
"La-laaah!!! KOK ISOOO!!!" teriak jiwa Naruto.
"Tentu saja bisa," jawab pecahan jiwa dewa kematian singkat.
"Tidak dapat dipungkiri, ada banyak manusia kuat di dunia ini yang mampu untuk bersaing dengan klan Tsutsuki. Namun, meski itu dilakukan, peluang kemenangan tidak akan sampai 50%. Orang yang sanggup mengalahkan seorang klan Tsutsuki minimal harus setara dengan Hashirama atau Madara," ucap pecahan jiwa kematian.
"Masuk akal. Meski begitu, secara garis besar, orang yang bisa mencapai ketinggian kekuatan itu hanyalah reinkarnasi dari Ashura dan Indra, anak Hagoromo dan orang yang memiliki hubunngan darah dengannya. Selain itu, orang yang memiliki segel Karma dan reinkarnasi dewa juga memenuhi syarat. Benarkan kakek?" tanya jiwa Naruto
"Benar," jawab jiwa kakek Naruto dengan nada senang.
"Nak, kau sudah tau bukan? Di masa lalu aku pernah bertarung melawan anggota Klan Tsutsuki," ucap jiwa kakek Naruto
Jiwa Naruto mengangguk, "Ya. Aku menyadarinya. Kakek, apa kau pernah memotong tangan kiri seorang Tsutsuki?"
"Aku pernah melakukannya. Dia mempunyai kemampuan untuk mengubah tubuhnya menjadi besi atau material lainnya bukan?" tanya jiwa Kakek Naruto.
"Dia memang bisa mengubah tubuhnya menjadi besi tapi yang benar saja, dia bisa mengubah tubuhnya dengan material lainnya?" tanya jiwa Naruto
"Aku tidak bohong kepadamu nak. Ketika aku bertarung dengan dia, itu adalah hari yang berat," ucap jiwa kakek Naruto.
"Namun, sebelum aku bercerita lebih jauh, ayo pindah tempat dulu," ucap Jiwa kakek Naruto.
Kakek Naruto mengeluarkan energi hitam yang menyelimuti dirinya dan juga jiwa Naruto. Energi hitam itu kemudian membawa mereka ke dimensi lain, meninggalkan tubuh Naruto sendirian di alam terbuka. Ketika energi itu menghilang, jiwa Naruto dapat melihat pemandangan sebuah danau yang sangat luas pada malam hari. Memantulkan sinar rembulan dan ribuan bintang yang terang.
"Di mana ini, aku merasa telah berpindah dimensi," ucap Naruto.
"Aku menggunakan kekuatanku untuk mengirim kita ke alam baka. Di sini aku bisa memanipulasi waktu dan waktu di sini berjalan lebih cepat daripada di Konoha. Satu hari di sini setara dengan 1 detik di Konoha," ucap kakek Naruto.
"Pertama-tama, ayo kita duduk dulu lalu aku akan menceritakan sebuah kisah kepadamu," ucap kakek Naruto lalu berbalik.
Naruto ikut berbalik lalu mereka berjalan menuju potongan batang pohon yang membentuk sebuah lingkaran, ditengahnya terdapat sebuah api unggun. Naruto dan kakeknya duduk bersebelahan.
"Pada mulanya, aku bereinkarnasi ke dunia ini untuk mengisi kekosongan pelindung pada dunia ini," ucap kakek Naruto
"Kekosongan pelindung?" tanya Naruto
"Ya. Setiap penjahat yang muncul akan melahirkan pahlawan, itulah yang seharusnya terjadi. Ishiki dan Kaguya, Kaguya dan dua anaknya, Ashura dan Indra, Hashirama dan Madara. Seperti halnya mereka, akan ada orang yang lahir sebagai kebalikanmu," ucap kakek Naruto.
"Saat era pemimpinan Senju Hashirama, terdapat jiwa dua tsutsuki yang datang ke planet ini. Kedua jiwa itu melewati perjalanan ruang dan waktu sehingga dapat sampai di sini. Mereka muncul di sebuah desa dengan beberapa orang yang layak menampung segel Karma. Mereka langsung masuk ke dalam tubuh salah dua orang-orang di desa dan menanamkan segel karma mereka," ucap kakek Naruto
"Segel Karma, singkatnya itu adalah 'data backup' dari seorang tsutsuki. Segel Karma berfungsi sebagai media penyimpanan jiwa, kemampuan, ingatan, pengalaman, ciri fisik, intinya semua hal yang berkaitan dengan tsutsuki terkait. Itu juga merupakan media bagi tsutsuki untuk bereinkarnasi setelah mati," ucap kakek Naruto
"Saat mereka berhasil menanamkan segel karma. Dewa waktu memberikan peringatan kepadaku, tsutsuki itu akan bertindak setelah kematian Hashirama dan sebelum kelahiranmu. Jika tidak ada yang mengisi kekosongan pelindung ini, sudah pasti planet ini akan hancur dan tidak ada yang bisa menghentikan klan tsutsuki yang terus bertambah kuat," ucap kakek Naruto.
"Aku bereinkarnasi ke dunia ini, memilih terlahir kembali sebagai anggota keluarga Namikaze karena kecerdasan yang mereka punya. Di dunia ini namaku adalah Namikaze Kuruto dan aku sedikit lebih tua dari pada Hiruzen. Saat masih hidup, aku salah satu bawahan langsung Senju Tobirama dan aku memiliki hubungan yang kuat dengan klan Uzumaki, Senju, dan Uchiha," ucap Kuruto.
"Pada akhir perang dunia ninja pertama, sebelum Tobirama mati, dia menunjuk Hiruzen sebagai Hokage dan menempatkanku sebagai Shadow Hokage. Beberapa tahun setelah perang, aku menikah dengan wanita berstatus tinggi dari klan Uzumaki. Dengan begitu, aku memiliki akses ke berbagai jutsu dan fuinjutsu tingkat atas," ucap Kuruto.
"Tunggu, tunggu. Nenekku berasal dari klan Uzumaki? Ibuku juga berasal dari klan Uzumaki. Apa tidak masalah? Maksudku, mereka tidak mempunyai hubungan darah yang dekat bukan?" tanya Naruto berkeringat
"Haha, tenang saja nak. Nenekmu dan Ibumu tidak memiliki hubungan darah yang dekat jadi hilangkan pikiranmu tentang Minato yang menikahi sepupunya sendiri," ucap Kuruto.
Naruto tertawa canggung, "Ahaha, syukurlah kalau begitu..."
"Ehem," Naruto terbatuk, "Kuruto oji-san silahkan lanjutkan ceritanya."
"Sebagai shadow hokage, aku lebih banyak mengembara daripada menetap di desa. Tentu saja itu untuk mencari keberadaan orang-orang yang memiliki segel Karma dan mencegah para tsutsuki bereinkarnasi. Namun, hal itu juga yang membuat Minato sedikit membenciku meskipun pada akhirnya dia mengerti pentingnya aku meninggalkan desa," ucap Kuruto.
"Saat Minato berumur 4 tahun, aku menemukan jejak tsutsuki. Jejak itu berbentuk ninja UV. Saat itu mereka sedang menjarah desa dan menculik semua orang di sana. Aku menyelamatkan warga desa itu dan menangkap seorang ninja UV yang berhasil kugagalkan dari usaha bunuh diri," ucap Kuruto.
"Hm... apakah kakek yang pertama kali menemukan ninja UV?" tanya Naruto.
"Benar, aku memanggil mereka ninja UV karena ketika mereka terkena sinar matahari kekuatan fisik mereka akan meningkat. Mereka bergerak secara berkelompok yang terdiri atas 4 anggota dan 1 ketua. Anggota biasa setara dengan Jonin normal, jika mereka terkena sinar matahari, mereka setara jonin elit. Ketua tim setara dengan jonin elit, jika terkena sinar matahari, maka akan setara dengan ninja buronan tingkat S," ucap Kuruto
"Namun, seharusnya kau tidak bisa bertemu dengan ninja UV berkarakteristik seperti ini karena aku sudah membunuh mereka beserta pembuatnya," ucap Kuruto.
"Maksud kakek?" tanya Naruto tidak paham.
"Saat itu di luar desa, aku akhirnya berhasil menemukan markas dua tsutsuki yang datang pada era Hashirama. Aku menyusuri markas itu dan berpapasan dengan salah seorang tsutsuki. Pertarungan tak dapat dihindarkan. Tsutsuki itu merupakan pengguna rune dan dapat memanggil berbagai hewan dengan kekuatan yang tidak main main," ucap Kuruto.
"Tak ada seorangpun ninja UV yang mendekat saat itu. Bahkan ketua mereka tidak mau mendekat. Kerusakan terjadi di mana-mana, membuat ninja UV lari menjauh. Pertarungan itu juga mengundang Tsutsuki lainnya untuk ikut bertarung. Akhirnya aku memindahkan mereka ke dimensi lain menggunakan hukum ruang," ucap Kuruto.
__ADS_1
"Huh, hukum ruang? Kemampuan yang biasanya ada pada komik komik china? Kemampuan yang mampu membuatmu berteleportasi, merobek ruang, memasuki dimensi lain, dan mengirim musuh ke angkasa lepas? Apa itu bisa dipelajari di dunia ini?" tanya Naruto.
"Tentu saja bisa tapi orang orang di sini hampir mustahil melakukannya karena bakat mereka. Rinnegan, Hiraishin, edo tensei, dan shiki fujin, diantara mereka ada yang berhubungan dengan hukum ruang ataupun hukum kematian. Namun, jutsu itu dikhususkan untuk tujuan tertentu dan tidak fleksibel. Penggunaannya memerlukan syarat yang sulit, berbeda dengan hukum murni yang fleksibel dan hanya perlu beberapa syarat," ucap Kuruto.
"Apa kau mau mempelajari Teknik ini Nak?" tanya Kuruto.
"Bisakah? Bukannya kakek bilang hampir mustahil?" tanya Naruto
"Memang. Namun, selain kecerdasan yang tinggi, keluarga Namikaze juga memiliki bakat yang berada di atas rata-rata jadi dengan latihan yang tepat kau bisa mempelajarinya. Belum lagi aku dan ayahmu adalah pengguna hukum kematian dan hukum ruang jadi seharusnya bakatmu dalam hal ini lebih baik dari kemi berdua," ucap Kuruto.
"Kau harus belajar dengan keras nanti. Kembali ke topik sebelumnya, Tsutsuki memanggil 5 ekor hewan yang kekuatannya masing-masing hampir setara dengan seekor bijuu. Aku menggunakan fuinjutsu untuk membatasi pergerakan mereka dan fokus menyerang kedua Tsutsuki. Singkat cerita aku berhasil membuat mereka terluka parah tapi pertarungan belum usai. Tsutsuki pemanggil hewan merapal sesuatu sementara Tsutsuki yang lain menyerangku habis-habisan," ucap Kuruto
"Saat itu aku berhasil memotong tangan kirinya dengan hukum kematian. Namun, aku terlambat menghentikan Tsutsuki pemanggil hewan dalam merapal mantra. Lima hewan yang kubatasi terlepas dan berpindah dimensi ke bumi, mereka berpencar dan menyerang 5 desa ninja secara bersamaan. Para Tsutsuki kemudian melarikan diri, memaksa aku untuk mengejar mereka dan membuat klon untuk mengatasi hewan yang menyerang kelima desa," ucap Kuruto.
"Kami kembali ke bumi dan mereka terus saja berusaha menghambatku. Ninja UV juga datang menghalangiku dari mengejar mereka. Aku akhirnya mengurus ninja UV terlebih dulu dan membiarkan Tsutsuki itu lari. Namun, hal itu bukan masalah karena aku sudah menandai mereka dengan hukum kematian," ucap Kuruto.
"Jujur saja, waktu itu aku sudah Lelah dan semua chakraku habis kusalurkan ke klonku. Dengan pertimbangan kalau terlalu lama jika aku berusaha membunuh kelima hewan itu, aku memilih untuk menyegel mereka di sudut tersembunyi desa dengan alam sebagai medianya," ucap Kuruto.
"Penyegelan? Apa mungkin tujuan ninja UV menyerang tadi karena mereka ingin melepaskan hewan hewan itu? Jika benar begitu berarti desa lain juga menjadi target mereka," ucap Naruto.
"Dan kakek, bagaimana kakek gugur pada hari itu? Bukankah kakek lebih unggul sampai-sampai membuat mereka lari? Mungkinkah..." ucap Naruto menyadari sesuatu.
"Benar. Setelah aku menghabisi semua ninja UV, muncul pria berjubah hitam. Orang itu adalah Jigen, pemilik karma sekaligus media reinkarnasi Ishiki Tsutsuki. Tubuhku saat itu sudah lelah dan tidak dapat bertahan lama dalam pertempuran. Mau tidak mau aku memilih untuk melarikan diri terlebih dahulu. Namun, Jigen mengejarku terus menerus. Aku sadar, meski aku lari kemanapun dia pasti akan tetap mengejarku. Dia memaksaku untuk membuat pilihan yang sulit," ucap Kuruto.
"Saat klonku selesai menyegel semua hewan, aku langsung berteleportasi ke tempat Tsutsuki pemanggil hewan dan Tsutsuki material berada. Tanpa berpikir panjang lagi, aku memakai jutsu shiki fujin," ucap Kuruto.
--
...
Jutsu Shiki fujin. Jutsu yang memanggil dewa kematian ke dunia untuk membantu menyegel target pengguna jutsu ini dengan kematian pengguna jutsu sebagai bayarannya. Jutsu ini memiliki efek samping yang membuat tubuh dan jiwa penggunanya kesakitan....
--
"Tunggu dulu. Bagaimana mungkin itu bisa? Kakek adalah pecahan jiwa dewa kematian lalu kakek memanggil dewa kematian itu sendiri datang ke dunia? Bagaimana bisa?" tanya Naruto.
"Tentu saja bisa, pemahamanmu saja yang salah. Dewa kematian yang muncul ketika jutsu shiki fujin digunakan, itu juga merupakan pecahan jiwa dewa kematian hanya saja tingkatnya lebih rendah daripada jiwaku. Pecahan jiwa dewa kematian dari jutsu shiki fujin beresonansi denganku, membuat pecahan jiwa shiki fujin masuk ke dalam tubuhku, meningkatkan hukum kematianku untuk sesaat, dan membuat jutsu shiki fujin menjadi lebih fleksibel," ucap Kuruto.
"Dalam keadaan itu, aku bisa membunuh mereka semua sekaligus. Namun aku tidak mau. Kau tau kenapa?" tanya Kuruto.
Naruto terdiam sejenak, (Hm...)
"Ada beberapa hal yang terpikir di benakku. Namun, satu hal yang pasti, kakek ingin pelindung selanjutnya yang menyelesaikan mereka. Dengan dua tsutsuki yang sudah melemah akan mempermudah pelindung selanjutnya dalam menangani mereka. Dengan begitu, pengalaman pelindung selanjutnya akan meningkat," ucap Naruto.
"Ho, analisamu cukup bagus. Namun, di samping itu, kematian 3 orang tsutsuki sekaligus akan disadari oleh para tsutsuki yang menjelajah dimensi. Setidaknya salah satu dari mereka akan datang ke bumi ini dan sudah tidak ada lagi yang mampu melawannya," ucap Kuruto.
"Ha? Apa Kakek gugur karena jutsu shiki fujin? Tidak, apa kakek dan ayah gugur karena hukum kematian?" tanya Naruto.
Kuruto tersenyum lebar, "Benar! Hukum kematian sanggup untuk menghilangkan efek samping dari jutsu Shiki Fujin. Namun, penggunaan hukum itu sendiri memerlukan tubuh fisik yang kuat. Itu seperti komputer dan aplikasi di dalamnya. Aplikasi yang berat seperti game kelas atas berukuran 100 GB tidak akan mampu dijalankan pada komputer kelas bawah. Di samping itu setiap komputer memiliki spesifikasi yang berbeda tergantung dengan tujuan pemakaiannya."
"Itu berarti setiap tubuh orang memiliki bakat yang berbeda dan juga ada cara untuk mengubah bakat itu," ucap Naruto.
"Kakek, setahuku tsutsuki yang kau bunuh itu adalah tsutsuki pemanggil hewan, benar bukan?" tanya Naruto
Kuruto mengangguk.
"Lalu apakah dia tersegel di dalam perut dewa kematian jutsu shiki fujin?" tanya Naruto.
"Ya, jiwanya tersegel jutsu shiki fujin tapi jiwaku tidak ikut tersegel kedalamnya. Karena pengaruh hukum kematian yang kugunakan, jiwaku kembali ke alam baka. Itu juga yang terjadi pada Minato," ucap Kuruto.
"Apa?! Kalau begitu bukankah jika tubuhku cukup kuat untuk menahan efek samping hukum kematian, aku dapat menggunakan jutsu shiki fujin tanpa berujung kematian?" tanya Naruto.
Kuruto mengangguk, "Tentu."
"Nak, aku sudah menceritakan masa laluku padamu," Kuruto berdiri dari duduknya.
"Sudah saatnya untukmu belajar, ikuti aku," ucap Kuruto berjalan ke danau.
Naruto mengangguk lalu berdiri dan mengikuti kakeknya. Kuruto telah sampai di pesisir danau. Dia menapakkan salah satu kakinya ke atas air danau tapi kakinya tidak tenggelam. Air danau memadat sehingga kaki Kuruto dapat menapak di atas air tanpa tenggelam, begitu pula dengan Naruto.
__ADS_1
Mereka berjalan menuju titik tengah danau.
"Nak, apa kau masih ingat hari di mana kyuubi disegel ke dalam perutmu?" tanya Kuruto.
"Iya kek, aku masih mengingatnya. Di hari itu ayahku menggunakan shiki fujin untuk menyegel setengah kyuubi ke dalam ibuku sehingga ibuku masih bisa selamat dari kematian. Di hari itu jiwaku dan jiwa Naruto bergabung sepenuhnya. Dari saat itu pula, 70% energi spiritualku terasa seperti terkekang. Apa kakek tau sesuatu?" tanya Naruto.
"Aku tau, tentu saja karena akulah penyebab energi spiritualmu menghilang," ucap Kuruto.
"Apa?!" Naruto terkejut.
"Ini cukup panjang untuk dijelaskan. Nak, bukankah jiwamu sudah terikat segel sebelum reinkarnasi?" tanya Kuruto.
"Ya. Dengan 100% energi spiritualku, aku mempunyai total 30 segel yang membatasi energi spiritualku. Namun, dengan 30% energi yang tersisa aku hanya mempunyai 9 segel sekarang," ucap Naruto.
"Segel ini dipasang oleh pak tua yang merawatku semasa aku hidup sebelum bereinkarnasi. Dia bilang potensi jiwaku terlalu mengerikan jika tidak disegel mustahil bagiku untuk mengontrolnya bahkan itu juga memicu banyak makhluk yang mengincarku," ucap Naruto.
"Itu keputusan yang tepat. Di bumi kau hidup dulu jika jiwamu tidak disegel itu hanya akan mengundang makhluk kuat dari dimensi lain yang tak dapat ditangani. Kau tau apa yang istimewa dari jiwamu? Kau memiliki 10 inti jiwa," ucap Kuruto.
"Hah? Inti jiwa? Apa itu?" tanya Naruto.
"Inti jiwa merupakan sumber energi spiritual, pusat penyimpanan segala ingatan, dan kunci penting untuk melakukan reinkarnasi. Jika inti jiwa dihancurkan, jiwamu akan menghilang, kau akan mati secara permanen tanpa dapat dibangkitkan," ucap Kuruto.
"Begini, ibaratnya jiwa itu adalah tubuh fisik dan inti jiwa sebagai otaknya. Kau tau avatar jiwa bukan? Avatar jiwa itu berasal dari inti jiwa. Itulah mengapa saat avatar jiwa itu hilang atau bahkan rusak akan berakibat fatal pada jiwa sama seperti rusaknya bagian tertentu dari otak manusia. Namun, di alam baka jiwa manusia yang sudah rusak atau hilang akan mengalami pemulihan asalkan inti jiwanya masih ada," ucap Kuruto.
"Di dunia ini, umumnya inti jiwa tak dapat meregenerasi jiwa yang terpotong. Namun, jiwamu berbeda..." Kuruto terdiam sesaat, (...aku terlalu banyak bicara.)
"Kau memiliki 10 inti jiwa dan seluruh inti itu masing-masing dapat menghasilkan 100% energimu yang sekarang. Artinya energimu yang sekarang dibanding energimu yang asli adalah 1:10," ucap Kuruto.
"Apa?!" Naruto berkeringat.
(Jika begitu... mungkinkah bagiku menggunakan Teknik spiritual skala besar di masa depan?) batin Naruto.
Naruto menatap punggung kakeknya, "Kalau yang dikatakan kakek itu benar lalu bagaimana dengan Ayu? Sistem yang terikat dengan jiwaku, jiwa Naruto, dan bagaimana dengan kyuubi yang disegel di alam bawah sadarku?"
"Sistemmu itu sebenarnya hanya terikat dengan salah satu inti jiwamu yang tidak terkekang sedangkan Kyuubi itu tersegel di dalam tubuhmu bukan jiwamu jadi dia tidak akan bisa memanipulasi jiwamu kalau segel yang menyegelnya tidak lepas. Lalu untuk jiwa Naruto bukankah sudah jelas? Jiwanya bergabung dengan jiwamu, menambah 1 lagi inti jiwa kedalam jiwamu," ucap Kuruto.
"Namun, aku mengekang... bukan, aku menggunakan inti jiwa Naruto bersama dengan ketujuh inti jiwamu untuk membuat sebuah susunan penyegel jiwa," ucap Kuruto.
(!!!) mata Naruto terbelalak menyadari suatu hal.
"Mungkinkah hari aku lahir ke dunia adalah hari di mana jiwa Tsutsuki memasuki tubuhku dan menanamkan segel Karmanya kepadaku? Lalu pada saat ayahku, Minato, melakukan proses penyegelan kyuubi dan menggunakan Teknik shiki fujin, kakek bereaksi dan menyegel jiwa Tsutsuki yang ada ditubuhku," ucap Naruto.
"Bagus, penilaian yang bagus. Aku menggunakan segel khusus untuk menyegel jiwa tsutsuki itu, energi spiritual kedelapan inti jiwa yang digunakan sebagai pondasi akan terus menjaga kemampuan segel jiwa tsutsuki sementara ingatan dari inti jiwa akan terus terhubung ke jiwamu yang lain. Itulah sebabnya kau ataupun sistem di dalam dirimu tidak mengetahui apapun," ucap Kuruto.
"Nak, katakan padaku, setelah aku berbicara panjang lebar apa kau sudah mengetahui alasan mengapa sistemmu tidak bisa menghentikan jiwa tsutsuki yang berusaha memanipulasi tubuhmu tadi?" tanya Kuruto.
"Aku sudah tau kakek. Selain karena Ayu belum membuka potensi penuhnya, jiwa tsutsuki itu seharusnya juga memiliki energi spiritual yang besar dan tidak bisa dibandingkan dengan energi spiritual milik Ayu saat ini. Belum lagi energi spiritual Ayu yang hampir habis dapat terisi ulang dengan bantuan segel Karma tsutsuki itu, jadi hal yang sama juga dapat berlaku untuk jiwa tsutsuki itu," ucap Naruto.
"Segel istimewa yang kakek gunakan untuk menyegel jiwa tsutsuki juga istimewa jika bukan karena tubuhku yang dimanipulasi, Ayu pasti tidak akan bereaksi. Yah, meskipun pada akhirnya Ayu tidak bisa melakukan apapun karena segel kakek membuatnya eror," ucap Naruto.
"Kerja bagus nak. Sekarang... meski kita belum sampai di tengah danau mari kita mulai pelajarannya," ucap Kuruto.
Kuruto seketika membalik badan dan memapatkan jari-jari ditangan kanannya, dia mengayunkan tangannya dengan penuh tenaga secara horizontal.
*SRIIING!!!
*SPUAAART!!
(Huh?...) batin Naruto kebingungan.
(A... Apa yang terjadi?...) batin Naruto melihat tubuhnya sendiri berdiri tanpa memiliki kepala yang terpasang diatasnya.
Kuruto tersenyum lebar.
BERSAMBUNG...
Setelah gw pikir pikir keknya kaga jadi pindah dunia dulu. Lagian masih banyak yang harus diexplore. Btw pict dibawah hanya pemanis, gw nyoba-nyoba hotpot ai dan ini hasilnya.
...--------------------...
__ADS_1
...Saya selaku Author di sini mengucapkan DIRGAHAYU KEMERDEKAAN RI YANG KE-76...
...TERIMAKASIH...