
/ Indonesia, Jawa 28-10-1987 /
*Oeeek!!
*Oeeek!!
Di pedalaman hutan terdengarlah suara bayi yang menangis cukup keras. Bayi itu terlihat terselimuti dengan kain bermotif batik berwarna cokelat, dia tersembunyi dibalik semak semak.
Seorang pria berusia 47 tahun mendengar suara tangisan bayi itu dan mencari asal suaranya. Setelah beberapa saat mencari, dia akhirnya menemukan asal suaranya dan menemukan sebuah bayi.
(Bayi? Mengapa dia ada disini?) batin pria itu
Pria itu kemudian menyentuh bayi yang ia temukan, ketika tangannya bersentuhan dengan bayi, mata pria itu langsung berkaca-kaca. Pria itu kemudian menggendong bayi itu dengan hati hati.
“Sepertinya aku harus merawatmu sekarang dan aku akan mencoba untuk mencari orang tuamu bayi kecil. Sampai waktunya kau bertemu dengan orang tuamu, aku akan memanggilmu…” pria itu berpikir
(…Indra? Tidak, tunggu… Yudistira? Atau mungkin Bima? Aku rasa tidak ada yang pas untukmu.) batin pria itu
*DUK-UDUK-UDUK!!!
Suara berisik kereta api kemudian terdengar dari kejauhan.
(Suara kereta api? Padahal asalnya cukup jauh tapi aku tidak menyangka kalau suaranya bisa sampai kesini. Tunggu, kereta api? Kereta… api?... Kai! Benar, namanya terdiri dari tiga huruf jadi aku rasa ini cocok.) batin pria itu
“Bayi kecil, mulai sekarang aku akan memanggilmu dengan nama Kai.” ucap pria itu
/ SKIP /
Sekarang Kai telah memasuki usia balita, dia tumbuh menjadi seorang pendiam tidak seperti kebanyakan balita yang lain. Di usia itu dia sering bepergian mengelilingi dunia bersama seorang pria berumur 50-an yang ia panggil sebagai Pak tua.
Di usia tiga tahun, Kai sudah di ajari cara berhitung, membaca, melukis dan menulis oleh Pak tua. Di usia empat tahun, Kai sudah lancar dalam ketiga hal itu dan diapun mulai merasakan ‘Neraka’.
Pak tua memaksa dia untuk setidaknya membaca 1 buku selama satu bulan, menerjemahkan sebuah buku berbahasa asing ke Bahasa Indonesia dan mengerjakan soal matematika tingkat SD kelas 4-6.
Saat usianya mencapai delapan tahun, Kai sudah memiliki kemampuan membaca cepat yang luar biasa, mahir dalam Bahasa Mandarin, Melayu, Indonesia, Inggris, Jepang, Rusia, dan beberapa Bahasa daerah di Indonesia. Di umur inilah dia mulai mempelajari seni beladiri, cara menggunakan berbagai macam senjata dan juga beberapa ilmu hitam.
“Ingat Kai, ilmu hitam kita ini tidaklah ‘hitam’ karena semuanya berdasar pada Khodam yaitu jin yang membuat perjanjian dengan kita. Jika teknik itu mengandung sesuatu seperti pengorbanan maka kau ataupun aku dilarang keras untuk mempelajarinya.” Ucap Pak Tua
Di umur sepuluh tahun, Kai dan Pak tua berkesempatan mengunjungi Rusia, Kai kembali dipaksa oleh Pak tua untuk melawan sebuah beruang remaja yang ada disana. Mereka setelah itu pergi ke Amerika untuk melatih kemampuan berburu Kai menggunakan berbagai macam senjata di hutan.
Di umur 13 tahun, Kai bersama Pak tua harus kembali ke Indonesia karena ada sebuah konflik besar yang tengah terjadi. Sebagai seorang ahli seniman beladiri dan orang yang pintar Pak tua diminta ikut serta dalam meredakan konflik itu agar tidak terjadi perpecahan bangsa.
Disinilah, Kai untuk pertama kalinya dapat mencium aroma darah yang sangat menusuk, may*t manusia segar yang tergeletak di jalanan.
/ SKIP /
Ketika konflik selesai, Kai mendapat pelajaran berharga bahwa konflik benar benar harus segera diatasi dan tidak boleh dibiarkan terjadi atau diperlama. Oleh karena itulah dia kemudian membuat permintaan pertama yang dia buat kepada pak tua, dia ingin menjadi pembunuh bayaran agar ia bisa memb*nuh orang orang yang ingin menyebabkan konflik.
Pak tua itu lalu menyanggupi permintaan Kai dengan syarat dia harus berlatih keras selama 2 tahun untuk menjadi seorang pembunuh profesional. Kai, kembali merasakan latihan ‘neraka’ yang mengharuskan dirinya melampaui batasannya.
2 tahun kemudian, Kai sudah berusia 16 tahun dan diapun terjun ke dunia bawah, sisi gelap dunia.
/ 10 Tahun Kemudian /
Pak tua telah lama pergi meninggalkan dunia, nama samaran Kai telah meluas ke seluruh dunia. Dia sudah banyak membunuh orang pembuat konflik dan melindungi orang yang mencintai perdamaian. Bagi orang yang mengetahui keberadaannya mereka menganggap Kai sebagai seorang pahlawan dan bahkan dia menjadi legenda di dunia bawah.
__ADS_1
Namun, itu semua kini hanyalah masa lalu karena Kai sudah pensiun dari pekerjaan itu. Dia memutuskan pensiun karena ia menderita sebuah penyakit yang tidak bisa disembuhkan.
Karena ia sudah mengerti bahwa penyakitnya tidak bisa diobati, Kai sekarang hidup sederhana di Jepang dengan hobi barunya yaitu menonton anime dan mengunjungi panti asuhan. Dalam perkembangannya Kai juga mulai membaca komik komik populer, menjadi seorang gamer dan juga seorang streamer.
Kai menghibur banyak orang melalui stream-nya meskipun di tahun 2013 platform stream belum terlalu terkenal. Di tahun 2015 saat Kai berusia 28 tahun, Kai sempat berbincang bincang dengan khodamnya mengenai ‘Sistem’ yang ada di dalam anime. Mereka berdua pikir sistem itu sangat canggih dan Kai berkeinginan untuk memilikinya, jadilah Kai dan Khodamnya bertukar pikiran mengenai sistem macam apa yang mereka inginkan jika itu bisa terwujud.
Di bulan Desember tahun 2019 saat Kai sudah berusia 32 tahun, penyakitnya mulai memburuk secara drastis. Ia bahkan harus di rawat intensif di sebuah rumah sakit.
Mendengar dirinya yang di rawat di sebuah Rumah Sakit, para rekan seperjuangannya dahulu kala datang menjenguknya bahkan mereka rela untuk menanggung semua tagihan rumah Sakit. Setelah tiga bulan berlalu, Kai telah melewati masa kritisnya namun ia hanya bisa terbaring di atas Kasur.
Ia sadar penyakitnya belum terobati dan ia juga mempunyai firasat kalau dirinya akan mati dalam kurun waktu satu setengah tahun. Kai tahu bahwa firasatnya pasti benar.
Yang bisa Kai lakukan hanyalah marathon anime dan ketika tubuhnya sudah bisa digerakkan dia berencana untuk sering mengunjungi banyak panti asuhan secara bergantian dan memberikan sumbangan, selain itu dia akan melakukan streaming dan mulai merencanakan video terakhir yang menjadi penutup di channelnya ketika dia sudah mati.
Ketika penyakit Kai mulai kambuh dan ia telah tiba di penghujung hidupnya. Dia menitipkan wasiat kepada para sahabatnya yang sudah menemaninya sejak dulu.
Kai berpesan untuk menyumbangkan seluruh uang yang dia miliki ke panti asuhan dan orang orang yang membutuhkan, dia meminta salah seorang sahabatnya untuk mempublikasikan video terakhirnya, dan terakhir dia ingin dikubur di Indonesia tepatnya di samping kuburan orang tuanya.
Semua sahabatnya menyanggupi hal itu dan… tepat di hari saat Kai baru saja berulang tahun, dia mati sebagai seorang legenda baik di dunia bawah sebagai pembunuh bayaran ataupun di masyarakat umum sebagai seorang streamer.
/ Di Sebuah Ruang Putih /
Dimana… aku?... ruangan putih apa ini?... arghh… kepalaku sakit… argh... Kai?... Kai adalah namaku?… karena mengidap penyakit itu aku seharusnya sudah mati sekarang. Namun... dimana aku?
Di sekelilingku tidak ada apa apa dan seluruhnya putih. Ini mengingatkanku pada 'White Torture' yang ada di bumi. Karena tidak ada apa apa disini, aku kemudian mencoba mengingat ingatanku lebih banyak.
Meskipun Ini adalah ingatanku sendiri tapi aku tercengang kalau aku ini dulunya adalah seorang pembunuh bayaran profesional. Yah, itu semua hanyalah masa lalu dan aku sudah mati sekarang jadi tidak perlu untuk terus diungkit...
"Tes. Tes." ucapku mencoba mencari tahu apakah aku bisa berbicara sekarang dan hasilnya, ya aku bisa
"Halo apa ada orang?!" teriakku
“Hantu!!” Aku terkejut karena tiba tiba muncul seorang kakek kakek tepat didepanku
“Tenanglah nak, aku adalah seorang dewa jadi tenangkanlah dirimu. Nah, apa kau mau tau kenapa kau ada disini dan apa sebenarnya tempat ini?” tanya dewa
Aku terdiam sejenak lalu menjawab, “Aku ingin tahu dewa, tolong jelaskan kepadaku.”
“Pertama-tama aku akan menjelaskan kepadamu apa sebenarnya ruang putih ini, ruang ini adalah sebuah ‘jalan’ diantara bumi dengan alam kematian yang akan dilalui oleh jiwa jiwa orang yang sudah mati dan berjalan menuju alam bawah.” ucap Dewa
“Untuk penyebab kenapa kau ada disini sudah pasti karena kau sudah mati tapi kau harus tahu kalau biasanya jiwa mereka yang sedang ‘menyebrang’ itu kosong tanpa adanya kesadaran.” ucap Dewa
“Kalau memang begitu, mengapa aku punya kesadaran sekarang? Apa kau melakukan sesuatu kepadaku dewa?” tanyaku
“Kau pintar nak, aku memang melakukan sesuatu padamu tapi tenang saja aku hanya ingin memberimu sebuah tawaran. Apa kau mau pergi ke dalam Dunia Anime Naruto Series?” tanya Dewa
“Apa?! Aku masuk kedalam dunia Naruto?!” Aku terkejut lalu aku menenangkan diriku, “Kenapa kau menawarkan hal itu kepadaku?”
“Sejujurnya, dunia anime Naruto sekarang ini sedang berada di dalam bahaya akibat ulah Ras Tsutsuki yang serakah. Jika dibiarkan begitu saja, mereka cepat atau lambat akan menjadi semakin kuat dan semakin tidak terkendali. Jika itu terjadi mereka akan mulai berpindah dunia dan menyerang dunia lain selain dunia Naruto.” ucap Dewa
“Jadi kau ingin aku untuk memusnahkan mereka? Maaf dewa tapi kenapa tidak kau sendiri saja yang melakukannya?” tanyaku
“Pecahan jiwa temanku pernah bereinkarnasi di dunia itu tapi dia sekarang sudah mati karena kalah dalam melawan dua orang Tsutsuki secara bersamaan. Sekarang, tidak ada lagi yang bisa kulakukan karena setiap dunia hanya bisa menampung satu reinkarnasi dewa.” ucap Dewa
“Dengar ini nak, kau mungkin harus berusaha keras sekali lagi di dunia tapi jika kau berhasil, aku menjamin atas nama jiwaku kalau kau bebas bepergian ke dunia manapun yang kau mau termasuk dunia anime, game, ataupun film.” ucap Dewa
__ADS_1
“Tapi, jika kau tidak mau aku akan membiarkanmu melanjutkan perjalananmu dan kau akan masuk surga tapi kau tidak akan bisa pergi ke dunia anime atau apapun itu karena itulah peraturannya. Lalu alasan karena aku memilihmu adalah karena kaulah satu satunya orang yang memenuhi syarat ini.” ucap Dewa
Aku berkata keheranan, “Huh? Aku memenuhi syarat? Syar-”
“Sudah nak, aku sudah memberitahumu hal hal yang perlu kau ketahui jadi jangan perpanjang pembicaraan ini. Pikirkan saja apa yang mau kau pilih.” ucap Dewa
Aku berpikir sejenak dan berkata, “Apa yang akan terjadi kalau aku gagal?”
“Tidak ada yang akan terjadi, Demi jiwaku, kau hanya akan menjalani apa yang seharusnya kau lakukan sekarang.” ucap Dewa
Mendengar hal itu aku langsung terkejut, (Tidak ada yang akan terjadi?! Sepertinya dia tidak berbohong karena dia sudah bersumpah. Kalau begini, tidak ada alasan bagiku untuk menolaknya.)
“Dewa, aku terima tawaranmu.” ucapku
Dewa itu tersenyum, “Bagus kalau begitu aku akan membekalimu dengan sebuah system dan membuatmu untuk Lahir Kembali Menjadi Naruto. Sebagai hadiah, aku akan mengabulkan permintaanmu apapun itu.”
Aku berkata dengan nada polos, “Sungguh? Kalau begitu tolong bantai Ras Tsuts-”
*BONK
Dewa memukul kepalaku dengan tongkatnya hingga kepalakupun benjol.
“Jangan bercanda bocah.” ucap Dewa
“Aku minta maaf soal itu. Yah, aku belum terpikirkan apapun jadi tolong biarkan aku untuk berinteraksi dengan system-ku dulu.” ucap Kai
“Baiklah aku mengerti.” Ucap Dewa
Tiba tiba sebuah suara wanita robotik terdengar di dalam kepalaku namun suara itu tidak mengganggu sama sekali, [Halo Tuan, saya adalah system anda. Apa anda ingin saya untuk mengikat jiwa kita?]
Saat mendengar suara itu aku terkejut dan merasa terharu di waktu yang bersamaan, “Terimakasih Dewa.”
Dewa itu tersenyum, “Sama-sama jaga dia dengan baik.”
Aku mengangguk menjawab kata katanya.
(Lakukan system, aku menyetujuinya.) batinku
[Baik tuan.] jawab system
Aku kemudian merasa ada jiwa lain yang menyentuh tubuh jiwaku, itu terasa seperti sulur sulur pepohonan mengikatku dengan halus dan mencoba untuk terhubung denganku. Proses ini tidak terlalu menyakitkan bagiku.
Saat proses pengikatannya selesai, aku berkata kepada dewa, “Dewa, aku sudah siap sekarang dan karena aku tidak tahu apa yang harus aku minta, bisakah itu disimpan saja untuk lain kali?”
“Tentu saja bisa, katakan saja padaku jika kau punya permintaan nanti. Baiklah, ayo kita akhiri pertemuan kita nak, ayo bertemu lain kali saat kau sudah menghabisi para Ras Tsutsuki itu.” ucap Dewa
“Ya, aku akan memenuhi tugasku nanti. Terimakasih soal system-ku Dewa, aku benar benar berterimakasih.” ucapku
“Sudahlah, tidak usah dipikirkan, sampai jumpa lagi.” ucap Dewa
Tiba-tiba ruang putih di sekitarku terganti dengan pemandangan sebuah kamar yang gelap, aku melihat dua orang yang tertidur di atas Kasur dan akupun menyadari bahwa aku sudah berada di dunia Naruto tepatnya di Konoha dan sekarang hari sedang malam.
Dewa Kemudian menggunakan kemampuannya untuk memasukkan jiwaku tepat ke Rahim Ibuku dan lagi lagi perasaan aneh seperti saat aku menyatu dengan systemku kembali kurasakan.
BERSAMBUNG….
__ADS_1
Jangan Lupa Like, Komen, kasih saran atau kritik
...TERIMAKASIH...