAGI ADA KERJAAN LAEN..
JADI BARU BISA UPDATE..
TERIMAKASIH UNTUK KALIAN SEMUA 😁
JANGAN LUPA SAHUR UNTUK YANG MAU SAHUR 😂😂
__ADS_1
See you next chapter gaessss**... !!