Lahir Kembali Menjadi Naruto

Lahir Kembali Menjadi Naruto
Mereka adalah...


__ADS_3

“Hiraishin” ucap Naruto lalu diapun seketika menghilang meninggalkan Neko sendirian di sana. Naruto muncul di atas dahan pohon yang telah ia tancapi kunai hiraishin peninggalan ayahnya.


Naruto menatap ke bawah dan melihat 2 orang yang tadi memahat batu kini telah membagi tugas mereka, satu orang memahat batu dan yang lain menulis Rune Ras Tsutsuki diatas tanah dengan tinta.


(Ayu, bagaimana cara bagiku menghentikan proses pembuatan array itu?) tanya Naruto


[Tuan hanya harus membunuh orang-orang yang berada di sekeliling array dan menghancurkan semua array yang sudah tuan lihat sebelumnya. Array saat ini masih belum aktif jadi tuan bisa menghancurkannya dengan leluasa.] ucap Ayu


(Baiklah, aku mengerti.) batin Naruto


Naruto menatap tajam pada 5 orang yang sedang membuat array itu. Dengan posisi berdiri, Naruto mengambil kunai kuning warisan ayahnya dari dalam penyimpanan systemnya. Kemudian muncullah kunai hiraishin disela-sela jari pada tangan Naruto, 3 ditangan kanan dan 2 di tangan kiri. Naruto langsung melemparkan kunai yang berada ditangan kanannya menuju 3 orang penjaga terlebih dahulu, di saat yang hampir bersamaan Naruto melempar kunai ditangan kirinya menuju 1 orang yang sedang memahat batu dan 1 kunai yang lain menuju ke orang yang sedang menulis Rune.


Kunai milik Naruto melesat dengan cepat dan Ketika hampir mengenai tubuh salah satu orang yang berjaga, Naruto menghilang dari tempatnya berdiri. Naruto muncul di samping salah satu kunai-nya lalu dia mengambil kunai-nya yang sedang melesat. Dia menggenggam erat kunainya, lalu…


*SRING!


*SRING!


*SRING!


Dengan cekatan Naruto menyayat leher orang yang tengah berjaga itu lalu dia-pun berteleportasi ke tempat orang orang yang lainnya berada. Dalam sekejap mata Naruto sudah berada di atas ukiran batu sedangkan kelima tubuh orang yang tadi hidup sudah tergeletak di tanah dengan luka sayatan dileher mereka sehingga menyebabkan darah terus keluar dan menyebabkan sebuah genangan pada mayat mereka masing-masing.


(Dengan begini aku sudah menggagalkan usaha mereka untuk membuat array di sini. Namun, aku masih harus menghancurkan kelima ukiran batu yang menjadi pondasinya, jaga-jaga seandaiannya ada orang lain yang melanjutkan pembuatan formasi array ini. Namun, sebelum itu… Ayu, apakah memungkinkan bagiku untuk mempelajari Rune Ras Tsutsuki ini? Mungkin suatu saat Rune ini akan berguna.) batin Naruto


[Dengan level Ayu saat ini, jika tuan bermaksud menggunakan system untuk mempelajari Rune ini maka maaf sekali tuan, tuan tidak bisa mempelajarinya sekarang. Hal itu dikarenakan informasi Rune Ras Tsutsuki yang Ayu ketahui masih terbatas, jadi Ayu tidak bisa membantu tuan dengan pemahaman instant sekarang. Lagipula menurut pendapat Ayu mempelajari Rune Ras Tsutsuki sekarang adalah hal yang kurang bijak tuan.] ucap Ayu


(Kenapa begitu?) tanya Naruto


[Kita tidak tahu apa yang akan terjadi jika tuan menggunakan Rune itu nantinya, bisa jadi penggunaan Rune itu terlalu membebani tubuh tuan atau dalam kasus terburuk, para Tsutsuki itu bisa mendeteksi penggunaan Rune dan akhirnya malah memancing kemunculan Tsutsuki yang mengincar tuan.] ucap Ayu


(Baiklah aku mengerti. Pertanyaan terakhir, Ayu aku ingin tanya padamu, apakah pengguna Rune ini harus ada kaitannya dengan Ras Tsutsuki?) batin Naruto


[Benar tuan.] jawab Ayu


(Sudah kuduga. Lalu, apa hubungan kelima orang yang sudah aku bunuh itu dengan Ras Tsutsuki?) batin Naruto


[Ayu kurang tahu tuan, tapi Ayu merasakan kekuatan Tsutsuki mengalir pada darah mereka.] ucap Ayu


(Darah? Jadi begitu… Baiklah aku akan mengumpulkan darah mereka untuk diteliti.) batin Naruto


Naruto mengambil 5 wadah dari penyimpanannya lalu mengumpulkan darah milik kelima orang itu. Ketika sudah selesai, Naruto menyimpan kembali wadah wadah itu ke dalam penyimpanannya. Kemudian ia pun membuat beberapa segel tangan.


“Elemen tanah : Ratalah!” ucap Naruto


*GREEK!!!


Dengan perlahan ukiran batu yang belum jadi itupun turun kebawah hingga rata dengan tanah. Naruto kemudian berteleportasi ke lingkaran array lainnya untuk menghancurkan ukiran yang masih tersisa dan meninggalkan Rune Ras Tsutsuki yang sengaja ia tinggalkan.


{SKIP}


Naruto kini telah selesai melakukan apa yang ingin dia lakukan, jadi dia memutuskan untuk pulang dan beristirahat sejenak sebelum ia akan bermain dengan teman temannya nanti. Saat Naruto sudah berada di perjalanan pulang, datanglah dua orang ninja Konoha ke tempat dimana kelima orang tadi terbunuh.


Dua orang itu bukanlah orang sembarangan, hal itu dapat dilihat dari penampilan mereka. Salah satu dari mereka memiliki rambut hitam yang tergerai hingga bahu, mata seperti batu zamrud, sebuah kerutan di bawah matanya, dan dia mengenakan jaket anti peluru beserta sebuah kemeja hitam dengan simbol Pasukan Polisi Militer Konoha di bahu kirinya.



Satu orang yang lain lagi memiliki rambut hitam yang dikucir membentuk nanas disertai beberapa helai rambutnya yang sudah memutih, matanya berwarna hitam. Dia memakai kaos berlengan pendek dan celana abu-abu disertai beberapa corak garis putih. Orang ini juga memakai sarung tangan hitam dan jaket anti peluru. Tak lupa, juga terlihat simbol Pasukan Polisi Militer Konoha di bahu kirinya.


{GAMBARn’t Found}


Mereka berdua melihat mayat kelima orang itu dan sebuah tulisan aneh yang ada di dekatnya dari kejauhan.


“Kita terlambat, sudah ada orang yang terlebih dahulu kesini dan membunuh mereka. Ayo kebawah dan lihat lebih dekat, Fugaku.” Ucap salah satu orang itu


“Tetap waspada, Samsak.” Ucap Fugaku


Mereka berdua kemudian turun dari ranting pohon di mana mereka berpijak untuk melihat mayat kelima orang itu lebih dekat. Sementara Fugaku mengaktifkan sharingan miliknya dan mendekati bekas pahatan batu yang Naruto ratakan dengan tanah beserta dengan tulisan aneh yang ada di dekatnya, orang yang bernama Samsak mulai memegang denyut nadi dan tubuh mayat-mayat itu.


“Mayat ini belum lama terbunuh, seharusnya pembunuhnya masih ada di desa ini. Namun, kita kekurangan petunjuk jika ingin mencari pembunuhnya.” Ucap Samsak


Samsak kemudian melihat luka pada leher mereka yang mengeluarkan banyak sekali darah, “Orang yang membunuh mereka nampaknya adalah orang yang berpengalaman, dia dapat membuat tebasan pada leher mayat ini dengan sangat rapi dan tepat pada titik yang diperlukan.”


“Orang ini juga memiliki pengendalian elemen yang cukup baik. Dia sepertinya telah meratakan sesuatu ke dalam tanah dan jika aku tidak melihatnya menggunakan sharingan-ku aku pasti sudah melewatkan hal ini. Lalu… tulisan aneh apa ini?... kenapa huruf huruf ini mirip dengan…” Ucap Fugaku pelan pada bagian akhir

__ADS_1


Samsak berdiri dan menghadapkan badannya ke arah Fugaku, “Apa yang akan kita lakukan sekarang, Fugaku?”


Fugaku menatap ke arah Samsak, “Kita tidak akan mencari orang yang membunuh mereka karena orang yang memiliki keahlian membunuh seperti ini akan sulit untuk dicari dan sepertinya orang ini bermaksud untuk membantu kita menggagalkan rencana mereka, jadi lebih baik kita tidak perlu mengganggu dia.”


“Karena keterlambatan kita, sekarang tak ada lagi yang bisa kita lakukan disini. Hal yang bisa kita lakukan adalah kembali dan melapor ke tuan hokage. Serta kita akan meminta tuan hokage untuk mengirimkan tim yang akan mengangkut mayat ini ke tim ahli bedah dan satu tim lagi yang akan berusaha mengetahui bentuk tanah sebelum diratakan juga mencari arti dari tulisan aneh ini.” ucap Fugaku


“Sekarang, ayo kita kembali.” ajak Fugaku


“Baiklah.” balas Samsak


| SKIP |


/ Kantor Hokage /


Saat ini terlihatlah hokage ketiga yang tengah duduk sembari menghisap sebuah pipa yang disebut Cangklong. Di depan hokage ketiga terlihatlah dua orang yang sedang menunduk.


“Maafkan kami tuan hokage, kami terlambat. Kami sudah sampai di tempat yang Inoichi maksud tapi seseorang sudah mendahului kami dan membunuh orang orang itu. Namun pelaku yang membunuh orang-orang itu meninggalkan mayat mereka. Di sana juga terdapat sebuah tulisan aneh dan sisa sisa bangunan dari tanah yang diratakan kembali kedalam tanah dengan sebuah jutsu. Sepertinya sebelum orang-orang itu terbunuh, mereka sedang membuat semacam formasi jutsu tapi berhasil digagalkan.” ucap Fugaku


Hokage ketiga menghisap Cangklong-nya lalu menghembuskan asap yang lumayan banyak, “Menurut kalian, apa motif dari tindakan orang tak diketahui itu?”


“Untuk sekarang kami tidak tahu motif orang itu tuan. Namun dari pengamatan sekilas kami tadi, untuk sekarang kami menyimpulkan bahwa orang itu sedang membantu Konoha tapi kami tidak sepenuhnya yakin pada pemikiran kami kali ini, karena bagaimanapun juga kami tidak tahu siapa orang itu.” Ucap Samsak


Hokage ketiga yang baru saja menyerap Cangklongnya, menghembuskan asap lagi dari mulutnya. Ia kemudian mengangguk.


“Baiklah, aku terima laporan misi kalian. Sekarang kalian bisa kembali ke aktivitas kalian masing masing karena aku akan menyerahkan pekerjaan yang tersisa kepada orang lain.” ucap Hokage ketiga


Fugaku, “Baik tu-”


Tiba-tiba di samping kanan Fugaku dan Samsak muncul seorang anbu yang langsung tertunduk menghadap hokage ketiga.


“Maaf mengganggu tuan hokage, saya membawa berita darurat. Orang yang pagi ini kita tangkap, tiba tiba terbangun dari keadaan pingsan lalu memberontak di penjara sekarang. Saat saya meninggalkan penjara dan datang kemari, orang-orang sedang berusaha menahan orang itu tapi kami kesulitan untuk menahan orang itu. Tolong segera mengirimkan bantuan, tuan hokage.” ucap Anbu itu


Kata kata yang dilontarkan anbu itu, sontak membuat ketiga orang lainnya yang ada di ruangan menajamkan tatapannya. Hokage ketiga mengedipkan matanya agar pikirannya menjadi lebih tenang.


“Fugaku, Samsak maaf karena aku tidak jadi memberikan kalian istirahat. Aku perintahkan kalian bertiga untuk pergi secepat mungkin ke penjara dan halangi orang itu kabur!” perintah Hokage Ketiga


“Baik tuan.” Ucap mereka bertiga


Mereka kemudian menghilang dari hadapan hokage ketiga dan pergi menuju penjara. Melihat mereka yang sudah pergi, hokage ketiga berdiri dan berjalan mendekat ke arah jendela. Hokage ketiga kembali menghisap cangklongnya dan menghembuskan asap dari mulutnya.


(Rumor mengatakan jika mereka sudah ada sejak era hokage pertama di Desa Amegakure. Mereka adalah musuh yang tangguh pada saat perang dunia shinobi kedua, tapi semenjak ada kabar mengenai matinya kepala pemerintah disana, Hanzo si salamander, mereka menghilang entah kemana. Kami menyebut mereka Ninja UV.) batin Hokage ketiga


/ Di Perjalanan Menuju Penjara /


Saat ini terlihatlah Fugaku dan juga Samsak yang sedang dalam perjalanan menuju penjara. Anbu yang tadi pergi bersama dengan mereka, sudah tertinggal di belakang karena tidak bisa mengikuti kecepatan Fugaku dan juga Samsak.


“Fugaku, aku pergi lebih dulu.” ucap Samsak


“Ya.” balas Fugaku


“Hachimon Tonkou : Gerbang Pertama, buka!” ucap Samsak pelan


Seketika itu muncullah kerutan urat kecil di tepi dahi Samsak. Ketika dia memijakkan kakinya di atas sebuah bangunan, dia lalu melompat cukup jauh hingga bisa mencapai 3 kali lipat lompatan dari ninja biasa.


/Penjara Konoha/


Kini Samsak hampir sampai di penjara Konoha. Bangunan penjara itu terlihat seperti Gedung besar yang memiliki bentuk setengah bola dan terdapat tembok beton kokoh yang mengelilingi bangunan penjara itu. Tiba-tiba, Samsak mendengar suara ledakan dari dalam bangunan penjara itu disertai dengan tembok luar bangunan yang retak.


*BOOM!!!


Setelah itu, kembali muncul suara benturan yang keras disertai dengan munculnya sebuah bola kayu seukuran manusia yang terlempar keluar dari dalam tembok yang retak sehingga menyebabkan tembok itu roboh sekarang. Bola kayu itu berhenti bergerak cukup jauh dari tembok. Bola kayu itu memiliki semacam kayu yang menjalar keluar membentuk akar.


Suatu sisi pada bola kayu itu kemudian terbuka, memperlihatkan isinya yang ternyata seorang anak mengenakan topeng dan baju anbu serta tengah memegangi tangan kanannya yang mengalami patah tulang.



Anak itu keluar melangkah keluar dari dalam bola kayu. Dari dalam tembok yang sudah roboh dan mengeluarkan asap akibat ada yang menggunakan kertas peledak, muncullah seorang pria yang berjalan keluar. Pria itu badannya tinggi dan sangat kekar di mata kanannya ada rangkaian tulisan putih asing menjalar kebawah yang sama dengan yang Naruto temukan. Pada tangan kanan orang itu terlihat ada potongan kayu yang menjalar dan mengikat tangan kanan orang itu.


Orang itu memegang kayu yang melilitnya dengan tangan kirinya lalu diapun meremas kayu itu dengan sangat kuat.


*KREK!


Kayu itu hancur berkeping-keping dengan mudahnya. Orang itu kemudian melihat lingkungan sekitarnya lalu menatap ke arah anak yang mengenakan baju anbu.

__ADS_1


“Sebaiknya kau lari bocah, aku bukanlah lawanmu.” ucap orang itu disertai dengan kabut di dalam bangunan yang mulai menghilang dan memperlihatkan banyak orang yang tergeletak tidak sadarkan diri


Anak yang mengenakan baju anbu itu tak gentar sedikitpun tapi dia bingung karena dia sudah tidak bisa membuat segel tangan lagi untuk menggunakan suatu jutsu. Dia hanya bisa menggunakan kertas peledak dan bom racun untuk menyerang tapi dia tahu itu semua tidak berguna.


Dalam kebingungan itu, sesosok pria dewasa muncul dihadapannya. Pria itu tak lain adalah Samsak. Dia berdiri membelakangi anak kecil berbaju anbu dan menghadap ke arah pria kekar dengan posisi kuda kuda siap bertarung.


“Dia memang bukan lawanmu. Lalu, bagaimana jika aku yang menjadi lawanmu?” ucap Samsak ke orang itu


Samsak melirik ke belakang, “Pergilah, kau harus merawat lukamu.”


Anak kecil berbaju anbu itu hanya mengangguk dan langsung pergi dari tempat itu.


Orang itu sontak menyipitkan matanya melihat kehadiran Samsak, “Kau?”


Samsak kembali menatap orang yang ada didepannya lalu diapun tersenyum, “Ya, aku. Kau tidak mungkin melupakanku bukan? Orang yang sudah menangkapmu.”


“Hmph! Tentu saja tidak, tapi apa kau sanggup? Aku yang sekarang sangat berbeda dengan yang kemarin.” ucap orang itu dengan nada sombong


Mendengar itu Samsak hanya tertawa, “Memang benar yang kau katakan, tekanan yang kau keluarkan sekarang sangat berbeda dengan dirimu yang kemarin. Namun…”


*SRIING!


Tiba-tiba Samsak berada di sebelah kanan orang kekar itu dengan seluruh warna kullitnya berubah warna menjadi merah, rambutnya berdiri, pupil matanya menghilang, dan pembuluh darahnya menonjol di seluruh tubuhnya. Samsak dalam sekejap telah membuka Hachimon tonkou gerbang ketiga dan melesat ke arah samping kanan orang kekar itu lalu melancarkan pukulan ke tengah dada orang itu.


*BOOM!


*SREET!


Orang itu berhasil menahan serangan Samsak dengan menyilangkan kedua tangannya yang membuat orang itu terseret kebelakang 7 meter dalam posisi berdiri. Terlihat ada asap pada tangan orang itu yang terkena pukulan Samsak.


“…aku juga belum serius waktu itu.” sambung Samsak


Orang itu mengibas-ngibaskan tangan kanannya yang terkena serangan Samsak.


“Tidak buruk.” ucap orang itu


*SWUSSH!


Sekarang giliran orang itu yang menyerang Samsak. Dia melesat lurus kearah Samsak dan mengarahkan tinju menggunakan tangan kanannya langsung ke arah badan Samsak dengan kecepatan menyerang yang sama dengan Samsak.


*SRET!


Samsak bergeser sedikit kekanan sehingga Samsak dengan mudahnya berhasil menghindari pukulan itu. Dia kemudian menendang perut orang itu dengan kaki kanannya diikuti dengan tendangan kaki kirinya yang mengarah ke tulang belakang. Samsak kemudian menggunakan tangan kirinya untuk memukul orang itu dan membuatnya terlempar jauh kebelakang hingga menabrak tembok pembatas yang mengelilingi sisi luar bangunan penjara.


Setelah terbentur, orang itu kembali berdiri seperti tak terjadi apapun padanya.


“Aku akui aku terlalu meremehkanmu, aku akan melawanmu dengan lebih serius sekarang.” ucap orang itu


*SWUUSH!


Orang itu melesat dan menyerang Samsak. Namun Samsak berhasil menghindari serangan itu, Samsak membalas serangan orang itu tapi berhasil ditangkis. Orang itu kemudian menyerang secara bertubi-tubi dan tidak membiarkan Samsak untuk menyerang. Namun lagi dan lagi Samsak berhasil menghindari serangan bertubi-tubi itu.


Karena tak bisa menyentuh Samsak setelah menyerangnya berkali-kali, orang itu akhirnya muak dan tiba-tiba muncul sebuah rune lagi di mata kirinya yang menjalar hingga ke tangan kirinya. Setelah itu dia menghentakkan kakinya di atas tanah.


*BOOM!


Hentakan kaki itu membuat tanah disekitar menjadi retak lalu terangkat dan terhempas ke segala penjuru arah. Samsak terkejut dengan hal itu dan sibuk untuk menghindari retakan tanah yang terbang kearahnya.


Orang itu kemudian melancarkan sebuah pukulan dengan sangat cepat kearah perut Samsak. Samsak telah selesai menghindar dan sempat untuk melihat serangan itu tapi pukulan yang mengarah kepadanya itu sangat cepat sehingga membuatnya tidak sempat lagi untuk menghindar, bahkan untuk membuka Hachimon Tonkou gerbang ke-empat.


Akhirnya, Samsak memutuskan untuk menonaktifkan semua gerbang yang Hachimon Tonkou yang dia buka lalu mata hitam polosnya berubah menjadi merah dengan garis pola berwarna hitam.


*BOOM!!!


Samsak terkena pukulan telak yang membuatnya melesat terlempar ke belakang hingga menabrak tembok dan mengeluarkan asap tebal.


“Tcih, akhirnya aku mengenaimu.” ucap orang itu sembari melihat dengan kesal ke arah Samsak terlempar


Kemudian orang itupun pergi meninggalkan bangunan penjara itu dengan berlari dan berlompat dari satu bangunan ke bangunan yang lain.


BERSAMBUNG…


Maaf lama update, hehe.

__ADS_1


...TERIMAKASIH...


__ADS_2