Lahir Kembali Menjadi Naruto

Lahir Kembali Menjadi Naruto
Penyegelan Kyuubi Dan Time Skip


__ADS_3

Kehamilan Kushina pada bulan kedua, itulah waktu saat aku masuk ke dalam Rahimnya. Sesaat setelah aku memasuki rahimnya, aku merasakan perasaan sama saat proses pengikatan jiwaku dengan jiwa system. Itu membuatku bertanya tanya, apakah aku bersatu dengan jiwa Naruto yang asli mengingat bahwa ini seharusnya adalah tubuhnya.


Jika iya, apa alasan Dewa sampai harus membuat jiwaku dan jiwa Naruto menyatu? Apakah agar aku dikenali oleh tubuhku saat aku lahir nanti? Yah apapun itu… aku tidak akan mempermasalahkannya karena jiwa Naruto tidak terbunuh melainkan menyatu dengan jiwaku.


(System.) batinku


[Ya tuan.] jawab system


(Apa kau sudah punya nama? Jika belum aku ingin menamaimu.) batinku


[Saya belum punya nama tuan. Saya akan senang jika tuan memberikan saya nama.] jawab system


(Benarkah? Kalau begitu aku akan memberimu nama ‘Ayu’ yang berarti cantik. Aku tahu kau bisa menggunakan bentuk fisik dan kepribadianmu sendiri nanti jadi aku ingin kau cantik dari segi kepribadian dan juga fisikmu. Bagaimana? Apa kau suka?) batinku


[Saya suka tuan. Ayu… itu nama yang bagus.] jawab Ayu


[Tuan, apa tuan tidak mau mengecek kegunaan system sekarang?] tanya Ayu


(Sebenarnya aku ingin mengecek itu nanti ketika aku sudah lahir tapi karena kau sudah menyaiku, aku akan mengeceknya sekarang. Jadi, bisa kau jelaskan apa saja fungsi system, Ayu?) batinku


[Fungsi system yang bisa tuan akses sekarang adalah Fungsi Status dan misi.] ucap Ayu


(Misi? Sudah ada misi sekarang? Kalau begitu tolong tampilkan misi yang tersedia sekarang Ayu.) batinku


...[MISI]...


...{Memaksimalkan Waktu}...


[Rank : C


Detail : Tuan telah berhasil memasuki tubuh bayi yang ada dirahim Kushina, seorang jinchuriki Kyuubi. Alih alih melakukan hibernasi dan bangun ketika sudah lahir, tuan bisa sedikit demi sedikit menyerap chakra Kyuubi dan menjadikannya sebagai milik tuan.


Keuntungan : Kapasitas chakra di tubuh tuan akan berada diatas rata rata orang klan Uzumaki. Tubuh tuan akan beradaptasi sehingga tuan mudah untuk menyerap energi yang berasal dari luar tubuh ketika tuan sudah terlahir. Perkembangan kapasitas chakra akan mengikuti seberapa banyak penyerapan yang berhasil tuan lakukan.


Peringatan : Tubuh tuan masih dalam tahap yang sangat renta dan sangat mudah terpengaruh oleh apapun. Tolong berhati hati ketika menyerap chakra Kurama hingga tuan lahir nanti.


Hadiah : 100 koin system dan 2 skill rahasia.]


(Hm… misi yang cukup mudah, yang perlu aku perhatikan hanyalah kapasitas harian chakra yang bisa aku serap. Yah, aku akan mulai mencobanya nanti.) batinku


(Sekarang, tolong tampilkan statusku, Ayu.) Batinku


...[STATUS]...


[Nama : Kai


Umur : 2 bulan


Title : {Reinkarnasi Ashura}


BloodLine : Uzumaki


Luck : 100%


Koin System : -


Gacha : Belum Tersedia


Penyimpanan : Belum Tersedia]


(Sama seperti yang aku kira, tidak ada statistik yang memusingkan kepala itu. Ayu, aku akan bisa mengakses fitur yang belum tersedia saat aku lahir nanti-kan?) batinku


[Benar tuan.] jawab Ayu


(Baguslah, aku akan mengerjakan tugasku sekarang.) batinku


.../ 7 Bulan Kemudian /...

__ADS_1


Tak terasa, sudah hampir tiba masanya bagiku untuk lahir kembali ke dunia. Huff, sekarang aku harus mempersiapkan diriku untuk kematian Minato dan Kushina. Mereka mungkin bukan orang tuaku yang sebenarnya tapi tetap saja mereka sudah merawatku dengan baik saat aku di dalam kandungan.


Saat waktu aku lahir kedunia, semuanya berjalan sama dengan apa yang ada di anime namun aku terkejut ketika melihat Minato beberapa kali berteleportasi ke tempat yang ia tidak tandai dengan tanda Hiraishin-nya. Meski begitu, semuanya tetap berjalan seperti yang ada di anime hingga saat dimana Kushina menggunakan teknik rantai klan Uzumaki untuk membatasi pergerakan Kyuubi yang mengamuk dan Minato menggunakan jutsu Shiki Fujin dan memanggil dewa kematian.


...| NARATOR POV |...


Melihat Minato yang menggunakan Shiki Fujin, Kushina langsung menangis.


“Bodoh! Mengapa kau menggunakan jutsu terlarang itu?! Kau bisa saja hidup jika menyegel kyuubi di dalam diriku lagi dan membiarkan Makhluk itu mati bersamaku!” teriak Kushina dengan air mata yang mengalir


“Aku tidak bisa melakukan itu… Kushina, kau masih bisa kuselamatkan. Karena itulah biarkan aku yang berkorban untukmu dan anak kita kali ini.” ucap Minato dengan sebuah senyuman yang langsung membuat Kushina terdiam sambil menangis


(Ayah, pada awalnya aku memang membencimu karena meninggalkanku dengan ibuku tapi sekarang, aku benar benar mengerti mengapa kau melakukan hal itu. Pada akhirnya gulungan teknik yang kau wariskan, benar benar berguna bagiku.) batin Minato


Minato menyatukan kedua telapak tangannya, sebuah energi berwarna hitam kemudian menyelimuti tubuhnya dan disaat yang bersamaan, refleksi dewa kematian yang ada dibelakangnya tampak menjadi lebih hidup. Dewa Kematian mulai memasukkan tangannya ke jiwa Minato lalu diapun langsung batuk berdarah. Tangan dewa kematian keluar dari perut Minato dan tangan itu terus memanjang hingga mencapai tubuh Kyuubi yang tidak bisa bergerak.


Ketika tangan dewa kematian mencapai Kyuubi, dia kemudian menarik keluar chakra biru yang sangat besar dari dalam tubuh Kyuubi. Ukuran Kyuubi langsung mengecil hingga sebesar setengah ukuran aslinya dan membuat rantai yang membelenggunya menjadi longgar. Tangan dewa kematian mulai memendek dan chakra Kyuubi di tangannya mulai berubah bentuk menjadi sebuah bola seukuran bola sepak.


“Kushina, aku akan menyegel sebagian chakra Kyuubi ke dalam tubuhmu dan aku akan menyegel sebagian yang lainnya ke Naruto. Aku harap kalian berdua bisa mengendalikan kekuatan Kyuubi kelak.” Ucap Minato


Kushina berhenti menangis lalu dia mengusap air mata yang ada di matanya, “Aku mengerti, Datebane.”


Minato tersenyum sambil menatap Kushina. Dia kemudian menatap kembali kearah Kyuubi dan dengan cepat Minato melakukan beberapa segel tangan, tangan dewa kematian yang sudah memendek seketika langsung pergi ke tempat tubuh Kushina berada dan memasukkan bola chakra di tangannya ke dalam perut Kushina.


Kushina merasakan lonjakan chakra besar masuk kedalam tubuhnya dan membuat chakra di dalam dirinya menjadi tidak stabil sehingga ia tidak bisa menyalurkan chakranya dengan benar untuk merantai Kyuubi. Kyuubi menyadari hal ini lalu ia langsung mencakar rantai rantai yang melilitnya dan menghancurkannya dengan mudah. Kyuubi kemudian melayangkan cakarnya ke tempat Minato, Kushina dan bayi mereka berada.


*BOOM!!


*SRING!!


Minato berhasil memindahkan dirinya beserta keluarganya untuk menghindari serangan Kyuubi. Minato sekali lagi melakukan beberapa segel tangan lalu refleksi dewa kematian di belakangnya menghilang. Dengan tubuh yang penuh keringat dan energi hitam yang menyelimutinya, Minato mendekat ke altar tempat dia meletakkan bayinya.


Minato meletakkan tangannya ke atas perut anaknya dan seketika muncul sebuah simbol berwarna hitam di atas perutnya.




(Akhirnya ini selesai…) batin Minato


Energi hitam yang menyelimuti tubuh Minato menghilang lalu dia langsung jatuh terbaring ke atas tanah. Dia menengok kearah Kushina yang juga terbaring diatas tanah karena tubuhnya sudah kelelahan akibat melahirkan Naruto, Kyuubi keluar dari tubuhnya, penggunaan chakra untuk mengikat Kyuubi, dan juga penyegelan kembali Kyuubi sehingga diapun pingsan.


(Sayang sekali, di saat saat seperti ini aku ingin berbicara banyak hal denganmu, Kushina.) Batin Minato perlahan mulai menutup matanya


Dengan begini, sang Hokage keempat-pun gugur karena melindungi desa dan keluarganya dari serangan Kyuubi.


...| KAI POV |...


/ 4 Tahun Kemudian /


Tak terasa, sekarang umurku sudah mencapai 4 tahun. Aku sekarang hidup dengan ibuku, meskipun kami berdua bisa hidup menggunakan uang tabungan dan dana pensiun ayahku, Ibuku tidak mau hanya berdiam diri sembari menunggu uang tabungannya habis.


Oleh karena itulah saat aku berusia 2 tahun dulu aku sering ditinggalkan ibuku bekerja tapi aku tidak ditinggalkan sendirian dirumah, akan ada orang yang datang untuk merawatku. Nama orang itu adalah Anko, Hokage ketiga menugaskan dia untuk merawatku disini. Lambat laun kami menjadi sangat dekat dan akupun memanggilnya dengan sebutan ‘Onee-san’ bahkan ibuku sendiri juga sudah menganggapnya sebagai keluarga.


Ada beberapa saat ketika Anko tidak bisa datang merawatku jadi aku diam diam berlatih dan membaca cepat beberapa buku yang ada didalam rumah. Selama ini aku hanya melatih ‘Qi’ dan Chakra-ku. Qi atau tenaga dalam adalah hasil penyaringan dari penyerapan energi alam jadi ini mirip dengan senjutsu, selain karena Qi adalah energi yang sudah sangat kukenali, aku melatih ini lagi juga supaya tubuh baruku bisa beradaptasi dengan senjutsu nanti.


Omong-omong Anko sudah pergi meninggalkan desa ini untuk sebuah tugas setengah tahun yang lalu. Selama itu, aku sudah mulai menjelajahi desa dan merasakan tatapan benci para warga. Karena aku tidak ingin ibuku merasakan hal yang sama, aku membuat kontrak dengan jin yang ada di dunia ini dan memerintahkannya untuk melindungi ibuku dari perlakuan buruk warga Konoha.


Disamping itu, aku mulai berlatih sebuah teknik ciptaanku sendiri. Aku juga sudah berteman dengan orang orang seumuranku, Shikamaru, Chouji, Ino, Sakura, dan juga Sasuke. Khusus untuk Sakura dan Ino aku selalu memakai topeng saat bermain dengan mereka karena beberapa alasan.


Sekarang Hari Sudah Sore, aku sekarang lapar karena aku baru saja terlibat dengan sebuah perkelahian melawan seekor beruang dewasa dan karena aku ingat di sekitar jalan antara rumahku dan tempatku bermain ada sebuah sungai yang kaya akan ikan, aku mampir disana dan mencari ikan untuk dimakan.


Aku memasukkan tanganku ke dalam saku celanaku dan mengambil sebuah pisau seukuran genggaman telapak tangan orang dewasa. Aku kemudian mengambil sebuah tali dan sebuah tongkat kayu dari penyimpanan Systemku, ya penyimpanan. Ketika aku lahir banyak fungsi system yang terbuka dan dapat aku akses sekarang namun mari bahas hal itu di lain hari.


Aku kemudian merakit sebuah tombak dari tongkat kayu, tali dan pisau yang aku miliki. Saat tombak sudah selesai dibuat, Aku berjalan ke arah sungai dan mulai mencari ikan. Setelah beberapa saat penyusuran, akhirnya aku menemukan segerombolan ikan yang masing masing memiliki panjang seukuran tangan orang dewasa.


“Jumlahnya ada 10 dan ukurannya juga lumayan besar, aku akan tangkap semuanya lalu bakar 3 dan makan disini karena aku sudah terlalu lapar.” ucapku

__ADS_1


Aku kemudian mengarahkan tombakku ke tanah dan melemparkannya ke bawah sehingga tombakku-pun menancap dengan kuat pada tanah. Aku kemudian membuat beberapa segel tangan lalu aku berjongkok dan meletakkan tanganku keatas tanah.


“Elemen tanah : Dinding tanah.” Ucapku


Dengan cepat dinding tanah setinggi lututku muncul dari dalam tanah dan naik ke permukaan tanah, dinding itu mengelilingi ikan agar tidak kabur nanti.


...| NARATOR POV |...


Dengan hati hati Naruto mendekati ikan itu, ia mulai mengambil posisi untuk melempar tombaknya. ketika ia sudah yakin bahwa tombaknya akan tepat sasaran. Naruto langsung melesatkan tombatnya.


*JLEB


Tombak Naruto mengenai ikan sehingga membuat ikan itu memberontak beberapa saat sebelum akhirnya tenang kembali. Naruto dengan cepat mengangkat tombaknya dari dalam air. Naruto kemudian memegang ikan yang tertusuk lalu menariknya keluar dari kondisi tertusuk. Naruto kemudian segera mengakhiri riwayat ikan itu dengan merobek insangnya.


Naruto kemudian membuat sebuah bunshin dan menugaskannya untuk menangkap 9 ikan yang tersisa lalu memasukkannya kedalam penyimpanan system. Sementara itu, Naruto asli pergi mencari tempat yang aman untuk membuat api unggun dan membakar ikannya. Sembari menunggu ikannya matang, Naruto membongkar kembali tombaknya dan memasukkan tongkat kayu beserta tali ke dalam penyimpanan system.


/SKIP/


Setelah beberapa saat menunggu, Naruto membalikkan sisi ikan yang dibakar agar kedua sisi ikannya dapat matang secara merata. Setelah dia selesai membalikkan ikan itu, datanglah seorang kakek kakek mengenakan baju putih dan merah dari dalam hutan.



Kakek Hokage, “Apa yang kau lakukan disini Naruto?”


Naruto, "Oh Kakek Hokage, aku sedang membakar ikan kek. Maaf ya kek, aku hanya punya satu ikan, lagian aku tidak tau kalau akan bertemu kakek sekarang."


Kakek Hokage, “Tidak apa Naruto. Boleh aku duduk disini?”


Naruto, “Tentu kek.”


Hokage Ketiga lalu duduk di dekat Naruto dengan rumput tipis sebagai alas duduk mereka berdua. Mereka berdua berbicara sembari menatapi api unggun yang mulai bersinar karena hutan sudah mulai gelap.


“Apa tidak apa apa kau disini sore sore begini Naruto? Apa ibumu tidak akan khawatir?” tanya Hokage 3


“Kalau dia tahu aku disini sore sore begini, tentu dia akan khawatir kakek. Tak peduli seberapa Jeniusnya aku dimata-mu atau dimata Neechan, baginya aku hanyalah anaknya yang harus dilindungi. Yah, ibuku akan pulang malam hari ini, jadi aku tidak akan terkena masalah. Omong omong, bagaimana kabar beruang yang aku dan Ino temui tadi siang?” tanya Naruto


"Beruangnya sudah di tangani, dia tidak akan berbahaya lagi sekarang. Kerja bagus karena sudah melindunginya dari beruang besar itu, Naruto." ucap Hokage Ketiga


“Bukan masalah kek, lagipula… dia adalah temanku.” Ucap Naruto dengan tatapan sendu


Kakek Hokage melihat tatapan sendu Naruto dan ia mengerti mengapa Naruto bersikap begitu. Selama ini Naruto memakai topeng ketika bermain dengan Ino dan Sakura lantas bagaimana jika mereka mengetahui identitas Naruto yang sebenarnya? Mungkin Naruto akan dibenci.


Kakek Hokage, “Oh iya Naruto, Anko sebenarnya sudah kembali ke desa ini. Dia mungkin akan menemui dan memberimu sebuah kejutan dalam waktu dekat tapi karena aku sudah memberitahumu hal ini, tolong berpura-puralah terkejut saat waktunya tiba.”


Naruto tersenyum mendengar itu, “Benarkah Anko-nee sudah kembali? Aku tidak sabar menemuinya sekarang. Terimakasih sudah memberitahuku kek, dan tenang saja, aku akan berpura pura terkejut nanti.”


*BOOM


Hokage ketiga merasakan bunshinnya yang dia tinggalkan di Kantor Hokage lenyap dan mengirimkan sebuah pesan ke tubuh aslinya yang mengharuskan dirinya harus segera kembali ke Kantor Hokage.


(Ada informasi mengenai mereka, aku harus segera kembali.) Batin Hokage Ketiga


Kakek Hokage, “Maafkan aku Naruto, aku tidak bisa menemanimu lebih lama lagi. Aku harus kembali ke kantor hokage sekarang, tidak masalah kalau kau pulang sendiri-kan?”


“Tidak masalah kek, aku akan pulang sendiri nanti." ucap Naruto sambil menatap Hokage ketiga


"Syukurlah kalau begitu. Ingat, jangan pulang terlalu malam." Ucap Hokage ketiga sembari beranjak berdiri


“Aku pergi, Naruto.” Ucap Hokage ketiga lalu berjalan ke suatu arah menjauhi Naruto


Naruto kemudian mengambil ikannya yang dia rasa sudah matang. Dia mulai melahap ikannya sampai habis dalam setengah menit. Setelah itu Naruto memadamkan api unggunnya dan kembali ke rumahnya. Saat dia sampai di rumah, Kushina belum pulang dan diapun memutuskan untuk memasak makan malam dengan ikan yang dia dapat tadi.


Saat sedang memasak, Naruto membatin, (Mengapa Kakek Hokage tiba tiba kembali ke kantor Hokage tadi?)


BERSAMBUNG…


...TERIMAKASIH...

__ADS_1


__ADS_2