
| Naruto POV |
/ Ke Esokan Harinya /
Aku membuka mataku dan menengok ke arah kiri tempat aku menaruh jam di atas sebuah meja. Sekarang pukul 04.00 pagi, meskipun matahari belum terlihat sekarang tapi aku masih bisa melihat jamnya karena cahaya di kamar ini cukup memadai.
Aku kemudian menengok ke arah kanan dan melihat wajah Kushina yang sedang tertidur sambil memelukku. Dengan lemah lembut aku kemudian memindahkan tangan Kushina yang memelukku lalu aku beranjak berdiri sekaligus turun dari tempat tidur. Aku kemudian berjalan ke kamar mandi untuk menjawab panggilan alam dan juga mandi pagi. Saat aku sudah selesai, jam sudah menunjukkan pukul 04.10 pagi.
Setelah aku mengeringkan tubuhku menggunakan handuk dan memakai baju, aku kemudian kedapur untuk mengambil segelas air hangat, aku lalu masuk kembali ke dalam kamar tidurku dan menghidupkan lampunya. Aku mendekati Kushina lalu menggoyang goyangkan tubuhnya secara perlahan dengan satu tangan.
"Bu, ibu, bangun. Ini sudah jam 4 pagi lewat sepuluh menit." ucapku
"Eumh..." ucap Kushina sembari membuka matanya
Kushina mengambil posisi duduk lalu aku mengulurkan gelas yang aku pegang ke Kushina dan diapun mengambilnya lalu meminumnya.
"Terimakasih Naruto." ucap Kushina dengan senyuman
"Tentu bu." balasku tersenyum
Kushina menghabiskan minumannya lalu dia beranjak berdiri dari kasur, "Baiklah, ibu akan mandi dulu sekarang. Tolong letakkan ini di wastafel ya Naruto." Kushina mengulurkan gelas kosongnya kepadaku
Aku menerima gelas itu, "Baik bu."
Aku kemudian berjalan ke luar menuju dapur sementara Kushina pergi ke kamar mandi.
Selama Kushina mandi, aku menyiapkan bahan bahan untuk memasak sarapan nanti. Hal ini aku lakukan demi bisa menghemat waktu sebanyak mungkin.
.
Sekarang sudah jam 04.30 dan Kushina telah selesai mandi serta memakai pakaian. Pada jam 04.30 aku dan Kushina pergi ke luar rumah untuk melakukan jalan pagi mengelilingi desa. Di jalanan ada banyak warung yang memasang lentera di depan warung mereka, karena itulah kami masih bisa melihat jalanan di depan kami meskipun tidak leluasa karena cahaya lenteranya remang remang.
Kami berjalan kemanapun kami mau. Saat matahari mulai terbit yaitu jam 5 pagi, aku dan Kushina pergi ke pasar untuk membeli stok bahan makan kami sudah habis kemarin.
.
Pada jam 05.30 kami Kembali ke rumah, kami beristirahat sejenak lalu aku membantu Kushina memasak untuk sarapan nanti.
.
.
.
Jam 7 pagipun tiba dan Kushina harus pergi bekerja. Sekarang, aku dirumah sendirian, aku membuka jendela di kamar tempat aku tidur semalam dan duduk bersila di atas Kasur. Udara pagi yang segar dan terik matahari yang tidak terlalu menyengat masuk dan menyentuh kulitku.
“Ayu, aku ingin mengupgrade fungsi penyimpanan, title, dan gacha sytem sekarang.” Ucapku dengan mata tertutup
[Apa tuan yakin ingin memakai 2.000 koin system untuk menambah kapasitas penyimpanan system dari 20 menjadi 30?] tanya Ayu
[Apa tuan ingin menggunakan 1.000 koin system untuk membuat title yang tuan miliki memiliki efek tambahan dan membuat tuan lebih mudah mendapatkan title?] tanya Ayu
[Apa tuan ingin menggunakan 1.000 koin system untuk membuka fungsi gacha rank D?] tanya Ayu
“Iya aku ingin melakukan semua itu.” Ucapku
[TING! Upgrade telah selesai, koin system tuan yang tersisa adalah 54 koin. Apa tuan ingin memeriksa hasil upgrade?]
“Untuk sekarang, aku ingin memeriksa title-ku dulu.” Ucapku lalu membuka mata
[Baik tuan.]
Sebuah layar biru kemudian muncul di depanku.
...[TITLE]...
...{Reinkarnasi Ashura}...
...{Jinchuriki Kyuubi}...
[Tuan bisa menyentuh salah satu title tuan untuk mengetahui efek yang title itu berikan.] ucap Ayu
Aku menyentuh salah satu titleku.
{Reinkarnasi Ashura :
Tubuh tuan mengalami penguatan dalam aspek stamina, kekuatan, ketahanan tubuh dan kecepatan. Tubuh ini bisa diperkuat melalui pelatihan.}
(Aku mendapatkan tubuh di atas rata rata seperti milik klan senju ya? Tapi aku yakin aku mendapat lebih dari itu, mungkin tubuhku mengalami penguatan hingga mencapai tubuh asli milik Ashura.) pikirku
Aku menyentuh title lain yang aku miliki.
{Jinchuriki Kyuubi :
Membuat penyerapan tuan terhadap senjutsu menjadi lebih mudah. Meningkatkan afinitas tuan dengan elemen angin dan api. Tuan mendapatkan kemampuan unik, Pendeteksi Emosi Negatif.}
__ADS_1
(Efek yang diberikan banyak juga dan semua itu masih ada hubungannya dengan Kyuubi.) batinku
[Tuan, anda memperoleh hadiah karena sudah meningkatkan fungsi title. Apakah tuan ingin membuka hadiahnya sekarang?] tanya Ayu
(Hadiah? Baiklah, aku ingin membuka hadiahnya sekarang.) batinku
[Selamat tuan!] ucap Ayu
[Tuan telah mendapatkan title :
{Pembunuh Legenda} {Pahlawan Tersembunyi}
{Dermawan} {Streamer Legenda}
{Pengguna System}]
Mataku terbelalak, (Banyak sekali! Dan jika aku cermati, semua title ini berhubungan dengan kehidupan pertamaku kecuali ‘pengguna system’. Ayu, tolong tampilkan efek yang diberikan semua title itu.)
[Baik tuan]
...[Efek Title]...
{Pembunuh Legenda :
Saat tuan menginginkannya, 100% hawa keberadaan tuan akan menghilang. Akurasi, kekuatan, dampak kerusakan serangan, kecepatan, kecepatan serangan, stamina akan meningkat 100% selama keberadaan tuan tidak disadari.}
{Pahlawan Tersembunyi :
Ketika tuan melakukan kebaikan secara diam diam, tuan akan menerima hadiah. Semakin besar kebaikan yang tuan lakukan semakin besar hadiahnya.}
{Dermawan :
Karena tuan adalah orang yang dermawan di kehidupan sebelumnya, system akan memberikan diskon 50% setiap 1 minggu sekali terhadap semua biaya yang menyangkut gacha, upgrade fungsi system, toko dan biaya pembuatan skill oleh system. Setiap koin system yang tuan hasilkan akan digandakan.}
{Streamer Legenda :
Ketika seseorang melihat tuan dan orang itu merasakan emosi, tuan akan mendapatkan koin system tambahan tergantung seberapa kuat emosi yang orang itu rasakan.}
{Pengguna System :
Memperkuat tingkat jiwa milik tuan.}
...----------------...
Ketika membaca efek yang semua title ini berikan satu persatu, aku terus terkejut.
Aku beranjak berdiri untuk menutup jendela di kamar ini yang terbuka dan juga menutupi-nya menggunakan tirai.
Aku kemudian berjalan ke arah pintu kamar dan mengambil topengku yang aku gantung disana dengan bantuan sebuah paku. Aku berjalan keluar dari kamar lalu langsung berjalan menuju keluar rumah. Aku lalu menutup dan mengunci pintu rumah.
(Aktifkan efek title {Pembunuh Legenda}) batinku
[Efek telah aktif] ucap Ayu
(Aku akan mencoba efeknya sekarang.) batinku lalu memakai topeng rubah dengan warna dasar putih dan memiliki garis merah ini
Aku kemudian mengaliri telapak kakiku menggunakan chakra dan mulai melompat dari atap ke atap.
(Aku tidak mendengar suara akibat pendaratanku di bangunan dan aku juga tidak mendengar suara hentakan kakiku Ketika aku mendorong kakiku untuk melompat.) batinku
Aku mencium tubuhku dan aku tidak dapat mencium bau parfum yang aku pakai, (Ternyata title ini juga berefek kepadaku.)
Aku kemudian pergi ke jalan terdekat yang ramai dilalui orang. Aku mendarat di jalan itu dan mulai berjalan santai di sana. Aku sesekali menepuk punggung atau kaki seseorang. Hasilnya, mereka tidak menyadari keberadaanku sama sekali.
(Meskipun aku masih bisa melihat anggota badanku sendiri, ternyata orang lain tetap tidak bisa melihatku. Artinya, tidak semua efek title yang berlaku kepada orang lain juga berlaku kepadaku.) batinku
Aku sudah puas dengan percobaanku terhadap efek title ini. Sekarang, aku akan pergi ke hutan kematian di mana ujian chunin biasa diselenggarakan. Aku kesana untuk dua alasan. Pertama, aku kesana untuk mempelajari atau menciptakan jurus-jurus baru. Kedua, aku mengasah keterampilan bertarungku di tempat itu.
...| Di Hutan Kematian |...
Aku sekarang sudah berada di dalam hutan kematian, tepatnya di area tepi hutan. Empat Pohon yang sangat besar mengelilingiku sekarang. Bekas sayatan yang cukup banyak dapat dilihat pada salah satu pohon itu.
(Aku akan mencoba efek title Jinchuriki Kurama.) batinku
Aku melakukan serangkaian segel tangan. Setelah itu aku membusungkan dadaku, “Katon Gokakyu no jutsu.”
Aku menyemburkan bola api yang cukup besar melalui mulutku.
*WOOM!
Bola api itu terlontar dengan lumayan cepat hingga mengenai sebuah pohon besar. Bola api itu seketika padam dan meninggalkan bekas hitam pada batang pohon.
(Sekarang aku bisa menggunakan serangan jarak jauh berelemen api. Aku tidak perlu lagi bergantung pada elemen api yang dihasilkan oleh Qi.) batinku
Aku kembali melakukan serangkaian segel tangan. Saat sudah selesai, aku memapatkan jari-jari tanganku lalu aku melakukan gerakan menebas menggunakan tangan kananku.
__ADS_1
“Elemen angin : Pisau angin.” ucapku
*WOOSH!
Sebuah angin yang membentuk sebuah tebasan pedang melesat dengan cepat hingga mengenai sebuah pohon yang penuh akan bekas tebasan. Saat angin berbentuk tebasan itu menabrak pohon, bekas tebasan baru seketika terbentuk. Namun, bekas tebasan kali ini lebih dalam dari pada bekas tebasan yang sudah ada sebelumnya.
(Afinitasku dengan elemen angin yang meningkat menyebabkan daya rusaknya ikut meningkat dan juga mengurangi jumlah chakra yang harus aku keluarkan untuk mengaktifkan jutsu berelemen angin.) batinku
...| Narator POV |...
Setelah percobaan Naruto itu, terlihatlah seekor kucing berwarna hitam dengan corak merah dan mempunyai mata emas melompat dari salah satu pohon yang ada disana lalu mendarat di depan Naruto.
Kucing itu berbicara, “Tuan, aku menemukan adanya orang orang yang melakukan aktivitas mencurigakan di wilayah terdalam hutan ini.”
Kucing hitam ini, bukan sembarang kucing. Dia sebenarnya adalah makhluk halus yang ada di dunia ini dan salah satu khodam Naruto.
“Aktivitas mencurigakan?” ucap Naruto
“Iya tuan, mereka nampaknya sedang menyiapkan susunan array formas tapi aku tidak tau susunan apa itu tuan.” ucap kucing itu
“Apa?! Bisa kau tunjukkan di mana susunan itu berada kepadaku sekarang?” tanya Naruto
“Tentu tuan.” Ucap Kucing itu
Ukuran kucing itu kemudian membesar menjadi seukuran macan tutul.
“Silahkan naik ke atas punggungku, tuan.” Ucap kucing besar itu
“Baiklah.” Ucap Naruto lalu berjalan mendekati kucing besar itu dan menungganginya sembari mengaktifkan efek title pembunuh legenda miliknya
Kemudian kucing besar itu langsung melompat dari pohon ke pohon hingga sampai di tempat yang kucing itu maksudkan. Ketika tiba, Naruto dapat melihat ada sebuah lingkaran dengan diameter 5 meter menggunakan elemen tanah.
Di sekeliling lingkaran itu terdapat 5 orang yang berpakaian selayaknya penduduk desa biasa, 3 diantara orang itu hanya berdiri di sekitar lingkaran dan mengamati keadaan sekitar, 2 orang lainnya terlihat sedang memahat sebuah batu datar yang cukup besar berbentuk lingkaran dengan diameter 4 meter dengan sangat teliti dan hati hati. Mereka memahat batu itu menjadi huruf jepang yang memiliki arti ‘Api’
(Ayu, beritahu aku apa yang sebenarnya sedang mereka lakukan.) batin Naruto
[Lapor tuan, Ayu belum bisa memberi tahu tuan mengenai kegunaan array ini. Tuan, formasi array yang sedang mereka buat itu hanyalah salah satu bagian dari sebuah array besar jadi saya perlu melihat seluruh struktur dari formasi ini agar saya dapat mengetahui array apa ini sebenarnya.] ucap Ayu
(Aku mengerti.) batin Naruto
“Hei neko, apa kau sudah menelusuri area di sekitar sini? Apa kau lihat ada array seperti ini lagi?” tanya Naruto
“Aku sudah menelusuri area di sekitar, tuan. Aku juga sudah menemukan array yang serupa dengan array ini dan jumlahnya ada 4.” Ucap kucing besar itu
“Bagus. Kalau begitu, tolong antar aku ke semua formasi array itu tapi tunggulah sebentar.” Ucap Naruto
Naruto kemudian mengeluarkan sebuah kunai dari penyimpanan system-nya. Badan kunai itu berwarna kuning dengan sebuah tulisan, terdapat tiga batang besi yang berfungsi sebagai bilah pada ujungnya dan sebuah besi yang berbentuk lingkaran pada ujung satunya. Naruto melempar kunai itu bawah sehingga kunai itu menancap ke batang pohon yang digunakan Naruto dan kucing hitam sebagai pijakan.
“Baiklah, ayo pergi sekarang Neko.” Ucap Naruto
“Baik tuan.” Ucap kucing hitam besar yang bernama Neko itu
Dengan Naruto yang masih duduk di atas punggungnya, Neko kemudian Kembali melompat-lompat dari pohon ke pohon hingga mereka mendatangi semua array yang ada.
...| SKIP |...
Kini Naruto dan Neko sudah tiba di susunan array terakhir. Selama perjalanan Naruto melihat array array tadi, Naruto dapat melihat pola beserta perbedaan keempat array yang sudah selesai dengan array yang masih dipahat tadi.
Array ini dibuat berdasarkan pola kelemahan dan kelebihan elemen alam. Elemen api berada di titik atas, lalu searah jarum jam diikuti dengan elemen angin, petir, tanah, dan air.
Tak hanya itu, pada lingkaran array yang mengelilingi huruf kanji pada array elemen angin, petir, tanah, dan air juga terdapat rangkaian rune kuno yang ditulis menggunakan tinta dan terlihat familiar.
(Ayu, jadi sebenarnya susunan array apa ini? Dan rune apa yang mengelilingi array itu? Aku merasa seperti pernah melihatnya di suatu tempat.) batin Naruto
[Tuan sebenarnya ini adalah susunan pemanggilan hewan milik Klan Uzumaki, klan anda. Namun, seseorang sudah mengubahnya dan menambahkan rune ras Tsutsuki ke dalamnya sehingga kemampuan susunan ini bisa jauh meningkat daripada sebelumnya. Bahkan kemampuan array ini dapat memungkinkan pemanggilan hewan dari luar angkasa sekarang. Diperkirakan kekuatan hewan ini dapat meluluhlantakan Konoha dengan mudah.]
(Apa?! Bagaimana bisa ada rune ras Tsutsuki disini?!) batin Naruto terkejut
(Rune ini pasti bukanlah perbuatan Ishiki karena menurut cerita aslinya, dia belum muncul sekarang. Dewa juga tidak mengatakan apapun mengenai perubahan aspek di dalam cerita dunia Naruto kecuali kedatangan dua orang ras Tsutsuki yang datang kemari.) batin Naruto
(Kemungkinan bahwa Ishiki dan kedua orang Tsutsuki itu sudah bertemu memang ada. Namun, aku tidak yakin Ishiki-lah yang mengajarkan rune ini kepada mereka. Kemungkinan dua orang Tsutsuki itulah yang mengajarkannya kepada mereka tapi untuk apa? Seharusnya mereka bisa meluluh lantakan dunia ini dan menangkap semua bijuu yang ada dengan mudah sekarang. Kecuali jika mereka berada di kondisi yang menyedihkan sekarang, mungkin hal itu ada kaitannya dengan pertempuran mereka melawan pecahan jiwa seorang Dewa yang turun ke dunia ini.) batin Naruto
(Sedangkan untuk alasan mereka menyerang Konoha, kemungkinan itu ada kaitannya dengan sesuatu yang dapat menyembuhkan mereka atau setidaknya dapat meningkatkan kekuatan mereka. Yang pasti adalah mereka tidak mengincar Kyuubi yang ada di dalam diriku, karena jika itu yang mereka incar, mereka pasti akan mengirimkan seseorang untuk menculikku atau ibuku. Tidak menggunakan array yang bisa membuat Konoha hancur seperti ini.) batin Naruto
(Apapun itu, aku harus menghentikan proses pembuatan array ini sekarang juga.) batin Naruto
“Aku pergi dulu, Neko. Sampai jumpa lagi.” Ucap Naruto
“Baik tuan, aku akan segera menyusulmu.” Ucap Neko
“Hiraishin.” Ucap Naruto lalu diapun seketika menghilang meninggalkan Neko sendirian di sana
__ADS_1
BERSAMBUNG…
...TERIMAKASIH...