
...| NARATOR POV |...
/Di Dalam Rimbunnya Pohon/
Di tempat ini terlihatlah anggota tim 7 yang sedang berdiri sambil saling berhadap hadapan. Tempat ini adalah tempat di mana tim 7 akan melakukan latihan mereka, tempat ini cukup lapang dan tinggi rumput yang tumbuhpun tidak mencapai mata kaki, karena itulah Kakashi memilih tempat ini sebagai tempat berlatih.
“Ehem, sebelum latihan kalian dimulai, aku akan menjelaskan latihan seperti apa yang akan kalian lakukan nanti. Karena ada perbedaan yang cukup besar antara Sakura dengan yang lainnya, Sakura akan berlatih cara mengontrol chakra terlebih dulu.” ucap Kakashi
“Sedangkan untuk Naruto dan Sasuke, aku akan memberitahu kalian bagaimana cara untuk melawan seseorang di lingkungan berkabut sehingga kalian bisa bertarung dengan leluasa nanti.” sambung Kakashi
“Oh iya, aku baru ingat, karena latihan Naruto dan Sasuke akan mengganggu latihan Sakura, aku memutuskan untuk melatih kalian secara terpisah.” tanya Kakashi
💢(Apa?!! Cha!! Padahal aku sudah menantikan saat saat dimana aku berlatih bersama dengan Sasuke-kun!! Dasar guru Kakashi tidak asik!) batin Sakura kecewa dan marah
Naruto tiba tiba mengangkat tangan kanannya, melihat itu Kakashipun menatap Naruto.
“Guru, apakah tempat berlatihnya dipisah? Atau hanya waktu latihannya saja yang dipisah?” tanya Naruto
“Hm… disini adalah tempat kalian semua akan berlatih, jadi aku tidak akan memisahkan tempat latihan kalian karena itu merepotkan. Ada pertanyaan lagi?” tanya Kakashi sembari menatap ketiga muridnya
Sasuke kemudian mengangkat tangannya dan mulai berbicara, “Guru.”
Sasuke menurunkan tangannya.
“Bagaimana dengan aku dan Naruto ketika Sakura sedang berlatih?” tanya Sasuke
“Kalian bebas melakukan hal apapun yang kalian inginkan tapi jangan sampai kalian melakukan tindakan berbahaya yang bisa mengancam keselamatan diri kalian sendiri atau orang lain. Sekarang sudah saatnya bagi Sakura untuk memulai latihannya. Jadi, apa kalian berdua ingin pergi dari sini?” tanya Kakashi
Naruto dan Sasuke saling melirik sebentar lalu kembali menatap Kakashi dan merekapun menjawab,
“Guru, aku dan Sasuke ijin pergi dulu. Aku ingin mencari makanan atau setidaknya bahan makanan, aku cukup lapar sekarang.” ucap Naruto sambil tersenyum dan memegangi perutnya yang lapar
“Sedangkan untuk Sasuke…” sambung Naruto melirik Sasuke
“Aku ingin berjalan jalan dan melihat keadaan kota ini.” ucap Sasuke
“Hm… baiklah kalau begitu, kalian bisa pergi sekarang.” ucap Kakashi
“Karena guru sudah mengijinkan kami pergi maka kami akan pergi sekarang.” Naruto menepuk bahu Sasuke, “Ayo Sasuke.”
Sasuke melirik Naruto lalu Sasukepun mengangguk, “Kami pergi dulu guru.”
Naruto dan Sasuke kemudian membalikkan badannya dan merekapun berjalan menjauh dari Kakashi dan yang lainnya. Setelah mereka berdua agak jauh, sakurapun membatin,
(Eh, Sasuke-kun pergi? Tanpa mengatakan selamat tinggal kepadaku? *Hiks setidaknya ucapkanlah sesuatu Sasuke-kun.) wajah Sakura nampak lesu dan dia juga menangis di dalam hatinya
Kakashi melirik ke arah Sakura dan melihat wajah kusamnya, (Haah, dasar anak anak.)
Pada saat Sakura menatap sedih punggung Sasuke yang kian menjauh, Sasuke tiba tiba berhenti lalu berbalik, Naruto yang menyadari hal itupun ikut berhenti dan juga berbalik.
Sasuke berteriak, “Semangatlah Sakura!”
*DEG
Mendengar hal itu jantung Sakura tiba tiba berdetak lebih kencang dari biasanya. Sakura tersenyum secara tidak sadar dan pipinya juga memerah, “Un! Aku pasti akan berusaha keras, Sasuke-kun!”
Sasuke tersenyum menanggapi hal itu. Naruto dan Sasuke lalu membalikkan badan mereka dan kembali berjalan bersama sama. Ketika Naruto dan Sasuke sudah tidak lagi dapat melihat Kakashi dan Sakura meskipun mereka membalikkan badan, merekapun mulai berbicara.
“Tidak biasanya kau melakukan hal seperti itu Sasuke...” ucap Naruto memikirkan ketika Sasuke memberi Sakura semangat
“Kau selama ini hanya merayu para bocah perempuan itu dengan kata kata manis tapi sekarang kau malah mengucapkan kata penyemangat kepada Sakura? Apa kau benar benar menyukainya, Sasuke?” tanya Naruto
Sasuke terdiam, dia berpikir sejenak lalu dengan muka datar diapun menjawab, “Tidak, aku tidak menyukainya sama sekali. Rambut pink itu sangat cerewet lebih cerewet dari anak perempuan lain yang pernah kutemui.”
__ADS_1
“Asal kau tau Naruto, aku hanya ingin menyemangatinya agar dia bisa berlatih dan berguna bagi tim kita. Aku tidak ingin ada penghambat di tim kita jadi jangan salah artikan tindakanku tadi.” ucap Sasuke
“Bukankah sikapmu itu keterlaluan? Kau memberinya harapan palsu, jika dia tahu dia pasti akan depresi. Kenapa kau tidak hentikan saja sandiwaramu sekarang supaya dampaknya tidak terlalu besar dan perlu kau ingat, aku tidak akan membantumu kali ini.” ucap Naruto
“Aku tau Naruto. Aku akan menghentikan sandiwaraku setelah misi ini berakhir. Aku sudah memikirkan solusi masalah yang kau sebutkan itu, bagaimanapun juga aku sudah memutuskan ini sejak kita berumur 9 tahun, jadi aku akan tetap melakukan hal ini sampai tuntas.” ucap Sasuke
...| FLASHBACK |...
/Di Rumah Sasuke/
Ketika Naruto dan Sasuke berumur 9 tahun, pada sore hari saat di rumah Sasuke tidak ada siapapun selain Sasuke dan Naruto karena Fugaku dan Itachi pergi menjalankan tugas mereka sedangkan Mikoto sedang berbelanja bahan makan malam,
Naruto dan Sasuke sekarang tengah duduk berhadap hadapan di ruang tamu rumah Sasuke. Di dekat kedua orang itu, terlihatlah beberapa buku yang berserakan.
“Hei Sasuke, bukankah kau bermimpi untuk menjadi Kapten Satuan Kepolisian Militer Konoha?” tanya Naruto
“Ya, memangnya kenapa?” tanya Sasuke
“Aku hanya ingin memberitahumu tentang satu hal. Begini, setahuku kepolisian itu juga mempunyai tugas untuk berpatroli dan memastikan tidak ada penyusup atau mata mata di dalam desa. Apa aku benar?” tanya Naruto
“Ya, kau benar.” jawab Sasuke mengangguk
“Nah, karena itulah aku pikir ada dua hal penting yang harus kau kenali. Kedua hal itu adalah Trik yang mereka pakai untuk menyusup dan sandiwara yang mereka gunakan untuk menutupi identitas asli mereka.” ucap Naruto
Alis Sasuke turun, “Aku paham kenapa aku harus mempelajari trik yang mereka pakai untuk menyusup tapi apa hubungannya sandiwara dengan seorang penyusup ataupun seorang mata mata?...” Sasuke berpikir
“…Tunggu, apa mungkin para penyusup itu bersandiwara agar identitas mereka yang sebenarnya tidak terungkap?” tanya Sasuke
“Tepat, itulah alasannya. Lalu karena kau akan menerima pelajaran trik trik penyusup yang lebih jelas ketika kau bergabung dengan satuan kepolisian dimasa depan, aku pikir informasi dari buku buku yang baru saja kita baca ini sudah cukup untuk saat ini. Meski begitu, aku memiliki pemikiran berbeda mengenai sandiwara.” ucap Naruto
“Di saat sekarang ini, sandiwara cenderung lebih mudah dilatih daripada berlatih menyusup, menangkap seorang penjahat ataupun melatih mata agar sensitif dengan gerak gerik orang yang mencurigakan.” ucap Naruto
“Intinya kau menyarankanku untuk melatih sandiwara dan mempraktekkannya secara langsung bukan?” tanya Sasuke
“Begitulah, tapi bagaimanapun juga keputusan apakah kau akan mengasah keterampilan bersandiwaramu atau tidak, itu tetaplah ada ditanganmu, aku hanya memberi saran. Jadi apa keputusanmu?” tanya Naruto
“Naruto, aku memutuskan untuk mengasah keterampilan sandiwaraku. Tapi ada beberapa masalah yang terlintas di pikiranku seperti; dari mana aku bisa mempelajari sandiwara? bagaimana aku bisa mempratekkannya di kehidupan sehari-hariku? dan sampai kapan aku harus melakukannya?” Ucap Sasuke
“Soal darimana kau bisa mempelajari sandiwara, kau tidak perlu khawatir Sasuke. Dulu, aku pernah meminta sebuah gulungan yang berisi cara bersandiwara dari kakek hokage, karena itulah aku bisa lancar menyembunyikan kekuatanku yang sebenarnya saat diakademi. Aku akan memberikan gulungan itu ke kau, tunggu sebentar…” ucap Naruto
Naruto berdiri lalu dia berjalan ke sudut ruangan untuk mengambil sebuah gulungan yang mempunyai lebar satu kepalan tangan. Dia kemudian kembali ke tempat duduknya.
“Apa gulungan yang kau maksud berada di dalam gulungan segel itu?” tanya Sasuke
“Kau benar Sasuke, tunggulah sebentar.” Ucap Naruto
Naruto kemudian menaruh gulungan di tangannya ke atas lantai dan diapun mulai membuka dan membentangkan gulungan itu. Ketika gulungan telah terbentang, terlihatlah sebuah susunan segel yang tertulis di atas kertas gulungan itu.
Naruto lalu membuat segel tangan dengan kedua lengannya, “Kai!”
*POOFF~~
Asap yang cukup tebal keluar dari atas segel. Perlahan asap di atas gulungan mulai menghilang dan pergi keluar ruangan karena pintu ruangan dalam kondisi terbuka. Ketika asap menghilang, terlihatlah 11 buku yang tertumpuk dan masing masing buku memiliki ukuran yang cukup tipis tapi tidak terlalu tipis.
Sebuah gulungan berukuran normal juga terlihat berada di atas tumpukan buku itu. Naruto mengambil gulungan itu dan memberikannya ke Sasuke.
“Ini. Ambil ini, akan kuwariskan gulungan ini kepadamu. Jadi aku mohon jagalah ini dengan baik.” ucap Naruto dengan wajah sedih
Sasuke menerima gulungan itu, “Ada apa denganmu? Apa kau adalah orang yang cukup menyanyangi barang-barangmu?”
“Tidak juga, aku hanya ingin mendramatiskan hal ini. Sekarang baca saja gulungan itu.” ucap Naruto
Sasuke membuka gulungan itu dan mulai membacanya. Di gulungan itu dia mendapatkan informasi tentang dasaran bagaimana cara yang baik saat bersandiwara. Mulai dari kondisi kelancaran dan ketegasan saat berbicara, keyakinan mata, kondisi tubuh dibuat senatural mungkin dan juga cara bernafas yang benar.
__ADS_1
“Hm… Keterampilan bersandiwara ini akan sulit untuk dilatih tapi sisi baiknya adalah aku akan belajar cara mengendalikan tubuhku dengan lebih dalam. Bukan hanya alat bergerak ataupun kelima indraku tapi juga hal kecil seperti ekspresi wajah, pernafasan dan juga emosi. Ini menarik.” Seringai Sasuke
“Haha, aku tau kau akan tertarik dengan hal ini Sasuke.” ucap Naruto
Naruto mengambil satu buku yang terletak di bagian paling atas tumpukan buku dan memberikannya kepada Sasuke, “Ini. Sekarang coba baca yang ini.”
Sasuke melihat ke arah buku yang Naruto berikan, ia lalu meletakkan gulungan yang ia pegang ke lantai di samping kirinya.
Sasuke menerima buku yang Naruto berikan dan diapun membaca judul yang ada pada sampul buku itu, “Kehidupan Seorang Pengemis?”
Sasuke membuka buku itu lalu diapun membaca isi bukunya. Setelah beberapa saat diapun menutup buku itu, “Ini… Kondisi terperinci yang dialami seorang pengemis, bagaimana cara dia bertahan hidup, dimana dia tidur, bagaimana perasaannya dan masih banyak lagi.”
Sasuke melihat tumpukan buku yang ada di depannya, dia kemudian mengambil buku yang berada di paling atas dan membaca judulnya, “Kehidupan seorang pedagang?”
Sasuke kemudian meletakkan kembali kedua buku yang ada di tangannya ke lantai samping kanannya. Dia kemudian mengambil dua buku teratas di tumpukan lalu diapun kembali membaca judulnya.
“Kehidupan seorang pemburu. Kehidupan petani.” ucap Sasuke
Sasuke termenung sebentar lalu diapun berkata, “Ini semua adalah buku yang berisi mengenai pengalaman hidup seseorang saat menjalani sebuah profesi atau takdir dalam hidup bukan?”
“Ya begitulah. Nah kalau begitu, beberapa hari lagi kau bisa mulai bersandiwara bukan?” tanya Naruto
“Tentu, dalam beberapa hari aku akan selesaikan membaca dan memahami seluruh isi buku serta gulungan ini setelah itu aku akan mulai bersandiwara tapi aku masih bingung sampai kapan aku harus bersandiwara. Hm… Naruto, sampai kapan kau akan menyembunnyikan kekuatanmu?” tanya Sasuke
“Mungkin saat kita sudah lulus menjadi seorang genin dan mendapatkan misi tingkat C. Memangnya kenapa?” tanya Naruto
“Tidak apa-apa, aku hanya ingin bertanya. Kalau begitu aku putuskan kalau aku akan bersandiwara hingga kau berhenti menyembunyikan kekuatanmu.” Ucap Sasuke
Naruto mengerutkan alisnya dan muncul keringat di wajahnya, “Sungguh? Hei, apa kau tidak mau kalah denganku karena aku sudah bersandiwara sejak kita berdua masuk ke akademi? Dasar kau ini.”
Dan begitulah, beberapa hari kemudian Sasuke mulai melatih kemampuan sandiwara-nya dengan bimbingan Naruto. Sasuke berusaha keras untuk menjiwai peran apa yang dia sandiwarakan dan hasilnyapun menjadi berbeda pada setiap peran.
Ketika menjadi pengemis dia butuh waktu 3 bulan untuk dapat bersandiwara dengan baik. Ketika bersandiwara menjadi pedagang dia cukup kewalahan karena kemampuan komunikasi, raut wajah, dan perkataan manis yang dapat merayu pembeli sangat sulit untuk dia peragakan.
Meski begitu, Sasuke pada akhirnya tetap berhasil mengusai peran itu dan melanjutkan usahanya untuk mengasah keterampilan sandiwara. Lama kelamaan kemampuan bersandiwara Sasuke mulai terasah sehingga diapun menjadi lebih cepat untuk dapat menyesuaikan diri dengan peran yang dia mainkan.
Di pertengahan umurnya yang ke-11 Sasuke telah menyelesaikan 10 perannya dan tinggal 1 lagi yang tersisa. Peran itu adalah…
“Cara membahagiakan istri yang lebih dari satu bagi suami yang baik.” ucap Sasuke sambil memperlihatkan buku yang Naruto berikan kepadanya 2 tahun yang lalu
“Apa?!” Naruto terkejut, (Apa aku tidak salah dengar dan lihat sekarang?!)
[Tidak tuan. Meskipun anda mencoba melihatnya dengan Skill Deteksi, tuan akan tetap melihat hal yang sama.]
Naruto menghela nafas, “Haah~ Sasuke, sebenarnya aku tidak sengaja mengikut sertakan buku itu ke tumpukan buku yang aku berikan kepadamu waktu itu. Saat aku sadar buku itu telah kuberikan kepadamu, aku tidak memintanya kembali karena aku tidak pernah berpikir kalau kau akan tertarik dengan hal semacam ini.”
“Tapi, yang benar saja?! Kau ingin bersandiwara dengan apa yang ada didalam buku itu?!” teriak Naruto
“Tenanglah Naruto, aku sudah memutuskan jika aku akan melakukan hal ini dan karena aku tidak mau melakukannya dengan adik perempuanku ataupun dengan henge no jutsu-mu itu, aku perlu wanita lain untuk mempratekkannya. Aku pikir wanita yang terus menggangguku di akademi adalah pilihan yang cocok.” ucap Sasuke dengan mata penuh tekad
Mendengar itu Narutopun terdiam membatu, (Aku telah membuat pilihan yang salah karena tidak mengambil kembali buku itu dulu. Sialan, diriku dimasa depan akan malu jika dia mengingat keputusan bodoh yang kuambil waktu itu.)
“Haah, dasar kau ini Sasuke. Baiklah karena kau sudah bertekad maka aku akan membantumu. Setelah ujian kelulusan akademi kita berakhir aku akan menghapus ingatan para gadis dan saksi mata yang melihat sandiwaramu tapi kau harus menjanjikan sesuatu kepadaku.” ucap Naruto
“Apa itu?” tanya Sasuke
“Pertama, jangan ganggu wanita yang tidak tertarik padamu dan menghampirimu. Kedua, jangan melebihi batas, jangan cium atau peluk mereka, kau hanya boleh berpegangan tangan. Ketiga, jika pada saat aku sudah memberitahumu saatnya untuk mengakhiri sandiwara-mu tetapi kau tetap melanjutkannya maka aku tidak akan ikut campur. Terakhir, tetaplah menjadi Sasuke yang aku kenal.” ucap Naruto
“Hanya itu? Baiklah aku akan menepatinya.” ucap Sasuke
Keesokan harinya, Sasukepun mulai bersandiwara menjadi seorang baj*ngan atau F*ckBoi seperti yang sudah kita lihat di episode ‘Menemui rubah oren’
BERSAMBUNG…
__ADS_1
Maaf, kemarin Authornya ngilang karena ada ujian. Pengumuman : Novel ini bakal update tanpa jadwal yang pasti, tapi author usahain dalam satu minggu bakal ada update episode baru.
...TERIMAKASIH...