Labil

Labil
Diketawain Camer


__ADS_3

Sesampainya di rumah, ku lihat motor ayah sudah terparkir di depan. Itu artinya ayah sudah pulang. Aku pun segera membuka sepatu, lalu masuk. Seperti biasa mengucap salam dan cium tangan. Tersampak ayah di ruang tamu. Sepertinya, ayah juga baru pulang.


"Nyari siapa yah?"


Kulihat ayah celingukan, seperti mencari seseorang. Padahal anaknya sudah disini, di depan matanya sendiri.


"Kamu sendiri?"


Aku mengangguk. Berdua sama siapa coba? Lalu datanglah ibu membawa segelas teh manis hangat, pasti itu pesanan ayah.


"Anak ibu udah pulang"


Ibu menyambutku saat mencium tangannya.


"Temen kamu gak ikut kesini?"


Tanya ibu sambil menyodorkan teh hangat itu ke dekat ayah.


"Diminum yah"


Katanya. Ayah pun mengambil teh tersebut, lalu meminumnya dengan hati-hati karena masih panas.


"Enggak bu,.langsung pulang tadi"


Jawabku.


"Oh pantesan"


Ayah ikut berbicara. Tehnya disimpan lagi di atas meja.


"Loh, ayah tahu emang?"


Ayah malah tersenyum


"Tau, tadi ibu cerita, katanya ada temen cowo jemput kamu"


Lah ibuku comel.

__ADS_1


"Kata ibu, temen kamu imam masjid bukan?"


"Hah?"


Tanyaku tak faham


"Tapi kata ibu , ada dua kemungkinan, antara imam masjid dan baru selesai disunat"


Seketika aku teringat Rafa yang memakai sarung. Aku tertawa sambil melirik ibu, ternyata ibu juga tertawa. Rafa jadi bahan lelucon obrolan kami di sore ini


"Rafa, camer lo ngetawain"


Kataku dalam hati.


"Iyaa tadi ibu cerita ke ayah kalo temen kamu jemputnya pake sarung"


Ibu tertawa lagi. Ayah jugaa ikut tertawa.


"Iya bu, pas aku tanya katanya lupa ganti sarung, abis pulang jumatan soalnya"


"Semangat banget yaa dia jemput kamu, sampe lupa ganti sarung segala"


"Eh itu temen kamu atau pacar?"


Ayah bertanya lagi, pertanyaannya yang tidak bisa kujawab. Karena jawabannya, dia adalah mantan.


"Mm temen lah "


Jawabku dengan singkat, padat dan jelas.


"Ibu pake cerita ke ayah segala"


Protesku pada ibu.


"Abisnya temen kamu lucu"


Duh, padahal lucuan aku.

__ADS_1


"Di kelas juga gitu bu, suka ngelawak mulu dia"


Aku menceritakan kelakuan Rafa didepan ayah dan ibuku.


"Kapan-kapan ajak kesini lagi buat ketemu ayah"


Aku kaget mendengar ucapan ayah. Seumur-umur, baru kali ini dia memperbolehkanku membawa teman lelaki ke rumah .


"Mau diapain emang yah?"


"Mau disunat sama ayah hahaha"


Ibu dan ayah tertawa lagi. Yah, ternyata ayah cuma bercanda.


"Kamu mandi dulu gih udah sore"


Titah ibu padaku. Kemudian ibu berbisik padaku


"Ibu mau pacaran dulu sama ayah"


Aku cengengesan mendengar ucapan ibu.


"Yauda Uti mandi dulu ya"


Akupun meninggalkan ruang tamu dan pergi ke kamar mandi.


Tapi sebelum mandi dimulai, aku penasaran dengan perkataan ibu tadi.


Pelan-pelan aku mengintip di dekat lemari. Kulihat ibu dan ayah sedang duduk berdua, kepala ibu bersandar di pundak ayah. Hmm, romantisnya mereka. Padahal usia mereka sudah tidak muda lagi .


Tak lama, akupun berbalik ke belakang.Tak sengaja, tangan kananku menyenggol sapu yang disimpan di dekat lemari hingga jatuh dan berbunyi.


Dengan segera aku berlari ke kamar mandi sebelum ibu datang dan tahu jika tadi aku mengintip mereka.


Lalu , terdengar ibu memanggilku di balik pintu.Katanya,


"Sayang, kalo mandi ya mandi aja, gausah ngintip"

__ADS_1


Duh, ketahuan deh.


__ADS_2