
Narutsutsuki, “Aku tidak menyangka kau bisa membangkitkan segel karma-ku sekarang bahkan kesadaranku juga ikut terbangun. Aku terkesan diriku sendiri…”
“Namun,” Narutsutsuki menengadahkan kepalanya, “Masih lama. Sekarang belum saatnya bagiku muncul.”
Narutsutsuki menghadap kebawah lalu diapun melihat semua wadah darah yang ada didepannya, “Semua darah itu, aku bisa merasakan aura si material berjalan dari dalam wadah itu… Hm… Jadi kau berhasil membangkitkan kesadaranku dengan darah itu. Menarik…”
Narutsutsuki mengarahkan lengan kirinya ke arah wadah darah. Setelah itu semua darah ninja UV yang tersimpan di dalam wadah itu bergejolak dan terangkat ke udara lalu diserap oleh Segel Karma.
*SHESSS
Seketika itu, segel Karma kembali memancarkan cahaya emas dan mata Narutsutsuki juga ikut bersinar.
“Begitu rupanya, aku sudah melihat semuanya. Sebelum ‘dia’ mati dan kuserap kekuatannya, dia berhasil menteleportasikan 6 bawahannya ke dimensi yang dekat dengan dimensi ini. Si penjinak monster itu baru dibunuh akhir-akhir ini. Si material berjalan itu sekarang hanya mempunyai satu tangan dan sedang sekarat. Si mata roda itu setelah diteleportasikan langsung mengincar ya-chan tapi dia sendiri berakhir sekarat dan harus mengambil alih tubuh manusia yang tidak bisa menampung kekuatannya. Sementara itu, Tsutsuki yang lain sedang menjelajahi dimensi sekarang.” ucap Narutsutsuki
Narutsutsuki melihat ke arah bulan dengan mata emasnya yang anehnya posisi bulan sekarang tengah tertutup oleh dedaunan pohon raksasa yang sangat lebat, “Meski kondisi ya-chan sedang tersegel sekarang tapi kurasa tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Lagi pula dia sudah bertambah kuat dan jika saatnya tiba aku akan membebaskannya.”
Narutsutsuki menghadap ke depan lagi, ia lalu mengulurkan tangan kirinya ke depan, “Sudah hampir waktunya kembali tidur tapi…” Di depan Narutsutsuki terbuka sebuah portal yang memperlihatkan sebuah topeng yang diletakkan diatas dinding.
Topeng itu kemudian melayang ke arah Narutsutsuki. Ketika topeng keluar dari portal, portalnya lansung tertutup. Narutsutsuki menangkap topeng itu dengan tangan kirinya lalu energi berwarna putih keluar dari dalam topeng dan terserap ke dalam segel karma.
Saat semua energi putih itu selesai terserap ke dalam segel karma, ledakan chakra putih keluar dari dalam tubuh Narutsutsuki.
| Di Salah Satu dari 5 Desa Tersembunyi |
Di sebuah tebing batu terlihatlah seorang pria berjubah hitam yang menghadap ke arah jurang dengan pemandangan sebuah desa berkabut yang disekelilingnya terdapat banyak Menara batu. Saat sedang mengamati desa di bawahnya, orang itu tiba-tiba merasakan energi yang familiar di udara. Dia lalu membuka tudungnya.
Orang itu lalu melihat ke arah Desa Konoha yang sangat jauh dari tempat ia berdiri sekarang.
| Di Suatu Tempat |
Di suatu tempat gelap terdapat seseorang yang tengah duduk memejamkan mata. Perlahan dia membuka matanya, “Dia berhasil hidup kembali, sepertinya penyebab kematian kapten operasi Konoha adalah karena dia. Kalau begitu, aku akan membiarkan Konoha untuk saat ini.”
| Di Hutan Kematian |
Setelah terjadi ledakan chakra, Narutsutsuki tersenyum.
“Dengan begini aku sudah mengulur sedikit waktu untukmu diriku. Aku juga sudah menyiapkan hadiah untukmu jadi nikmatilah~” ucap Narutsutsuki
Kesadaran Tsutsuki dalam tubuh Naruto mulai menghilang, matanya perlahan terpejam, tubuhnya mulai membungkuk, dan topeng yang ia pegangpun terjatuh ke tanah.
__ADS_1
Naruto perlahan membuka matanya dan menyadari dirinya masih dalam posisi duduk, “A…Apa yang terjadi?”
Naruto kemudian berusaha menegapkan punggungnya dan menyadari segel karma-nya sudah menghilang, “Usahaku berhasil?” Naruto kemudian juga merasakan ada sesuatu yang terjadi pada jumlah energi spiritualnya.
“Apa ini? 10% energi spiritualku yang hilang sudah kembali lagi, bahkan segel 3 lapis yang Pak Tua pasang juga ikut kembali.” Naruto lalu melihat topeng yang ada di samping kakinya, “Itu, Topeng Shinigami! Dewa Kematian dunia ini.”
Naruto mengambil topeng itu dan terkejut, “Tidak salah lagi ini adalah topeng dewa kematian.”
(Ayu.) panggil Naruto tapi tidak ada respon apapun
Naruto memanggil Ayu lagi beberapa kali tapi tetap saja tidak ada jawaban. Naruto berkeringat, (Apa yang sebenarnya terjadi selama aku tidak sadarkan diri.)
Saat hendak memanggil Ayu lagi Naruto tiba-tiba mendapatkan telepati dari Neko.
“Tuan, saat ini ada banyak orang yang sedang menuju ke tempat tuan. Kemungkinan itu dikarenakan ledakan chakra yang tuan buat tadi.” Ucap Neko
“Apa ledakan besar? Apa maksudmu?” ucap Naruto
“Tuan tidak sadar? Aku tidak tau detailnya tapi tadi terjadi ledakan chakra yang besar di sekitar area tuan berlatih jadi aku pikir ledakan itu disebabkan oleh tuan.” Ucap Neko
(Aku paham sekarang, saat aku kehilangan kesadaran sepertinya ada Tsutsuki yang mengambil alih kesadaranku dan melakukan sesuatu. Aku tidak ingat apa yang dia lakukan tapi kemunculannya pasti ada hubungannya dengan Ayu yang tidak merespon sekarang. Namun, aku tidak merasakan bahaya pada jiwa Ayu sekarang.) batin Naruto
“Aku ingat sekarang Neko. Aku terlalu fokus saat berlatih tadi jadi aku tidak sadar jika mengeluarkan ledakan chakra. Kerja bagus karena tidak mendekat Neko.” ucap Naruto
“Sama-sama Neko. Baiklah, aku akan pergi sekarang.” ucap Naruto
Naruto berdiri dengan membawa topeng Shinigami di tangan kirinya, dia melihat ke depan dan menyadari bambu wadah darahnya masih ada tapi darah yang ada didalamnya hilang tak tersisa.
(Tsutsuki itu melakukan sesuatu pada darah ini, mungkin dia menyerapnya atau melakukan hal yang lain. Aku harus membawa ini pergi bersamaku, tak ada barang bukti yang tertinggal.)
Naruto mengambil semua bambu itu dan memasukkannya ke penyimpanan system beserta topeng Shinigami.
“Hiraishin.” ucap Naruto lalu menghilang diikuti efek cahaya kuning
Setelah Naruto pergi, ada beberapa ninja yang tiba di tempat itu. Mereka cukup terkejut melihat ada banyak bekas sayatan pada pohon-pohon di sana, mereka kemudian menyimpulkan bahwa ada pertarungan sebelumnya di area ini. Namun setelah mereka cek kembali kondisi tempat itu, bukti yang mendukung adanya pertarungan sebelumnya sangatlah sedikit bahkan jika ada bekas sebuah serangan itupun sudah ada sejak tadi pagi.
.../ Sore Hari | Di Rumah Naruto |...
Sekarang Naruto baru saja selesai mandi, sore ini dia berencana untuk menemui Ino. Dia ingin mengobrol sebentar dengan Ino dan memastikan keadaanya. Setelah memakai kaos dan celana yang jarang dia pakai, Naruto langsung mengambil topengnya dan pergi mencari Ino.
Pertama-tama Naruto pergi ke toko bunga klan Yamanaka terlebih dahulu, setelah sampai Naruto tidak bisa menemukan Ino di sana. Naruto kemudian pergi ke rumah Ino tapi ia juga tidak terlihat di sana. Naruto kemudian mencari Ino di taman, tempat bermain dan rumah pohon tapi dia tidak menemukannya juga. Naruto kemudian berkeliling ke seluruh penjuru Konoha untuk mencari Ino. Setelah setengah jam mencari sendirian Naruto tak juga dapat menemukan Ino, saat itu dia frustasi karena matahari satu jam lagi akan tenggelam. Seketika itu pikirannya langsung teralihkan, (Andai saja aku tadi siang mendobrak pintu kamar Ino dan menemaninya saat itu juga. Aku tidak perlu mencari-carinya sekarang.)
Ya, tadi siang Naruto sempat ke rumah Ino terlebih dahulu untuk langsung menemuinya tapi Naruto merasa itu bukan saat yang tepat karena Ino sedang menangis waktu itu terlebih dia juga sedang berada dipelukan ibunya.
__ADS_1
Naruto berhenti melompat-lompat dari bangunan ke bangunan yang lain. Naruto terdiam sejenak, dia lalu menepuk kedua sisi pipinya secara bersamaan.
*PUK!
(Ayolah!!! Aku sudah memutuskan untuk membiarkan dia saat itu, tak ada yang perlu disesali.) batin Naruto, (Sebaliknya, aku harus berpikir di mana kemungkinan Ino berada sekarang! Ayolah berpikir!!)
(!!!)
(Aku ingat. Ino bilang dia menemukan sebuah taman rahasia, dia berjanji akan membawaku kesana dulu. Waktu itu dia tidak mau memberitahuku di mana letak taman itu tapi dia sempat memberiku petunjuk…!!!)
(Aku tau di mana letaknya, semoga saja benar dan Ino ada di sana.) batin Naruto
Naruto langsung bergegas ke taman yang dia maksud.
/ 2 Menit Kemudian /
Di suatu tempat terdapat sebuah batu besar yang di sekitarnya terdapat berbagai macam jenis bunga. Tempat ini tertutupi oleh lebatnya bambu dan pohon biasa yang mengelilinginya, tempat yang sejuk nan nyaman. Setiap angin berhembus terdengar suara melodi yang dimainkan oleh bambu yang bergesekan. Aroma harum bunga menambah kenyamanan untuk tinggal di sini, lebah dan kupu-kupu yang kemari menambah kesan teman untuk menikmati tempat ini.
Di samping batu terlihat ada anak kecil perempuan bersurai kuning keputihan yang sedang tidur sambil bersender pada batu. Di sisi lain, Naruto sudah sampai di tempat ini dan dia akhirnya lega. Dia berhasil menemukan Ino. Dia hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat Ino sedang tidur bersender pada batu.
Ino usia 4 tahun. Note: bayangkan dia sedang tidur.
----
Naruto melihat tanaman bunga di sekitarnya dan dia menyukai pemandangan taman ini. Bahkan jenis bunga di tempat ini cukup beragam. Naruto melihat sebuah bunga diapun memetiknya. Dengan topeng yang ia kenakan dan warna rambut yang menghitam sepenuhnya, Naruto perlahan berjalan ke arah Ino.
Ketika Naruto sudah sampai di depan Ino, dia membungkuk lalu menepuk-nepuk kepala Ino sembari memanggil-manggil Namanya.
“Ino… Ino… bangun… hey ino…” ucap Naruto lemah lembut
Naruto kembali memanggil Ino tapi dia belum saja bangun. Naruto kemudian duduk dan menekan-nekan pipi Ino yang kenyal nan lembut dengan tangan kanannya.
“Ayo bangun Ino…”
“MMmmhh…” Ino perlahan membuka matanya, “Kai… apa itu kau?”
Ino penuh matanya, ia melihat tubuh dan topeng yang sangat familiar baginya. Tanpa menunggu jawaban orang di depannya, Ino langsung memeluk erat Naruto.
“Aku merindukanmu Kai…” ucap Ino
Bersambung…
__ADS_1
Halo! Mohon maaf karena update-nya lama~~~ Authornya lagi banyak kerjaan di RL. Banyak ujian sekolah yang menghadang. Untuk beberapa saat, novel ini akan hiatus dulu. Teman-teman, jika berkenan kasihlah vote ke novel ini. Semoga kalian yang berbaik hati kepada orang lain selalu diberi kemudahan oleh yang maha kuasa.