
Seorang pria berkata, “Aku? Aku adalah kakekmu”
“Tapi yah, kau mungkin tidak akan percaya. Jadi…” pria itu menunjuk ke arah Naruto lalu muncul secercah cahaya dari ujung jarinya dan masuk ke dalam dahi Naruto
Ketika cahaya itu masuk, otak Naruto menerima banyak informasi yang meliputi tentang Kakek, nenek, ibu, dan ayahnya. Karena informasi itu sangat banyak Naruto jadi membutuhkan beberapa waktu untuk mencernanya. Sementara itu, kakek Naruto melihat ke sekitar dan merasa ruangan itu kurang cocok untuk di jadikan tempat ‘berbincang’, jadi ia mengambil topeng dewa kematian lalu memakai topeng itu. seketika dari tubuhnya keluar asap hitam yang menutupi seluruh ruangan. Lalu asap itu menghilang dan menampakkan Naruto beserta Kakeknya tengah berdiri di atas laut dengan pemandangan langit yang dipenuhi bintang.
Beberapa saat kemudian Naruto mulai membuka matanya dan berkata, “Tidak kusangka kakekku sebenarnya adalah dewa kematian, tapi apakah kau yang merubah alur ceritanya, kakek?”
“Bukan, aku tidak merubahnya, lagi pula apa dewa ruang belum memberi tahumu kenapa alurnya bisa berubah?” Tanya Dewa Kematian
“Dewa ruang? Apa dia kakek tua yang menggunakan payung sebagai tongkat itu?” Tanya Naruto
“Ya, dialah orangnya. Jadi, apa dia memberitahumu?” Tanya Dewa Kematian
“Tidak, dia tidak memberitahuku. Jadi apa kau akan memberitahuku kek?” Tanya Naruto
“Tentang kau akan ku beritahu atau tidak kau putuskan sendiri” Ucap Dewa kematian
Muncul layar hitam di depan Naruto dengan berisikan beberapa kalimat
[PILIH]
{Informasi cerita
{Berlatih
{Skill baru
Tuan hanya bisa memilih salah satu
(Tentu aku akan memilih cer…. tunggu, sejak kapan aku menjadi segegabah ini? huff… Ayu bisa beri aku detailnya?) Tanya Naruto
[JAWAB]
__ADS_1
{Tidak bisa tuan
(Ya sudah kalau begitu. Aku akan memilih ‘berlatih’) Batin Naruto
[PERINGATAN]
{Apa tuan yakin?
(Ya, karena itu adalah keinginan dewa kematian sendiri jika tidak untuk apa dia repot-repot membawaku kemari. Lalu jika aku memilih informasi apakah itu akan membuatku bisa bertahan hidup di dunia ini? dan untuk pilihan skill aku memang tidak punya alasan untuk menolaknya, tapi…. Ah sudahlah kenapa aku berbicara dengan diriku sendiri? Sepertinya aku sudah mulai menjadi gila) Batin Naruto
[PEMBERITAHUAN]
{Tuan telah memilih ‘berlatih’
Detail : Tuan akan dilatih oleh Dewa Kematian selama beberapa waktu di alam kematian
Di alam kematian, walaupun tuan mati tuan akan hidup kembali
Dewa kematian tiba-tiba mengayunkan tanganya ke arah Naruto secara horizontal. Seketika tubuh atas dan bawah Naruto terpisah dan membuat air dibawahnya menjadi merah
Kemudian fragmen-fragmen tubuh Naruto berubah menjadi serpihan cahaya lalu bekumpul menjadi satu. Ketika cahaya itu menghilang nampak tubuh Naruto yang kembali utuh, kemudian tiba-tiba keluar cairan pelangi dari mulut Naruto, yap dia muntah
(Sa-sakit…dulu padahal tidak sesakit ini…) Batin Naruto yang kemudian terengah-engah dan keringat dingin mulai bercucuran di sekujur tubuhnya
“Reaksi yang bagus…” Ucap dewa Kematian
Mendengar itu Naruto merasa sedikit jengkel, (Bagus kepalamu. Ini sakit bodoh. Dasar sialan baj********brengs*k!!!)
“Hentikan keluhanmu itu, kau kira aku tidak bisa dengar suara batinmu? Sekarang sebaiknya kau bersiap dan gunakan darah di bawah kakimu itu untuk melawanku.” Ucap Dewa Kematian
“Huh? Darah?” Naruto melihat ke bawah dan terkejut dengan lautan air disekitarnya yang tiba-tiba berubah menjadi lautan darah lalu dia melihat ke arah dewa kematian dan mendapati dia sedang berdiri di atas tanah yang berdiameter 5 meter
Naruto tersenyum lebar lalu ia membuat sepuluh klon, dua klon maju dengan membawa pedang dari darah yang dilapisi dengan elemen angin sedangkan yang lain membantu menyerang dari jauh seperti saat gaara menyerang. Berkat ayu para Naruto terkoordinasi dengan baik tapi sayangnya itu semua belum cukup dan dia kembali terbunuh.
__ADS_1
Setelah Naruto hidup kembali dia mulai bertarung lagi dengan dewa kematian. Setelah satu juta kali terbunuh dia mulai mengalami perkembangan seperti refleknya menjadi lebih cepat dan kendalinya atas darah meningkat drastis. Berkat itu Naruto juga menyelesaikan sebuah misi tersembunyi,
[SELAMAT]
{Tuan sudah menyelesaikan misi tersembunyi ‘Terbunuh’
Hadiah : Title ‘TERBUNUH’
[Detail ‘TERBUNUH’]
setiap tuan terbunuh tuan akan mendapat seribu poin
Setelah itu Dewa Kematian memutuskan untuk mengganti metode pelatihan dan melakukan hal yang extreme seperti melempar Naruto ke dalam magma gunung merapi, menjatuhkannya dari tebing, melemparnya dari langit, dan itu semua di lakukan sampai Naruto bisa selamat menggunakan apapun yang ia punya. Tentunya Naruto memanfaatkan itu sebagai tempat untuk menghasilkan poin tapi semenjak ada aturan jika dia tidak berhasil maka dia akan disiksa selama bertahun-tahun dia jadi mengurungkan niatnya dan kembali serius dengan latihannya
Oh apakah author lupa bilang kalau waktu di alam kematian berbeda dengan waktu di dunia Naruto? Hm… author ingat kalau author sudah menuliskannya tadi….
Lalu Naruto mengupgrade Ayu sampai level max dan itu menghabiskan 75.000 poin, setelah proses upgrade system selesai dia melanjutkan dengan mengupgrade special blood dan menghabiskan 11.500 poin. Lalu dia juga mengasah kekuatan-kekuatan barunya bersama dengan Dewa Kematian. Untuk sekarang Naruto masih belum mengapa-apakan systemnya karena dia ingin fokus dulu mengasah semua skill yang dia miliki.
Setelah semuanya dirasa cukup, Naruto memanfaatkan sisa waktunya untuk mempelajari karma seal dan memasang bloodline yang dia dapatkan kemarin. Hasilnya seluruh elemen alam bisa dia kendalikan meskipun itu akan perlu banyak usaha jika Naruto ingin bebas mengendalikannya. Tentang karma seal milik Naruto, Dewa kematian hanya bilang, “Jangan khawatir jika tubuhmu akan di ambil alih oleh jiwa tsutsuki yang ada di dalam karma seal-mu karena didalamnya tidak ada jiwa sama sekali” setelah mendengar itu Naruto sedikit binggung tapi di sisi lain dia juga merasa lega.
Saat waktu latihan Naruto hampir habis, dia bertanya kepada dewa kematian tentang teknik yang ia bawa dari bumi. Ketika waktu habis Naruto berterimakasih ke dewa kematian atau kakeknya dan ia-pun kembali ke rumah dalam posisi yang sama seperti di saat sebelum ia berpindah. Naruto kemudian melihat topeng dewa kematian yang ikut kembali bersamanya, lalu ia membeli sebuah kotak yang dikelilingi kaca untuk menaruh topeng di dalamnya.
Naruto kemudian membubarkan klonnya yang sedang berburu lalu menugaskan ayu untuk mengambil darah dari hasil buruan. Klon Naruto yang tidur dengan anko keluar dari kamar lalu menghilang, Naruto masuk dan menggantikan klonnya.
Sebelum tidur ia sedikit berbincang dengan Ayu, (Ayu, bisakah aku berpindah dunia besok?)
Bersambung….
Yo, haruskah mc kita pindah dunia?
Lalu… saya ingin membaca novel bergenre romance. apa ada rekomendasi dari kalian?
Terakhir, jangan lupa like novel ini. TERIMAKASIH
__ADS_1