Lahir Kembali Menjadi Naruto

Lahir Kembali Menjadi Naruto
Menemui Rubah Oren


__ADS_3

“I...ini…mata apa ini?”


{Ini adalah gabungan antara byakugan dan sharingan. Mata ini tercipta karena :


-Garis keturunan hyuga menghasilkan sebuah chakra khusus dan mengirimkannya ke mata sehingga mata normal perlahan akan menjadi byakugan(Kita sebut CB)


-Chakra khusus yang membentuk sharingan(kita sebut CS) masuk saat CB di mata masih sedikit, perbandingan CS yang lebih banyak dari CB inilah yang membuat sharingan terbentuk terlebih dahulu. Lalu mata memasuki fase kedua yaitu CS dan CB saling bertabrakan dan membuat rasa sakit


-Hal ini juga terjadi dalam pembuluh darah yang biasa muncul saat byakugan aktif namun ini kebalikan dari yang ada dimata. Disini CB lebih banyak dari pada CS


-Disaat pembuluh darah dan mata akan pecah tiba-tiba garis keturunan tsutsuki mulai mengambil tindakan dia mulai menggabungkan chakra CB dan CS lalu mendorong CB di pembuluh darah untuk masuk ke dalam mata


Hasilnya adalah mata yang tuan miliki}


“Itu ternyata lebih kompleks dari yang aku duga, aku kira ini terjadi karena aku memiliki garis keturunan hyuga dan uchiha. Ayu jelaskan fungsi mata ini”


{Mata ini memiliki tiga jenis penglihatan, Inframerah, melihat aliran chakra, dan penglihatan bawaan. Tuan juga dapat menyalin gerakan tangan, memprediksi gerakan dan menyalin tekinik seseorang. Mata ini juga bersinar di dalam kegelapan}


Naruto tersenyum lalu dia menyadari sesuatu, “mata ini bisa dinonaktifkan kan?”


*Skip -> Naruto usia 1***2** tahun


“Aku berangkat” ucap Naruto dengan jaket kuning dan ikat kepala berjalan sendirian menuju akademi


Tak lama kemudian


naruto melihat dua orang temannya, “Yo choji, shikamaru”


Naruto merogoh saku belakangnya lalu mengeluarkan dua buah kaleng minuman


“Ini aku ada minuman, ambil” Naruto mendorongkan tangannya ke arah shikamaru dan choji


Choji dan shikamaru mengambilnya, “terimakasih”


Mereka mencoba minumannya dan mata mereka terbelalak


“wooah ini sangat menyegarkan, Naruto apa kau punya lagi? Aku ingin menukarkannya dengan keripik ku” ucap choji


“Maaf choji aku tak punya lagi yang seperti itu” ucap Naruto


“Baiklah tak apa…” ucap choji dengan sedih lalu kembali minum


“hey Naruto dari mana kau dapat minuman ini?” tanya shikamaru


Naruto, “Buat sendiri, kalengnya ambil dari tempat sampah”


“AP-APA” teriak mereka berdua


“Ya sudahlah lupakan yang penting ini bisa diminum. Bagaimana dengan mu shikamaru? Jika tidak mau sini berikan padaku biar aku yang minum” ucap choji


Shikamaru terdiam sebentar, “Tak usah, aku masih ingin minum ini”


Mereka lanjut berjalan sambil menghabiskan minumannya


Skip


Naruto memasuki kelas dan berkeringat saat melihat sasuke sedang merayu para wanita di kelasnya, (aku tak tau apapun, jangan kait-kaitkan aku dengannya. Aku ini setia bukan buaya)


Naruto berjalan menuju bangku paling belakang dan duduk sendirian disana


Tiba tiba terdengar suara langkah kaki yang mendekati kelas dengan cepat


*dumb


Pintu kelas terbuka dan masuklah dua anak perempuan dari belakang


“Sampai” ucap keduanya bersamaan lalu terengah engah kelelahan


“aku menang lagi sakura” ucap perempuan berbaju ungu


“Apa yang kau katakan? Ujung kakiku satu sentimeter lebih cepat!” ucap sakura


“Kau tidak melihatnya tadi hah?” lanjut sakura


Sakura kemudian melihat ke arah sasuke, (Cha, aku sudah didahului oleh para wanita rendahan itu!!)


Dengan menggebu-gebu sakura kemudian pergi menuju sasuke meninggalkan perempuan berbaju ungu sendiri


Perempuan berbaju ungu itu melihat ke arah Naruto yang tengah pura-pura tidur


(mengapa ino melihat kemari? Ada yang salah disini…) batin Naruto


Ino kemudian berjalan mendekati Naruto lalu tanpa permisi langsung duduk di samping naruto


(Naruto-kun…) batin hinata yang sedih melihat ino duduk dekat Naruto


Kembali ke Ino


Ino menyentuh lalu menggoyangkan tubuh Naruto dan itu membuatnya bangun


Naruto melihat ke wajah Ino, “Ino? Ada apa?”


“Naruto, aku bertanya padamu, apakah kau….”


*Sreet


Tiba tiba pintu terbuka dan menarik perhatian seluruh murid lalu iruka sensei masuk ke dalam kelas


Naruto kembali menatap ino, “jadi apa yang ingin kau tanyakan?”


“ah tidak jadi, nanti saja” balas ino, (Dasar sensei! Kau tiba di saat yang tidak tepat!)


“baiklah…” ucap Naruto kemudian menatap ke iruka, (Cuma perasaanku saja atau dia memang sedang marah?)


Narator POV

__ADS_1


Iruka mengatakan tentang para murid yang hadir hari ini akan dibagi menjadi kelompok kelompok. Setiap kelompok berisi 3 orang yang nantinya akan dibimbing oleh satu jonin.


Kelompok tujuh : sasuke, Naruto, sakura


Kelompok delapan : hinata, shino, kiba


Kelompok Sembilan masih aktif


Kelompok sepuluh : shikamaru, ino, choji


Lalu pada sore hari iruka akan memperkenalkan mereka ke para pembimbingnya jadi sampai saat itu, Naruto dan yang lain boleh istirahat


Naruto POV


(Haah akhirnya selesai) batinku


Aku melirik ke arah ino, “apa yang ingin kau tanyakan tadi?”


“Apa kau menyembunyikan kemampuanmu?” tanya Ino dengan suara yang hanya bisa mereka dengar


(Ap-apa… bagaimana bisa dia memiliki pendapat seperti itu? apa jangan jangan... tidak tidak, tidak mungkin. Saat itu akukan pakai topeng) batinku menyangkal hal itu


“Menyembunyikan kemampuan? Yang benar saja, jika aku bisa aku pasti sudah lama mengalahkan sasuke” ucapku


Mendengar itu Ino emosi seketika dan berjalan pergi menjauh, “Hmph, buang buang waktu”


(Dia cukup aneh hari ini….) batinku


(Sudahlah, lebih baik aku temui rubah oren pembuat masalah itu saja)


SKIP


Di sebuah tempat gelap dengan jeruji besi yang terpasang sejajar, lalu ada kertas bertuliskan ‘segel’ dan ada sorot mata berwarna merah datang dari sisi lain jeruji


Aku membuat klon dan menugaskannya untuk bertemu ibu dan ayah


(Ayu tolong buka segelnya) batinku


{Baik tuan}


Kertas segel itu terbakar habis lalu terdengar suara membuka gembok secara beruntun


Aura chakra yang mengintimidasi keluar dari dalam jeruji


(heh rupanya hanya seperti ini) batin ku, (Kalau begitu… karma seal)


Tato tato emas menyebar ke seluruh diriku tak hanya itu, muncul dua buah tanduk di dahiku, tanduk itu melingkar ke belakang, kesamping kiri dan kanan


Saat karma seal aktif aku bisa merasakan, tubuh kyuubi bergetar


Kyuubi POV


(tekanan apa ini? chakra yang dikeluarkan bocah itu membuatku ingin menunduk. Lalu…. Ketika aku menatapnya, aku terbayang sebuah situasi ketika aku di bakar sampai hangus oleh magma


Bocah itu berjalan mendekatiku sambil tersenyum menakutkan


“Jadi apa keputusanmu Kurama?” ucap bocah itu


Aku mengatur pikiranku lalu menjawab, “ba-baiklah aku akan meminjamkan kekuatanku padamu”


“Bagus…. Kalau begitu..” bocah itu menjentikkan jarinya lalu sebuah ingatan masuk ke dalam pikiranku


Aku melihat kami sedang dalam kondisi berperang dan kami menjadi partner dalam perang itu


“Sialan kau Naruto, kenapa tak dari awal saja kau perlihatkan hal itu padaku” Ucapku kemudian memberinya sebuah kepalan tangan


Naruto juga memberiku sebuah kepalan tangan, “haha maaf kurama. Omong-omong ekspresimu tadi sangat bagus”


"Dasar bocah sialan. Jadi, apa yang terjadi setelah aku mati?" Tanyaku yang membuat naruto menggetakkan giginya


"Dia pergi, jadi aku memutuskan untuk mati" Balas Naruto


"heh, tak kusangka kau kalah bocah" Ucapku mengejek naruto


"Hoy, aku setidaknya bisa membuatnya kabur sedangkan kau?! kau malah berubah jadi asap" Ucap Naruto


"Bocah, aku sedang satu lawan dua dulu sedangkan kau hanya melawan dia sendiri saja cuma bisa buat dia kabur, dasar tidak becus" Ucapku kembali mengejek naruto


"💢 apa katamu rubah sialan?! ayo bertarung denganku! akan kutunjukan kekuatanku tanpa menggunakan tato ini" Ucap naruto


"Lain kali saja bocah, kau harus menemui orang tuamu sekarang" Ucapku


Mendengar itu naruto kembali tersadar lalu disampingnya muncullah kedua orangtuanya


Kedua orang tua Narutopun langsung memeluk Naruto dengan erat


Setelah beberapa saat mereka melepaskan pelukan itu dan menatapku


“Maaf” kata itulah yang terlintas saat aku melihat mereka


“tak apa, kami memaafkanmu” ucap minato


“Kurama… seharusnya kami yang minta maaf karena mengurungmu. Untuk sekarang tolong bertemanlah dengan naruto” ucap kushina


Aku mengangguk pelan, “ya”


Kemudian mereka kembali memeluk Naruto dan perlahan menghilang


Naruto POV


(Hiks)


Aku mengelap air mataku lalu berbalik dan menatap kurama


“Kurama” lorong gelap ini berubah menjadi hutan belantara yang besar hingga membuat ukuran kurama menjadi seperti rubah pada umumnya, “Seharusnya hutan ini bisa membuatmu nyaman...”

__ADS_1


“Lalu aku ada teman untukm****u meskipun mereka tak bisa berbicara mereka bisa sedikit menghiburmu” tiga pokeball muncul di hadapanku, pokeball itu terbuka dan memunculkan tiga makhluk raksasa yang seukuran kurama


Mereka adalah pokemon legendaris yang kutangkap dahulu kala


author : saya tidak tau tinggi kurama tapi saya akan buat tingginya sama


“Baiklah aku akan pergi dulu…” ucapku lalu menghilang dari hadapan kurama


“uh” aku terbangun dan nampaknya hari sudah mulai sore


Aku melihat kedepan dan melihat sasuke dan sakura yang sedang bermesraan


“Sakura, rambutmu harum dan membuatku tak bisa melupakannya. Tanganmu yang hangat aku sangatlah menyukainya….” Ucap sasuke yang membuat pikiran sakura melayang ke angkasa


(apa aku sedang sial sekarang?) Batinku


[Tidak, keberuntungan tuan hari ini 50:50 dan tentang sasuke, itu adalah ulah tuan sendiri]


(Uh...kau mengingatkanku tentang hal bodoh itu Ayu) batinku menyesali hal itu


Beberapa saat kemudian


Pintu terbuka dan kakashi sensei masuk tanpa ada masalah


(Jadi itu anak sensei? seorang penyendiri, yah masih lumayan jika dibandingkan dengan mereka berdua yang tenggelam di dunianya sendiri, mereka bahkan tidak tahu kalau aku sudah masuk ke dalam kelas) batin kakashi ketika melihat Naruto dan yang lain


*pok


Kakashi menepuk tangan lalu kami semua menatap dirinya


“kesan pertamaku pada kalian adalah aku benci kalian” ucap kakashi dengan jelas


“cepatlah ke atap dan temui aku” ucap kakashi lalu menghilang


Mendengar itu sasuke langsung menggendong sakura dengan gaya tuan putri lalu berlari melewati lorong akedemi menuju atap


Sementara aku hanya mengejar mereka dengan santai


Skip


Kami sudah ada di atap sekarang


“Mari kita mulai” ucap kakashi


“Pertama mari perkenalkan diri kalian. Seperti impian, apa yang kau suka, apa yang tidak kau suka, hobi dan lain lain” lanjut guru kakashi


“Guru, tolong perkenalkan dirimu dulu” ucapku ke guru kakashi


“Aku? Namaku hatake kakashi. Aku tak akan mengatakan apa yang kusuka atau tidak kusuka kepada kalian. Aku tak punya impian. Sedangkan hobi, aku punya banyak” ucap guru kakashi


“sekarang giliran kalian. Kau dulu” ucap kakashi dan menatap sakura


“namaku adalah sakura haruno. yang kusukai…” melirik sasuke, “hobiku…” melirik sasuke, “impianku…” melirik sasuke, “kyaaa” sakura berteriak karena malu


“yang tidak kau suka?” tanya kakashi


“NARUTO” jawab sakura dengan lantang


(sumpah, apa aku pernah berbuat sesuatu yang salah kepadanya?) Batinku


“Baiklah sekarang kau rambut hitam” ucap kakashi menatap sasuke


“Namaku uchiha sasuke. Yang kusuka adalah wanita, yang tidak kusuka adalah pria. Hobiku menggoda wanita. Impianku menjadi kapten satuan polisi militer konoha!” jawab sasuke


Kakashi berkeringat, (Aku tak yakin dia akan berhasil mencapai impiannya dan apakah anak muda jaman sekarang memang sangat terbuka seperti ini?)


“Kau pirang” ucap kakashi melirikku


“Namaku uzumaki Naruto. Aku tak akan mengatakan apa yang kusuka atau yang tak kusuka kepada kalian. Hobiku membaca buku. Impianku adalah melindungi orang kusayangi dari dalam bayang bayang” ucapku dengan serius


(bayang bayang....) batin kakashi teringat masa masanya menjadi anbu


“Bagus kalian sangat khas dan menarik” ucap kakashi yang tak terlalu ambil pikir dengan bayang bayang


“Besok kita akan menjalani misi, yakni misi bertahan hidup. Misi ini juga berpengaruh ke lulus tidaknya kalian menjadi seorang genin” ucap kakashi


“eh mengapa begitu?” tanya sakura


Kakashi ingin menjawab tapi aku mendahuluinya


“Begini, sebenarnya dari seluruh murid yang lulus akademi hanya akan ada sembilan murid yang diterima menjadi seorang genin.


**Dan sembilan murid itu ditentukan oleh ujian yang diberikan oleh jonin yang membimbing masing masing tim. Dan dari ucapan guru kakashi tadi ujian kita akan dilaksanakan besok


Lalu jika kau bertanya apa gunanya ujian akademi kemarin, ujian kemarin hanya untuk menyaring orang yang berpotensi menjadi genin. Paham**?” Tanyaku ke Sakura


Sakura mengangguk sebagai jawaban


“Nah, sesuai perkataan naruto, kalian akan menghadapi ujian besok. Jadi, kita akan bertemu pukul 5 pagi dan jangan sarapan dari rumah atau kalian akan muntah” kakashi berbalik


“sekarang kalian boleh pergi” ucap kakashi kemudian menghilang


Aku berdiri, “Sampai jumpa kalian” ucapku kemudian menghilang


Bersambung……….


Hal kecil :


-Kaleng yang di pakai untuk wadah minuman shikamaru dan choji benar benar di ambil dari tempat sampah


-Isi minuman kalengan dari naruto terisi oleh larutan pil pembersih(rendah) yang efeknya hanya menyegarkan tubuh tanpa menyebabkan cairan hitam keluar dari tubuh


-Setelah naruto menyelamatkan Hinata, malamnya Hinata terus menerus memikirkan naruto dan itu membuatnya menjadi malu ketika berada di dekat naruto


...TERIMAKASIH...

__ADS_1


__ADS_2