
| NARUTO POV |
Setelah aku berhasil meyakinkan Lugia, aku kemudian mendapati bahwa Kurama belum juga keluar dari lubang yang tercipta akibat dirinya yang terbentur ketanah. Karena itu aku mulai berjalan menuju ke lubang di mana Kurama terjatuh untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.
Setelah sampai disana aku menghela nafas karena bisa bisanya Kurama malah tidur nyenyak di tempat ia terjatuh. Setelah melihat kondisi tubuhnya yang baik baik saja, hanya sedikit kotor karena pasir dan debu, aku mengangkat Kurama dan membawanya keluar dari dalam lubang.
(Dia sepertinya sudah terkena efek dari kemampuan Trio Cuaca yang bisa membuat seseorang tertidur.) Batin Naruto
Setelah itu aku dan para wanita yang ada disekelilingku memutuskan untuk berteleport dan berkumpul bersama Latias dan Latios. Selama sebulan aku menetap di dimensi ini, aku bersantai santai dan menemui beberapa manusia lebih tepatnya perempuan yang *ehem memilih ikut denganku dan tinggal disini dengan para pokemon.
Setelah sebulan aku disini, secara otomatis energi alam di dimensi telah kembali ke keadaan puncaknya bahkan kualitas dan kuantitas-nya menjadi dua kali lipat dari pada saat sebelum aku mengunjungi tempat ini lagi.
Selain itu, karma seal-ku sudah kembali bisa kuakses tapi aku langsung menggunakannya kembali untuk mengirim dua orang pokemon ke dunia shinobi untuk menyelidiki sesuatu di Konoha yang membuat karma sealku tidak bisa digunakan kembali.
Akupun lalu memulai pelatihanku, pertama-tama aku membuat Salinan/klon diriku sebanyak dua buah salinan.
Salinan pertama kusuruh meningkatkan kualitas mental dengan bantuan Mew, Hoopa, Latios, Latias, dan Cresselia. Salinan kedua kusuruh meningkatkan kualitas fisikku dengan bantuan Zygarde, Xearneas, Victini, Deoxys, dan Diancie. Di saat yang sama, diriku yang asli dengan Lugia dan Mewtwo pergi ke dimensi tempat Arceus tinggal.
Untuk melatih mentalku, awalnya aku berpikir untuk mencoba bertahan di mimpi yang sangat buruk dengan kemampuan Darkrai tapi karena dia pergi sekarang, aku memilih untuk merasakan mimpi yang sangat indah dan sangat realistis lalu terbangun ke kenyataan hidup yang pahit.
Untuk melatih fisikku, aku membuat diriku terpapar virus Deoxys dan membiarkan virus yang terkontrol itu menghilangkan kotoran di seluruh tubuhku. Setelah itu, aku mulai menyerap energi dari Zygarde dan yang lainnya untuk memperkuat seluruh sel di tubuhku sehingga energi vital-ku juga ikut menguat.
Di tubuh asliku, aku sudah memulai pelatihanku untuk mengendalikan hukum kekacauan dengan pengawasan Arceus. Karena daya rusak energi hukum kekacauan yang murni itu sangat besar,
Aku memutuskan untuk melakukan pemanasan terlebih dahulu dengan cara mempelajari hukum kekacauan yang lebih lemah dari pancaran kain hitam yang pernah membungkus dan menyerap hukum kekacauan dari Blade of Chaos di dunia pokemon dulu.
Setelah berhasil, aku akan secara bertahap melepaskan segel yang ada di dalam kain itu sehingga kualitas pancaran energi hukum kekacauan menjadi lebih murni dan berbahaya. Sebelumnya aku mengalami kesulitan saat mempelajari hukum ini tapi karena sekarang aku sudah memiliki kekuatan untuk menyerap hukum kekacauan, aku bisa mempelajari ini dengan cukup mudah.
| Narator POV |
/ Dunia Shinobi, Rumah Tazuna /
Setelah dirinya yang asli menyuruhnya berkumpul dengan Sasuke dan yang lain, klon/Salinan diri Naruto pergi ke ruang tengah untuk mengetahui apakah mereka masih makan disana atau tidak. Ketika Naruto sudah mendekati ruang tengah, dia merasakan ada anak kecil yang memasuki ruang tengah.
(Inari…) batin Naruto
__ADS_1
Naruto berjalan hingga berada di balik pintu geser ruang tengah lalu dia memutuskan untuk tidak masuk kedalam sekarang dan memantau apa yang akan terjadi.
/Di Ruang Tengah/
Setelah Kakashi, Sakura, Sasuke, dan Tsunami sudah selesai memakan makan siang mereka, muncullah seorang anak kecil yang memasuki ruang itu.
“Inari, kau sudah pulang. Dari mana saja kau? Kau terlambat pulang lagi Inari.” Ucap Tazuna
“Kakek…” ucap Inari lalu berlari menuju Tazuna dan memeluknya dari samping
Tazuna merespon itu dengan mengelus lembut kepala Inari lalu diapun berkata,
“Makanlah sekarang, kakek akan menemanimu makan.” ucap Tazuna
Inari mendongak ke atas dan melihat wajah Tazuna, Inari kemudian menggelengkan kepalanya beberapa kali. Inari kemudian menatap ke arah Kakashi, Sasuke, dan Sakura selama beberapa detik lalu dia berkata,
“Kakek, mereka semua akan mati.”
“Di mana sopan santun-mu Inari?! Mereka adalah orang yang mengantarkan kakekmu dengan selamat sampai di rumah.” Ucap Tsunami dengan pose ibu ibu yang sedang memarahi anaknya
Inari kemudian menatap ibunya dan berkata, “Ibu, tidak ada yang bisa mengalahkan Gato. Sebesar apapun mereka berusaha, mereka akan mati pada akhirnya… sama seperti orang itu.”
*GLEK
*DEG!!
Sasuke meminum air putih dari gelasnya lalu setelah air putih itu habis, dia membenturkan gelasnya ke meja dengan sedikit keras dan membuat suara yang cukup menggelegar. Seketika Sasuke-pun menjadi perhatian orang orang disana.
“Hei, Namamu Inari bukan? Aku sudah mendengar kisah ayahmu dari paman Tazuna…” ucap Sasuke
Muka suram seketika terpasang di wajah Inari sementara Tazuna dan Tsunami memperhatikan dengan seksama bagaimana pembicaraan ini akan berakhir.
“Ayahmu, seorang manusia biasa yang bertekad untuk melindungi kota ini dengan kedua tangannya pastilah mempunyai keberanian yang besar. Sayangnya orang yang sudah dijuluki sebagai pahlawan oleh penduduk disini itu telah gugur karena berusaha melindungi kota ini.” sambung Sasuke
__ADS_1
“Melihat dari sikapmu, aku tahu bahwa kau membenci mendiang ayahmu sekarang tidak, lebih tepatnya kau kecewa dengan tindakan ayahmu…” ucap Sasuke
“Aku tidak percaya bahwa anak yang sudah memanggil seseorang yang bukan ayah kandungnya dengan sebutan ‘ayah’ akan memperlakukannya seperti ini. Kau pasti tahu kalau dia mati karena melindungimu dan kota ini dari Gato, lantas, kenapa kau membencinya?” tanya Sasuke
Setelah mendengar perkataan Sasuke, di kepala Inari langsung bermunculan tentang ingatan masa lalunya ketika dia sedang bersama dengan ayahnya.
“Ingatlah ini. Jika kau adalah laki-laki maka pilihlah jalan hidup yang tidak akan pernah kau sesali. Demi sesuatu yang sangat berharga bagimu, kau harus melindungi mereka dengan kedua tanganmu.” Ucap ayah Inari
“Walaupun sangat berat atau menyakitkan, teruslah berjuang lindungi mereka dengan nyawamu sendiri!” sambung ayah Inari
Setelah itu, muncul ingatan di saat ayahnya dieksekusi mati di hadapan orang orang seluruh kota karena menentang peraturan perusahaan Gato. Dia ingat hari dimana ayahnya mati karena menjadi pahlawan bagi banyak orang, dia ingat bahwa ayahnya mati untuk melindungi banyak orang… TAPI!!!
Inari menggertakkan giginya dan air mata mulai mengalir dari matanya.
“Kenapa aku membencinya katamu?! Aku membencinya karena dia mati demi orang lain, itu konyol! Mati demi orang lain hanya karena kau adalah seorang pahlawan adalah sebuah kekonyolan! Konyol! Sangat konyol!!” ucap Inari
“Aku masih ingat sesaat sebelum dia dieksekusi, dia tersenyum kepadaku seperti mengatakan ‘tidak apa-apa’ tapi dia meninggalkanku sekarang. Apa gunanya menjadi pahlawan jika kau harus mati dan meninggalkan anggota keluargamu?!” teriak Inari
Mendengar itu, semua orang di ruangan langsung terdiam. Naruto menggertakkan giginya lalu dia menggeser pintu yang ada disampingnya dan masuk kedalam ruangan.
*SREET
BERSAMBUNG…
Informasi :
[VR] yang dimiliki Naruto dan muncul pertama kali pada episode 15 hanya berada di peringkat ‘Tinggi’ saja, ini menandakan apa? Ini menandakan bahwa [VR] bukanlah benda sehebat yang kalian bayangkan.
Kenyataannya, [VR] bukanlah benda buatan system melainkan buatan para ilmuwan manusia yang memiliki teknologi sangat canggih. Kalian pikir dari mana asal semua barang yang dijual di shop system? Apa semua barang dan skill itu buatan system? Tentu tidak…
Maaf karena cuman 1000 kata tapi yah mau gimana lagi, bisa nggak update update ini novel nanti. Sekedar pengumuman, tentang pembagian update antara alur utama dan alur pokemon, saya pilih option update bergantian.
...TERIMAKASIH ...
__ADS_1