Lahir Kembali Menjadi Naruto

Lahir Kembali Menjadi Naruto
Sedikit Perselisihan Kakak Adik


__ADS_3

...| Naruto POV |...


Aku, Ayu, Lugia, Mewtwo beserta pokemon-pokemonku yang lain baru saja berteleport ke tempat Kurama terjatuh. Sesaat setelah kami sampai disana, hujan kembali turun. Aku langsung mengontrol kembali darah darahku untuk membentuk sebuah lempeng darah padat yang melindungiku dan wanita wanita disekitarku dari kebasahan akibat terkena air hujan. Kemudian terlihatlah sosok Rayquaza yang perlahan turun dari atas langit. Meski sekarang sedang hujan, Rayquaza sama sekali tidak terkena airnya, hal itu dikarenakan dia telah menghilangkan awan hujan yang ada jauh di atasnya dengan diameter 2 meter.


Setelah Rayquaza mencapai tanah, tiba tiba air hujan terhenti diudara seakan akan waktu tengah berhenti. Semua air yang tiba tiba terhenti itu kemudian dengan cepat tertarik ke 2 meter samping kanan Rayquaza lalu berkumpul menjadi satu kesatuan dan membentuk tubuh milik Kyogre. Setelah itu tanah sedikit bergetar lalu muncullah sebuah tangan dari dalam tanah di 2 meter samping kanan Kyogre, tanah di sekitar tangan itu kemudian retak dan jatuh ke bawah, sosok Groudon kemudian terlihat keluar dari dalam tanah yang baru saja jatuh itu. Setelah Groudon naik ke atas tanah, cuaca langsung berubah menjadi cerah berawan.


Melihat hujan yang sudah berhenti aku langsung mengontrol darahku untuk berkumpul kembali dan mengubahnya menjadi seukuran bola tenis lalu menaruhnya di sekitar tubuhku.


“Halo semuanya lama tidak bertemu!” Ucapku dengan nada antusias dan melambaikan tanganku


“Halo Naruto” jawab Groudon singkat


“Halo juga Naruto” ucap Rayquaza


“Naruto-chan!” ucap Kyogre yang tiba tiba berada di depan wajahku


Kyogre memegang kedua pundakku dengan kedua tangannya lalu diapun berkata,


“Naruto-chan, kau mengganti pakaianmu! Aku senang kau mendengarkan saranku, terimakasih.” Ucap Kyogre dengan antusias


Kyogre lalu menggesekkan pipi kiri-ku dengan pipi kiri-nya selama beberapa saat. Setelah itu, Kyogre berdiri lalu diapun memelukku dengan sangat erat. Tapi karena tubuh Kyogre itu sudah terganti menjadi air seluruhnya, kepalaku yang seharusnya menyentuh tubuhnya di bagian dada malah tembus masuk ke dalam tubuhnya sehingga aku harus menahan nafasku jika aku ingin bertahan hidup sekarang.


“Ma-master!” teriak Rani khawatir dengan keadaanku


Melihat Rani yang mengkhawatirkanku Fera langsung berjalan mendekati Rani lalu Fera menepuk punggung milik Rani.


“Tidak usah khawatir Rani, Master dan Kyogre sensei memang sering melakukan itu hanya saja kau belum pernah melihatnya sebelum ini.” Ucap Fera


“Khukhukhu, apa yang dikatakan Fera itu benar Rani. Lagi pula lihatlah, Master tidak memberontak sama sekali seakan akan dia nyaman berada di dalam pelukan Kyogre sensei dan bukankah kita tahu bahwa master sangat menyukai pelukan? terutama pelukan dari Lugia sensei dan Mewtwo sensei. Karena itulah kau tidak perlu mengkhawatirkan keadaan master, Khukhukhu.” Ucap Lani


“Syukurlah kalau begitu, Aku senang jika Master menikmati-nya. Um… Lani, Fera bukankah jika dipikir-pikir lagi kita belum pernah memeluk Master sejak evolusi kita yang ketiga kalinya? A-apa kalian tidak ingin memeluk master lagi?” tanya Rani dengan pipi yang memerah


“Ya-yah… itu bisa kita lakukan kapan kapan…” Ucap Fera dengan pipi yang sedikit memerah


“Itu benar, kita akan melakukannya bersama-sama nanti…” ucap Lani dengan pipi yang sangat merah namun masih dengan muka datarnya


.../Ganti Adegan/...


“Lugia, Apa kau tau kenapa Naruto datang kali ini?” tanya Rayquaza


Lugia menggelengkan kepalanya.


“Tidak, aku tidak tahu alasan Naruto datang sekarang tapi dia pasti tahu.” Ucap Lugia sambil mengusap usap kepala Ayu yang ada tepat di samping kanannya


“Dia?” Rayquaza menatap Ayu, “Bukankah dia adalah…”


“Khodam milik Naruto.” Ucap Groudon menyela Rayquaza

__ADS_1


Lugia mengangguk lalu dia menyama ratakan tingginya dengan Ayu, “Ayu-chan, bisakah kau memberitahu alasan kenapa Naruto datang kemari kali ini?”


Ayu mengangguk, [Tentu, Ayu akan memberitahu Lugia-nee dan yang lainnya tentang alasan Tuan kemari kali ini namun Ayu hanya bisa menceritakan garis besarnya saja jika para nee-chan ingin tahu lebih dalam kalian bisa bertanya ke tuan. Um… sebenarnya hari ini tuan baru saja menerima sebuah ingatan dari dirinya sendiri di masa depan, ingatan itu memperlihatkan bahwa tuan akan mengalami sebuah kejadian tragis karena perbuatan dari musuhnya dan karena tuan tidak ingin kejadian itu terjadi di aliran waktu ini, dia memutuskan untuk berlatih di dimensi ini sampai hari dimana dia bertemu dengan musuhnya datang.]


“Aku mengerti garis besarnya tapi musuh Naruto kali ini sepertinya sangatlah kuat, jika dia bisa mengalahkan Naruto maka aku pikir perlu untuk Arceus-sama bekerja sama dengan Naruto agar musuh Naruto kali ini bisa teratasi.” ucap Rayquaza


“Itu masih belum pasti Rayquaza. Meskipun musuhku kali ini memang setara dengan seorang Dewa tapi aku mendapatkan informasi bahwa diriku di aliran waktu itu belum pernah datang ke dunia ini. Jadi aku ingin memanfaatkan keunggulanku ini dan berlatih disini sampai waktu aku bertemu dengan musuhku itu. Untuk masalah bekerja sama dengan Arceus, aku tidak ingin melakukannya karena aku ingin menjadikan musuhku ini sebagai sebuah batu loncatan.” Ucapku yang sedang duduk di atas bola air berdiameter 1,3 meter


Ya, bola air itu adalah Kyogre yang sudah aku disiplinkan dan karena perbuatan Kyogre yang hampir membuatku berpindah dunia… tunggu, bukankah aku sudah berpindah dunia? Ah lupakan, intinya aku menghukum dia dan menyuruhnya untuk berubah menjadi bola air berdiameter 1,3 meter lalu aku akan duduk diatasnya dan dia harus mengikutiku kemanapun aku pergi sebagai tungganganku.


Author : Ingat, hanya sebuah air, tidak lebih


“Karena itulah aku akan meningkatkan fisik dan mentalku selain itu… aku juga akan mempelajari cara mengontrol hukum kekacauan nanti.” Ucapku


Mendengar itu Ayu langsung melangkah kebelakang menjauh dari tempat Lugia berdiri kemudian Lugia tiba tiba berdiri menatap wajah adiknya dengan marah disertai adanya sorot mata yang menginginkan sebuah penjelasan,


“Hukum kekacauan?! Naruto! Kau!”


(Huff, aku tahu ini akan terjadi tapi aku tidak memiliki jalan pintas lain sekarang. Aku harus membujuk Lugia-nee dengan benar.) Batinku


Akupun langsung turun dari atas tubuh Kyogre lalu berjalan ke arah Lugia. Setelah memikirkan bagaimana cara agar aku dapat meyakinkan Lugia, akhirnya aku menyadari bahwa aku membutuhkan badan yang lebih tinggi dari yang kumiliki sekarang, terlebih jika aku mengakses Ras itu aku yakin bisa meyakinkannya dengan lebih mudah. Karena itulah…


(Aktifkan Ras : Pokemon) Batinku


*SWOSSH


Energi berwarna hitam tiba tiba menyelimuti tubuh kecilku lalu aku kemudian berteleport tepat ke depan tubuh Lugia. Saat aku telah tiba di depan tubuh Lugia, energi hitam yang menyelimutiku menghilang dan terlihatlah penampilan tubuhku yang sudah Nampak seperti manusia berumur 15 tahun dengan tinggi badan yang mencapai 2 meter. Otot otot di tubuhku membesar sehingga membuat kaos yang kukenakan tampak sangat berisi dan sesak.


Jaketku berubah menjadi sebuah jubah hitam yang panjangnya sampai ke lutut dan pada bagian lengan hanya sampai di siku. Pada bagian ujung bawah jubah ini terdapat bulu domba berwarna putih yang terpasang menutupi seluruh bagian ujung bawah jubah. Tidak hanya itu, jubah ini juga dilengkapi oleh sebuah tudung yang sekarang sedang tidak kukenakan. Pada bagian punggung jubahku terdapat sebuah lambang cincin putih yang cukup besar. Di kedua tanganku terpasang sebuah sarung tangan berwarna hitam dengan sebuah logo lingkaran putih besar yang menghias bagian punggung tangan. Pada bagian pergelangan tangan terdapat bulu domba berwarna putih yang sedikit menggembung dan menutupi kain sarung tangan.


Enam kumis kucing di pipiku menebal sehingga lebih terlihat oleh mata. Muncul garis vertikal khas mata kucing, garis itu berwarna biru langit dan tidak terlalu panjang sehingga masih berada di dalam segitiga sama kaki yang terbentuk bila membuat garis dari satu tomoe ke tomoe yang lain pada sharingan. Ketika garis vertikal itu muncul, warna hitam pada tomoe-ku langsung berubah warna menjadi biru langit. Rambut kuningku berubah menjadi oranye dan memiliki efek berkobar layaknya sebuah api.


Setelah aku sampai didepan Lugia, aku langsung memegang kedua sisi pipinya dengan kedua tanganku lalu aku mengarahkan kepalanya keatas agar aku bisa menatapnya dengan benar. Saat kedua mata kami saling bertemu, tidak ada lagi kemarahan di dalam tatapannya semua itu telah tergantikan oleh tatapan sendu yang berisikan kekhawatiran besar di dalamnya.


(Nee-chan…) batin Naruto pelan, “Nee-chan, aku tahu hukum kekacauan itu memang berbahaya tapi aku berjanji bahwa aku tidak akan mati atau mengalami hal yang lebih buruk daripada kematian karena berusaha mengendalikannya. Aku mohon, izinkan aku untuk mempelajarinya.”


“Apakah benar-benar tidak ada pilihan lain Naruto? Aku benar-benar khawatir denganmu Naruto… aku tidak ingin adikku satu-satunya mengalami hal yang sama dengan sahabatku sendiri, dia sudah cukup Naruto, aku tidak ingin kau juga mengalaminya.” Ucap Lugia dengan mata yang mulai berkaca-kaca


Melihat mata Lugia yang berkaca-kaca membuatku sangat tidak nyaman dengan hal ini dan itu benar benar membuat hatiku bergetar.


“Sebenarnya aku memiliki satu pilihan lagi Lugia-nee, namun sebelum aku memberitahumu apa pilihan lainnya itu, aku akan menceritakan apa saja hal yang kulihat di ingatan kedua-ku agar kau paham kenapa aku harus mempelajari cara mengendalikan hukum kekacauan…” Ucapku kemudian mulai bercerita


.../SKIP/...


“Kalau begitu bukankah kau hanya perlu meningkatkan kekuatan mentalmu agar kau bisa menang melawan Otsutsuki itu?” tanya Lugia


“Itu memang tidak salah Lugia-nee tapi aku mendapatkan informasi jika kekuatan mental pada diriku dimasa depan itu ratusan kali lipat lebih baik dari pada milikku yang sekarang. Waktuku sebelum bertemu dengan otsutsuki itu kurang lebih hanyalah 46,5 tahun lagi dan meningkatkan mental itu juga memerlukan banyak waktu sehingga jika aku berencana hanya mengandalkan skill edit-ku saja maka aku akan menunggumu di surga nanti.” Ucapku

__ADS_1


Mendengar itu mata Lugia tiba-tiba mulai berkaca kaca lalu air mata segera keluar dari matanya dan dia juga mulai mengalami gejala pilek. Lugia benar benar bingung sekarang, di satu sisi ia benar benar tidak ingin adiknya mempelajari hukum kekacauan tapi disisi lain adiknya mengatakan jika adiknya tidak mempelajari hukum kekacauan maka adiknya akan mati di pertarungannya melawan Otsutsuki nanti dan Lugia tahu jika adiknya membicarakan sebuah fakta disini. Air mata Lugia-pun tak dapat terbendung lagi dan mulai turun dengan cukup deras, Lugia mulai menangis dengan kedua mata yang tertutup.


(Ah sialan, apa yang baru saja aku ucapkan?! argh!! Aku barus saja mengacaukannya! Huff, dasar mulut tidak terkontrol sialan.) Batinku


“Lugia-nee…” Ucapku


Lugia tidak merespon dan terus menangis membasahi kedua tanganku yang masih ada dipipinya


“Lugia-nee…” Ucapku sekali lagi namun Lugia tetap tidak membuka matanya dan terus menangis


“Lugia-nee…” ucapku sekali lagi dan tetap tidak mendapatkan respon


Aku menarik nafas lalu menghembuskannya kembali, “Huff…”


(Kalau sudah begini mau bagaimana lagi… Aku harus menenangkannya.) Batinku


Tanpa basa basi lagi aku kemudian langsung mendekatkan bibirku ke kening milik Lugia, mengetahui apa yang akan kulakukan, wanita wanita disekitarku mulai menutup mata mereka tepat sebelum bibirku menyentuh kening Lugia. Saat bibirku berhasil menyentuh kening Lugia, Lugia langsung berhenti menangis dan matanya juga ikut membuka dengan pupil matanya yang mengecil, pertanda bahwa ia terkejut. Di saat yang bersamaan aku juga mengeluarkan sebuah energi berwarna hijau ke tanah gersang disekitarku kemudian muncullah bibit bibit bunga dari dalam tanah lalu dalam sekejap mata bunga-bunga itu mulai tumbuh hingga ke usia dewasa mereka.


“Maaf karena membuatmu khawatir Lugia-nee. Aku mengerti jika kau tidak mengizinkanku mempelajari hukum kekacauan karena kau tidak ingin melihatku terkontaminasi oleh energi hukum kekacauan sama seperti Ho-oh. Maaf nee-chan, meskipun kau berkata kepadaku bahwa kau tidak membolehkanku melakukan hal ini pada akhirnya aku akan tetap melakukannya juga, itu karena disamping untuk mengalahkan musuh Otsutsuki-ku nanti aku juga ingin melakukannya karena kau, Lugia onee-chan.” Ucapku


“A-apa maksudmu Naruto?” tanya Lugia dengan suara khas orang yang baru saja menangis


Aku kemudian memindahkan kedua tanganku yang ada dipipi Lugia ke kedua sisi pinggang miliknya lalu akupun menjawab,


“Aku ingin menyembuhkan Ho-oh dengan cara mengeluarkan hukum kekacauan yang sudah mengontaminasi jiwanya, ketika hukum kekacauan sudah terangkat dari jiwanya, aku yakin Ho-oh bisa pulih dari keadaannya yang sekarang dan saat itu terjadi, Lugia-nee pasti akan sangat senang dan masalah Ho-oh tidak akan mengganggu pikiran Lugia-nee lagi.” Ucapku tersenyum lebar sambil menutup kedua mataku


Mendengar itu tubuh Lugia menjadi bergetar. Meskipun dia tahu adiknya mungkin akan nekat berbuat hal seperti mempelajari cara mengontrol hukum kekacauan tapi dia sama sekali tidak berharap bahwa adiknya akan melakukan hal itu agar demi diri Lugia sendiri. Alasannya ada dua, Lugia sangat khawatir jika apa yang dilakukanku akan menimbulkan kematianku sendiri atau sesuatu yang lebih buruk daripada kematian, untuk alasan kedua jika Lugia mendapati-ku sudah sangat bertekad tentang suatu hal apalagi jika hal itu berhubungan dengan seseorang yang sangat dekat denganku, aku akan menjadi keras kepala bahkan bujukan dari seluruh istri ditambah dengan seluruh onee-chanku mungkin takkan bisa merubah tekadku dimasa depan.


Lugia kini kembali terdiam dalam kebimbangan, dia kembali khawatir namun adiknya yang bertekad ini sudah menjadi keras kepala dan dia mulai berpikir apakah keputusan untuk menyekap Naruto ke sebuah tempat terpencil adalah sesuatu hal yang baik. Di dalam kebimbangannya, Lugia tiba tiba merasakan tangan seseorang yang menyentuh pundak kanannya dari arah belakang. Lugia kemudian memutar kepalanya ke arah kanan belakang lalu diapun mendapati sosok Mewtwo disana. Mewtwo kemudian berjalan ke depan sehingga posisinya berada tepat disamping kanan Lugia. Aku kemudian memindahkan tanganku yang berada dipinggang Lugia kembali ke samping badanku. Mewtwo menepuk punggung Lugia dengan tangan kirinya.


“Tidak perlu khawatir Lugia, yakinlah dengan adik kita. Naruto pasti sudah menyiapkan persiapan yang matang untuk menopang rencananya kali ini. Kalau kau masih khawatir maka aku dan kau akan bersama sama mengamati proses Naruto mempelajari cara mengendalikan hukum kekacauan, jika perlu kita akan meminta bantuan kepada arceus-sama untuk mengawasi keadaan Naruto bersama kita. Kau tentu tidak akan keberatan dengan hal ini kan, Naruto?” tanya Mewtwo


Aku menggelengkan kepalaku, “Tentu saja aku setuju Mewtwo-nee, lagi pula dari awal aku sudah berpikir untuk meminta bantuan pada Arceus agar dia bisa menjagaku saat aku sedang mempelajari hukum kekacauan dan jika kedua oneechan-ku ini ingin mengawasiku juga tentu aku akan sangat senang.”


“Kau dengar itu Lugia? Bagaimana pendapatmu mengenai hal itu?” tanya Mewtwo


Lugia menatap ke mataku dan mendapati kepercayaan diri serta tekad yang sangat besar di dalamnya, tatapan mataku itu membuat Lugia mengingat kembali salah satu ingatannya tentangku. Lugia kemudian menutup kedua matanya lalu senyum kecilpun muncul di wajahnya.


Lugia menghela nafas, “Huff, baiklah dasar adikku yang keras kepala dan sulit diatur, aku akan mengizinkanmu tapi kau harus berjanji untuk membiarkan kami mengawasi latihan hukum kekacauanmu dan kau juga harus berjanji kalau kau tidak akan mati mengerti?”


Mendengar itu, aku langsung memeluk Lugia dengan erat dan berkata di dekat telinga kanannya, “Tentu saja Lugia-nee aku berjanji akan membawamu dan Mewtwo-nee ketempatku berlatih nanti, aku juga berjanji kalau aku tidak akan mati.”


Saat aku memeluk Lugia, Lugia sama sekali tidak memberontak karena aku sudah menggunakan ilmu pelet- bercanda, haha. Lugia membalas pelukanku dengan cukup erat, setelah beberapa saat aku kemudian memindahkan tangan kiriku dari punggung Lugia dan merentangkannya ke arah samping kiriku. Mewtwo melihat hal yang kulakukan sambil tersenyum kecil lalu diapun berjalan ke arahku dan masuk kedalam pelukanku seperti Lugia. Trio cuaca yang melihat ini langsung menutup mata Fera, Rani, dan Lani menggunakan tangan mereka, pengecualian terjadi pada Ayu karena dia telah menghilang terlebih dahulu sebelum adegan berpelukan ini dimulai. Trio cuaca mengetahui bahwa Ayu masih ada disekitar sini namun waktu mereka terlalu sedikit untuk mencari Ayu sehingga mereka membiarkan Ayu pada akhirnya.


BERSAMBUNG…


Selamat pagi kak/bang, silahkan sahur dulu bang/kakak-kakak sekalian…

__ADS_1


Apakah Naruto x Lugia | Naruto x Anko | Naruto x Ayame | Naruto x Mewtwo itu nyata??


...TERIMAKASIH...


__ADS_2