
| NARUTO POV |
“Naruto-kun! Naruto-kun! Naruto-kun! Sadarlah!” teriak Ubume.
Aku mendengar teriakan Ubume yang memintaku untuk segera bangun. Aku membuka mataku dan tiba tiba muncul rasa terbakar yang menjalar dari mata kiri hingga ke seluruh pergelangan tangan kiriku, (Argh! Apa yang terjadi pada tanganku?!)
“Naruto-kun, syukurlah kau sudah sadar,” Ucap Ubume lega.
“U…Ubume, apa yang sedang terjadi?” tanyaku sembari menahan rasa sakit.
“Sepuluh menit yang lalu, kau tiba-tiba jatuh terbaring ke atas lantai dengan raut wajah yang pucat serta banyak keringat keluar dari tubuhmu. Setelah itu tiba-tiba muncul tanda aneh bercahaya emas yang menjalar pada tangan dan wajah bagian kirimu,” ucap Ubume.
(Huh?! Tanda aneh?) batinku
“Ubume, bisa kau buatkan cermin air di depanku? Aku sedang lelah sekarang dan aku tidak bisa menyianyiakan tenagaku untuk membuat cermin ataupun berjalan ke tempat cermin asli berada,” ucapku.
“Aku mengerti Naruto-kun,” ucap Ubume.
Di atas tubuhku muncul sebuah genangan air yang selebar tubuhku dan juga terbuat dari energi spiritual. Aku bercermin dari genangan air itu dan melihat adanya tanda familiar yang menjalar dari wajah sebelah kiriku hingga tangan kiriku. Tanda ini muncul pada titik yang sama dimana aku merasakan rasa terbakar yang hebat. Aku kembali melihat tanda ini dengan seksama.
(Aku tau tanda apa ini sekarang. Tak salah lagi, ini adalah Segel Karma,) batinku terkejut dan tak percaya.
(Namun, bagaimana bisa?!) aku mulai membuat kalkulasi di dalam otakku, (Teoriku adalah pada saat aku menggunakan teknik terlarang dan menyerap energi spiritual roh Tsutsuki itu, roh Tsutsuki yang kuserap berhasil melakukan kontak dengan jiwa utamaku dan menanamkan Karma Sealnya padaku. Hal itu mungkin saja terjadi mengingat aku bahkan tidak bisa mendeteksi lima roh Tsutsuki yang bersembunyi itu. Namun, entah mengapa aku merasa seperti ada yang janggal… tunggu dulu…)
Aku membalikkan tangan kiriku sehingga aku dapat melihat pola yang terlukis pada telapak tanganku.
(Seperti yang aku duga. System-ku memiliki fungsi akses internet di bumi jadi selama ini, semenjak aku lahir aku sudah mengikuti alur cerita boruto, karena itu aku tau kalau pola ini bukan pola sembarangan. Sama seperti Kawaki dan Boruto, para pemilik segel karma. Terdapat pola pada telapak tangan mereka ketika Segel Karma sedang aktif dan pola itu merujuk pada wujud fisik Tsutsuki pemilik Segel Karma.) batinku
Kiri: Boruto | Kanan: Kawaki
(Pola milik Boruto merujuk pada Momoshiki dan pola milik Kawaki merujuk pada Ishiki. Pola yang paling mudah untuk di cocokkan adalah pola paling atas yang merujuk pada tanduk seorang Tsutsuki. Jadi dengan begitu aku dapat memastikan bahwa segel karma yang ada pada tubuhku bukan milik Tsutsuki yang ku lawan tadi. Tsutsuki itu memiliki tanduk yang cenderung besar dan tumbuh ke atas. Sedangkan pola pada Karma Sealku cenderung melengkung ke bawah. Pola Karma Seal seperti milik Ishiki lebih cocok menjadi bentuk Segel Karma Tsutsuki yang aku lawan tadi.) batinku
Aku bernafas lega tapi timbul pertanyaan yang lebih sulit untuk dijawab sekarang, (Bagaimana, kapan, dan milik siapa sebenarnya Segel Karma yang ada ditubuhku ini?)
Aku berpikir keras mencari jawaban dan berusaha membuat teori yang paling masuk akal. Namun, tidak peduli seberapa keras aku berpikir, aku sama sekali tidak dapat menemukan jawabannya.
(Hahhh… Apa yang harus aku lakukan? Konsekuensi dari segel Karma ini bukan main-main. Jika saja aku masih memiliki kekuatan spiritualku yang dulu, aku bisa dengan mudah mengalahkan Tsutsuki itu tadi bahkan menghilangkan segel Karma ini. Tch, sayang sekali, semenjak jiwaku dan jiwa Naruto bergabung waktu itu, aku merasa seperti ada yang mengekang 70% energi spiritualku.) batinku
(Haaah, aku akan memikirkan hal ini nanti, lagi pula jika tidak ada Segel Karma ini yang menolong avatar jiwaku saat hampir meledak tadi, aku sekarang pasti sudah hilang ingatan tentang Tsutsuki itu. Aku akan menunggu Ayu bangun dari tidurnya dan bertanya mengenai Segel Karma ini nanti. Efek samping penggunaan Sinkronisasi membuat Ayu dan aku hampir kehabisan energi spiritual. Bagiku itu bukanlah masalah besar tapi bagi Ayu yang aktif menggunakan energi spiritual, dia langsung memasuki mode tidur selama 3 jam untuk mengisi ulang energi spiritualnya.) batinku
__ADS_1
| Narator POV |
Dalam kondisi tubuh terbaring Naruto menengok ke kanan dan melihat Inoichi yang terbaring di atas Kasur, (Aku lupa, aku belum mengembalikan avatar jiwa paman Inoichi yang aku dapatkan tadi. Sial, aku harus menunggu 3 jam jika ingin mengakses penyimpanan system. Aku tidak bisa mengembalikan avatar Paman Inoichi sekarang.)
[Anda tidak perlu menunggu tuan, energi Ayu sudah kembali pulih.] ucap Ayu secara tiba-tiba sehingga membuat Naruto sedikit terkejut
(Ayu?! Kau sudah pulih? Tunggu, apa segel karma ini membuat pemulihanmu menjadi semakin cepat.) batin Naruto menyadari bahwa rasa lelah dan terbakar di tubuhnya sudah menghilang bahkan energi spiritualnya sudah pulih sepenuhnya meskipun segel karma masih bersinar terang
[Dugaan tuan benar. Namun tuan tidak perlu khawatir soal segel karma itu sekarang karena Ayu belum menemukan suatu hal yang janggal maupun berbahaya.] ucap Ayu
(Benarkah? Kalau begitu aku akan menyatukan jiwa Paman Inoichi sekarang, aku tidak bisa terus menunda ini.) batin Naruto
Naruto beranjak berdiri lalu ia mengeluarkan avatar jiwa Inoichi yang berada di penyimpanan system-nya. Di atas telapak tangan kanan Naruto muncul sebuah cahaya hijau toska.
“Hihihi~ Cahaya apa itu Naruto-kun? Jiwa orang itu yang hilang?” tanya Ubume
“Ya, ini adalah jiwa Paman Inoichi yang hilang.” balas Naruto kemudian berkomat-kamit dan memberikan energi spiritual ke sekeliling jiwa itu lalu menaruhnya di atas dahi Inoichi
Avatar jiwa itu lalu masuk ke dalam kepala Inoichi, “Selesai, seharusnya Paman Inoichi akan sadar besok. Bagaimanapun, jiwanya perlu penyesuaian lagi karena terpecah dan avatar jiwanya kehilangan kontak dengan jiwa utamanya dalam jangka waktu yang cukup lama.”
Naruto menghadap ke arah Ubume, “Ubume, terimakasih sudah menjagaku selama ini. Maaf merepotkanmu, jika kau ingin sesuatu katakan saja padaku.”
“Hihihi~~ Tidak perlu sungkan begitu Naruto-kun. Dulu kau sudah membantuku menemukan anakku, jadi tidak ada salahnya aku membantumu. Hihihi~~ Tapi karena Naruto-kun sudah berkata begitu, aku tidak akan segan segan meminta bantuanmu jika aku menginginkan sesuatu.” Ucap Ubume tersenyum
Naruto membalikkan badannya, “Baiklah Ubume, sudah waktunya aku pergi.”
“Hihihi~~ Baiklah kalau begitu, hati-hati Naruto-kun. Oh iya, aku memang tak bisa membantumu dan entah mengapa kau sangat tenang tapi tolong berhati-hatilah dengan sesuatu yang bersinar itu. Itu memancarkan aura yang sangat mencekam.” Ucap Ubume
Naruto menoleh ke arah Ubume, “Tentu, kau tenang saja Ubume.”
Naruto kembali melihat ke depan, saat Naruto hendak berjalan. Ia tiba-tiba teringat sesuatu, dia kembali membalikkan badannya.
“Hihihi~ Ada apa lagi Naruto-kun?” tanya Ubume
“Aku lupa dengan wadah darah dan darah yang kugunakan tadi. Aku akan mengambilnya kembali.” Ucap Naruto
Semua darah yang Naruto pakai saat menggunakan tekniknya tadi terangkat ke udara, baik itu yang jatuh ke lantai, meresap kedalam kain, ataupun yang Naruto gunakan untuk menandai dahinya dan Inoichi. Darah-darah itu kembali ke dalam wadahnya. Kemudian, 5 wadah darah yang ada di atas lantai langsung melayang ke depan Naruto.
“Aku pergi Ubume, sampai jumpa lagi.” ucap Naruto tersenyum
“Hihihi~~ Sampai jumpa Naruto-kun.” jawab Ubume tersenyum
Naruto berbalik dan berjalan ke arah pintu keluar dengan 5 buah wadah darah melayang disamping kanan kirinya.
__ADS_1
(Ayu, nonaktifkan array yang kau pasang tadi.) batin Naruto
[Baik tuan.] jawab Ayu lalu array yang dia pasang tadi seketika menghilang.
Naruto berjalan ke pintu keluar dan membukanya, seketika itupun semua makhluk halus yang berada di depan ruangan langsung melihat kearahnya. Jumlahnya ada puluhan dan mereka semua memiliki bentuk yang menyeramkan. Naruto melihat balik mereka semua lalu merekapun menundukkan pandangan mereka.
Naruto kemudian berbicara sembari memakai energi spiritualnya, “Kalian, tugas kalian sudah selesai. Kembalilah.”
Perkataan Naruto itu tak hanya terdengar oleh makhluk halus yang ada di depan Naruto tapi juga sampai kepada semua makhluk halus yang menjaga di sekitar ruang Inoichi dirawat. Tanpa memberontak sedikitpun, seluruh makhluk halus itu langsung pergi meninggalkan Naruto sendirian dan kembali ke tempat awal mereka sebelum dipanggil Naruto.
Naruto kemudian dengan santainya berjalan keluar rumah sakit tanpa ketahuan oleh orang lain. Di jalan Naruto memasukkan 5 wadah darahnya ke dalam penyimpanan system. Setelah keluar dari rumah sakit, Naruto berkali-kali mencoba menonaktifkan segel karma tapi dia tidak pernah berhasil.
(Aku kira aku bisa menonaktifkan segel ini dengan mudah tapi aku salah. Aku harus ke hutan kematian dan mencari cara untuk menonaktifkan segel ini sebelum menemui Ino.) batin Naruto lalu berjalan menuju Hutan Kematian
| SKIP |
/ Hutan Kematian /
Naruto sekarang sedang duduk bersila di bawah sebuah pohon yang sangat besar. Dia juga mengeluarkan semua wadah darah yang dia gunakan untuk menadahi darah para ninja UV tadi pagi.
(Aku bisa leluasa melakukan segala sesuatu di sini dan tempat ini adalah tempat yang tenang dan nyaman karena banyak rumor rumor menyeramkan di hutan ini.) batin Naruto
(Sepanjang perjalanan aku dan Ayu sudah memikirkan cara untuk menonaktifkan segel ini. Ada dua cara: pertama, aku langsung masuk ke alam bawah sadarku sendiri dan bertarung dengan Tsutsuki yang mendiami segel karma ini, kedua, kami menyadari kalau segel karma peka terhadap darah ninja UV mungkin itu penyebab awal segel karma-ku aktif sekaligus alasan mengapa aku tidak bisa menonaktifkan segel karma-ku.) batin Naruto
“Aku sudah mendengarkan firasatku selama aku hidup di bumi dulu dan firasatku tidak pernah salah, 100% akurat. Begitu juga yang akan kulakukan sekarang. Ayu saat aku menuangkan darah ninja UV ke atas segel karma, apapun yang terjadi jangan lakukan apapun meski aku tak sadarkan diri sekalipun. Paham?” tanya Naruto
[Baik tuan, Ayu mengerti.] jawab Ayu
Naruto mengambil salah satu wadah darah yang ada di depannya menggunakan tangan kanannya lalu dia menuangkan semua darah itu ke atas tangan kirinya.
*SHEESSS
Seketika terdengar suara air yang menguap. Saat darah yang Naruto tuang bersentuhan dengan kulitnya, hal itu menimbulkan sedikit asap putih muncul dari pola segel karma. Cahaya emas yang sangat terang muncul kembali pada segel karma, rasa terbakar yang tadi sudah menghilang juga muncul kembali. Namun, tidak seperti saat di rumah sakit, kali ini semua bagian tubuhnya terasa terbakar. Tiba-tiba kesadaran Naruto menghilang. Membuat kepalanya menunduk ke bawah dengan posisi tubuh sedang duduk.
Chakra berwarna emas menyelimuti seluruh tubuh Naruto, menyebabkan timbulnya aura penindasan yang sangat kuat. Sebuah tanduk yang menjulang ke atas pada dahi sebelah kiri Naruto. Mata kiri Naruto kemudian membuka dan memperlihatkan mata yang sama sekali berbeda dengan mata Naruto yang biasanya. Alih-alih mata biru langit, mata kiri Naruto sekarang berubah. Bagian hitam atau kornea mata berubah warna jadi emas murni dan bagian putih pada matanya berubah menjadi hitam.
Seketika itu aura yang sangat kuat keluar dari dalam tubuh Naruto sampai-sampai membuat gelombang kejut chakra disertai angin yang sangat kuat. Saat ini tubuh Naruto sedang diambil alih oleh jiwa Tsutsuki yang ada di dalam segel karmanya.
Narutsutsuki, “Aku tidak menyangka kau bisa membangkitkan karma sealku sekarang bahkan kesadaranku juga ikut terbangun. Aku terkesan diriku sendiri…”
BERSAMBUNG…
Halo sudah lama ngga ketemu! Ngga terasa udah bulan Ramadhan aja. Gimana kabar kalian? Sehatkan? Semoga sehat selalu ya. Oh iya, selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menunaikan. Selamat berburu makanan gratis :)
__ADS_1