Lahir Kembali Menjadi Naruto

Lahir Kembali Menjadi Naruto
Sasuke#2


__ADS_3

| NARATOR POV |


“Bukankah sikapmu itu keterlaluan? Kau memberinya harapan palsu, jika dia tahu dia pasti akan depresi. Kenapa kau tidak hentikan saja sandiwaramu sekarang supaya dampaknya tidak terlalu besar dan perlu kau ingat, aku tidak akan membantumu kali ini.” ucap Naruto


“Aku tau Naruto. Aku akan menghentikan sandiwaraku setelah misi ini berakhir. Aku sudah memikirkan solusi masalah yang kau sebutkan itu, bagaimanapun juga aku sudah memutuskan ini sejak kita berumur 9 tahun, jadi aku akan tetap melakukan hal ini sampai tuntas.” ucap Sasuke


“Kalau begitu bagaimana caramu untuk menjelaskan hal ini kepada Sakura saat kau menyudahi sandiwara-mu nanti?” tanya Naruto


Sasuke termenung sebentar lalu diapun menjawab, “Naruto, entah apa yang akan aku katakan kepada Sakura untuk mengakhiri hal ini nantinya, semuanya pasti akan mengarah ke hancurnya perasaan Sakura.”


“Aku tidak mau repot repot memikirkan hal itu dan berdasarkan sifat dari Sakura, dia akan terus mengganggu-ku meski aku sudah memberitahunya bahwa semua sikapku saat ini hanyalah sandiwara lalu dia akan bilang kalau perkataanku itu hanyalah mimpi atau semacamnya.” ucap Sasuke


“Karena itulah, aku akan mengakhiri sandiwara-ku secara total meskipun berakhir dengan cara yang kejam dan membuat hancur perasaan Sakura.” ucap Sasuke


“Saat aku mengakhiri sandiwara-ku nanti, tentu aku akan meminta maaf kepada Sakura namun hancurnya perasaan Sakura pasti akan berdampak pada tim kita dan dia pasti juga akan sedih hingga berbulan bulan jika tidak segera ditangani. Naruto, tolong kau selamatkan Sakura saat masa itu tiba.” ucap Sasuke


“Hah?!” Naruto terkejut, “Kau ingin aku menyembuhkan perasaan Sakura yang telah hancur? Hoi, kau ini lempar batu sembunyi tangan, aku tidak mau melakukannya. Belum lagi jika aku berhasil menyembuhkan perasaan Sakura, dia nanti malah suka kepadaku, aku ini sudah punya Karin.”


Author : Arti peribahasa di atas kurang lebih adalah berbuat masalah tapi tidak mau bertanggung jawab.


“Lagi pula menurutku lebih baik jika kalian berdua menjadi kekasih sungguhan. Aku pikir kalian berdua akan cocok.” ucap Naruto


“Kau berpikir jika aku dan dia akan cocok satu sama lain? Sayangnya aku tidak berpikir begitu. Mari kesampingkan hal ini, aku dengar dari Karin kalau dia mengijinkanmu mempunyai banyak kekasih dimasa depan…” ucap Sasuke


Mata Naruto terbelalak, dia terhenti selama satu detik lalu dia berjalan kembali.


“Jadi bukankah tidak masalah kalau kau menyelamatkan Sakura dari jurang keputusasaan dan berakhir pada Sakura menyukaimu?” tanya Sasuke


“Haah~~ baiklah, kau menang Sasuke. Seperti katamu, aku memang tidak akan terkena masalah jika Sakura berakhir seperti itu tapi jika Sakura terlalu depresi maka...” Naruto terdiam dan berhenti berjalan, “Lupakan, lupakan saja apa yang ingin aku ucapkan tadi. Mari kita berpisah disini.”


Tanpa mereka sadari, mereka telah sampai di ujung hutan dan mereka harus berpisah sekarang karena mereka sudah mempunyai tujuan yang berbeda.


“Kalau begitu, sampai jumpa Naruto.” Ucap Sasuke lalu meninggalkan Naruto di tempat ia berdiri


Saat Sasuke sudah semakin menjauh, Naruto mengaktifkan skill deteksi dan kemampuan pengendali airnya untuk merasakan keberadaan sungai sekaligus mengetahui ada tidaknya ikan didalamnya.


Naruto berkeringat, (Tidak ada ikan di dalam sungai ini. Apa semuanya sudah diambil oleh masyarakat sekitar untuk dimakan?)


Naruto kemudian menggunakan kemampuan pengendalian elemen angin dan tanahnya untuk merasakan bahan makanan apapun yang bisa ia temukan. Dia akhirnya menemukan sesuatu yang layak dimakan seperti jamur, kelinci, dan buah-buahan dengan jumlah yang sedikit.


(Aku tidak menyangka situasi bahan makanan menjadi sangat serius seperti ini. Haah, lebih baik aku kembali ke tempat Sakura berlatih. Aku sudah terlalu lapar untuk mencari tempat yang mempunyai bahan makanan berlimpah.) Batin Naruto


.../****Di**** Tempat Sakura Berlatih/...


“Oh begitu. Jadi apa yang akan kau lakukan sekarang?” tanya Kakashi

__ADS_1


“Aku ingin menyeduh Cup Ramen guru, aku sudah sangat lapar. Kau mau ramen tidak guru? Kalau mau aku juga akan menyeduhkannya untukmu.” ucap Naruto


“Tidak, terimakasih.” ucap Kakashi


“Ya sudah kalau tidak mau…” ucap Naruto


Naruto duduk di atas rumput, dia merogoh saku tambahan yang ada di bagian belakang celananya. Naruto kemudian mengeluarkan sebuah gulungan lalu diapun membentangkan gulungan itu di atas rerumputan.


Naruto membuat sebuah segel tangan lalu keluarlah asap dari gulungan yang ada di depannya. Ketika asap menghilang, terlihatlah sebuah termos besar dan tiga buah Cup Ramen ukuran besar di atas gulungan. Naruto membuka ketiga Cup Ramen itu lalu menuangkan air hangat dari termos kedalam Cup.


Naruto kemudian menutup kembali ketiga cup Ramen itu. Naruto melihat ke arah Sakura yang sekarang sedang berusaha untuk memanjat pohon dengan cara mengaliri telapak kakinya dengan chakra dan berjalan menuju puncak pohon melalui batang pohon.


Naruto menatap Kakashi, “Guru, bagaimana perkembangan latihan Sakura?”


“Seperti yang kau lihat Naruto. Sakura sudah berhasil memanjat pohon itu dengan berlari tadi dan sekarang aku menyuruhnya untuk memanjat pohon dengan berjalan. Sepertinya dia cukup kesulitan sekarang.” ucap Kakashi


Naruto melihat ke arah Sakura yang sudah setengah jalan dari puncak pohon. Sakura saat ini terlihat sudah mengeluarkan keringat dari seluruh penjuru badannya. Sakura perlahan melangkahkan kakinya dan memanjat ke puncak pohon.


(Chakra-ku terkuras dengan cepat. Aku terlalu lama berada di satu titik yang sama, aku harus cepat cepat menyelesaikan ini.) batin Sakura mulai mempercepat laju jalannya


Sakura berjalan beberapa langkah namun tiba tiba pandangannya menjadi kabur dan tubuhnya mulai melemas.


*SYUU~~


(Gawat!) batin Naruto dan Kakashi


*SWUSH!


Naruto dan Kakashi bersunshin ke tempat Sakura terjatuh.


*GREP


Dengan cepat Naruto menyelimuti kakinya dengan chakra dan menempelkan kakinya ke batang pohon di mana Sakura terjatuh sehingga dia dapat dengan mudah menyelamatkan Sakura. Melihat Naruto yang sudah memegang kedua tangan Sakura, Kakashi yang ada di bawah pohonpun menghela nafas.


“Syukurlah.” ucap Kakashi


Naruto menarik Sakura perlahan lalu Naruto dengan hati hati memapah Sakura. Karena sulitnya mempertahankan posisi memapah di tempat yang miring, Naruto langsung melompat ke atas tanah.



Bagi yang tidak tahu apa itu memapah.


...----------------...


Naruto menyandarkan Sakura ke pohon terdekat lalu dia melihat wajah Sakura yang memucat. Naruto menatap Kakashi.

__ADS_1


“Guru, sepertinya Sakura kehabisan chakra tapi ini bukan hal yang serius.” ucap Naruto


Kakashi termenung, (Dia sepertinya terlalu bersemangat sampai tidak ingin beristirahat meski tahu kalau chakranya menipis. Yah, ini bukanlah kasus serius karena ini hanyalah respon alami tubuhnya karena Sakura mengeluarkan banyak chakra dalam sekali waktu. Seperti orang yang berolahraga dengan intensitas tinggi padahal dia belum pernah olahraga.)


“Sepertinya Sakura akan pingsan selama beberapa waktu. Naruto, aku akan pergi sebentar jadi lakukan saja apa yang kau mau dan tolong jaga Sakura selama aku pergi.” ucap Kakashi lalu bersunshin entah kemana


Naruto yang melihat Kakashi tiba tiba menghilang hanya bisa menyipitkan matanya, (Entah mengapa aku merasa dejavu.)


(Ayu, pindai keberadaan guru Kakashi dengan skill deteksi sekarang.) batin Naruto


[Baik tuan]


{Memindai… TING!}


Di depan Naruto kemudian muncullah sebuah layar biru yang berisi sebuah peta dengan satu titik putih dan beberapa titik hitam. Naruto mengamati salah satu titik hitam yang bergerak menjauh dari titik putih lalu berhenti di suatu tempat yang tidak terlalu jauh dari tempat Sakura berlatih.


(Guru Kakashi sepertinya sedang menemui seseorang sekarang. Ayu aktifkan skill Drone.) batin Naruto


{TING! Skill Drone telah aktif.}


...{SKILL DRONE}...


{Membuat pengguna dapat melihat pandangan orang ketiga dan dapat mendengar suara yang didengar dari orang yang telah pengguna sentuh.}


Author : Ane lupa udah pernah nampilin skill ini belum


(Baiklah, mari dengar apa yang mereka bicarakan sekarang.) batin Naruto


Sekarang terlihat Kakashi dan seorang anbu Konoha sedang berdiri di atas rumput.


“Aku pikir kau akan mendatangiku sore atau malam nanti Kapten.” ucap anbu itu


“Yah, aku juga berpikir begitu tapi siapa sangka muridku ada yang pingsan sehingga aku punya waktu luang sekarang. Omong-omong dimana dia?” tanya Kakashi


Anbu itu berkeringat mendengar perkataan Kakashi, “dia sedang memata-matai markas Gato sekarang. Kapten, aku akan langsung membicarakan intinya saja. Zabuza masih hidup, tapi karena perbuatan orang bertopeng itu, Zabuza harus beristirahat selama seminggu agar ia bisa pulih.”


“Kami sudah mengirim pesan ke tuan hokage tentang situasi saat ini dan…” ucap Anbu itu tidak selesai


(Matikan skill drone-ku Ayu. Aku sudah tidak peduli lagi dengan apa yang mereka bicarakan.) batin Naruto


Naruto kemudian membuka tutup salah satu Cup Ramennya dan mulai makan dengan lahap.


BERSAMBUNG…


...TERIMAKASIH...

__ADS_1


__ADS_2